×

Seberapa Penting User Experience (UX) Design dalam Dunia Digital?

March 6, 2020 | No Comments

Bagaimana perasaanmu jika kamu membuka sebuah website atau aplikasi yang memiliki desain ciamik? Ringan dan tidak menghabiskan kuota? Apakah kamu ingin membukanya kembali? Mempromosikan kepada teman-teman?

Nah, jawaban-jawaban dari pertanyaan ini dapat dikatakan sebagai user experience (UX). Di mana tujuan pembuatan website atau aplikasi dengan desain yang keren untuk menembus user experience yang baik.

Memangnya, seberapa penting sih UX dalam dunia digital? Dan sebenarnya apa arti dari UX design itu sendiri?

Apa itu User Experience (UX)?

User Experience (UX) adalah hasil interaksi dari setiap user yang telah mengunjungi atau menggunakan website atau aplikasi.

UX fokus pada pengalaman penggunanya termasuk persepsi, emosi, dan respons terhadap web atau aplikasi itu sendiri.

User experience juga didefinisikan menjadi tiga kriteria, yaitu: mudah digunakan, aksesibilitas, dan tentunya nyaman digunakan.

user experience

© https://www.usability.gov/

Salah satu ahli, Peter Morville, merepresentasikan faktor-faktor yang mempengaruhi UX dengan User Experience Honeycomb.

Ia mengatakan bahwa untuk menciptakan UX design yang baik adalah dengan melihat dari tujuh hal di atas.

Salah satu poin penting yang ia sampaikan mengenai accessible yang mana sebuah aplikasi atau web harus dapat diakses oleh semua orang tanpa pandang bulu.

Misalnya, kaum difabel harus dapat mengakses aplikasi atau web dan harus mendapatkan UX yang sama dengan user lainnya.

User experience bukanlah sekadar review atau angka rating, tetapi lebih ke pengalaman personal dengan sentuhan emosi dari tiap penggunanya.

Baca Juga: Beberapa Hal yang Harus Kamu Asah untuk Menjadi UIUX

Mengapa User Experience Penting?

Bukan rahasia lagi jika kita semua menginginkan untuk selalu nyaman dalam membaca website atau menggunakan aplikasi. Aplikasi yang nyaman digunakan akan terus digunakan secara berulang oleh user.

Sebaliknya, jika aplikasi terasa berat, lamban, dan tidak nyaman dipandang akan menghasilkan user experience yang tidak baik.

Maka dari itu, pembuatan desain user interface (UI) memiliki tujuan untuk menghasilkan UX yang baik. Dengan UX yang baik akan menghasilkan review, rating, ataupun traffic yang meningkat untuk web atau aplikasi.

Oleh karena itu, UI dan UX kerap menjadi dua sisi yang tak dapat dipisahkan.

Lalu, sepenting apakah UX untuk para user dan designer-nya?

1. Loyalitas pelanggan

Sesuai yang sudah dijabarkan, user experience yang baik akan menghasilkan user yang bahagia. Mereka tak segan-segan untuk menggunakannya kembali ataupun mempromosikan kepada teman-temannya.

User yang puas pun dapat menjadi loyal dan tetap akan bertahan menggunakan aplikasi yang mereka senangi.  Dengan begitu, awareness dari brand pun akan terus naik.

2. Investasi

Tak dapat dipungkiri jika membuat web atau aplikasi membutuhkan uang, waktu, dan tenaga yang banyak. Pembuatan website, aplikasi, e-commerce, dan marketplace pun pastinya akan dimonetitasi.

Semakin baik UX-nya semakin naik pula traffic-nya. Dengan begitu, modal yang dikeluarkan dalam pembuatan pun akan kembali dan malah bisa menjadi untung.

Maka dari itu, maintenance pun harus sering dilakukan demi memperbaiki kualitas user experience.

3. Efisiensi dan produktivitas

Tahukah kamu jika UX yang baik berbanding lurus dengan produktivitas seseorang? Contohnya saja aplikasi atau website bank yang digunakan oleh banyak orang setiap harinya.

Mungkin dari beberapa penggunanya memiliki kegiatan yang berhubungan dengan perbankan. Transfer misalnya.

