Terapis Wicara: Definisi, Tugas, Skill, dan Cara Memulai Karier

Tayang 08 Jul 2024 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Sesuai namanya, terapis wicara adalah para profesional berpengalaman yang punya peran penting dalam membantu pemulihan pasien yang mengalami kesulitan bicara.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Mereka akan mendiagnosis, mengobati, dan mencegah tantangan atau gangguan komunikasi di kemudian hari.

Artikel Glints berikut akan membahas lebih lanjut mengenai tugas, skill, hingga bagaimana cara memulai kariernya.

Ayo simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Terapis Wicara?

Dilansir dari NHS, terapis wicara adalah tenaga kesehatan yang memberikan pengobatan, dukungan, dan perawatan bagi anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kesulitan dalam komunikasi.

Kamu akan membantu orang-orang yang memiliki masalah dalam berbicara dan berkomunikasi karena alasan fisik atau psikologis.

Di luar negeri, profesi ini juga dikenal dengan sebutan SLP (speech and language therapist) dan pathologist.

Pasiennya tidak hanya anak-anak yang perkembangan bicaranya lambat, tetapi juga orang dewasa yang kemampuan berbicaranya terganggu karena penyakit atau cedera.

Terkadang, perawatan yang diberikan oleh mereka juga mencakup pengobatan bagi mereka yang mengalami kesulitan makan atau menelan.

Kamu akan bekerja sama dengan guru dan tenaga kesehatan lainnya, seperti dokter, perawat, dan psikolog.

Baca Juga: Profesi Ners: Apa Itu, Tanggung Jawab, & Skill yang Dibutuhkan

Tugas Terapis Wicara

Dilansir dari Prospects, tugas terapis wicara akan bervariasi tergantung pada klien dan permasalahannya.

Secara garis besar, berikut adalah gambaran tugas-tugas terapis wicara.

  • Mengidentifikasi kesulitan atau gangguan bicara dan komunikasi.
  • Menilai penyebab dan sifat masalahnya. Misalnya, masalah bawaan genetik atau kelainan yang didapat setelah stroke, cedera, dan lainnya.
  • Merancang dan melaksanakan program pengobatan yang sesuai, baik bekerja secara individu atau dalam kelompok.
  • Meninjau dan merevisi program sebagaimana mestinya.
  • Memberi nasihat kepada orang tua atau wali klien tentang penerapan program pengobatan dan melatih profesional lain dalam pemberian terapi.
  • memantau dan mengevaluasi kemajuan klien.
  • Menulis catatan dan laporan kasus klien yang bersifat rahasia, serta memberikan informasi ini untuk pengasuh, orang tua, atau orang lain yang merawat klien.
  • Bekerja dalam tim untuk meningkatkan efektivitas pemberian layanan.
  • Mengawasi asisten terapis (jik ada).
  • Menyampaikan sesi pelatihan bagi terapis wicara lain maupun pengasuh, orang tua, atau wali klien.
Baca Juga :  Jurusan Pariwisata SMK: Apa Itu dan Prospek Kariernya

Skill yang Dibutuhkan Terapis Wicara

Berikut adalah skill penting yang harus kamu asah jika ingin menjadi terapis wicara profesional.

1. Pengetahuan klinis

Tentunya kamu perlu memiliki pemahaman atau keterampilan klinis, seperti anatomi dan fisiologi.

Pengetahuan ini sangat penting untuk memahami struktur dan fungsi dari sistem bicara dan menelan.

Dari situ, barulah kamu bisa mempelajari lebih dalam lagi gangguan komunikasi, seperti jenis gangguan bicara, bahasa, suara, dan menelan.

2. Keterampilan teknis

Hard skill yang perlu dimiliki speech and language therapist salah satunya adalah penggunaan alat dan teknologi yang sering digunakan ketika terapi.

Seperti software analisis suara, alat bantu komunikasi, dan lain-lain.

Setelah memahami alatnya, tentu kamu juga harus belajar menguasai berbagai teknik dan strategi terapi untuk gangguan komunikasi yang dimiliki pasien.

3. Empati

Empati adalah kemampuan penting dalam pendekatan terapi, yang memungkinkan mereka memahami kesulitan dan emosi kliennya.

Dengan berempati terhadap perjuangan mereka, terapis dapat menumbuhkan kepercayaan dan hubungan baik dengan klien dan keluarganya.

Tak hanya itu, empati juga dapat mengurangi perasaan terisolasi dan frustrasi yang umumnya dirasakan oleh klien yang mengalami kesulitan.

4. Komunikasi

Dalam praktiknya sehari-hari, terapis seringkali berada dalam situasi di mana mereka perlu menjelaskan konsep kompleks seperti hasil tes, diagnosis, dan rencana perawatan.

Informasi rumit tersebut harus bisa disampaikan dengan cara yang mudah dimengerti oleh klien dan keluarganya.

Ini memerlukan kemampuan untuk mengubah informasi teknis ke dalam istilah awam tanpa menghilangkan detail penting.

Selain itu, keterampilan komunikasi yang baik juga membantu mereka berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Ini termasuk dokter, psikolog, dan terapis okupasi.

Baca Juga: Profesi Perawat Lansia: Definisi, Tugas, Skill hingga Cara Menjadi

Cara Menjadi Terapis Wicara

Apabila kamu sudah yakin ingin bekerja sebagai terapis wicara, berikut adalah panduan umum untuk mulai berkarier.

Baca Juga :  Notaris: Apa Itu, Syarat, Tugas, Kewajiban, dan Gaji

1. Penuhi kualifikasi pendidikan

Di Indonesia, langkah pertama yang perlu kamu lakukan biasanya adalah memperoleh gelar sarjana di bidang yang terkait. Misalnya, psikologi, pendidikan, atau ilmu komunikasi.

Beberapa perguruan tinggi mungkin bahkan memiliki jurusan yang lebih spesifik terkait terapi wicara.

Setelah memperoleh gelar sarjana, kamu mungkin perlu melanjutkan ke program pascasarjana (S2) yang spesifik dalam bidang terapi wicara.

Jika kamu lulusan SMA/SMK/sederajat, kemungkinan besar hanya bisa memulai karier sebagai asisten terapis terlebih dahulu.

Pastikan kamu fokus dan menguasai pelajaran yang relevan seperti bahasa, biologi, atau keperawatan.

2. Mengikuti pelatihan atau mencari pengalaman magang

Langkah selanjutnya untuk menjadi terapis wicara adalah ikut pelatihan atau langsung mencari pengalaman magang.

Program pascasarjana biasanya sudah memiliki komponen praktikum di mana kamu akan mendapatkan pengalaman langsung bekerja dengan pasien di bawah pengawasan terapis berlisensi.

Pasalnya, untuk menjadi terapis profesional dan berlisensi, kamu perlu mengumpulkan pengalaman di lapangan yang cukup terlebih dahulu.

3. Ikut uji sertifikasi atau lisensi

Setelah menyelesaikan pelatihan atau magang, kamu perlu mendapatkan sertifikasi dari badan profesional yang mengatur profesi terapis wicara di Indonesia.

Jika tak ada lisensi, kualifikasimu untuk bekerja mungkin akan dipertanyakan.

Terlebih lagi, terapis perlu memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka melalui pelatihan dan sertifikasi terkait.

4. Mulai mencari lowongan

Setelah mendapatkan sertifikasi dan lisensi, kamu bisa cari pekerjaan di berbagai tempat seperti rumah sakit, klinik, atau sekolah.

Kalau pengalaman kerjamu sudah cukup, kamu berpeluang untuk bisa membuka praktik secara mandiri.

Baca Juga: 8 Etika Profesi Keperawatan yang Perlu Dipatuhi Perawat

Demikian penjelasan mengenai apa itu terapis wicara serta langkah-langkah memulai kariernya.

Baca Juga :  Mengenal Brand Evangelist dan Mengapa Setiap Perusahaan Harus Memilikinya

Sudah siap bekerja sebagai terapis wicara? Ayo cek lowongan kerja terbaru yang ada di Glints!

Kamu bisa cari berbagai lowongan terbarunya yang berlokasi di seluruh Indonesia.

Cek lowongan terbarunya di sini sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon