Revenue: Apa Itu, Jenis, Cara Menghitung, dan Faktor yang Memengaruhi

Diperbarui 11 Jun 2025 - Dibaca 15 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Banyak orang yang mengira kesuksesan bisnis hanya ditentukan oleh laba bersih alias keuntungan. Padahal, ada pengukuran lain yang bisa dipakai, lho. Revenue adalah salah satunya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Apakah kamu belum memahami apa itu revenue? Kalau iya, tak perlu khawatir. Glints akan mengupas tuntas metrik yang satu ini di bawah.

Yuk, simak selengkapnya!

Apa Itu Revenue?

apa itu revenue

© Freepik.com

GoCardless menuliskan, revenue adalah jumlah uang yang masuk ke perusahaan. Nah, mengutip Indeed, uang ini masuk karena:

  • penjualan barang/jasa
  • penjualan aset perusahaan
  • bunga investasi
  • penerimaan donasi

Revenue vs Sales vs Income

apa perbedaan revenue vs sales vs income itu

© Freepik.com

Kadang kala, ada yang menyamakan revenue, sales, dan income. Padahal, ketiganya berbeda, lho.

Sales merupakan pemasukan perusahaan yang didapat dari penjualan barang/jasa. 

Artinya, penjualan aset hingga penerimaan donasi tak termasuk sales. Seperti yang sudah Glints jelaskan, sales dan income adalah komponen revenue.

Dapat disimpulkan, sales adalah bagian dari revenue. Sementara itu, revenue tak selalu berbentuk sales.

Sementara itu, mengutip Investopedia, income adalah laba yang didapatkan dari proses sales.

Misalnya, kamu menjual nasi goreng dengan harga Rp10 ribu. Modal untuk nasi goreng itu adalah Rp4 ribu. Nah, income alias labamu adalah Rp6 ribu.

Baca Juga: Hindari 8 Kesalahan Umum Email Sales Ini supaya Penjualan Berhasil

Jenis-Jenis Revenue

jenis uang yang masuk ke perusahaan

© Freepik.com

Secara umum, ada 2 jenis revenue, yakni:

1. Operating revenue

Mengutip Patriot Software, operating revenue adalah revenue yang didapat dari aktivitas bisnismu.

Misalnya, kamu menawarkan jasa desain grafis. Lalu, ada orang yang membeli jasamu. Nah, uang kamu dapat adalah operating revenue.

Baca Juga :  Ini Cara dan Syarat untuk Membuat Live Streaming di YouTube

2. Non-operating revenue

Sementara itu, nonoperating revenue merupakan uang yang tidak didapat dari aktivitas bisnis.

Seperti yang sudah Glints jelaskan, contoh non-operating revenue adalah:

  • penjualan aset perusahaan
  • bunga investasi
  • dan lain-lain

Cara Menghitung Operating Revenue

cara menghitung operating revenue adalah

© Freepik.com

Ada beberapa cara menghitung revenue dengan menggunakan rumus operating revenue yang bisa kamu pakai. Beberapa di antaranya adalah:

1. Total revenue

Total revenue adalah seluruh pemasukan yang didapat dari semua saluran penjualan.

Misalnya, kamu berjualan mainan anak di toko offline, mall, dan toko online.

Nah, total revenue tak memandang tempat penjualan itu. Semua penjualan di semua toko akan langsung digabung menjadi satu.

Apabila kamu ingin tahu cara menghitung total revenue, berikut adalah rumus yang bisa digunakan:

  • Total revenue = harga x jumlah barang yang terjual

Sebagai contoh, di toko mainan tadi, kamu menjual boneka beruang seharga Rp200 ribu. Ada 20 buah boneka yang dibeli di seluruh toko.

Maka, cara menghitung total revenue-nya adalah sebagai berikut menggunakan rumus yang telah disebutkan.

= Harga x jumlah barang yang terjual

= Rp200.000 x 20 = Rp4.000.000

Metrik yang satu ini sangat penting, lho.

Sebab, melansir Price Intelligently, dengan mengetahui cara menghitung total revenue, kamu jadi bisa memahami hubungan antara harga jual dan minat konsumen untuk membeli.

Saat harga naik, benarkah pelanggan jadi enggan membeli? Jangan-jangan, kenaikan harga barang/jasamu tak terlalu memengaruhi minat beli pelanggan.

2. Net revenue

Indeed menuliskan, net revenue adalah harga jual barangmu dikurangi dengan biaya pembuatannya.

Dengan menghitung net revenue, kamu bisa memperkirakan laba bersih perusahaan.

Berikut rumus untuk menghitungnya:

  • Net revenue = harga jual – biaya operasional
Baca Juga :  Fairtrade: Arti, Manfaat untuk Perusahaan, Prinsip, dan Cara Bergabung

Misalnya, kamu menjual lemari seharga Rp100 ribu. Biaya operasional untuk membuat lemari itu adalah:

  • bahan baku kayu, Rp10 ribu
  • bahan baku engsel, Rp5 ribu
  • komisi untuk tim sales, Rp25 ribu

Berikut perhitungan net revenue lemari.

= Harga jual – biaya operasional

= Rp100.000 – (Rp10.000 + Rp5.000 + Rp25.000)

= Rp100.000 – Rp40.000 = Rp60.000

Baca Juga: 7 Tips Lakukan Penjualan, Salesperson Harus Tahu!

Faktor yang Memengaruhi Revenue

faktor yang memengaruhi uang yang masuk ke perusahaan

© Freepik.com

Menurut Josh Kaufman, penulis buku The Personal MBA, hanya ada 4 cara untuk meningkatkan revenue. Dapat disimpulkan, keempatnya tentu memengaruhi angka revenue.

Nah, 4 poin yang disinggung oleh Kaufman adalah:

1. Jumlah pelanggan

Semakin banyak orang yang membeli produkmu, pemasukanmu tentu makin besar. Itu berarti, revenue-mu meningkat.

2. Ukuran transaksi

Faktor kedua yang memengaruhi revenue adalah ukuran transaksi. Kalau ingin revenue besar, coba buat pelangganmu beli lebih banyak produk.

Kamu juga bisa menawarkan layanan yang lebih mahal kepada customer. Mengutip Oberlo, teknik ini disebut dengan upselling.

3. Frekuensi transaksi per pelanggan

Misalnya, pelangganmu membeli produkmu tiap seminggu sekali. 

Lantas, kamu membuat pelanggan tersebut membeli produk yang sama harganya setiap hari. Ini tentu memengaruhi revenue-mu.

4. Harga barang/jasa yang kamu jual

Tentu saja, ketika harga barang/jasamu naik, revenue-mu juga akan naik.

Baca Juga: 7 Langkah Rancang Sales Plan untuk Perlancar Penjualan

Tips Meningkatkan Revenue

apa tips meningkatkan revenue itu

© Freepik.com

Beberapa langkah yang bisa kamu ambil untuk meningkatkan revenue adalah:

1. Tawarkan diskon

Mengutip FreshBooks, diskon bisa membuat barang atau jasamu terlihat lebih menarik. Kalau produkmu dibeli oleh banyak orang, otomatis, revenue-mu meningkat.

Akan tetapi, hati-hati saat memberi diskon, ya. Jangan sampai kamu malah rugi karena menjual produk yang terlalu murah.

Baca Juga :  CIRCLES Method: Arti dan Penerapannya dalam Product Management

2. Pakai strategi bundling

Glenn Smith Executive Coaching menuliskan, strategi bundling bisa meningkatkan revenue-mu. Tak hanya itu, kamu juga membantu pelanggan karena menawarkan barang yang mereka butuhkan.

Supaya lebih jelas, Glints akan memberikan contoh.

Misalnya, kamu menjual sebuah HP seharga Rp5 juta. HP tersebut tak termasuk headset dan charger-nya.

Kamu juga menjual headset dan charger secara terpisah. Keduanya dihargai Rp1 juta dan Rp500 ribu.

Otomatis, kalau pelanggan membeli HP, headset, dan charger secara terpisah, mereka harus membayar Rp6,5 juta.

Akan tetapi, kamu menawarkan paket bundling untuk konsumen. Kalau membeli HP, headset, dan charger sekaligus, mereka cukup membayar Rp5,5 juta.

Penawaran ini terdengar lebih menarik, kan? Pelanggan bisa mendapat barang yang sama dengan harga lebih murah. Revenue-mu juga bisa meningkat karenanya.

3. Tawarkan sistem berlangganan

Tips terakhir untuk meningkatkan revenue adalah pemberlakuan sistem langganan.

Sistem yang satu ini tak hanya bisa dipakai perusahaan software atau media, lho. Mengutip Indeed, para penjual barang juga bisa merancang sistem refill.

Sistem ini sudah diterapkan oleh The Body Shop, perusahaan produk perawatan kulit. 

Kamu hanya tinggal membeli 1 botol produk. Ketika botol produk tersebut habis, pelanggan tinggal membawanya ke toko The Body Shop untuk diisi ulang.

Demikian penjelasan Glints soal apa itu revenue. Masih ada banyak artikel seputar bisnis yang bisa kamu baca di Glints Blog, lho.

Semuanya dirangkum dari sumber tepercaya, serta bisa kamu akses secara gratis. Yuk, baca sekarang juga dengan klik tombol ini!

BACA DI SINI


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon