7 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Ikut Campur Urusanmu
Ditulis oleh : Trias Ismi
Menghadapi seseorang yang suka ikut campur memang tidak mudah. Apalagi jika ia adalah rekan kerja di kantor.
Tidak ada orang yang suka urusan pekerjaan atau bahkan masalah pribadinya dicampuri oleh orang lain.
Awalnya mungkin kamu bisa menoleransi sifatnya. Namun, jika perilakunya tak berubah, wajar jika kamu jadi jengkel.
Jika hal itu terus terjadi, apa yang harus kamu lakukan? Bagaimana cara profesional menghadapi rekan kerja yang suka ikut campur tersebut?
Jangan bingung, Glints sudah menyiapkan tips-tipsnya untukmu di bawah ini!
1. Pahami niatnya
Hal pertama yang harus kamu lakukan saat menghadapi rekan kerja yang suka ikut campur adalah memahami niatnya.
Coba cari tahu apakah perbuatannya yang suka ikut campur masalah pekerjaanmu karena sengaja ingin menggangu saja atau ada maksud lain.
Jika rekan kerjamu memang orang yang perfeksionis biasanya ia ingin segala pekerjaan hasilnya sempurna.
Orang dengan sifat seperti itu tak akan segan untuk mengontrol orang lain.
Apabila niatnya seperti itu, bisa dikatakan tujuan ia selalu mencampuri urusanmu di kantor karena ingin pekerjaanmu bisa sesuai dengan standarnya.
2. Kendalikan emosimu
Saat di kantor, profesionalitas harus dijunjung tinggi. Urusan pribadi dan pekerjaan harus dipisahkan agar kamu bisa fokus bekerja tanpa distraksi.
Namun, saat rekan kerja mencampuri urusan pekerjaan atau pribadi, tentu hal tersebut menunjukkan kurangnya profesionalitasnya dalam bekerja.
Meski terganggu, tapi menurut Welcome to the Jungle jangan sampai kamu tak bisa mengendalikan emosi.
Ingatlah bahwa kamu berada di kantor. Jangan sampai kamu emosi berlebihan karena bisa menimbulkan konflik dengan rekan kerja.
3. Berani bersikap tegas
Mampu bersikap tegas berbeda, lho, ya dengan tidak bisa mengontrol emosi atau amarah.
Misalnya, saat jam kerja ia terus meminta perhatianmu untuk melakukan hal lain. Pastinya, fokusmu bisa hilang dan pekerjaanmu akan terlantar.
Saat sudah seperti itu, jangan segan untuk tegas dan memintanya untuk berhenti mengajakmu mengerjakan hal lain.
Beritahu rekan kerjamu dengan sopan bahwa pekerjaanmu harus segera diselesaikan karena deadline yang sudah dekat.
Jadi, tidak ada waktu untuk melakukan hal seperti yang diinginkannya.
4. Tetapkan batasan yang jelas
Menyadur Chron, jika rekan kerja memang berniat mencampuri urusanmu dengan tujuan mengganggu kinerja, sebaiknya segera ambil tindakan.
Tindakan seperti membuat batasan yang jelas dapat kamu coba terapkan kepada tipe rekan kerja tersebut.
Beranikan diri untuk menegurnya secara langsung saat ia mencoba mengontrol pekerjaanmu.
Jelaskan bahwa kamu tidak suka dengan perilakunya dan katakan bahwa ia telah menjadi rekan kerja yang suka mengatur.
Setelah itu buat batasan, misalnya kamu hanya berinteraksi dengannya soal pekerjaan atau saat dalam meeting.
5. Hindari debat dengannya
Hal yang perlu kamu lakukan selanjutnya saat menghadapi rekan kerja yang suka ikut campur ialah dengan menghindari debat yang tak perlu dengannya.
Mencoba tegas dan menetapkan batasan adalah pilihanmu agar bisa tetap produktif bekerja dan menghindarinya. Namun, sikap tersebut mungkin tidak akan diterima olehnya.
Rekan kerjamu mungkin akan kesal dan memulai pertengkaran. Sebaiknya kamu tidak terpancing apalagi sampai berdebat dengannya di kantor.
Untuk menghindari drama kantor yang tidak perlu, sebaiknya kamu segera menjauh darinya.
6. Bicarakan dengan atasan
Sudah mengambil tindakan tegas, tapi rekan kerjamu tak kunjung berubah? Berarti sudah waktunya untuk mencoba bicara dengan atasan.
Mungkin kamu berpikir dengan berbicara kepada atasan, berarti kamu menjadi seorang pengadu. Sebenarnya, tidak seperti itu tujuannya.
Saat rekan kerja sudah terlalu ikut campur masalah pekerjaan hingga merugikanmu, tak ada salahnya untuk melaporkannya ke atasan.
Jelaskan dengan tenang kepada atasan dan mulai percakapan dengan bercerita seperti apa contoh tindakan rekan kerja yang merugikanmu.
7. Minta mediasi
Setelah memberitahu atasan, jangan lupa untuk meminta solusi dengan melakukan mediasi bersama rekan kerja yang bersangkutan.
Minta atasan atau HR di perusahaan untuk menjadi penengah. Dalam mediasi tersebut, baik kamu dan rekan kerja yang suka ikut campur akan memberikan pembelaan masing-masing.
Lalu, atasan akan memutuskan seperti apa tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalahmu dan rekan kerja.
The Muse menyebutkan, apa pun hasil dari mediasi tersebut kamu harus tetap menerima keputusan yang sudah diambil oleh atasan dengan lapang dada.
Semoga cara-cara di atas bisa membantumu yang kini tengah bingung menghadapi perilaku rekan kerja yang suka ikut campur.
Dalam dunia kerja kamu pasti akan bertemu dengan bermacam-macam rekan kerja dengan sifat yang berbeda.
Jika tak bisa beradaptasi, tentu kamu akan kesulitan untuk lebih produktif.
Namun jangan khawatir, Glints sudah menyiapkan artikel-artikel yang membahas bagaimana cara menghadapi beragam tipe rekan kerja di kantor berikut ini:
- 10 Tips Menghadapi Rekan Kerja Pemarah di Kantor
- 8 Cara Efektif Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Meremehkan
- 10 Tips Efektif Menghadapi Rekan Kerja yang Kasar
- Tak Perlu Emosi, Ini 5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Sok Tahu
- 7 Cara Bijak Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Mengeluh
Selain itu, masih ada banyak artikel lainnya seputar dunia kerja yang ada di Glints Blog.
Yuk, klik link ini dan temukan ragam artikel dan tips tempat kerja lainnya!
