Memahami Definisi dan Fungsi Return on Investment (ROI)

Diperbarui 19 Jan 2023 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Dalam menjalankan sebuah bisnis dan perusahaan, return on investment (ROI) adalah salah satu istilah penting yang harus dipahami.

    Terutama jika kamu bekerja di bidang commercial, marketing, operation, dan tentunya business.

    Agar kamu bisa lebih paham dengan ROI, Glints sudah menyiapkan penjelasan mendalamnya di bawah ini.

    Yuk, simak lebih lanjut!

    Apa Itu ROI?

    apa itu ROI

    © Freepik.com

    Dilansir dari The Balance Small Business, return on investment (ROI) adalah keuntungan finansial yang didapatkan dari sebuah investasi. 

    Singkatnya, ROI merupakan tolok ukur yang menunjukkan seberapa besar keuntungan yang kamu dapatkan setelah menginvestasikan sejumlah uang.

    Setelah berinvestasi, tentu kamu ingin mendapatkan keuntungan baik dalam jangka panjang maupun pendek, kan? Sama halnya dengan perusahaan.

    Salah satu fungsi ROI adalah untuk menentukan apakah strategi bisnis, baik dari aspek marketing atau lainnya, sudah cukup efektif atau belum.

    Maka dari itu, penting sekali untuk menentukan tolok ukur ROI yang paling tepat bagi setiap investasi yang dilakukan.

    Lalu, bagaimana cara menghitung ROI?

    Untuk mendapatkan persentase ROI, pertama-tama kamu harus mengurangi total penjualan dengan nominal investasi yang diberikan di awal.

    Setelah itu, bagi dengan nominal investasi, lalu kalikan 100%

    Angka yang didapatkan merupakan ROI yang kamu cari.

    Semakin besar persentasenya, berarti semakin besar juga laba yang diraih oleh bisnis atau perusahaan dari investasi.

    Baca Juga: Mengenal Pekerjaan Sales Director, Tanggung Jawab hingga Kualifikasinya

    Mengapa ROI Penting?

    skill yang diperlukan risk manager

    © Freepik.com

    Dilansir dari Investopedia, ROI adalah perhitungan yang digunakan untuk mengukur efisiensi sebuah investasi. 

    Apakah laba yang didapatkan lebih besar dari nominal investasi di awal? Apakah investasi baik itu dalam bentuk promotion, research and development, dan juga tenaga sales mendatangkan keuntungan atau justru rugi?

    Singkatnya, hasil perhitungan ini merupakan gambaran performance bisnis dalam periode tertentu.

    Menguji strategi bisnis

    Nah, dalam konteks bisnis, fungsi ROI adalah untuk mengidentifikasi dan memahami area mana di perusahaan yang perlu dioptimasi.

    Tak hanya itu, ROI juga bisa menjadi semacam pembenaran apakah strategi bisnis yang ingin dijalankan memungkinkan atau tidak. 

    Wisnu Adryan selaku Marketing Lead dari Glints memberi contoh yang sangat menarik seputar hal ini.

    “Sebagai contoh, ada perusahaan yang ingin mencapai target penjualan X pada akhir tahun 2020. Setelah melaksanakan projection, terlihat bahwa untuk mencapai angka penjualan X, dibutuhkan investasi sejumlah Y.”

    Wisnu menambahkan, “Investasi tersebut digunakan untuk menambah jumlah sales dan tenaga lain yang dibutuhkan, agar memastikan jumlah penjualan.”

    Dari contoh tersebut, dapat terlihat jelas bahwa pentingnya ROI adalah untuk memberi semacam pembenaran bahwa sebuah investasi bisa mendatangkan profit bagi perusahaan. 

    Meskipun begitu, dirinya juga menambahkan, “ROI yang tinggi bukan berarti perusahaan sudah untung. Untuk melihat apakah perusahaan sudah untung atau belum aspek yang seharusnya dilihat adalah gross dan nett profit.”

    Meringankan beban HR

    Divisi human resource (HR) biasa mengatur semua karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, terutama untuk memonitor performa kerjanya.

    Dilansir dari Oberlo, perhitungan ROI dapat meringankan beban HR dalam menilai pekerjaan di tim sales.

    Bagaimana caranya?

    Pertama-tama, hitung ROI perusahaan di jangka waktu tertentu. Langkah selanjutnya adalah membandingkannya dengan penjualan yang berhasil dibuat dan juga gaji yang diberikan.

    Jangan-jangan, harus ada pengurangan gaji karena performa yang tidak memenuhi standar?

    Kalkulasi produk baru

    Alasan lain mengapa ROI penting bagi perusahaan adalah perhitungan ini penting dalam melihat performa produk baru dan efektivitas dari segi finansial.

    Berapa keuntungan produk tersebut, jika dibandingkan dengan biaya produksi, promosi, dan penjualannya?

    Kalau belum optimal atau sesuai dengan target, apa yang bisa dikurangi? 

    Apakah strategi marketing yang digunakan sudah cukup efektif atau justru tidak berhasil sama sekali?

    Baca Juga: 4 Macam Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

    Kelebihan dan Kekurangan ROI

    ROI adalah

    © Freepik.com

    Kelebihan

    Menghitung ROI tentu saja memiliki kelebihan utama, yaitu meningkatkan efektivitas dari segala aspek.

    Setelah menghitung ROI, kamu jadi bisa tahu strategi apa yang berhasil, strategi apa yang tidak

    Sebagai contoh, kamu sedang menjalankan marketing pay-per-click (PPC). Ternyata, strategi ini tidak mendatangkan profit yang cukup untuk perusahaan. 

    Ketika sudah mengetahui hal ini, kamu akan berusaha memperbaiki ads yang digunakan untuk praktik PPC agar ROI bisa meningkat.

    Dengan begitu, kamu bisa lebih untung dengan bekerja secara efektif.

    Tak hanya itu, kelebihan ROI lainnya adalah mengukur tingkat profitabilitas yang bisa dihasilkan oleh semua divisi yang ada di perusahaan tersebut. 

    Analisis ini sangat bisa digunakan terutama ketika perusahaan ingin melakukan ekspansi di beberapa divisi. 

    Perhitungan ROI dapat menjadi salah satu pertimbangan apakah divisi tersebut perlu diekspansi? Apakah sepadan dengan performa yang diberikan kepada perusahaan?

    Kekurangan

    Dilansir dari Business News Daily, kekurangan ROI adalah perhitungan ini tidak dapat menentukan output dari sebuah investasi di masa depan. 

    Di atas kertas, bisa saja angka perkiraan ROI begitu menggiurkan.

    Namun, tetap lakukan riset mendalam terlebih dahulu mengenai apa pun itu yang ingin kamu investasikan.

    Hal ini dikarenakan tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, bahkan ROI yang jelek sekalipun.

    Baca Juga: Tips Menjadi Konsultan Keuangan

    Nah, itu dia penjelasan mengenai apa itu return on investment (ROI), cara menghitungnya, mengapa ROI ini penting, dan juga kelebihan serta kelemahannya.

    Sudah lebih paham kan dengan seluk-beluk ROI?

    Nah, jika kamu ingin mendapatkan informasi lain seputar dunia keuangan perusahaan, cobalah untuk berlangganan newsletter blog dari Glints.

    Lewat berlangganan, kamu akan mendapatkan berbagai update informasi seputar keuangan dan juga hal lain terkait dunia kerja langsung ke inbox-mu.

    Yuk, segera daftarkan email-mu!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait