Mengenal Apa Itu Experiential Learning dan 6 Jenisnya
Ditulis oleh : Trias Ismi
Experiential learning adalah salah satu metode pembelajaran yang menekankan pengalaman.
Metode yang satu ini bisa dicoba oleh mahasiswa atau bahkan karyawan yang ingin mempelajari suatu hal baru.
Pasalnya, experiential learning dapat memperluas keahlian yang tentunya bisa membuatmu menjadi karyawan yang lebih kompetitif.
Selain itu, bagi pelajar metode yang satu ini juga bisa meningkatkan ilmu dari pengalaman yang didapatkan. Jadi, kamu juga bisa menjadi kandidat yang unggul saat mulai mencari kerja.
Makanya, Glints sudah menyiapkan rangkumannya, dari pengertian hingga jenis-jenis dari experiential learning. Simak terus, ya!
Apa Itu Experiential Learning?
Menyadur Boston University, experiential learning adalah proses pembelajaran yang melibatkan individu dan merefleksikan pengalaman.
Sederhananya, experiential learning adalah kegiatan belajar berdasarkan pengalaman secara langsung.
Pengalaman tersebut bisa didapatkan dengan berbagai cara. Mulai dari melakukan eksperimen langsung, magang, studi di luar negeri, hingga melakukan volunteer.
Menurut Kent State University, ada beberapa hal yang akan diperoleh saat melakukan experiential learning, yaitu:
- pemahaman yang lebih baik mengenai materi
- pandangan yang lebih luas mengenai dunia dan komunitas
- wawasan yang lebih baik mengenai skill dan passion yang dimiliki
- peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai orang dan organisasi
- praktik langsung untuk meningkatkan skill set
- punya rasa kepuasan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat
- lebih percaya diri dan meningkatkan kemampuan kepemimpinan
Jadi saat menggunakan metode experiential learning, maka siswa lebih mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan situasi dunia nyata.
Jenis Experiential Learning
Ada banyak jenis program yang bisa dilakukan untuk menerapkan experiential learning. Melansir The Balance Careers, inilah beberapa programnya:
1. Apprenticeship
Apprenticeship merupakan program pelatihan di sebuah tempat kerja dengan peserta yang masih menempuh pendidikan.
Program magang ini berlangsung cukup lama, dengan rata-rata 4-5 tahun.
Jadi selama melakukan apprenticeship kamu akan belajar sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dari profesional.
Salah satu keuntungan mengikuti program ini yaitu mendapatkan kompensasi atau bahkan kesempatan menjadi karyawan di perusahaan tersebut.
2. Internship
Berbeda dengan apprenticeship, program yang satu ini biasanya memiliki durasi yang lebih pendek yaitu selama 1 semester atau 6 bulan.
Dalam kurun waktu tersebut, kamu tetap akan mendapatkan ilmu baru dan pengalaman kerja langsung dari orang yang sudah ahli di bidangnya.
Selain itu, ada beberapa manfaat lain saat kamu mengikuti program internship seperti networking dan meningkatkan kepercayaan diri.
Tak hanya itu, masih ada manfaat-manfaat lain dari mengikuti internship. Klik tombol di bawah untuk membaca selengkapnya:
3. Pendidikan kooperatif
Merupakan program profesional yang diadakan oleh lembaga pendidikan. Di sana siswa akan memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan pendidikannya.
Siswa yang menjalani program ini juga akan mendapatkan kredit akademik setelah mereka memenuhi kriteria kredit, seperti bukti pembelajaran dan supervisi fakultas.
Tujuan dari program ini yaitu membangun keterampilan dan pengetahuan karier siswa.
4. Externship
Jenis experiential learning yang selanjutnya adalah externship. Program magang yang satu ini sering diadakan oleh perguruan tinggi.
Tujuannya adalah untuk membantu siswa mendapatkan pengalaman profesional pertamanya dengan melakukan job shadowing.
Externship sendiri terdiri dari dua macam yaitu short-term externship yang berlangsung selama beberapa hari atau minggu saja.
Lalu, ada graduate externship yaitu program magang pascasarjana yang waktu berlangsungnya lebih lama.
Kamu juga bisa mengetahui apa saja perbedaan antara externship dan internship dalam artikel berikut:
5. Kerja lapangan
Pengalaman kerja profesional juga bisa dilakukan dengan melakukan kerja lapangan.
Dalam program ini siswa akan berhubungan langsung dengan masyarakat luas sehingga akan memperoleh pengalaman kerja nyata.
Kerja lapangan sering dilakukan oleh siswa yang mengambil jurusan seperti antropologi, arkeologi, sosiologi, hingga ilmu lingkungan.
6. Belajar di luar negeri
Jenis experiential learning yang satu ini memiliki tingkat tantangan yang lebih tinggi. Pasalnya, siswa akan mencoba mencari pengalaman dengan pergi ke luar negeri.
Perbedaan budaya dan bahasa bisa menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Selain itu, kemampuan adaptasi juga diperlukan agar bisa bertahan di negeri orang.
Biasanya program ini berlangsung selama satu semester atau bahkan sampai 1 tahun.
Nah, buatmu yang ingin mencoba kuliah di luar negeri, sebaiknya mulai mempersiapkan diri sejak dini agar segala urusanmu bisa lancar.
Yuk, baca apa saja persiapan belajar di luar negeri melalui rangkuman Glints di bawah ini:
Demikianlah penjelasan Glints mengenai experiential learning yang perlu kamu pahami.
Intinya, experiential learning bisa dijadikan metode belajar oleh siapa pun yang ingin meningkatkan skill dengan memperoleh pengalaman secara langsung.
Selain metode belajar di atas, menurutmu apa saja cara yang bisa dilakukan untuk menambah skill?
Nah, untuk kamu yang sudah punya pengalaman atau ingin mencari pengalaman baru. Yuk, temukan kesempatannya di portal lowongan kerja Glints.
Terdapat ribuan lowongan kerja dan magang yang bisa kamu apply sekarang juga. Yuk, temukan di sini!
