Metode Scrum: Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Peran-Peran di Dalamnya

Diperbarui 11 Feb 2022 - Dibaca 11 mnt

Isi Artikel

    Untuk keperluan project management, metode Scrum adalah salah satu kerangka kerja terbaik yang bisa digunakan perusahaan.

    Metode ini sangatlah cocok untuk menemukan solusi dengan cepat apabila perusahaan menemukan hambatan dalam proyek.

    Tak hanya itu, Scrum juga memberikan cara-cara terbaik untuk memecahkan masalah dalam project.

    Hal ini tentunya akan membuat kerja tim lebih efektif, dan masalah yang ditemukan dapat segera dituntaskan agar tak memakan waktu.

    Bahkan, dengan metode Scrum, perusahaan juga bisa memunculkan ide-ide baru yang dapat dikembangkan untuk proyek-proyek mendatang.

    Nah, memangnya, apa yang dimaksud dengan Scrum? Seperti apa cara kerja dan peran-peran yang terdapat dalam metode tersebut?

    Yuk, pelajari selengkapnya dalam rangkuman Glints di bawah ini!

    Baca Juga: Mengenal Jira, Aplikasi Manajemen Proyek yang Mudahkan Kerja

    Pengertian Metode Scrum

    © Freepik.com

    Pada dasarnya, Scrum adalah cara-cara yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah. Scrum sendiri menggunakan pendekatan dari metode lain yaitu Agile.

    Agile mengacu pada seperangkat metode dan praktik berdasarkan nilai dan prinsip yang diungkapkan dalam Agile Manifesto.

    Hal itu mencakup hal-hal seperti kolaborasi, pengorganisasian yang dilakukan sendiri oleh member tim, dan tim yang lintas fungsi.

    Scrum adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengimplementasikan pengembangan Agile.

    Scrum pertama kali diperkenalkan dalam artikel Takeuchi and Nonaka yang berjudul “The New New Product Development Game” dan dipublikasikan oleh Harvard Business Review (HBR) pada tahun 1986.

    Pada artikel tersebut, Takeuchi dan Nanaka melakukan survei pada beberapa perusahaan di Jepang seperti Fuji Xerox, Canon, 3M dan Honda.

    Survei tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut dapat membuat produk baru dengan kualitas produk yang sangat bagus secara sukses.

    Takeuchi dan Nanaka menemukan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan pendekatan yang sama dalam mengembangkan produknya.

    Metode Scrum digunakan pertama kali dalam pengembangan software dimulai oleh Jeff Sutherland, Easel Corporation pada tahun 1993.

    Selanjutnya, metode ini diformulasikan dan dipresentasikan pada Object Management Group tahun 1995 dengan judul paper “Scrum Development Process”.

    Dengan menggunakannya, kamu bisa mengelola segala macam proyek mulai dari pembuatan software, website, hardware, marketing, hingga event planning.

    Scrum membantu tim untuk memecahkan masalah, dengan memiliki komunikasi yang kuat antaranggota tim tersebut. 

    Cara Kerja Metode Scrum

    metode scrum

    © Habr

    Untuk melaksanakan metode Scrum di tiap project yang dijalankan, kamu perlu melakukan tahapan-tahapan berikut. 

    1. Menentukan tim

    Dalam mengerjakan suatu project, tentu kamu membutuhkan tim.

    Tahapan awal dalam memulai menerapkan metode Scrum adalah dengan menentukan anggota tim.

    Biasanya, anggota tim tak lebih dari 5-10 orang. Usahakan jumlah anggota seefektif dan seefisien mungkin.

    2. Menentukan waktu pengerjaan

    Selanjutnya, dalam project management ada yang dikenal dengan sprint.

    Sprint sendiri serangkaian pekerjaan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah khususnya penciptaan produk baru.

    Setelah menemukan tim, langkah menjalankan metode Scrum selanjutnya adalah menentukan waktu pengerjaan atau sprint.

    Biasanya, sprint berlangsung 7 hingga 30 hari.

    3. Menentukan peran dalam tim

    Agar dapat bekerja maksimal, suatu tim haruslah memiliki struktur dan perannya masing-masing agar tidak tumpang tindih.

    Dalam project management, biasanya terdapat peran penting yang dimiliki oleh anggota tim.

    Peran ini adalah Scrum master, atau menurut Solstice bisa juga disebut sebagai project manager.

    Seorang Scrum master memastikan proyek berjalan dengan lancar dan sesuai.

    Peran selanjutnya dalam menjalankan metode Scrum adalah product owner, ia bertanggung jawab memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan kualitas yang diinginkan. 

    Baca Juga: Kenali Apa itu OKR yang Membuat Google Semaju Sekarang

    4. Mengumpulkan berbagai permasalahan

    Langkah berikutnya adalah mengumpulkan berbagai hal yang didapat di lapangan. Dalam project management, hal ini disebut sebagai backlog.

    Berbagai permasalahan atau backlog ini kemudian dikumpulkan dan dibuat prioritas pengerjaannya.

    5. Memulai sprint

    Setelah semua langkah dijalankan, maka kamu bisa langsung memulai sprint tersebut. Dalam melaksanakan sprint, bisa saja ditemukan permasalahan atau backlog lain.

