Ingin Penjualan Meningkat? Yuk, Ketahui Sales Tools dan 6 Kategorinya!

Diperbarui 17 Des 2020 - Dibaca 14 mnt

Isi Artikel

    Nyatanya, jika ingin sukses bekerja di bidang sales, kemampuan untuk memanfaatkan sales tools adalah salah satu skill yang perlu kamu miliki.

    Bukan hanya sikap empati, kerja keras, dan passion yang akan membuat penjualan meningkat. Namun, bagi para profesional dunia sales, pengertian akan kebutuhan customer harus dijadikan prioritas.

    Sales tools merupakan senjata terbaik untuk menangkap aspirasi pelanggan.

    Nah, kira-kira, apa yang dimaksud dengan sales tools? Lalu, apa saja jenis sales tools yang sifatnya wajib untuk kamu kuasai? Simak selengkapnya dalam rangkuman Glints berikut ini.

    Baca Juga: Ingin Penjualan Bisnis Cepat Berkembang? Yuk, Pelajari Strategi Growth Marketing

    Apa Itu Sales Tools?

    sales tools adalah

    © Freepik.com

    Menyadur Intercom, sales tools adalah sekumpulan alat digital yang digunakan oleh para profesional bidang sales untuk mempermudah pekerjaan mereka. 

    Kategori sales tools mencakup customer relation management (CRM), sales intelligence, sales acceleration, sales gamification, hingga sales analytics.

    Selain itu, konferensi video, tanda tangan elektronik, pemasaran berbasis akun, otomatisasi pemasaran, dan software khusus layanan pelanggan juga masuk kategori.

    Sales tools dapat membantu para profesional sales untuk memahami prospek yang paling sesuai dengan produk atau layanan perusahaan mereka.

    Selain itu, alat digital tersebut juga mampu memberikan prediksi mengenai kapan tim sales harus menjangkau prospek.

    Bila dimanfaatkan dengan baik, sales tools juga dapat memberikan hasil analisis yang bisa membantu diskusi tim sales dengan para prospek.

    Selain itu, sales tools juga sangat berguna untuk mengurangi tanggung jawab tim sales dari tugas-tugas administratif yang memakan waktu.

    Dengan begitu, mereka dapat berfokus pada hal yang lebih penting, yaitu memberikan nilai bagi produk dan bisnis perusahaan.

    Cara Memilih Sales Tools

    sales tools adalah

    © Unsplash.com

    Seperti yang sudah Glints jelaskan, sales tools adalah sekumpulan alat digital yang berguna untuk meningkatkan produktivitas penjualan perusahaan.

    Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti fungsi dari masing-masing tool itu sama. Setiap tool cenderung memiliki manfaat yang berbeda-beda.

    Maka dari itu, saat perusahaan mulai membangun rencana penjualan, penting bagi mereka untuk mempertimbangkan apa yang dapat dicapai dengan setiap tool.

    Selain itu, penting pula untuk memahami bagaimana masing-masing tool saling berkaitan.

    Kunci untuk memilih sales tools yang tepat adalah dengan menemukan alat yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan. 

    Jika perusahaan menjual produk freemium bervolume tinggi, mereka dapat memperoleh keuntungan besar dari tool yang dapat mengotomatiskan tugas manual seperti kualifikasi prospek. 

    Di sisi lain, perusahaan pembuat enterprise software akan membutuhkan rangkaian alat terintegrasi yang kuat untuk membantu mereka mengelola siklus penjualan.

    6 Kategori Sales Tools

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui definisi dan cara memilihnya, kini kamu perlu memahami kategori sales tools yang digunakan para profesional.

    Potensi yang dapat diberikan alat-alat ini untuk bisnis perusahaan bisa sangat menarik. Akan tetapi, banyaknya pilihan yang tersedia bisa sangat membingungkan.

    Oleh karena itu, Glints telah merangkum enam kategori yang umumnya sering digunakan oleh mereka yang bergerak di bidang sales.

    Kategori sales tools yang menjadi prioritas tim sales perusahaan adalah seperti berikut.

    1. Software CRM

    Kategori sales tools pertama yang sering digunakan tim penjualan perusahaan adalah software CRM.

    Software CRM, atau customer relation management, adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggan. 

