8 Manfaat Overthinking, Ternyata Tak Melulu Negatif, lho!
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Manfaat overthinking sering tidak disadari banyak orang, karena kebiasaan ini selalu dianggap sebagai sesuatu yang negatif.
Padahal, orang yang biasa overthinking memiliki banyak kelebihan.
Yuk, ketahui apa saja efek positif dari overthinking yang sudah Glints siapkan di bawah ini!
Pahami Dulu Overthinking
Dilansir dari Forbes, overthinking, problem solving, dan refleksi diri merupakan tiga hal yang berbeda.
Dibanding problem solving dan refleksi diri, overthinking bersifat lebih umum, yaitu memikirkan tentang segalanya.
Hal ini bisa membuatmu sulit tidur, meningkatkan kecemasan, dan efek lainnya yang negatif.
Akan tetapi, jika sering overthinking, itu berarti kamu memiliki modal yang baik yaitu kemampuan berpikir kritis terhadap dirimu sendiri dan lingkungan.
Nah, kebiasaan ini bisa dan justru harus diarahkan menjadi problem solving dan refleksi diri sehingga overthinking yang kamu lakukan sebelum tidur bisa membawa manfaat.
Manfaat Overthinking
1. Meningkatkan kreativitas
Dilansir dari Today, menurut Adam Perkins, seorang dosen neurobiologi di King’s College London, orang-orang yang sering berpikir berlebihan atau overthinking biasanya lebih kreatif.
Overthinking meningkatkan kemampuan seseorang dalam menemukan makna dari segala kejadian dalam hidup dan berimajinasi lebih baik.
Salah satu manfaat overthinking ini membuat seseorang mampu menghubungkan banyak peristiwa dalam hidup dan menciptakan sesuatu yang orisinil dalam berbagai bentuk karya.
2. Perfeksionis
Orang yang overthinking sering memikirkan tentang harinya.
Meskipun waktu kerja telah selesai, seorang overthinker biasanya menghabiskan waktu untuk mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Ia juga memikirkan apa yang kira-kira dapat diperbaiki untuk hari esok.
Orang yang sering overthinking cenderung perfeksionis. Dengan begitu, mereka ingin semuanya dilakukan dengan baik sehingga tidak ada penyesalan pada penghujung hari.
Oleh karena itu, manfaat dari overthinking lainnya adalah sifat perfeksionis. Pasalnya, seseorang yang sering overthinking ingin memastikan pekerjaannya dilakukan dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada kesalahan.
Bisa jadi, seorang overthinker lebih disukai atasan dibanding karyawan lainnya.
3. Membuat rencana dengan bijak
Sebelum menghadapi sesuatu, seorang overthinker selalu berusaha membuat rencana yang baik agar bisa siap menyambut kegiatan tersebut.
Manfaat overthinking ini berarti orang-orang yang sering demikian selalu siap untuk menghadapi situasi apapun berkat kebiasaannya memikirkan begitu banyak hal.
Bahkan, tidak jarang seorang overthinker menyelesaikan sesuatu lebih cepat dibanding orang lain karena telah memiliki rencana yang tepat untuk menghadapi sebuah tugas atau kegiatan.
4. Membuat keputusan tepat
Overthinking membuat seseorang takut melakukan suatu kesalahan. Kebiasaan ini membuat overthinker selalu mengulang-ulang pertimbangan yang ia pikirkan dalam kepalanya.
Memang hal ini terkesan seperti plin-plan. Akan tetapi, kondisi itu justru dapat menghindari kesalahan dalam membuat sebuah keputusan.
Seorang overthinker yang telah berpikir berulang kali mengenai suatu hal akan mampu menemukan pertimbangan negatif dan positif yang tepat sebelum benar-benar yakin dan membuat suatu pilihan.
Orang-orang yang terlalu cepat memutuskan sesuatu justru lebih sering menyesal dibanding seorang overthinker.
Nah, kalau kamu ingin tahu lebih dalam tentang pentingnya skill ini, kamu bisa cek artikel ini.
5. Mengasah kemampuan observasi
Manfaat lainnya dari overthinking adalah tanpa sadar membuat seseorang jadi lebih jeli dalam memerhatikan sesuatu.
Karena sering overthinking, mereka akan terbiasa memperhatikan detail-detail kecil dari hal-hal sekitarnya maupun orang lain.
Overthinker lebih peka dan cepat untuk membaca situasi dibanding orang yang cenderung santai dan tidak terlalu banyak berpikir.
Nah, dengan manfaat ini seorang overthinker cocok untuk pekerjaan seperti peneliti, desainer, guru, terapis, dan masih banyak lagi.
6. Menjaga relasi lebih baik
Karena kemampuan observasi tersebut, seorang overthinker bisa menjadi teman atau mitra yang sangat bisa diandalkan.
Overthinker lebih sensitif terhadap perasaan teman maupun pasangannya karena tidak ingin mengecewakan mereka.
Seseorang yang biasa overthinking akan menghabiskan waktu memikirkan jalan keluar tepat dan berusaha untuk tenang dalam menghadapi masalah.
Mereka akan berusaha kerja untuk menghindari argumen-argumen yang tidak perlu.
7. Introspeksi
Melansir dari Speaking Tree, mereka yang overthinking bisa menggunakan introspeksi sebagai salah satu cara untuk berubah atau melakukan perubahan yang positif terhadap diri.
Maksudnya, overthinker bisa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki dan mengubah kelemahan dalam dirinya.
8. Perasaan ingin terus belajar
Mungkin terkadang overthinking memberikan pikiran ‘tidak cukup’ kepada pelakunya. Namun, ada sisi positif overthinking yang juga bisa dirasakan.
Odyssey menjelaskan bahwa, mereka yang overthinking seringkali lebih termotivasi untuk belajar lebih.
Misalnya dengan mengikuti kegiatan maupun kelas tertentu, ataupun melakukan riset.
Bagi overthinker, mengetahui lebih banyak informasi berarti punya persiapan untuk hadapi beragam kemungkinan skenario yang bisa terjadi.
Nah, itu dia manfaat dari overthinking juga sisi positif dari overthinking yang bisa kamu dapatkan.
Agar overthinking tidak mengganggu produktivitas kamu, cobalah berlatih untuk memikirkan hal-hal yang bermanfaat bagi dirimu dan orang-orang sekitar.
Selain overthinking, kamu juga bisa baca tips-tips produktivitas lainnya, lho! Mulai dengan klik di sini dan baca artikel menarik seputar produktivitas di Glints blog.
