Premenstrual Syndrome (PMS): Gejala, Penyebab & Cara Meringankan
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Premenstrual syndrome atau PMS adalah rangkaian gejala fisik dan emosional yang muncul pada wanita sebelum menstruasi.
Meski umum terjadi, kondisi ini tetap menimbulkan perasaan tidak nyaman. Seperti perubahan mood, kelelahan, hingga nyeri fisik.
Kondisi ini tak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas di tempat kerja.
Nah, mengetahui gejala dan mempelajari penyebabnya dapat membantumu meringankan gelaja ini secara efektif.
Yuk, simak rangkuman Glints selengkapnya di bawah ini!
Isi Artikel
Apa itu Premenstrual Syndrome?
Menurut Medlineplus, premenstrual syndrome (PMS), adalah gejala fisik dan emosional pada wanita yang dimulai satu hingga dua minggu sebelum menstruasi.
PMS merupakan sesuatu yang umum terjadi, namun gejalanya tidak selalu dapat diprediksi.
Tiap-tiap gejala mungkin berbeda pada usia 20-an, 30-an dan 40-an, yang dapat diprediksi adalah waktunya.
Premenstrual syndrome dapat ditandai dengan rasa sakit dan nyeri atau perasaan mudah tersinggung yang secara teratur muncul beberapa minggu sebelum menstruasi, kemudian membaik setelahnya.
Gejala Premenstrual Syndrome
PMS biasanya melibatkan gejala ringan atau sedang yang tidak terlalu mengganggu.
Namun, gejalanya dapat menjadi cukup parah pada beberapa orang, sehingga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kesehatan secara keseluruhan. Gejala tersebut meliputi:
Emosional:
- rasa cemas atau gelisah
- mengidam makanan
- mudah lelah
- sulit tidur
- suasana hati yang sedih atau murung dan tanpa sebab
- mudah marah
- sulit konsentrasi atau mengingat informasi
- berkurangnya gairah seks
Fisik:
- perut kembung
- kram perut
- nyeri payudara atau payudara yang melunak
- jerawat
- sakit kepala
- nyeri punggung dan otot
- sensitif cahaya, suara atau bau
- sembelit
- diare
Namun, gejala ini berbeda untuk tiap wanita dan dapat berubah-ubah. Beberapa mungkin mengalami gejala fisik, emosional, atau bahkan keduanya.
Penyebab Premenstrual Syndrome
Dikutip dari Healthline, penelitian ilmiah belum menemukan penyebab pasti PMS atau penjelasan mengapa gejala pada beberapa orang bisa lebih parah daripada yang lain.
Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi pada kondisi ini meliputi:
1. Perubahan hormon
Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron pada wanita dapat memicu terjadinya PMS.
Keluhan akibat perubahan hormon ini biasanya akan menghilang seiring dengan kehamilan dan menopause.
2. Perubahan kimiawi dalam otak
Perubahan serotonin dan norepinefrin, zat kimia otak yang dianggap memainkan peran penting dalam tubuh seperti membantu mengatur suasana hati, emosi, dan perilaku.
Kondisi ini dapat memicu masalah tidur dan menyebabkan suasana hati yang tertekan.
Faktor risiko lainnya meliputi:
- memiliki riwayat depresi atau gangguan kecemasan
- merokok
- mengkonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam
- kurang berolahraga
- kurang tidur
Bagaimana Cara Mendiagnosis Premenstrual Syndrome?
Dokter atau penyedia lanyanan kesehatan akan menanyakan gejala apa yang dialami, kapan mengalaminya, dan pengaruhnya pada aktivitas.
Cleveland Clinic menyebut, gejala-gejala ini harus berulang setidaknya selama tiga siklus menstruasi untuk mendapatkan diagnosis resmi.
Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan antara lain:
- Gejala-gejala apa saja yang sering dialami?
- Kapan gejala tersebut muncul dan menghilang?
- Kapan gejala menjadi lebih intens?
- Apakah kamu mengetahui kapan gejala biasanya dimulai? Bagaimana caranya?
- Apakah gejala tersebut mengganggu aktivitas?
Pertanyaan tentang riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, serta riwayat kesehatan keluarga, seperti gangguan kecemasan atau depresi mungkin ditanyakan.
Hal dilakukan untuk menemukan faktor-faktor selain PMS yang mungkin menyebabkan gejala yang kamu alami.
Cara Meringankan Gejala PMS
Beberapa cara yang dapat kamu coba untuk meringankan gejalanya meliputi:
- Minum banyak cairan untuk meredakan kembung pada perut. Seperti teh herbal atau chamomile, yang dipercaya dapat meredakan kram.
- Makan makanan yang seimbang dengan banyak buah, sayuran, dan biji-bijian.
- Kurangi asupan gula, garam, kafein, terutama ketika sedang sangat sensitif terhadap efeknya.
- Konsumsi suplemen seperti asam folat, vitamin B6, D, kalsium, dan magnesium, untuk membantu mengurangi kram.
- Usahakan tidur selama 7 hingga 9 jam untuk membantu menghindari kelelahan.
- Lakukan setidaknya setengah jam aktivitas fisik setiap hari, jika mampu. Selain membantu meredakan kembung dan kram, olahraga juga dapat membantu meringankan gejala kecemasan dan depresi.
Untuk membantu mengurangi gejala fisik, kamu juga dapat mengkonsumsi obat-obatan seperti:
- ibuprofen, aspirin, atau asetaminofen, untuk pereda nyeri kepala, sendi dan otot
- diuretik untuk membantu meredakan kembung dan payudara yang sakit atau nyeri
- kantong penghangat untuk meredakan kram pada perut
Nah itu dia informasi seputar premenstrual syndrome atau PMS.
Selain PMS, nyatanya ada banyak keluhan kesehatan lainnya yang terlihat seperti masalah kecil namun sangat mengganggu produktivitas kerja.
Untuk membantumu mengatasinya, Glints telah siapkan kumpulan artikel tentang kesehatan kerja yang bisa dibaca secara gratis!
