12 Metrik Penting untuk Mengukur Performa Bisnis Perusahan

Tayang 29 Mar 2022 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Setiap perusahaan tentu ingin tahu seberapa baik performa bisnisnya. Oleh karena itu, terdapat beragam metrik yang umum digunakan untuk mengukur performa bisnis.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dengan metrik-metrik ini, perusahaan bisa mengukur dan mengevaluasi performanya agar dapat membuat keputusan bisnis yang tepat.

Memahami beragam metrik ini sangatlah penting karena kamu dapat menggunakannya sesuai dengan area yang ingin dianalisis.

Lalu, ada apa saja metrik-metriknya? Berikut Glints berikan penjelasannya untukmu.

Apa Itu Metrik Performa Bisnis?

metrik performa bisnis

© Pexels.com

Metrik performa bisnis adalah sebuah ukuran hasil yang terkait dengan keputusan dan aktivitas yang dilakukan sebuah bisnis.

Biasanya, ukuran tersebut disajikan dalam bentuk angka atau secara kuantitatif.

Metrik ini dapat diandalkan untuk membuat perbandingan antara beragam aspek dalam bisnis, seperti produk, departemen, hingga pendekatan terhadap konsumen.

Sehingga, metrik tersebut dapat membantu sebuah perusahaan untuk bisa memecahkan masalah bisnisnya yang kompleks.

Dari data yang disajikan secara kuantitatif, kamu bisa menginterpretasi data tersebut untuk mendukung keputusan bisnis yang akan dipilih.

Selain itu, angka-angka tersebut pun biasanya akan ditunjukkan secara visual dalam bentuk grafis atau tabel.

Hal ini supaya data tersebut dapat lebih mudah dipahami dan juga dilihat keterkaitannya satu sama lain.

Baca Juga: Business Metrics, Ketahui Definisi, Bedanya dengan KPI, dan Jenis-Jenis

Metrik untuk Mengukur Performa Bisnis

Keseluruhan metrik dibagikan dalam beberapa kategori yang sangat berhubungan dengan aktivitas bisnis.

Seperti mengutip dari Indeed, berikut adalah beberapa metriknya.

1. Metrik untuk marketing

metrik performa bisnis

© Pexels.com

Jika kamu ingin mengukur performa bisnis dalam aspek marketing, berikut adalah beberapa metrik di antaranya.

Marketing strategy implementation

Mengukur jumlah pekerja yang menggunakan suatu strategi marketing dapat membantumu dalam mengukur hubungan antara strategi tersebut dengan jumlah targetnya.

Sebagai contoh, tim marketing di perusahaanmu diharapkan untuk meningkatkan aktivitas di media sosial dalam skala per hari.

Baca Juga :  Hindari Plagiarisme, Ini Dia 7 Tips agar Tulisanmu Unik dan Orisinal!

Dari sini, kamu bisa mengukur jumlah post yang dibuat dan membandingkannya dengan jumlah target engagement di media sosial tersebut serta melihat keefektifan strateginya.

Website traffic

Seperti namanya, metrik ini mengukur jumlah orang yang mengunjungi website-mu.

Tidak hanya itu, kamu pun bisa melihat bagaimana mereka mengaksesnya dan berapa lama waktu orang-orang “bertahan” di website-mu.

Tentunya informasi ini bermanfaat untuk membantumu buat keputusan mengenai strategi online marketing.

Sebagai contoh, kamu bisa membandingkan jumlah pengunjung yang mengetahui website-mu melalui media sosial dan lewat search engine.

Sehingga, kamu dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyusun strategi SEO yang efektif.

Conversion rate

Metrik ini digunakan untuk mengukur seberapa mungkin potential customer melakukan tindakan yang sesuai strategi marketing perusahaan.

Sehingga, informasi ini dapat membantu kamu mengukur dan menganalisis kesuksesan teknik marketing yang digunakan.

Sebagai contoh, kamu bisa mengukur seberapa banyak penerima email marketing yang mengklik link ke suatu produkmu atau subscribe ke layanan perusahaanmu.

2. Metrik untuk produk

metrik performa bisnis

© Pexels.com

Metrik performa bisnis pun dapat membantumu dalam mengukur dan memahami tingkat keefektifan serta efisiensi produksi perusahaan.

Berikut adalah beberapa metrik yang bisa kamu gunakan.

Cycle time

Metrik ini digunakan untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proses bisnis, awal hingga akhir.

Informasi dari metrik ini sangatlah berharga untuk mengetahui strategi yang tepat agar mengoptimalkan produktivitas.

Kamu juga dapat membandingkan waktu yang dibutuhkan dari setiap proses bisnis.

Sebagai contoh, perusahaanmu memproduksi komponen hardware untuk komputer.

Dari sini, kamu bisa melacak waktu yang dibutuhkan, dari mendapatkan bahan baku hingga penjualannya ke perusahaan komputer lain.

Sehingga, kamu bisa mengetahui proses produksi mana yang bisa dipercepat dan dibuat lebih efektif.

Throughput

Throughput adalah metrik yang mengukur jumlah produksi dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga :  Bisa Tarik Perhatian Investor, Ketahui Pentingnya Organic Growth untuk Bisnis

Adapun rumus yang biasa digunakan adalah.

Throughput = jumlah unit yang diproduksi / waktu produksi per unit

Metrik ini berguna untuk mengukur kecepatan yang dibutuhkan perusahaanmu dalam membuat satu produk.

Return of investment

Mengutip dari Forbes, return of investment adalah metrik yang penting dan tidak boleh ditinggalkan.

Sebab, metrik ini mengukur performa bisnis berdasarkan profit yang didapatkan perusahaan untuk setiap investment yang dilakukan.

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

ROI = [(jumlah penjualan – jumlah investment) / jumlah investment] x 100

Sebagai contoh, perusahaan X menerima pendapatan sebesar Rp3 miliar dari penjualan dan mengeluarkan investasi untuk kegiatan operasional bisnisnya sebesar Rp1 miliar.

Maka, ROI yang didapatkan perusahaan X adalah sebesar 200%.

Baca Juga: Jadi Penentu Nilai Utama Produk Perusahaan, Apa Itu North Star Metrics?

3. Metrik untuk customer success

metrik performa bisnis

© Pexels.com

Jika kamu ingin mengukur performa bisnis perusahaan dalam aspek customer success, berikut adalah beberapa metrik yang bisa kamu gunakan.

Kepuasan konsumen

Metrik ini dapat membantumu dalam mengetahui seberapa puas konsumen terhadap produk atau jasa yang mereka beli darimu.

Kamu bisa mendapatkan data ini dengan melakukan survei, polling, atau review produk maupun perusahaan.

Sebagai contoh, jika kamu membuat sebuah aplikasi Android, kamu bisa mengetahui tingkat kepuasan konsumen dari review di PlayStore.

Customer retention

Mempertahankan konsumen dan meningkatkan loyalitasnya dapat memberikan dampak pada bisnismu, seperti meningkatkan sales hingga mempromosikan produkmu ke orang lain.

Melansir Scoro, metrik ini memperlihatkan jumlah klien yang terus menggunakan produkmu dalam jangka waktu tertentu dan melakukan repeat purchase.

Dari metrik ini pula kamu dapat menganalisis dan mengevaluasi customer experience.

Sehingga, kamu bisa menyesuaikan beragam strategi mulai dari marketing hingga produk ketika menghadapi kompetitor.

Customer acquisition

Metrik customer acquisition mengukur performa bisnis perusahaan dalam aspek tinggi atau rendahnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan konsumen.

Baca Juga :  4 Hal yang Membedakan Kamera Mirrorless vs DSLR, Mana yang Terbaik?

Berdasarkan informasi yang didapat dari metrik ini, kamu dapat membantu departemen sales dan marketing untuk membuat perubahan dalam strateginya jika dibutuhkan.

4. Metrik untuk finansial

metrik performa bisnis

© Pexels.com

Metrik pun biasanya digunakan untuk mengukur “kesehatan” finansial sebuah bisnis.

Adapun metrik yang biasa digunakan untuk mengukur performa bisnis dalam aspek finansial antara lain.

Cash flow

Cash flow digunakan untuk mengukur jumlah uang yang keluar dan masuk perusahaan.

Dengan menghitung pengeluaran dan pemasukan, kamu akan terbantu dalam membuat keputusan seputar budget produksi.

Sebagai contoh, jika cash flow perusahaan menunjukkan pengeluaran yang banyak, kamu bisa menganalisis setiap pengeluaran dan mengambil langkah untuk penghematan.

Profit margin

Profit margin adalah rasio uang yang tetap berada di perusahaan setelah menghitung pengeluaran dan biaya lainnya.

Perusahaan dapat mengukur profit margin kotor dan bersih karena kedua metrik tersebut memiliki perbedaan dalam jenis-jenis pengeluaran.

Dengan memahami profit margin, kamu dapat membuat keputusan bisnis yang dapat memaksimalkan keuntungan, seperti meningkatkan pendapatan atau meminimalisir biaya.

Debt-to-asset ratio

Metrik ini membandingkan jumlah kewajiban utang perusahaan dengan jumlah aset yang dimiliki perusahaan.

Debt-to-asset ratio dapat membantumu mengukur jumlah utang yang dimiliki perusahaan.

Sehingga, membantumu dalam membuat keputusan bisnis apabila ingin melakukan pinjaman atau saat mencari investor baru.

Baca Juga: Cost Benefit Analysis (CBA): Apa Itu, Tahap Kerja, dan Manfaat

Nah, itu adalah beberapa hal seputar metrik yang umum digunakan untuk mengukur performa sebuah bisnis.

Selain mengetahui metrik, masih banyak hal yang perlu kamu pelajari apabila ingin berkecimpung di bidang business development, lho.

Kamu bisa menambah wawasanmu di bidang tersebut dengan memilih dan membaca beragam artikel business development di Glints Blog.

Jangan khawatir, pembahasannya pun mudah dicerna, lho. Yuk, tambah wawasanmu seputar business development di sini sekarang!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon