Fairtrade: Arti, Manfaat untuk Perusahaan, Prinsip, dan Cara Bergabung

Diperbarui 15 Mar 2023 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Ingin bisnis sambil membantu petani dan pekerja, serta melestarikan lingkungan? Fairtrade adalah istilah yang sangat berkaitan dengan semua itu.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Kira-kira, apa arti dari Fairtrade? Selain poin-poin yang sudah Glints sebutkan, apa lagi keuntungannya?

Kamu bisa membaca selengkapnya di sini. Yuk, simak!

Apa itu Fairtrade?

apa itu fairtrade charityjob co uk

© Charityjob.co.uk

Mengutip ​​Fairtrade Foundation UK, Fairtrade adalah sistem sertifikasi bisnis yang menjamin hak pekerja dan petani yang bekerja sama dengan perusahaan.

Beberapa hak itu di antaranya:

  • kondisi kerja yang aman
  • perlindungan lingkungan
  • sumber penghasilan yang berkelanjutan (sustainable livelihood)
  • dana untuk mengembangkan komunitas

Sejatinya, Fairtrade bukanlah konsep baru. Mengutip Fair World Project, gagasan tersebut sudah muncul sejak 1940-an di Amerika Serikat.

Hingga kini, organisasi Fairtrade terus berkembang dan melindungi hingga 2 juta petani dan pekerja dari lebih dari 100 negara.

Baca Juga: Memilih Media Sosial untuk Bisnis: Perhatikan Dulu 6 Hal Ini

Manfaat Ikut Fairtrade

manfaat fairtrade confectionerynews com

© Confectionerynews.com

Beberapa manfaat dari mengikuti Fairtrade adalah:

1. Membantu petani dan pekerja

Seperti yang sudah Glints jelaskan, Fairtrade didirikan untuk menjamin hak pekerja dan petani. Dengan mengikuti organisasi ini, kamu membantu pekerja dan petani itu.

2. Menjamin supply chain di masa depan

Manfaat menjadi anggota Fairtrade selanjutnya adalah terjaminnya supply chain di masa depan.

Coba bayangkan, ada bisnis X yang membutuhkan suplai dari tanaman A. Sayangnya, perkebunan tanaman A tidak dirawat oleh bisnis tersebut.

Akhirnya, perkebunannya rusak. Tanahnya tak bisa ditanami lagi. Bisnis X harus mencari supplier lainnya.

Pencarian supplier itu tentu memakan waktu yang tak sedikit. Bisnis bisa rugi karena waktu tersebut.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Tools untuk Membuat Diagram UML

Itulah mengapa, menurut ​​Fairtrade Foundation UK, Fairtrade bisa menjamin supply chain bisnis di masa depan. Ingat, Fairtrade juga mempertimbangkan perlindungan lingkungan.

3. Menarik pelanggan

Mengutip Forbes, sebuah survei global menunjukkan bahwa konsumen lebih mungkin membeli produk dari perusahaan yang punya purpose alias tujuan besar.

Perbedaan kemungkinannya tak main-main, lho. Perusahaan dengan purpose punya peluang 4-6x lebih besar untuk dibeli produknya.

Itulah mengapa Fairtrade adalah sertifikasi yang patut kamu pertimbangkan. Tak hanya pekerja dan petani, sebagai pebisnis, kamu juga akan diuntungkan.

Baca Juga: 12 Metrik Penting untuk Mengukur Performa Bisnis Perusahan

Fairtrade vs Fair Trade

perbedaan organisasi penjamin hak pekerja dan petani

© Freepik.com

Saat membaca label, kamu mungkin saja pernah melihat fair trade (dua kata) atau fairly traded. Keduanya berbeda dengan Fairtrade.

Menurut Fairtrade Australia & New Zealand, fair trade dan fairly traded tidak dilindungi oleh hak cipta. Otomatis, siapa pun bisa memakainya.

Artinya juga bermacam-macam. Fair trade atau fairly traded bisa merujuk ke jual-beli yang etis, gerakan fair trade, atau produk yang dijual secara fair trade.

Sementara itu, Fairtrade adalah istilah yang dilindungi hak cipta. Pihak yang boleh menggunakannya adalah:

  • organisasi Fairtrade
  • merek anggota Fairtrade
  • produk yang sudah dilisensi Fairtrade

Prinsip Fairtrade

prinsip fairtrade luxtimes lu

© Luxtimes.lu

Praktik Fairtrade harus memperhatikan 10 prinsip. Seperti dituliskan The European Branch of the World Fair Trade Organization, 10 prinsip Fairtrade itu adalah:

  1. Pemberian kesempatan untuk produsen yang butuh bantuan ekonomi.
  2. Transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Praktik jual-beli yang adil.
  4. Praktik pembayaran yang adil.
  5. Jaminan tidak adanya tenaga kerja paksa dan tenaga kerja di bawah umur.
  6. Komitmen untuk nol diskriminasi, keadilan gender, pemberdayaan ekonomi untuk perempuan, serta pemberdayaan dan kebebasan untuk berserikat.
  7. Jaminan lingkungan kerja yang baik.
  8. Penawaran pelatihan atau program capacity building lainnya.
  9. Promosi Fairtrade.
  10. Rasa hormat terhadap lingkungan.
Baca Juga :  Baca Panduan Lengkap Ini agar Paham Fungsi Robots.txt untuk SEO

Cara Bergabung dengan Fairtrade

Cara Bergabung dengan organisasi penjamin hak pekerja dan petani

© Pexels.com

Melansir Fairtrade International, tata cara bergabung dengan Fairtrade adalah:

1. Pastikan perusahaanmu ada di lingkup geografis Fairtrade

Pertama-tama, pastikan perusahaanmu ada di lingkup geografis Fairtrade. Indonesia sendiri sudah masuk ke lingkup tersebut.

Baca Juga: Konsinyasi: Apa Itu, Tips Menjalankan, Kelebihan, dan Kekurangannya

2. Pastikan proses produksimu sesuai standar Fairtrade

Selanjutnya, pastikan proses produksimu sudah sesuai dengan standar Fairtrade. Fairtrade sendiri punya berbagai macam standar khusus, beberapa di antaranya adalah:

  • standar untuk produsen skala kecil
  • standar untuk pekerja
  • standar untuk produksi secara kontrak
  • standar tambang emas kecil
  • standar penjual
  • standar iklim
  • standar tekstil

Tentu saja, kamu tak harus mengikuti semua standar di atas. Pilh standar yang relevan dengan bisnismu saja.

Misalnya, kamu adalah produksen kopi besar yang punya pekerja sendiri. Standar yang harus kamu ikuti adalah:

  • standar untuk pekerja
  • standar penjual
  • standar iklim

Tak perlu mengikuti standar tekstil, apalagi standar tambang emas kecil. Sebab, keduanya kurang relevan dengan bisnismu.

3. Hubungi FLOCERT

Terakhir, hubungi FLOCERT. FLOCERT adalah badan sertifikasi Fairtrade independen.

Kamu bisa mengajukan sertifikasi secara online lewat situs resmi FLOCERT. Jangan lupa, siapkan biaya sertifikasinya, ya.

Demikian penjelasan Glints soal Fairtrade. Intinya, Fairtrade adalah sistem sertifikasi bisnis yang menjamin hak pekerja dan petani yang bekerja sama dengan bisnis itu.

Tak hanya menjamin hak pekerja dan petani, Fairtrade juga bisa menjamin suplai bahan bakumu di masa depan. Sebab, Fairtrade juga memperhatikan kesehatan alam wilayah produksimu.

Terakhir, Fairtrade juga bisa menarik calon pembeli. Sebab, ada banyak konsumen yang lebih memilih perusahaan yang aktif membela isu sosial dan punya tujuan besar.

Baca Juga :  Quality Control (QC): Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Pekerjaan di Dalamnya

Nah, selain lewat sertifikasi Fairtrade, masih ada cara dan strategi lain yang bisa kamu tempuh untuk kembangkan bisnis. Kira-kira, apa sajakah itu? 

Kamu bisa mempelajari semuanya secara gratis di kategori Business Development Glints. Di sana, ada banyak artikel-artikel seputar BD yang bisa kamu pelajari.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, intip artikelnya dengan klik tombol di bawah ini!

KLIK DI SINI


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon