STEM: Pengertian, Metode Pembelajaran, Tujuan, dan Manfaatnya

Tayang 29 Jun 2024 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Idzni Meutia

STEM adalah pendekatan pendidikan yang mengintegrasi bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dikutip dari FKIP UNPAD, pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa di abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Yuk, pelajari lebih lengkap seputar STEM lewat rangkuman Glints di bawah ini!

Baca Juga: PKM: Apa Itu, Tujuan, Syarat, Bidang Kegiatannya

Apa Itu STEM?

STEM adalah sebuah insiatif pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing dan bekerja di tengah perubahan pesat ekonomi global.

Dikutip dari LPM Aceh, pendekatan ini menekankan integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan matematika serta rekayasa dalam konteks dunia nyata.

Secara umum, semua jurusan yang berkaitan dengan sains, teknologi, teknik, dan matematika termasuk dalam kategori STEM.

Beberapa contohnya adalah teknik sipil, teknologi informasi, biologi, geologi, dan teknik pertambangan.

Tujuan STEM

Dikutip dari situs Kemendikbud, berikut adalah tujuan STEM:

  1. Membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
  2. Mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan dengan kemampuan memecahkan masalah dan beradaptasi dengan teknologi.
  3. Mengembangkan kompetensi guru dan calon guru dalam mengajar bidang STEM.
  4. Mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan inovasi yang terus berkembang.
  5. Mengatasi masalah-masalah kompleks dengan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Kemampuan Problem Solving yang Penting Diterapkan

Manfaat STEM

Metode belajar STEM memiliki banyak keuntungan yang dapat memberikan pengalaman belajar yang efektif dan bermanfaat bagi siswa.

Dikutip dari Global Prestasi, beberapa manfaat utama dari pendekatan STEM adalah:

Baca Juga :  Beasiswa BCA 2025: Program, Syarat, Cara Daftar & Jadwalnya

1. Meningkatkan keterampilan berpikir kritis

STEM mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam pemecahan masalah.

Mereka diajarkan untuk menganalisis, menyelidiki, dan menemukan solusi melalui pendekatan berbasis proyek, memungkinkan mereka menghadapi tantangan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mengembangkan keterampilan STEM

Metode belajar STEM fokus pada pengembangan keterampilan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Siswa diberi kesempatan untuk mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu dan menerapkannya dalam konteks dunia nyata.

3. Memperkuat kolaborasi

Metode belajar STEM selanjutnya adalah kerja sama antarsiswa dalam menyelesaikan proyek-proyek pembelajaran.

Ini membantu siswa belajar bekerja dalam tim, berbagi pengetahuan dan keterampilan, serta membangun kemandirian dalam mencapai tujuan bersama.

4. Meningkatkan minat dan motivasi belajar

Metode belajar STEM menawarkan pengalaman yang menarik dan relevan bagi siswa.

Dengan menggunakan pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek dan eksperimen praktis, metode ini dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar dan memotivasi mereka untuk terus belajar.

Baca Juga: Kemauan Belajar, Modal Penting untuk Wujudkan Karier Impian

Metode Belajar STEM

Mengutip Global Sevilla, berikut adalah metode-metode pembelajaran STEM:

1. Problem-based learning (PBL)

Metode pembelajaran berbasis masalah menempatkan siswa di depan tantangan nyata yang membutuhkan penerapan konsep STEM untuk menemukan solusi.

Mereka bekerja dalam kelompok untuk menganalisis masalah, mengembangkan strategi, dan menguji solusi.

2. Project-based learning (PjBL)

Metode pembelajaran berbasis proyek mengajak siswa terlibat dalam proyek yang membutuhkan penerapan konsep STEM untuk mencapai tujuan tertentu.

Siswa bekerja dalam tim untuk merencanakan, merancang, dan melaksanakan proyek yang melibatkan penelitian, pembuatan prototipe, dan presentasi.

3. Inquiry-based learning (IBL)

Metode pembelajaran berbasis penemuan mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki fenomena, dan menemukan konsep STEM melalui eksperimen, riset, dan evaluasi.

Baca Juga :  SKS Kuliah: Definisi, Contoh Perhitungan, dan Batas per Semester

Pendekatan ini mengembangkan pemikiran kritis, keterampilan penelitian, dan pemahaman konsep.

4. Game-based learning (GBL)

Metode belajar STEM selanjutnya adalah game-based learning.

Metode ini berbasis permainan menggunakan elemen permainan dan simulasi interaktif untuk mengajarkan konsep STEM.

Siswa terlibat dalam permainan, tantangan, dan skenario yang merangsang mereka untuk memecahkan masalah, berkolaborasi, dan menerapkan konsep STEM.

5. Digital-based learning (DBL)

Metode pembelajaran berbasis digital memanfaatkan teknologi seperti perangkat lunak, aplikasi, simulasi, atau video pembelajaran untuk mengajarkan konsep STEM secara interaktif dan visual.

Ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memberikan aksesibilitas lebih besar dalam proses belajar.

6. Collaborative learning

Metode pembelajaran berbasis kolaborasi mengarahkan siswa untuk bekerja dalam kelompok, berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi dalam memecahkan masalah.

Pendekatan ini membantu mengembangkan keterampilan sosial, kerja tim, dan pemahaman bersama.

7. Hands-on learning (terjun langsung)

Metode ini mendorong siswa terjun langsung dalam eksperimen, percobaan, atau pembuatan prototipe agar siswa mampu mempraktikkan dan menerapkan konsep STEM.

Ini membantu siswa mengembangkan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis.

Baca Juga: Praktikum di Perkuliahan: Pengertian, Tahapan, dan Tujuannya

Demikian informasi mengenai apa itu STEM, tujuan, manfaat, dan berbagai metode pembelajarannya.

Kalau kamu masih butuh lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, ayo baca artikel lain di Glints Blog!

Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah penting seputar panduan umum proses akademik di kuliah.

Seperti bobot penilaian di kuliah, KRS dan KHS, serta istilah-istilah penting lainnya di perkuliahan.

Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon