6 Obat untuk Mengatasi Masuk Angin sesuai Gejala
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Dilansir dari Healthline, sebenarnya tidak ada obat yang dapat mengatasi masuk angin atau yang kerap diidentikkan dengan common cold. Yang dapat diupayakan adalah mengobati gejala-gejalanya.
Mulai dari sakit kepala, hidung tersumbat, mual, pilek, dan lain-lain.
Artikel kali ini akan membahas beberapa rekomendasi obat untuk meringankan masing-masing gejala tersebut.
Obat-obatan di bawah ini umumnya merupakan jenis obat over the counter (OTC), yaitu obat yang tersedia di apotek tanpa memerlukan resep dokter.
Namun, kamu harus tetap perhatikan dosis dan anjuran pakainya, ya. Selain itu, tanyakan pada apoteker perihal larangan atau pantangan yang harus diperhatikan, seperti aturan pemakaian 2 jenis obat sekaligus.
Berikut rangkuman dari Glints yang diambil dari berbagai sumber tepercaya yang telah ditinjau secara medis dari Healthline, Cleveland Clinic, dan Mayo Clinic.
1. Dekongestan hidung
Obat yang dapat meringankan hidung tersumbat biasanya disebut nasal decongestant atau dekongestan hidung.
Cara kerja obatnya adalah dengan mempersempit pembuluh darah di lapisan hidung sehingga jaringan yang bengkak dapat menyusut dan mengurangi produksi lendir.
Obat ini tersedia dalam bentuk pil, semprotan hidung, dan cairan tetes. Beberapa merek yang biasanya tersedia di apotek adalah:
- Afrin, obat berbentuk nasal spray atau obat semprot hidung. Bermanfaat untuk melembabkan hidung yang kering dan radang karena pilek.
- Bodrexin, berbentuk sirup atau tablet dan tersedia berbagai varian yang bisa disesuaikan dengan gejala. Mulai dari flu dan batuk berdahak, demam, atau batuk tidak berdahak.
- Decolgen PE, berbentuk sirup atau tablet yang juga tersedia dalam berbagai varian.
2. Antihistamin
Antihistamin adalah kandungan bahan aktif dalam obat yang dapat meredakan beberapa gejala masuk angin.
Apabila kamu mengalami gejala seperti:
- bersin
- gatal di bagian mata
- mata berair
- batuk
- hidung terus mengeluarkan lendir
Obat yang sebaiknya kamu cari adalah antihistamin yang dapat ditemukan pada merek berikut:
- Benadryl, obat dalam bentuk sirup yang juga berfungsi sebagai ekspektoran atau peluruh dahak.
- Procold Flu, berbentuk kaplet yang tersedia untuk meredakan gejala flu dan batuk atau hanya flu saja.
- Actifed, berbentuk sirup dan tersedia dalam 3 varian untuk meredakan gejala pilek, batuk berdahak, dan batuk kering.
3. Obat pereda nyeri
Selain hidung tersumbat dan pilek, masuk angin juga tak jarang menimbulkan rasa sakit, seperti radang tenggorokan, pegal-pegal, dan sakit kepala.
Jika tidak diatasi, rasa sakit ini tentu sangat mengganggu dan semakin menimbulkan rasa tidak nyaman apalagi ketika beraktivitas.
Bahan aktif yang biasanya terdapat pada obat pereda nyeri adalah acetaminophen atau parasetamol, ibuprofen, dan naproxen.
Beberapa merek yang bisa kamu temukan di apotek di antaranya adalah:
- Sanmol (parasetamol)
- Tylenol (parasetamol)
- Ibuprofen
- Alif 500 (naproxen)
4. Ekspektoran
Obat selanjutnya yang bisa membantu meringankan gejala masuk angin adalah golongan obat ekspektoran.
Rasa tidak nyaman saat batuk biasanya disebabkan karena lendir yang sulit dikeluarkan. Oleh karenanya, ekspektoran ini dapat membantumu membuang lendir tersebut agar menimbulkan rasa lega.
Lantas, apa perbedaannya dengan nasal decongestant?
Ekspektoran membantu mengencerkan lendir di paru-paru. Hal ini berbeda dengan nasal decongestant yang fungsinya mengatasi sumbatan di bagian hidung.
Jika mengalami batuk berdahak yang juga disertai hidung tersumbat, kamu mungkin perlu mengonsumsi kedua jenis obat tersebut.
Bahan aktif dalam ekspektoran adalah guaifenesin. Kamu dapat menemukannya pada beberapa merek obat di bawah ini:
- Allerin Expectorant
- Actifed Plus Expectorant
- Bisolvon Extra
- Hufagripp Forte
- Itrabat
- Komix
- Woods Peppermint Expectorant
5. Obat pereda batuk
Obat masuk angin yang satu ini cocok bagi kamu yang mengalami batuk cukup parah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi batuk yang semakin parah terkadang membuat kita sulit mengontrolnya. Tak jarang juga hal ini mengganggu jam tidur karena batuk yang tidak bisa ditahan.
Inilah sebabnya mengapa beberapa dokter menyarankanmu untuk meminum obat batuk terutama saat mendekati waktu tidur.
Obat ini bekerja dengan cara menghalangi impuls saraf yang menyebabkan refleks batuk. Kamu dapat menemukan bahan aktif dextromethorphan pada beberapa obat berikut:
- Vicks 44 Batuk & Pilek
- Actifed Plus Cough Suppressant
- Bodrex Batuk
- Lacoldin
- Konidin
6. Obat pereda mual
Kembung dan mual juga bisa menjadi gejala masuk angin. Oleh karenanya, obat masuk angin selanjutnya yang mungkin sesuai dengan kebutuhanmu adalah pereda mual.
Jika lebih menyukai bahan-bahan alami, kamu bisa konsumsi obat herbal seperti Tolak Angin dan Antangin.
Selain itu, minyak aromaterapi juga dinilai efektif untuk mengurangi rasa mual, sakit kepala, dan pegal-pegal ketika masuk angin.
Kamu dapat mengoleskannya pada pelipis, bagian tubuh yang pegal, atau menghirup aromanya.
Obat-obatan di apotek yang dapat meredakan mual di antaranya adalah Promag Double Action dan Enzyplex.
Itulah beberapa jenis obat yang dapat meredakan berbagai gejala masuk angin. Ingat, perhatikan aturan pakai dan konsultasi terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi beberapa obat yang berbeda secara bersamaan.
Selain masuk angin, ada berbagai gangguan kesehatan lain yang rentan dialami oleh pekerja.
Nah, Glints Blog punya bahan bacaan lain yang bermanfaat untuk membantumu mengatasi dan mencegah risiko tersebut.
Yuk, baca artikel-artikel berikut yang mungkin sesuai dengan keluhan kesehatanmu di tempat kerja selama ini:
- Penyebab Sakit Punggung saat Kerja dan Cara Mengatasinya
- 7 Cara Menghilangkan Pegal di Leher dan Pundak/Bahu Saat Lelah Bekerja
- 7 Cara Mengatasi Tangan Kram saat Bekerja
Semoga keluhan-keluhan di atas tidak lagi kamu alami, sehingga bisa terus bekerja dengan nyaman!
