Red Ocean Strategy: Apa itu, Contoh, Bedanya dengan Blue Ocean

Diperbarui 21 Jun 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Red ocean strategy adalah satu taktik bisnis dan penjualan di mana sebuah perusahaan berupaya untuk bersaing di pasar yang memiliki banyak kompetitor.

    Calon pembeli yang ada di pasar semacam itu memang berjumlah sangat banyak. Namun, untuk dapat menjual produknya, perusahaan perlu melakukan upaya yang cukup keras.

    Ada perusahaan yang kemudian menawarkan produknya dengan harga yang lebih murah. Ada juga yang berusaha untuk memberikan value berbeda pada produknya.

    Nah, untuk mengetahui lebih jauh apa itu red ocean strategy, contoh penerapannya, dan perbedaannya dengan blue ocean strategybaca artikel ini lebih lanjut, ya.

    Baca Juga: Saturasi Pasar: Definisi, Contoh, dan Cara Menghindarinya

    Apa Itu Red Ocean Strategy?

    red ocean strategy adalah

    © unsplash.com

    Melansir Harappa, red ocean strategy adalah sebuah rencana untuk membuat suatu produk bertahan (dan berhasil mendapatkan profit) dalam pasar yang kompetitif.

    Perusahaan yang menerapkan strategi ini membidik untuk dapat unggul dalam kompetisi.

    Bisnis-bisnis yang menggunakan red ocean strategy memiliki sejumlah ciri-ciri khusus. Ciri-ciri tersebut berkaitan dengan keputusan bisnis yang mereka ambil, yang antara lain adalah sebagai berikut:

    • Perusahaan berusaha berkompetisi dalam sebuah pasar yang sudah tercipta (pasar yang sudah matang).
    • Bisnis berupaya untuk menitikberatkan fokus strategi untuk memberikan value proposition yang berbeda atau penetapan harga produk yang lebih murah dari kompetitor.
    • Perusahaan berupaya untuk melakukan eksploitasi permintaan yang ada dalam red ocean market. Tidak berusaha untuk menciptakan permintaan baru.
    • Mereka bekerja keras meningkatkan kualitas eksekusi untuk dapat mengakuisisi pelanggan.

    Contoh Penerapan Red Ocean Strategy

    Yang menguntungkan dari penerapan red ocean strategy adalah perusahaan sudah mengetahui dengan jelas kebutuhan customer yang ada di pasar.

    Hal tersebut menjadi informasi penting yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis. Sayangnya, di sisi lain, kondisi persaingan di pasar begitu sesak dan sengit.

    Menurut Harappa, penerapan red ocean strategy akan berhasil jika perusahaan percaya pada produk dan taktik yang sudah mereka buat.

    Nah, di bawah ini ada dua contoh penerapan red ocean strategy yang berhasil diimplementasikan:

    1. RyanAir

    RyanAir, sebuah maskapai penerbangan asal Eropa, menerapkan red ocean strategy untuk bisa mendapatkan konsumen yang ada di pasar penerbangan.

    Mereka memilih menjadi layanan penerbangan yang menawarkan tarif termurah ketimbang para kompetitornya dan strategi itu berbuah manis.

    2. Apple

    Melansir sumber Stratup Talky, Apple termasuk sebagai salah satu perusahaan yang berhasil menerapkan red ocean strategy.

    Perusahaan ini meluncurkan iPhone di tahun 2007, momen di mana pasar telepon genggam didominasi oleh perusahaan-perusahaan seperti Nokia, Sony, dan Motorola.

    Yang ditawarkan oleh Apple tidak lain adalah produk yang memiliki value lebih baik.

    Perangkat iPhone yang mereka rilis saat itu sudah memiliki teknologi 2G, satu kecanggihan yang tidak dimiliki oleh produk-produk kompetitor kala itu.

    Baca Juga: Analisis Value Chain: Arti, Konsep Utama, Cara Kerja, dan Manfaatnya

    Asal Mula Munculnya Istilah Red Ocean

    red ocean strategy adalah

    © unsplash.com

    Red ocean merupakan istilah yang digagas oleh dua teoretikus bisnis bernama W. Chan Kim dan Renée Mauborgne melalui buku yang mereka buat Blue Ocean Strategy (2004).

    Kim dan Mauborgne mencoba menggambarkan kondisi pasar tradisional yang sangat kompetitif dengan istilah red ocean.

    Dalam pasar red ocean, semua bisnis berlomba-lomba untuk menyaingi rival mereka demi merebut permintaan yang tersedia di pasar.

    Kondisi pasar yang begitu dipenuhi oleh banyak bisnis (dan saling mengadu produknya) bisa berdampak pada menurunnya profit dan melemahnya pertumbuhan bisnis-bisnis tadi.

    Persaingan produk-produk yang ada di pasar berujung pada kompetisi ‘saling tebas’ atau kompetisi ‘berdarah’. Analogi itulah yang menjadi dasar Kim dan Mauborgne menggunakan istilah red ocean.

    Kim dan Mauborgne juga berargumen bahwa strategi bisnis tradisional yang berbasiskan kompetisi (red ocean strategy) akan mengalami kesulitan untuk bisa menjaga performa baik mereka secara terus-menerus.

    Maka dari itu, mereka mengajukan blue ocean strategy sebagai solusi.

    Perbedaan Red Ocean Strategy dengan Blue Ocean Strategy

    © Chan Kim & Renée Mauborgne. All rights reserved.

    Blue ocean strategy memiliki pembeda yang begitu signifikan dengan red ocean strategy.

    Melansir Launch Market, blue ocean strategy merupakan taktik bisnis yang berupaya untuk menciptakan permintaan yang belum pernah ada sebelumnya, ketimbang bertarung secara ketat dengan perusahaan-perusahaan lain.

    Kunci dari keberhasilan penerapan blue ocean strategy tidak lain yakni mencari peluang pasar baru dan berusaha meniadakan kompetisi yang relevan di sana.

    Ketika menggunakan blue ocean strategy, bisnis tidak perlu membuat value proposition tertentu ataupun menurunkan harga.

    Menurut website resmi Blue Ocean Strategy, kondisi pasar blue ocean tidak memiliki persaingan yang ketat karena aturan mainnya masih menunggu untuk ditetapkan.

    Istilah blue ocean sendiri merupakan analogi yang menggambarkan potensi ruang pasar yang lebih luas dan lebih dalam yang belum dijelajahi dan masih menunggu untuk ditemukan.

    Meskipun pasar blue ocean terlihat begitu menjanjikan ketimbang red ocean, melakukan pivot bisnis menuju arah tersebut boleh dibilang punya potensi risiko yang tidak kecil.

    Apalagi untuk bisnis-bisnis yang sudah mapan dan nyaman berada di red ocean.

    Boleh dibilang juga kalau pasar blue ocean akan lebih cocok dengan perusahaan-perusahaan rintisan ataupun bisnis-bisnis yang memiliki visi kuat untuk berinovasi dan siap untuk agile.

    Baca Juga: Perencanaan Taktis: Definisi, Elemen, dan Cara Menyusunnya

    Tertarik untuk mendalami pembahasan lain seputar dunia Business Development dan Sales?

    Kamu bisa membaca artikel-artikel seputar topik tersebut di Glints Blog.

    Dapatkan wawasan-wawasan baru yang dirangkum dari sumber-sumber yang kredibel untuk mendukung perkembangan personal dan kariermu.

    Jadi tunggu apa lagi? Klik tombol di bawah ini untuk melihat artikel-artikelnya.

    KLIK DI SINI

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 5

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait