Reach atau Impressions, Mana yang Lebih Baik untuk Optimasi Kontenmu?

Diperbarui 23 Feb 2021 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alifia Seftin Oktriwina

Dalam dunia marketing, ada dua istilah yang akan sering kamu dengar, yaitu reach dan impressions. Kedua istilah ini sering dipakai bersamaan meskipun definisinya berbeda. Apa sebenarnya perbedaan reach vs impressions?

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Yuk, simak artikel berikut agar kamu tahu perbedaan antara reach dan impressions.

Mengenal Reach dan Impressions

© Freepik.com

Reach

Reach adalah istilah yang digunakan untuk menghitung jumlah total orang yang melihat sebuah konten. Dilansir dari Hootsuite, ada tiga jenis reach yang sering digunakan.

  • Organic reach, mengacu pada jumlah orang yang melihat konten kamu secara organik (secara gratis).
  • Paid reach, yaitu jumlah orang yang melihat konten yang telah dibayar, seperti iklan. Reach jenis ini sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tawaran iklan, anggaran, dan penargetan audiens.
  • Viral reach, yaitu jumlah orang yang melihat kontenmu karena salah satu temannya berinteraksi dengan konten tersebut.

Impressions

Menurut Investopediaimpressions adalah metrik yang digunakan untuk mengukur jumlah tampilan dan keterlibatan audiens pada sebuah konten.

Ada dua tipe impressions yang biasa diukur dari sebuah konten.

  • Served impressions yang hanya mengandalkan data organik.
  • Viewable impressions yang hitungannya menggunakan data yang dikumpulkan dari perangkat pengguna untuk menyempurnakan hitungan.

Biasanya, impressions digunakan untuk mengukur performa konten dalam beberapa aspek, seperti:

  • jumlah tayangan yang muncul di media sosial
  • pay-per-click impressions
  • jumlah tayangan dari call-to-action dalam website
  • jumlah tayangan dari akses pihak ketiga, seperti content aggregator

Baca Juga: Pengertian dan Tujuan dari CTR dalam Digital Marketing

Reach vs Impressions

© Freepik.com

Baik reach maupun impressions, sama-sama mengukur performa sebuah konten melalui aspek yang berbeda. Lalu, mana yang lebih baik digunakan untuk mengukur performa kontenmu?

Baca Juga :  7 Cara Melakukan A/B Testing untuk Menguji Strategi Online Marketing

Fokus analisis reach

Reach membantu untuk mengetahui apakah ada yang salah dengan kontenmu.

Misalnya, jika konten itu telah menjangkau banyak orang tetapi belum mendapatkan konversi, artinya kamu harus merevisi konten tersebut.

Konten yang memiliki reach yang bagus tidak hanya memiliki jangkauan yang luas, tetapi juga berhasil menjangkau pengguna baru.

Konten seperti ini adalah konten yang lebih optimal untuk dibagikan dan dilibatkan.

Fokus analisis impressions

Impressions berguna saat kamu ingin melacak kontenmu dari waktu ke waktu.

Jika kamu menerapkan iklan dan hanya mendapatkan sedikit impressions, itu adalah pertanda ada yang perlu diperbaiki dari konten tersebut.

Kamu juga dapat memanfaatkan impressions jika kamu khawatir pengguna akan kewalahan dengan terlalu banyak iklan.

Jika kamu ingin menghindari ini, kamu dapat fokus pada konten dengan impressions tertinggi saja.

Baca Juga: Customer Engagement: Pengertian, Cara Mengukur, dan Penerapannya

Mana yang Lebih Baik?

Sebenarnya, tidak ada yang lebih baik saat menghadapkan reach vs impressions. Keduanya dapat kamu gunakan bersamaan atau bergantian tergantung tujuan dari konten yang kamu buat.

Jika kamu ingin kontenmu dapat menjangkau banyak pengguna, fokuskanlah untuk meningkatkan reach dari konten tersebut.

Kamu bisa menggunakan berbagai tools seperti Google Adwords untuk meningkatkan reach.

Sebaliknya, jika kamu berfokus pada konten yang akan diiklankan, gunakanlah impressions.

Impressions akan membantumu menghitung biaya yang diperlukan untuk menayangkan sebuah iklan di website ataupun media sosial.

Baca Juga: Ikuti 7 Tren Marketing di Tahun 2020-2021 Ini agar Bisnis Makin Maju

Selain reach dan impressions, masih ada beberapa aspek lainnya yang perlu kamu perhatikan ketika menganalisis sebuah konten.

Misalnya, engagement yang menghitung jumlah interaksi pengguna dengan konten tersebut.

Baca Juga :  Kenali Sales Force, Divisi yang Bertugas untuk Menopang Perkembangan Bisnis Perusahaan

Untuk bisa menghasilkan konten dengan reach, impressions, bahkan engagement yang baik, kamu harus memperhatikan bagaimana tren yang saat ini terjadi di sekitar audiensmu.

Ketika kamu telah memahami target audiensmu dengan baik, kamu akan lebih mudah membuat konten yang memikat khalayak.

Selain artikel tentang reach vs impressions, Glints masih memiliki informasi penting lainnya tentang dunia marketing.

Caranya mendapatkannya mudah, kamu cukup sign up untuk mendapatkan newsletter Glints. Setiap minggunya, Glints akan mengirimkan berbagai artikel pilihan langsung ke emailmu.

Yuk, daftar sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon