Prediksi 7 Tren UI/UX Tahun 2022, Siapkan Dirimu Sekarang Juga

Tayang 04 Des 2021 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Ingin karier desain produkmu melejit? Kalau iya, yuk, pahami berbagai tren UI/UX design 2022!

    Nantinya, tren-tren tersebut bisa kamu jadikan referensi desain. Tak perlu lagi bingung mencari inspirasi saat memulai proyek.

    Tak perlu lama-lama lagi, ini dia daftar trennya.

    Baca Juga: 4 Mindset Sederhana yang Wajib Dimiliki Para UX Designer

    1. Mobile-first design

    1. prediksi gaya desain produk digital yang naik daun tahun depan mobile-first design

    © Tooltyp.com

    Berdasarkan prediksi Taff Inc, mobile-first design akan menjadi tren desain UI/UX sepanjang 2021-2022.

    Coba ikut tren yang satu ini, ya. Apalagi, 95,4% pengguna Internet Indonesia membuka internet lewat smartphone. Fakta tersebut diungkap oleh Suvei Pengguna Internet APJII 2019-Q2 2020.

    Nah, sekilas, mobile-first design memang mirip dengan mobile-friendly design. Walau begitu, keduanya tetaplah berbeda.

    Adobe XD Ideas menuliskan, mobile-first design adalah pola pikir memprioritaskan desain mobile aplikasimu. 

    Sementara itu, mobile-friendly design adalah tampilan produk yang nyaman diakses lewat HP. Akan tetapi, belum tentu tampilan tersebut dinomorsatukan.

    Penasaran dengan pola pikir desain mobile-first? Glints punya artikel yang membahasnya secara tuntas. Yuk, baca secara gratis dengan klik tombol ini!

    SIMAK ARTIKELNYA

    2. Neumorphism

    Neumorphism juga diprediksi menjadi tren UI/UX design 2022. Toptal menuliskan, neumorphism adalah gaya desain dengan ciri:

    • pilihan warna monokrom
    • kontras rendah
    • bayangan tipis

    Seperti dituliskan Justinmind, gaya desain yang satu ini merupakan gabungan dari skeumorphism dan flat design.

    Untuk melihat perbedaan ketiganya, kamu bisa melihat gambar di bawah ini:

    2. tren ui ux design 2022 Mojimomo dan William Tapp dimodifikasi oleh justinmind com

    © Mojimomo dan William Tapp, dimodifikasi oleh Justinmind.com

    Kalkulator bergaya desain skeumorphism mirip dengan kalkulator di dunia nyata. Teknik gradien dipakai hingga tombol-tombolnya terlihat timbul.

    Lain halnya dengan kalkulator flat design. Tampilannya clean dan elemen-elemennya tak punya bayangan. Selain itu, warna yang dipakai hanya putih dan ungu.

    Seperti yang sudah Glints singgung, neumorphism pun menggabungkan kedua ciri khas tadi. Elemen-elemen kalkulator jadi punya bayangan tipis, serta warna yang dipakai tak banyak.

    Kamu bisa mempelajari neumorphism secara lebih mendalam dengan klik tombol ini:

    BACA DI SINI

    3. Voice user interface

    3. tren ui ux design voice user interface uxblog it

    © Uxblog.it

    Melansir Interaction Design Foundation, voice user interface adalah sistem interaksi suara di antara pengguna dan aplikasi.

    Biasanya, para user harus menekan tombol atau mengetik untuk menggunakan aplikasi. Dengan voice user interface, tak ada lagi tombol atau ketikan. Cukup pakai suara untuk pakai aplikasi. 

    Sistem yang satu ini kian populer karena adanya Siri, Google Assistant, hingga Alexa. Ketiganya merupakan voice assistant yang sudah marak tersedia di gadget pengguna.

    Ingin mempelajari tren UI/UX design yang satu ini lebih lanjut? Yuk, temukan artikel tentangnya dengan klik tombol di bawah ini!

    PELAJARI SEKARANG

    4. Micro interaction

    4. prediksi gaya desain produk digital yang naik daun tahun depan micro interaction

    © Vladyslav Tyzun / Dribbble com

    Tren UI/UX design 2022 selanjutnya adalah micro interaction.

    Micro interaction merupakan interaksi pendek aplikasi dan user yang bertujuan meningkatkan engagement. Meski sudah ada sejak lama, penggunaannya diprediksi makin menjamur tahun depan.

    Tak sekadar engagement, micro interaction ternyata punya manfaat lain. Menurut UX Collective, beberapa di antaranya adalah:

    • memudahkan navigasi
    • meningkatkan user experience
    • memperbesar peluang kontenmu di-like dan di-share

    Menarik, kan? Yuk, pelajari micro interaction secara lebih mendalam dengan klik tombol ini:

    SIMAK ARTIKELNYA

    5. Sinkronisasi gadget satu dan lainnya

    5. tren ui ux design 2022 device synchronization freebiesui com

    © Freebiesui.com

    Selanjutnya, ada device synchronization. Tren yang satu ini cocok untuk para desainer aplikasi yang bisa diakses di lebih dari satu gadget.

    Misalnya, kamu sedang mendengarkan lagu X di aplikasi A laptopmu. Kebetulan, kamu juga menginstal aplikasi A di HP.

    Pada menit 2:33 lagu X, laptopmu mati karena kehabisan baterai. Padahal, kamu sedang asyik menikmati musik.

    Akhirnya, kamu membuka aplikasi A di HP. Kalau A punya fitur device synchronization, kamu bisa langsung memutar lagu X di menit 2:33. Tak perlu cari lagu dan scrolling secara manual.

    Baca Juga: Baca Ini agar Terhindar dari 10 Kesalahan dalam UX Design

    6. Biometrik

    6. tren ui ux design 2022 biometrics thenextweb com

    © Thenextweb.com

    Password sudah lama menjadi fitur keamanan untuk berbagai aplikasi. Sayangnya, fitur keamanan itu punya berbagai kekurangan.

    Kamu harus membuat dan mengingat-ingatnya. Belum lagi, ada beberapa platform yang password-nya harus menggunakan kombinasi huruf besar-kecil, angka, sampai karakter spesial.

    Kekurangan itulah yang mendorong tren UI/UX design 2022 selanjutnya. Sebagai pengganti kata sandi, biometrik berupa sidik jari hingga wajah bisa digunakan.

    Baca Juga: 7 Website yang Bisa Kamu Gunakan untuk Memamerkan Portofolio UX Designer

    7. Gaya 3D klasik

    7. tren ui ux design 2022 gaya 3d shakuro com

    © Shakuro.com

    Mengutip Shakuro, desain 3D klasik juga akan menjamur tahun depan. Beberapa hal yang mendorong tren ini adalah:

    • Browser yang semakin canggih hingga bisa membantumu merancang visualisasi 3D.
    • Melalui desain 3D, energi, tekstur, dan makna visualisasimu lebih mudah tersampaikan.

    Demikian rangkuman prediksi tren UI/UX design 2022 untukmu. Yuk, pelajari prediksi tren di bidang-bidang lainnya dengan klik link ini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait