Loyalty Loop: Apa itu, Tahap-Tahap, dan Manfaatnya

Tayang 24 Jul 2022 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    Loyalty loop merupakan salah satu skema marketing yang cukup umum dikenal selain marketing funnel.

    Melalui pengaplikasian skema ini, bisnis bisa mendorong customer loyal mereka untuk melakukan repeat purchase sehingga angka revenue dapat meningkat.

    Bukan itu saja, pengaplikasian skema marketing itu juga dapat menarik customer baru untuk melakukan pembelian karena adanya testimoni dari customer loyal.

    Nah, pada artikel ini Glints akan mengajak kamu untuk berdiskusi mengenai apa itu loyalty loop, apa saja tahap-tahap dalam skemanya, serta manfaat pengaplikasiannya.

    Jadi, langsung saja yuk masuk ke pembahasan utamanya.

    Baca Juga: 5 Kiat Meningkatkan Customer Loyalty untuk Raup Penghasilan Tinggi

    Apa Itu Loyalty Loop?

    Melansir sumber Rockcontent, loyalty loop merupakan sebuah skema marketing yang diadaptasi dari skema marketing funnel.

    Skema loyalty loop terbagi atas beberapa tahap yang didesain untuk mendatangkan leads dan meningkatkan angka konversi.

    Dengan mengaplikasikan skema ini, sebuah bisnis bisa melakukan akuisisi customer baru. Di saat yang bersamaan, kita juga bisa menjaga customer yang pernah melakukan pembelian untuk loyal terhadap brand kita.

    Loyalty loop sebenarnya tergolong skema customer journey, sama halnya seperti marketing funnel

    Menurut Business 2 Community, bisnis yang menerapkan skema loyalty loop akan lebih mudah melakukan tracking untuk menggiring customer mereka ke fase retensi (pengulangan pembelian).

    Sebagai tambahan, Business 2 Community juga berargumen jika skema marketing funnel sudah kurang sesuai untuk diterapkan di masa sekarang.

    Masa di mana bisnis dan customer dapat dengan mudahnya berinteraksi secara langsung, setiap saat melalui sambungan teknologi.

    Perbedaan Skema Loyalty Loop dan Marketing Funnel

    Untuk memahami tahap-tahap skema loyalty loop, ada baiknya kita membandingkannya dengan tahap-tahap yang ada dalam skema marketing funnel.

    Skema marketing funnel terbagi atas enam tahap, yakni: awareness, interest, consideration, intent, evaluation, dan purchase.

    Selama menjalani tahap-tahap pra pembelian (pre-purchasing), customer potensial masih akan membandingkan produk bisnismu dengan produk milik kompetitor.

    Setelah menemukan produk terbaik versi mereka, barulah mereka melakukan pembelian.

    Berbeda dengan loyalty loop, dalam skema ini customer hanya akan sekali saja melakukan pembandingan produk.

    Aksi membandingkan produk hanya akan terjadi ketika seorang customer potensial belum pernah sama sekali melakukan pembelian produk.

    Di fase awal, customer potensial akan melalui tahap consideration dan evaluation.

    Dua tahap tersebut akan berulang-ulang dilalui customer potensial sampai mereka masuk ke tahap buy atau pembelian.

    Ketika sudah pernah melakukan pembelian, mereka tidak akan melakukan pembandingan produk lagi.

    Di sini, bisnis akan mulai berupaya membawa customer untuk melakukan retensi serta berusaha menjaga mereka agar bisa menjadi pelanggan yang loyal.

    Pada fase tersebut, bisnis akan berusaha mengajak customer masuk ke tahap enjoyment, advocacy, dan bond.

    Baca Juga: Mengenal Customer Retention Specialist, Profesi yang Memastikan Loyalitas Konsumen

    Detail Tahap dalam Skema Loyalty Loop

    loyalty loop

    © Fifteendesign.co.uk

    Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, kita sudah mengetahui kalau skema loyalty loop terdiri atas enam tahap, yakni: consideration, evaluation, buy, enjoyment, advocacy, dan bond

    Dirangkum dari Smartkarrot, berikut ini penjelasan lebih detail dari masing-masing tahap yang dimaksud.

    1. Consideration

    Consideration merupakan tahap awal dari skema loyalty loop.

    Sesuai dengan namanya, di sini customer akan mulai mempertimbangkan produk atau jasa yang ditawarkan oleh bisnismu.

    Biasanya, customer akan membandingkan produkmu dengan sejumlah produk lain milik para kompetitor.

    Umumnya, customer akan lebih cenderung untuk mempertimbangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

    2. Evaluation

    Tahap kedua adalah evaluasi. 

    Di fase ini, customer akan mengevaluasi beberapa produk yang sudah mereka saring di tahap consideration.

    Customer biasanya akan melakukan evaluasi berdasarkan testimoni dari orang terdekat.

    Beberapa customer lain mungkin akan mencari review produk yang hendak dibeli di internet sebagai dasar penilaian dalam evaluasi.

    3. Buy

    Tahap ketiga dari loyalty loop adalah buy atau pembelian. Setelah melakukan evaluasi, customer akan membeli produk yang paling menarik penawarannya menurut mereka.

    4. Enjoyment

    Enjoyment merupakan tahap keempat dari loyalty loop.

    Di fase ini, customer yang telah melakukan pembelian akan mulai merasakan pengalaman positif atas brand yang mereka beli.

    Pengalaman positif bisa didapatkan dari proses pembelian produk dan momen penggunaan produk.

    Selain itu, pada tahap ini customer juga sudah mempunyai ketertarikan untuk melakukan pembelian ulang.

    5. Advocacy

    Tahap kelima, customer akan mulai merekomendasikan produk dari bisnismu ke orang-orang terdekatnya, bahkan kepada publik.

    Testimoni manis semacam ini akan mendatangkan customer potensial baru. 

    Di sisi lain, customer yang merekomendasikan produkmu punya potensi untuk menjadi customer loyal.

    6. Bond

    Bond menjadi tahap keenam sekaligus tahap akhir dari loyalty loop.

    Sesuai dengan namanya, customer yang mencapai tahap ini bisa dikategorikan sebagai customer yang loyal pada produkmu.

    Mereka sudah percaya dan memiliki ikatan dengan produkmu. Di sini, produkmu akan menjadi top of mind dari produk sejenis untuk customer tersebut. 

    Angka pengulangan pembelian dari customer bisa naik apabila bisnis memiliki banyak customer yang masuk ke dalam fase ini.

    Manfaat Loyalty Loop

    Menurut Smartkarrot, ada tiga hal yang menjadi manfaat dari pengaplikasian loyalty loop, yakni:

    • Membantu kita memperoleh data dan gambaran akurat tentang posisi customer.
    • Mendorong aksi repeat purchasing, terlebih jika para customer loyal dikelola dengan baik.
    • Membantu bisnis untuk dikenal lebih luas, mengingat para customer loyal akan merekomendasikan bisnismu ke lingkup pengaruh mereka.
    Baca Juga: Agar Pelanggan Loyal, Ketahui 5 Cara Tingkatkan Customer Experience

    Kesimpulannya, pengaplikasian loyalty loop dapat mendorong aksi repeat purchasing, membantu bisnis dikenal lebih luas, dan dapat meningkatkan jumlah customer baru.

    Jadi bagaimana? Masih tertarik untuk membaca artikel semacam ini?

    Jika iya, kamu bisa mencarinya bacaan-bacaan sejenis yang telah dipublikasi di kolom kategori Marketing milik Glints Blog.

    Ada banyak tips, insight, serta isu-isu terkini dari dunia pemasaran yang tentunya bisa menunjang progres kariermu sebagai seorang marketer.

    Nah, tunggu apa lagi? Langsung klik di sini untuk mencari bacaan sesuai minatmu!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait