×

Memahami Pengertian Sales dan Berbagai Jenis Pekerjaan di Bidang Ini

January 13, 2020 | No Comments

Sales adalah bagian dari aktivitas penjualan produk, barang, dan layanan yang dilakukan penjual ke pembeli. Orang-orang yang melakukannya biasanya terdiri atas satu tim. 

Di beberapa perusahaan, sales menjadi satu divisi tersendiri yang terdiri dari beragam peran. Namun, di beberapa perusahaan yang lain, proses penjualan termasuk ke dalam divisi pemasaran atau juga divisi komersial. 

Namun, sebenarnya apa tanggung jawab utama tim sales? Siapa saja orang-orang yang ada di tim ini?

Tenang saja, di artikel ini, Glints akan menjabarkan tentang apa itu sales, istilah-istilah umum yang kerap ditemui dalam bidang ini, serta berbagai pekerjaan sales yang bisa kamu telusuri. 

Apa Itu Sales?

pengertian sales

© leadereconomics.com

Menurut HubSpot, sales adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas penjualan barang atau jasa. Lazimnya, setiap perusahaan memang memiliki tim sales yang bertanggung jawab atas penjualan. 

Ada tiga unsur utama yang melatarbelakangi kinerja dan tanggung jawab dari tim sales. Pertama adalah daerah atau wilayah penjualan. Tim penjualan akan bergerak setelah memetakan daerah penjualan mereka, sehingga mereka tahu ke mana harus menjual barang atau jasa.

Kedua, barang atau jasa yang dijual. Dengan memahami secara mendalam barang atau jasa yang dijual, tim penjualan akan tahu strategi penjualan apa yang akan mereka terapkan.

Ketiga, target pelanggan. Setelah tahu daerah penjualan dan barang atau jasa yang dijual, maka tim penjualan akan tahu target pelanggan seperti apa yang akan mereka kejar. Target pelanggan ini juga jadi salah satu kunci keberhasilan proses penjualan.

Selain itu, perlu dipahami juga bahwa sales dan marketing adalah dua proses yang hampir mirip, tapi punya arti yang berbeda. Keduanya sama-sama bicara penjualan. Akan tetapi, secara proses, keduanya berbeda. Jadi jangan sampai tertukar, ya. 

Baca Juga: Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak di Sini!

Istilah-Istilah Umum dalam Sales

sales

Sumber: Pexels.com

Dalam bisnis, sales atau penjualan mengacu pada setiap transaksi di mana uang atau nilai ditukar dengan kepemilikan barang atau hak suatu layanan atau produk.

Konsep tersebut pada akhirnya melahirkan beberapa istilah umum yang harus diketahui kalau kamu berkecimpung dalam bisnis. Ini dia beberapa contohnya. 

1. Salesperson

Pekerjaan utama seorang salesperson adalah menjual produk, barang, atau layanan kepada pembeli. Orang tersebut menggunakan teknik penjualan tertentu untuk mencari tahu apa yang diinginkan pembeli.

Dari situ, ia akan menyarankan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan para pembeli.

Dalam beberapa kondisi, salesperson bekerja supaya para pembeli tetap menggunakan produk mereka. Namun, dalam kondisi lain, ia juga kemungkinan diharuskan untuk mendatangkan pembeli baru.

Pada intinya, tanggung jawab utama dan target pembeli seorang salesperson tergantung dari situasi dan kebutuhan perusahaan itu sendiri. 

2. Prospek

Dilihat dari makna katanya, prospek adalah organisasi atau klien berpotensi yang menyerupai profil pelanggan ideal. Namun, dalam dunia penjualan dan bisnis, prospek juga termasuk mereka yang belum memiliki minat pada produk, barang, atau layanan yang dijual.

Istilah prospek juga merujuk kepada cara yang digunakan oleh salesperson dalam mendekati pelanggan. Beberapa contohnya adalah panggilan telepon, email marketing, serta social selling.

Jika salesperson berhasil melakukan prospek kepada pelanggan, ia pun bisa mulai ke tahapan selanjutnya, yaitu deal.

3. Deal

Ketiga, ada istilah yang disebut deal. Deal sendiri adalah persetujuan antara harga beli dengan barang atau jasa yang dijual. Dalam proses jual beli, deal ini memiliki banyak tingkatan.

Nah, tingkatan ini bisa berbeda-beda, tergantung bisnis dan industri yang dijalankan oleh perusahaan. Salesperson bisa menyusun rencana deal sesuai kebutuhan dan kondisi.

Tujuannya supaya proses penjualan bisa berjalan sesuai periode waktu yang ditentukan dan target yang dicanangkan. 

4. Sales Pipeline

Keempat, ada istilah sales pipeline. Istilah ini mengacu pada langkah-langkah dalam proses penjualan produk, barang, atau layanan. Pipeline ini menjadi gambaran nyata dari proses penjualan itu sendiri.

Salah satu pipeline yang banyak dijadikan acuan adalah diagram rencana sebuah tim penjualan. Diagram ini biasanya menggambarkan serangkaian tahap yang harus dilalui dari menilai prospek, bertemu dengan prospek, menawarkan barang atau jasa, hingga akhirnya terjadi transaksi atau deal.  

5. Sales Plan

Istilah ini berbeda dengan sales pipeline. Istilah ini menyangkut gambaran jangka panjang dari tujuan, strategi, serta objektif dari sebuah tim penjualan sebuah perusahaan.

Di dalamnya, ada detail-detail mengenai target pelanggan, kondisi pasar, target pendapatan, harga, struktur tim, dan yang lainnya. Sales plan juga menyertakan taktik dan teknik untuk mencapai target dari waktu yang sudah yang ditetapkan.

Baca Juga: Seperti Apa Jenis Pekerjaan yang Cocok Dengan Kepribadianmu?

Jenis-Jenis Pekerjaan dalam Sales

sales

Sumber: Pexels.com

Layaknya sebuah posisi dalam perusahaan, sales juga memiliki sebutannya sendiri. Berikut adalah posisi-posisi dalam perusahaan yang lazimnya berada di bawah tim penjualan menurut The Balance Careers.

1. Sales Representative

Pertama, ada representative. Posisi ini adalah tingkat dasar di sebuah tim penjualan. Mereka adalah orang-orang yang jadi ujung tombak proses penjualan. Jika sukses di posisi ini, maka kemungkinan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi akan terbuka.

Berikut adalah variasi sebutan yang cukup umum untuk posisi sales representative di perusahaan: agen penjualan, account representative, advertising representative, brand ambassador, dan lain sebagainya.

2. Sales Management

Kedua, ada sales management. Posisi ini adalah posisi setingkat di atas sales representative. Sales manager setingkat dengan supervisor, yang membawahi beberapa sales representative di bawahnya.

Sales manager memimpin tim penjualan untuk sebuah perusahaan. Mereka yang menetapkan goal dan menganalisis penjualan. Di beberapa perusahaan, posisi ini diharuskan untuk punya hubungan baik dengan pembeli besar dan ditujukan agar pembeli besar tersebut setia.

Berikut adalah sebutan untuk posisi sales manager yang umum di perusahaan: account manager, area manager, business development manager, franchise development manager, dan lain-lain.

3. Sales Administrative

Tim administratif  biasanya akan membantu tim penjualan dari segi administrasi. Contohnya mengurus izin perjalanan, menyiapkan marketing kit untuk pembeli, menyiapkan quotation, hingga menghitung dan mengurus administrasi bonus-bonus yang diberikan apabila pembeli setia.

Di beberapa perusahaan, mereka juga yang menjadi jembatan antara tim sales dan tim marketing.

Berikut adalah sebutan untuk posisi administratif penjualan di sebuah perusahaan: business development representative, enterprise representative, financial assistant, dan industry representative.

4. Account Executive

Keempat, ada posisi account executive yang sering disingkat AE. Posisi ini hampir serupa dengan sales manager, meski tugasnya sedikit lebih banyak.

Secara umum, tugas AE adalah menciptakan sebuah relasi antara perusahaan dengan klien serta mempertahankan relasi dengan klien yang sudah ada. Jadi fokusnya bukanlah untuk menjaring klien baru.

Secara umum, seorang AE diharuskan untuk mengantongi pengetahuan produk yang luas. Selain itu, mereka juga memiliki pemahaman lebih tentang tren industri. Karena pengetahuan tersebut, biasanya pekerjaan account executive membuat mereka hanya dekat dengan pembeli tetap.

Berikut adalah sebutan untuk posisi account executive yang banyak ditemui di perusahaan: channel partner executive, account handler, client executive, dan lain-lain.

Baca Juga: 8 Karakteristik yang Perlu Dimiliki seorang Account Executive

5. Executive-Level Management

Pada umumnya, posisi ini menentukan dan mengarahkan tujuan penjualan dari sebuah perusahaan. Tentunya, tujuan yang ditetapkan adalah target jangka panjang. Selain, itu, mereka juga bertanggung jawab dalam rencana pemasaran hingga membuat rencana  hubungan perusahaan dengan pembeli.

Untuk menjabat di posisi ini, biasanya diperlukan pengalaman 10 tahun atau lebih di bidang penjualan. Pengalaman tersebut tentunya harus didukung oleh pengetahuan akan persaingan pasar dan produk yang ditawarkan kepada pembeli.

Berikut adalah sebutan untuk posisi executive-level management: sales director, chief sales officer, hingga chief financial officer

Untuk memulai dan mengembangkan kariermu di bidang sales dan business development, buat profil profesionalmu di Glints sekarang.

Kamu bisa mendapatkan beragam info terbaru soal lowongan sales dan tips karier dari ahlinya, lho. Tunggu apa lagi?

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up