    Komunikasikan hal ini dengan product owner apakah backlog tersebut bisa dilaksanakan dalam sprint tersebut atau sprint selanjutnya.

    Peranan dalam Metode Scrum

    © Freepik.com

    Seperti yang sudah Glints paparkan, Scrum adalah salah satu metode terbaik yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan manajemen proyek.

    Akan tetapi, supaya bisa digunakan secara maksimal, diperlukan tiga peranan khusus yang akan mengelola kinerja dalam kerangka kerja Scrum.

    Peran-peran ini juga penting untuk didefinisikan dan diperjelas, agar kerangka kerja Scrum dapat mensukseskan tim dan proyek.

    Nah, berikut adalah ketiga peran yang terdapat dalam Scrum, dikutip dari Coursera.

    1. Product owner

    Peranan utama yang terdapat dalam metode Scrum adalah product owner.

    Mereka bertugas untuk memastikan bahwa kinerja tim Scrum sudah selaras dengan tujuan keseluruhan proyek pengembangan yang ditargetkan badan usaha.

    Mereka harus memahami kebutuhan bisnis dari produk, seperti harapan para pelanggan, dan tren pasar.

    Karena mereka harus memahami bagaimana tim Scrum cocok dengan visi perusahaan, product owner biasanya akan berhubungan dengan manajer produk dan pemangku kepentingan lain di luar timnya.

    Nah, kira-kira, apa saja tanggung jawab lainnya dari seorang product owner? Lalu, seperti apa kualifikasi yang kamu butuhkan jika ingin memiliki jabatan ini?

    Yuk, simak selengkapnya dalam artikel ini. Glints sudah paparkan serba-serbinya di sana khusus untukmu.

    2. Scrum master

    Peranan berikutnya yang termasuk dalam kerangka kerja Scrum adalah scrum master.

    Mereka adalah para pekerja yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tim proyek sudah beroperasi seefektif mungkin dengan nilai-nilai Scrum.

    Mereka harus menjaga tim agar tetap bekerja sesuai jalur dan metode Scrum, sambil merencanakan dan memimpin rapat, serta mengatasi hambatan dalam proyek.

    Scrum master juga biasanya akan dilimpahkan tugas yang lebih besar agar bisa memasukkan pola kerja Scrum pada seluruh perusahaan.

    Nah, scrum master sejatinya memiliki sejumlah tanggung jawab lain. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya dalam rangkuman ini.

    Di dalamnya, Glints sudah sediakan penjelasan lengkap terkait tugas-tugas dan kualifikasi seorang scrum master, lho!

    3. Development team

    Peran terakhir yang terdapat dalam kerangka kerja metode Scrum adalah development team atau tim pengembangan.

    Tim ini terdiri dari para profesional yang melakukan pekerjaan secara langsung untuk menyelesaikan tugas dalam sprint Scrum.

    Anggota development team sendiri termasuk computer engineer, desainer, penulis, data analyst, dan peran lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek.

    Tim pengembangan tidak hanya menunggu pesanan dari product owner. Mereka biasanya saling berkolaborasi untuk memetakan tujuan dan rencana untuk mencapai tujuan akhir proyek.

    Manfaat Metode Scrum

    © Freepik.com

    Setelah membaca definisi hingga tahapan kerjanya, jelas bahwa Scrum adalah metode yang mumpuni untuk kebutuhan manajemen proyek.

    Sebab, selain ampuh untuk memecahkan permasalahan, perusahaan juga bisa mencapai tujuan proyek dengan lebih cepat jika menggunakan metode satu ini.

    Nah, kira-kira, apa lagi bentuk manfaat yang ditawarkan metode Scrum untuk perusahaan yang memanfaatkannya? Berikut Glints kurasikan sesuai paparan Agilest.

    • rilis produk siap pakai yang lebih cepat untuk pengguna dan pelanggan
    • kualitas produk yang lebih tinggi
    • produktivitas yang lebih tinggi
    • pengeluaran biaya operasional yang lebih murah
    • kemampuan untuk membentuk perubahan dalam proyek selanjutnya
    • moral kerja karyawan yang lebih baik
    • angka kepuasan pengguna yang lebih tinggi
    • mampu menyelesaikan proyek kompleks yang sebelumnya tidak bisa dilakukan

    Baca Juga: Profesionalisme Adalah Kunci Kesuksesan, Bagaimana Cara Meningkatkannya?

    Jadi, itulah penjelasan singkat dari Glints mengenai metode Scrum, dimulai dari definisi, cara kerja, hingga manfaatnya.

    Intinya, Scrum adalah kerangka kerja atau metode yang bisa digunakan untuk memecahkan masalah dalam proyek.

    Ia memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode lain, seperti biaya operasionalnya yang murah serta tingkat efektivitasnya lebih tinggi.

    Hasilnya, Scrum pun sering digunakan oleh berbagai perusahaan dan organisasi untuk keperluan manajemen proyek mereka.

    Maka dari itu, apabila ingin terjun ke dunia produk dan bisnis, pastikan bahwa kamu sudah menguasai metode ini dengan baik, ya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.4 / 5. Jumlah vote: 16

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait