5 Pola Pikir Penghambat Produktivitas yang Harus Kamu Ubah

Tayang 23 Jan 2023 - Dibaca 4 mnt

Isi Artikel

    Untuk meningkatkan produktivitas kerja, kita bisa mulai dari membenahi pola pikir yang sebenarnya menjadi penghambat produktivitas selama ini.

    Seperti yang kita tahu, mindset yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik pula.

    Keduanya berkaitan erat satu sama lain. Oleh karena itu, jika kamu telah mencoba banyak tips praktis mengenai produktivitas tapi tak kunjung berhasil, kemungkinan permasalahannya terletak pada mindset.

    Jadi, ayo disimak pembahasan penting yang telah Glints rangkum berikut ini!

    1. Planning fallacy

    Pola pikir yang satu ini cukup menghambat produktivitas karena membuatmu menunda-nunda pekerjaan.

    Menurut American Psychology Association yang dilansir dari Psychology Todayplanning fallacy merupakan tendensi untuk meremehkan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas.

    Biasanya, hal ini disebabkan karena kita terlalu optimis pada kemampuan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

    Padahal, ada beberapa hal diluar kendali yang bisa saja menghambat pekerjaanmu nantinya.

    Planning fallacy ini juga dapat menyebabkan masalah baru, salah satunya adalah dorongan untuk mengambil lebih banyak project. Padahal, sebenarnya kamu tak akan mungkin menyelesaikannya sesuai deadline.

    Baca Juga: 3 Minuman dan 4 Makanan Alternatif Kopi untuk Usir Kantuk

    2. Meremehkan tips sederhana

    Pola pikir penghambat produktivitas selanjutnya adalah merasa bahwa tips produktivitas sederhana yang sering diberikan orang-orang sudah pasti tidak akan efektif.

    Apalagi, jika kamu merasa bahwa tips tersebut merupakan metode lama. Akhirnya, kamu tidak mau mencoba menerapkannya dan mencari metode baru yang lebih kompleks dan inovatif.

    Padahal, kamu belum mencoba dan membuktikan efektivitasnya.

    Dilansir dari Harvard Business Review, dalam mencari tips produktivitas, justru kamu perlu menemukan metode yang paling sederhana, mudah, namun terbukti cocok untukmu.

    Jika terlalu kompleks dan malah terbukti tidak efektif, dikhawatirkan kamu akan mudah menyerah dalam berusaha memperbaiki produktivitas.

    3. Mentalitas all or nothing

    Pada beberapa kasus, mentalitas all or nothing (memberikan 100% usaha atau tidak berusaha sama sekali) ini memang perlu dilakukan. Kendati demikian, pola pikir ini tetap berisiko menjadi penghambat produktivitas.

    Ketika berusaha untuk menjadi lebih produktif, yang diperlukan adalah langkah-langkah kecil konsisten dari pada usaha 100% tapi hanya bertahan dalam waktu singkat.

    Misalnya saat kamu mencoba memperbaiki kualitas tidur. Ada banyak kebiasaan yang mungkin perlu kamu ubah, seperti:

    • berhenti bermain handphone saat mau tidur
    • tidak mengerjakan tugas sampai begadang
    • mematikan lampu atau menggantinya dengan lampu redup
    • tidak mengonsumsi kafein saat mendekati jam tidur

    Jika dilakukan secara bersamaan, tentu semua hal di atas akan terasa berat. Tidak ada yang mudah dalam membentuk kebiasaan baru.

    Jadi, tak apa untuk melakukannya sedikit demi sedikit dan mengapresiasi diri untuk perubahan kecil yang berhasil dicapai.

    Apabila kamu telah berhasil melakukan perubahan kecil, keinginan untuk melakukan perubahan lain yang lebih besar pun akan datang dengan sendirinya.

    Baca Juga: 12 Pilihan Aplikasi To Do List untuk Bantu Tingkatkan Produktivitasmu

    4. Merasa malu karena tidak produktif

    Pola pikir yang satu ini mungkin tidak terdengar seperti penghambat produktivitas.

    Akan tetapi, perasaan malu karena gagal produktif tersebut dapat membuatmu justru mencari distraksi lain agar kamu merasa lebih baik.

    Manusia bukanlah mesin atau robot. Kita juga bisa lengah sewaktu-waktu, misalnya ketika gagal olahraga pagi karena telat bangun tidur.

    Daripada terlalu fokus pada rasa malu yang akhirnya berujung menyalahkan diri sendiri, lebih baik langsung bertanggung jawab untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

    5. Meremehkan distraksi saat liminal moments

    Apa itu liminal moments?

    Menurut Psychology Today, liminal moments merupakan transisi waktu dari satu hal ke hal lain yang sedang kita kerjakan.

    Apa yang kamu lakukan saat laptop-mu stop responding atau loading terlalu lama ketika membuka website?

    Beberapa orang mungkin akan menunggu, namun tak sedikit juga yang memutuskan untuk bermain handphone atau melakukan aktivitas lain sembari menunggu liminal moments tersebut.

    Tanpa disadari, kamu justru malah scroll media sosial sampai berjam-jam. Kebiasaan ini sering diremehkan yang akhirnya terus berulang dan menghambat produktivitasmu.

    Baca Juga: 5 Second Rule, Cara Produktif Untukmu yang Sering Menunda Pekerjaan

    Demikian 5 pola pikir penghambat produktivitas yang sebaiknya kamu ubah dari sekarang. Perbuatan kita sangat dipengaruhi oleh mindset. Jadi, mengubah kebiasaan dapat dimulai dari mengubah mindset terlebih dahulu.

    Selain pembahasan di atas, masih ada banyak tips menarik lain seputar produktivitas di dunia kerja.

    Kamu dapat membacanya melalui artikel-artikel di Glints Blog!

    Kumpulan artikelnya cocok bagi kamu yang sedang mengalami masalah terkait produktivitas dan tengah berusaha untuk memperbaikinya.

    Demi kinerja yang lebih optimal, ayo temukan kumpulan tipsnya di sini sekarang juga!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait