Kutipan: Definisi, Jenis, Ciri, Teknik Dasar, dan Contohnya
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Dalam menyusun sebuah karya ilmiah, kesalahan menulis kutipan adalah salah satu hal yang masih sering terulang.
Dalam konteks penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), misalnya skripsi, ada ketentuan dalam sumber hingga cara penulisannya.
Lalu, apa itu kutipan? bagaimana cara menulisnya dengan benar?
Untuk memahaminya, Glints telah menyiapkan panduan lengkap penulisan kutipan yang perlu kamu ketahui di bawah ini.
Isi Artikel
Definisi Kutipan
Kutipan adalah pada kalimat atau paragraf yang bukan berasal dari ide atau tulisan pribadi penulis.
Dalam menyusun KTI, untuk bagian tertentu, penulis perlu mengambil teori atau pandangan dari peneliti lain, sehingga mencantumkan sumber dengan relevan terhadap topik menjadi krusial.
Tindakan ini tidak hanya memperkuat dasar teori yang menjadi landasan penelitian, namun juga merupakan bentuk penghargaan terhadap karya orang lain yang dikutip.
Fungsi Kutipan
Fungsi kutipan sangat beragam dan memiliki tujuan khusus, dengan inti penggunaannya adalah untuk mendukung argumentasi dalam suatu tulisan.
Tujuan dari pengutipan dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Sebagai penunjang fakta dan argumentasi
Kutipan digunakan untuk memberikan dukungan pada fakta dan argumentasi yang disajikan dalam tulisan.
2. Sebagai tambahan penjelasan/informasi
Kutipan juga berperan dalam memberikan penjelasan tambahan, memungkinkan untuk menjelaskan definisi suatu istilah atau konsep yang mungkin memerlukan klarifikasi.
Lebih dari itu, mencantumkan sumber secara transparan juga berperan dalam mencegah plagiarisme.
Jenis-Jenis Kutipan
Dalam proses penulisan kutipan, terdapat dua jenis yang umum digunakan dalam menyusun KTI:
1. Kutipan langsung
Kutipan langsung merupakan metode pengutipan yang menyalin teks asli tanpa melakukan perubahan.
Dalam penulisan kutipan langsung, penekanan diberikan pada keteraturan dalam mencantumkan sumber, yang umumnya terletak di akhir atau awal kalimat yang dikutip setelah tanda kutip.
Kutipan langsung dibagi menjadi dua kategori, yakni panjang dengan minimal 40 kata, dan pendek yang memiliki jumlah kata di bawah 40.
Memahami perbedaan ini menjadi penting dalam menciptakan kejelasan dalam penyampaian informasi.
2. Kutipan tidak langsung
Kutipan tidak langsung merupakan teknik pengutipan yang melibatkan perubahan isi tanpa mengurangi esensi pernyataan aslinya.
Ada dua teknik utama dalam kutipan tidak langsung, yakni parafrase dan rangkuman.
Parafrase dilakukan dengan mengganti kata tanpa mengubah makna kalimat, sementara rangkuman mengambil inti pokok dari suatu pernyataan dan menyampaikannya secara ringkas.
Menggunakan teknik ini memungkinkan penyampaian informasi yang sesuai dengan konteks tanpa menghilangkan substansi dari sumber kutipan.
Ciri-Ciri Kutipan
Terdapat ciri-ciri khusus yang harus dipenuhi saat menuliskan kutipan, baik itu kutipan langsung maupun tidak langsung, antara lain:
Kutipan langsung
- Teks kutipan tidak mengalami perubahan, hanya disalin secara langsung.
- Apabila ada bagian yang dihilangkan dari kutipan, akan ditandai dengan 3 titik berspasi.
- Sumber asli kutipan langsung wajib dicantumkan.
Kutipan tidak langsung
- Teks mengalami perubahan, namun makna dari kalimat tetap terjaga.
- Gaya bahasa dapat disesuaikan dengan pemahaman penulis, memberikan fleksibilitas dalam penulisan.
- Dalam penelitian, nomor kutipan dapat dimasukkan di akhir kalimat, dengan sumber rinciannya diletakkan di catatan kaki.
Teknik Dasar Penulisan Kutipan
Dalam penulisan kutipan, terdapat beberapa ketentuan dasar yang memiliki kesamaan dan perbedaan antara kutipan langsung dan tidak langsung.
Mengutip dari Sampoerna University, berikut adalah cara-cara menulis kutipan langsung yang perlu diperhatikan:
1. Penulisan sumber
Kutipan dapat berasal dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, tulisan, atau pernyataan para ahli. Penting bahwa sumber yang digunakan mampu menyajikan fakta yang valid.
Setelah mengutip, sumber harus dicantumkan dalam tulisan dengan ketentuan tertentu.
2. Penulisan nama sumber
Penulisan nama sumber kutipan menggunakan nama terakhir penulis, dengan empat cara penulisan yang berbeda.
Contoh sumber dari buku yang ditulis oleh Lukianto pada tahun 2004, dengan kutipan terletak di halaman 19:
- Lukianto (2004)
- Lukianto (2004:19)
- (Lukianto, 2004)
- (Lukianto, 2004:19)
3. Peletakkan nama sumber
Nama sumber dapat diletakkan di depan atau akhir kalimat. Contoh:
- Arikunto (2006) menjelaskan bahwa “responden adalah subjek penelitian atau orang yang diminta untuk memberikan jawaban mengenai persepsi dan fakta terhadap topik tertentu.”
- “Responden adalah subjek penelitian atau orang yang diminta untuk memberikan jawaban mengenai persepsi dan fakta terhadap topik tertentu,” Arikunto (2006)
4. Penulisan lebih dari satu sumber
Jika terdapat dua sumber penulis, penulisan dilakukan dengan menggunakan tanda penghubung dan (&).
Contoh: (Lukianto & Arikunto, 2004) atau Lukianto & Arikunto (2004).
Jika lebih dari dua sumber, nama sumber pertama dituliskan diikuti dengan kata “et al.”.
Contoh: Lukianto et al.
5. Penulisan sumber dengan berbeda tanggal dan penulis
Saat menuliskan sumber dari buku dengan tanggal dan penulis yang berbeda, gunakan tanda titik koma dan urutkan sesuai abjad.
Contoh: (Lukianto, 2004; Arikunto, 2007)
6. Mengutip kutipan
Mengutip kutipan adalah ketika penulis ingin mengutip kutipan yang telah dicantumkan dalam sebuah buku yang bukan sumber aslinya.
Penulisan bisa dilakukan dengan cara seperti di bawah ini:
“Responden adalah subjek penelitian atau orang yang diminta untuk memberikan jawaban mengenai persepsi dan fakta terhadap topik tertentu.” (Arikunto, dikutip dalam Lukianto, 2006).
Cara Menulis Kutipan Langsung
Ada dua jenis kutipan langsung, yakni kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek.
Keduanya memiliki format penulisan yang berbeda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai keduanya.
1. Penulisan kutipan langsung panjang
Dalam menulis kutipan langsung panjang, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Penggunaan spasi tunggal.
- Kutipan dari teks utama dan tulis secara terpisah.
- Tidak perlu menggunakan tanda petik.
- Cantumkan nama pengarang, tahun terbit, dan halaman jika diperlukan.
- Tekstur teks menjorok ke dalam.
Contoh format penulisan:
Pada era digital ini, pengetahuan mengenai teknologi semakin meluas di kalangan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pandangan beberapa ahli (Smith, 2010; Johnson dan Brown, 2015). Mereka mengatakan:
Penggunaan teknologi informasi telah merubah cara kita berinteraksi dan memperoleh informasi. Internet, sebagai salah satu produk teknologi modern, telah menciptakan jaringan global yang memudahkan akses terhadap berbagai sumber daya pengetahuan. Fenomena ini mencerminkan transformasi mendalam dalam struktur sosial dan cara kita memahami dunia di sekitar kita. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak hanya menjadi aspek praktis dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membentuk landasan masyarakat yang semakin terkoneksi.
2. Penulisan kutipan langsung pendek
Kutipan langsung pendek memiliki format penulisan yang berbeda. Berikut adalah tata cara penulisan untuk jenis kutipan ini:
- Sumber kutipan disatukan atau berada sejajar dengan teks.
- Gunakan tanda petik untuk kutipan.
- Tempatkan sumber kutipan di awal atau akhir kalimat, dengan penulisan nama penulis di luar atau di dalam tanda kurung beserta tahun dan nomor halaman.
Contoh penulisan yang dikutip dari University of Portsmouth:
Lebih jauh lagi, sebagaimana penjelasan dari Gross (1996), “tidak hanya kosakata suatu bahasa yang menentukan bagaimana dan apa yang kita pikirkan dan rasakan, namun juga tata bahasanya.”
Cara Menulis Kutipan Tidak Langsung
Menulis kutipan tidak langsung juga memerlukan pemahaman terhadap kaidah-kaidah tertentu agar tidak terjadi kesalahan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada dua opsi yang bisa dipilih saat menulis kutipan tidak langsung, yaitu melakukan parafrase atau merangkum isi dari sumber kutipan.
1. Parafrase kutipan tidak langsung
Parafrase merupakan metode untuk mengubah suatu kalimat atau paragraf tanpa kehilangan substansi atau makna dari teks asli.
Dikutip dari American University of Iraq Sulaimani, dalam penggunaannya, kamu perlu mengganti struktur kata dan diksi tanpa mengubah esensi yang ingin disampaikan oleh penulis.
Contohnya sebagai berikut:
Teks asli:
“Mindfulness adalah memperhatikan hidup Anda, di sini dan saat ini, dengan kebaikan dan keingintahuan” (Saltzman, 2014).
Teks setelah parafrase:
Menurut pemikiran Saltzman (2014), dapat disimpulkan bahwa mindfulness adalah ketika seorang individu mengamati kehidupan dengan penuh kebaikan dan rasa ingin tahu, pada saat ini dan di tempat ini.
2. Merangkum isi kutipan tidak langsung
Proses merangkum melibatkan pengambilan inti dari suatu teks atau pembicaraan, dengan menghilangkan detail yang dianggap tidak signifikan atau tidak berdampak pada inti informasi yang diinginkan.
Contoh format penulisannya:
Teks asli:
“Terdapat konsensus yang luas di antara para pendidik bahwa model perilaku kelas yang tepat dapat menjadi contoh bagi anak-anak.” (Rabadi & Ray, 2017).
Teks setelah dirangkum:
Menurut pandangan (Rabadi & Ray, 2017), ada konsensus di kalangan pendidik tentang pentingnya model perilaku kelas yang tepat sebagai contoh bagi anak-anak.
Demikian rangkuman Glints mengenai apa itu kutipan dalam karya ilmiah, mulai dari definisi hingga teknik penulisannya.
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.
Kalau kamu masih butuh lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, yuk, baca artikel lain di Glints Blog!
Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, seperti prospek karier beberapa jurusan dan tips menyelesaikan skrpsi.
Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!