Apa jadinya jika aplikasi atau web tidak memiliki UX yang baik? Produktivitas pasti akan terhambat. Aplikasi yang dikira akan mempermudah hidup malah menjadi tidak efisien.

Contoh lainnya adalah e-commerce. Jika dalam sehari aplikasi sangat efisien digunakan tanpa harus melewati fase lambat dan down, penjualan pastinya akan terus naik secara cepat.

4. Kepuasan user

Bayangkan jika aplikasi atau website merupakan jalan keluar bagi masalah user-nya. Dapat dipastikan mereka akan kembali lagi dan menggunakan aplikasimu.

Baca Juga: [E-Book] Design It Your Way: How To Find Your Best UI/UX?

Proses Desain User Experience (UX)

UX design

© https://www.interaction-design.org/

Dilansir dari Hubspot, ada 3 proses dalam mendesain UX. Di antaranya adalah:

  • mencari tahu siapa saja target audience yang akan disasar dari website atau aplikasi yang kamu buat
  • memahami tujuan utama perusahaan dan juga pengaruhnya terhadap user
  • mengaplikasikan ide out-of-the-box untuk menciptakan web atau aplikasi yang dapat dinikmati oleh para user

UX design membutuhkan banyak sekali sentuhan tangan dan pikiran manusia untuk menciptakan aplikasi atau website dari tiga tahap di atas.

Hal ini tentang memikirkan secara dalam kebutuhan-kebutuhan dari target audiens, menciptakan solusi, memperbaiki masalah yang mereka hadapi, mendesain prototype untuk uji coba, dan terakhir memberikan solusi terbaik untuk para user.

Jika kamu menciptakan web atau aplikasi yang terinspirasi dari sudut pandang orang lain bahkan isu sosial, mungkin karyamu akan diminati oleh banyak orang.

Syarat-Syarat dalam UX Design

User experience merupakan salah satu hal yang dapat terus berubah seiring perkembangan zaman. Selera, fungsi dan juga tren sangat mempengaruhi UX seiring berkembangnya zaman.

Nah, untuk kamu yang baru saja ingin menciptakan sebuah web atau aplikasi, ada syarat-syarat mutlak dalam merancang user experience yang bisa kamu jadikan pedoman.

1. Kontekstual

Sebagai seorang kreator atau desainer, pastinya kamu mau jika user sangat mengerti dengan apa yang kamu ciptakan.

Maka dari itu, rancangan UX semestinya berfungsi untuk petunjuk mereka saat menggunakan aplikasi atau website. Jangan sampai karyamu membuat user merasa tersesat atau lelah menggunakannya.

2. Be Human

Walaupun web atau aplikasi bentuknya mesin, namun user tetap ingin merasa bahwa mereka berkomunikasi dengan manusia.

Maka dari itu, salah satu tantangan UX designer adalah menciptakan aplikasi atau web dengan sentuhan personal biar tak terasa kaku.

Buatlah aplikasi yang membuat user tidak merasa berbicara dengan robot misalnya mungkin dengan menambahkan feedback berupa tulisan.

Baca Juga: Cara Membuat Website Personal Kamu Menarik Rekruter

3. Mudah Ditemukan

User pastinya tidak mau menghabiskan waktunya untuk mencari aplikasimu saat ingin menggunakannya. Ini saatnya kamu merancang dari segi thumbnail, logo, atau fungsinya agar mudah ditemukan dan dikontrol.

4. Mudah Digunakan

Jangan terlalu susah untuk membuat web atau aplikasi. User experience yang baik adalah di mana mereka merasa enjoy dan tidak merasa kesusahan dengan segala fungsi yang ada di dalamnya.

Buatlah secara konsisten dan tidak bertele-tele agar user tetap nyaman saat digunakan.

5. Simpel

Terlalu banyak tulisan di dalam aplikasi atau web-mu? Itu suatu kesalahan besar. Buatlah fungsi dari aplikasi atau web tetap simpel. Jangan menggunakan banyak deskripsi di dalam box yang sempit.

Nah, sudah tahu kan apa yang dimaksud dengan user experience? Menurutmu, apa sih salah satu kendala yang masih sulit untuk menciptakan UX yang baik?

Apakah kamu tertarik dan ingin terjun langsung untuk menjadi seorang UX designer? Mungkin lowongan kerja UX designer di Glints sesuai dengan kriteriamu!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up