    Melansir Vainu, alat satu ini bisa membantu perusahaan meningkatkan customer retention, mengikuti tren upaya penjualan dan pemasaran, serta mengotomatiskan alur komunikasi dengan pelanggan.

    Bagi sebagian besar perusahaan, CRM adalah sebuah investasi yang biasanya paling ekstensif yang dalam hal teknologi penjualan.

    Baca Juga: Mengenal Sales Force Automation, Proses yang Bisa Hemat Waktu Penjualanmu

    2. Sales intelligence

    Sales intelligence mengacu pada berbagai teknologi yang mampu membantu staf penjualan untuk menemukan, memantau, dan memahami informasi tentang prospek dan klien perusahaan.

    Software sales intelligence memungkinkan perusahaan untuk menemukan informasi berharga menggunakan sekumpulan data real time, seperti firmografi, teknografi, dan buying signals.

    Kumpulan data baru akan terus bermunculan dalam software. Hal ini yang akan membuat prospecting menjadi lebih efektif.

    3. Sales analytics

    Menurut Sales Hacker, kategori sales tools yang kerap digunakan perusahaan adalah sales analytics.

    Di era big data, sales analytics telah menjadi bagian penting dari setiap laporan penjualan.

    Alih-alih mengumpulkan analisis secara manual melalui kumpulan spreadsheet, software sales analytics memungkinkan tim penjualan untuk mengakses data secara sistematis.

    Sistem sales analytics biasanya diterapkan bersama CRM dan menggunakan algoritma berdasarkan data perusahaan untuk mengungkapkan wawasan baru.

    4. Video conferencing software

    Kategori sales tools berikutnya adalah video conferencing software.

    Software ini membantu tim penjualan dalam mengurangi gangguan komunikasi untuk para remote worker, calon prospek, atau pemangku kepentingan lainnya.

    Perusahaan juga dapat menggunakannya untuk check-in dengan karyawan atau pelanggan, melakukan panggilan konferensi besar, rapat eksternal, dan presentasi.

    5. ABM (account based marketing software)

    Menurut G2, ABM (account based marketing) menyelaraskan kembali tujuan departemen pemasaran dan penjualan.

    Software ini mampu menggabungkan keperluan branding dan strategi perolehan prospek dengan mengidentifikasi akun target yang berkualitas sebelum menerapkan strategi yang terintegrasi.

    Software ABM menawarkan layanan untuk mengotomatiskan dan mengurangi proses dalam identifikasi prospek.

    Selain itu, perangkat lunak ini juga mendedikasikan sumber daya yang tepat untuk memelihara akun yang paling menjanjikan. 

    Software ABM juga memungkinkan perusahaan untuk menggaet prospek yang paling berkualitas, membuat buying journey yang telah dipersonalisasi, meningkatkan customer loyalty, dan membangun peluang baru untuk akun in-pipeline.

    6. Customer service software

    Kategori sales tools terakhir yang kerap dimanfaatkan profesional sales adalah customer service software.

    Alat layanan ini membantu bisnis dalam mengelola komunikasi inbound dan outbound pada berbagai saluran.

    Selain itu, tool ini juga memberikan layanan secara efisien, dan memudahkan tim sales dalam memecahkan masalah pelanggan.

    Platform seperti helpdesk, livechat, social customer service, dan software manajemen keluhan termasuk dalam kategori ini.

    Baca Juga: Berkenalan dengan BANT, Metode Sales untuk Tentukan Prospek Penjualan

    Itu dia penjelasan Glints terkait sales tools dan enam kategori yang biasa digunakan perusahaan.

    Intinya, sales tools adalah sebuah perangkat digital yang bisa membantu tim penjualan dalam menuntaskan pekerjaan mereka.

    Masing-masing tools memiliki fungsi yang berbeda dan bila dapat dimanfaatkan dengan baik dijamin angka penjualan perusahaan akan mengalami peningkatan.

    Bagaimana? Tertarik untuk berkecimpung di dunia penjualan? Tenang, di Glints Jobs, banyak, lho, lowongan sales yang siap untuk menerima staf baru.

    Maka dari itu, jangan sampai ketinggalan. Yuk, daftarkan akunmu di Glints sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait