Apa Itu Account Executive dan Apa Saja Tanggung Jawabnya?

Diperbarui 02 2020 - dibaca 7 mnt
Chrissila Jessica author

Isi Artikel

    Kamu suka bertemu dengan orang lain? Atau menjalin dan menjaga relasi dengan klien? Mungkin account executive adalah pilihan karier yang tepat untukmu.

    Sebelum memutuskan untuk terjun langsung ke dunia account executive alias AE, pelajari dulu seluk-beluk karier ini, yuk.

    Apa Itu Account Executive?

    public relation

    © Unsplash.com

    Menurut Hubspot, account executive adalah orang yang bertanggung jawab untuk menangani klien yang telah didapatkan perusahaan. Seorang sales representative akan menjual produk atau jasanya ke klien.

    Lalu ia akan mengoper akun klien tersebut ke tim AE. Nah, tugas AE adalah mengelola, menumbuhkan, serta memperbarui akun-akun klien tersebut.

    Maka, dapat disimpulkan bahwa AE memegang peranan penting dalam dunia marketing. Bayangkan saja jika tidak ada tim account executive.

    Klien jadi tidak punya “jembatan” yang menghubungkan mereka dengan perusahaanmu. Akibatnya, keinginan dan kebutuhan mereka mungkin tak tersampaikan dengan baik. Perusahaanmu pun akan kesulitan mewujudkan apa yang diharapkan oleh klien.

    Tentunya hal ini bisa membuat klien kecewa dan beralih ke perusahaan lain.

    Baca Juga: Siap Menapaki Karier Business Development Executive? Kenali Dulu Serba-serbinya

    Apa Saja yang Dilakukan Seorang Account Executive?

    Account Executive

    © Launch Digital Marketing

    Dari penjelasan di atas, seorang account executive dapat dimaknai sebagai sebuah titik temu bagi perusahaan dan juga klien. Nah, sebenarnya apa saja yang perlu mereka lakukan?

    1. Menjaga Relasi dengan Klien

    Seorang AE secara tak langsung menjadi “wajah” dari sebuah perusahaan. Maka itu, tugas utama seorang AE adalah menjaga relasi klien dengan perusahaan agar tetap berjalan lancar.

    Seorang AE harus memiliki banyak ide atau solusi yang baik agar klien tetap betah bekerja sama dengan perusahaan. Salah satu cara agar klien mau mempertahankan kerja samanya adalah dengan rajin menanyakan feedback pada agar tim AE.

    Dengan begitu, AE dapat belajar dan memberikan win-win solution kepada klien.

    2. Mencari Klien Baru

    Selain menjaga klien yang sudah ada, seorang AE juga harus berusaha untuk mencari klien baru. Di sinilah skill marketing dan berjualan harus kamu kombinasikan.

    Menjadi AE tidak hanya diam di kantor. Kamu akan sering ditugaskan keluar atau mengunjungi perusahaan lain untuk mengajukan penawaran dan proposal.

    Jika kamu senang berkelana keluar kantor dan bertemu orang baru, mungkin pekerjaan account executive sangat cocok untukmu.

    3. Memetakan dan Menyingkirkan Ancaman 

    Menjadi seorang AE tandanya kamu siap untuk menjadi orang di garis depan dalam tim. Kamu harus melindungi tim dari serangan kompetitor dan juga berpikir kritis agar bisa mengeliminasi ancaman-ancaman yang kompetitif.

    Apa, sih, maksudnya ancaman kompetitif? Tim AE banyak sekali tersebar di perusahaan lain dan banyak juga perusahaan yang mengincar klien yang sudah kamu handle untuk pindah ke perusahaan mereka.

    Ini yang bisa dikatakan sebagai ancaman. Karenanya, kamu harus rajin menganalisis kompetitor. Salah satunya dengan menganalisis service dan tawaran apa yang diberikan perusahaan lain.

    Kamu juga bisa mengusulkan inovasi-inovasi atau masukkan kepada tim internal agar perusahaanmu bisa memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki oleh tim AE perusahaan lain.

    Baca Juga: Apa Itu Marketing Executive dan Bagaimana Prospek Kariernya?

    Skill yang Dibutuhkan Seorang Account Executive

     Account Executive

    © nerdwallet.com

    Dengan tugas yang sudah dijabarkan di atas, kamu perlu mengantongi beberapa keterampilan dan kemampuan.

    Nah, sebenarnya apa saja skill yang harus dimiliki untuk menjadi seorang AE yang andal? Begini rangkumannya.

    1. Keterampilan Menulis yang Baik

    Menurut Arzu Yonak, pemilik dan Creative Director Addicted Youth Public Relations, seorang AE harus memiliki keterampilan menulis yang sangat baik dan tidak bisa ditawar lagi.

    Menurutnya, seorang AE harus bisa mengomunikasikan pesan dari klien untuk dikerjakan bersama tim. Terlebih lagi jika kamu bekerja menjadi seorang AE di bidang periklanan atau agensi yang banyak menangani campaign klien.

    AE di kantor agensi PR pun harus memiliki skill menulis yang baik untuk bekerja sama dengan tim PR dan media. Ya, biasanya kamu harus menyusun press release untuk rekan media.

    Dengan keterampilan menulis, kamu bisa memastikan bahwa maksudmu tersampaikan dengan baik. Kamu pun bisa jadi jembatan yang kokoh antara semua pihak.

    2. Customer Service

    Keahlian dalam bidang customer service sudah jelas harus dimiliki oleh para AE. Dengan tugasnya me-maintain klien dan memastikan semua kebutuhan dan keinginannya terpenuhi, seorang AE harus punya kesabaran khusus.

    Namun, tak selamanya customer service itu harus iya-iya saja, lho! Belum tentu apa yang diinginkan klien itu adalah solusi terbaik bagi klien sendiri dan perusahaanmu. Maka, kamu juga harus menjadi orang yang solutif saat klien berkeluh-kesah.

    Dengan memadukan kemampuan customer service serta berpikir kritis, kamu akan memiliki win-win solution yang menguntungkan perusahaan dan klien. Walaupun relasi dengan klien harus dijaga, kamu juga harus tetap memperhatikan keuntungan perusahaan, ya.

    3. Kemampuan Sales

    Mencari klien baru juga perlu dilakukan oleh para account executive demi keuntungan sebuah perusahaan. Nah, jiwa dan kemampuan sales kamu harus dikerahkan secara maksimal.

    Promosi dan caramu meyakinkan calon klien untuk bekerja sama akan terus diuji setiap hari. Sales tidak hanya menjual produk saja, tapi jasa juga bisa kamu tawarkan sebagai produk di perusahaanmu.

    4. Bersosialisasi

    Bertemu orang baru? Pergi ke kantor lain? Bertemu dengan atasan dari tim lain? Meeting dengan orang baru?

    Itu semua akan kamu hadapi jika kamu menjadi seorang AE. Seorang AE akan sering keluar kantor untuk meeting, mencari klien atau presentasi.

    Nah, kemampuan bersosialisasi inilah yang perlu kamu maksimalkan agar bisa berbaur dengan klien dan calon klien.

    Baca Juga: 8 Karakteristik yang Perlu Dimiliki Seorang Account Executive

    Jenjang Karier Account Executive

    © Picjumbo.com

    Jika kamu baru akan mencoba di dunia AE ini, kamu akan ditempatkan menjadi seorang junior account executive. Kamu akan belajar secara bertahap soal peran ini. Mulai dari ilmu marketing, sales, bisnis, menyusun laporan, hingga belajar bagaimana komunikasi yang baik.

    Jangan takut untuk belajar dan meminta masukkan dan kritik dari seniormu. Sesuatu yang terbiasa dilakukan lama kelamaan menjadi bisa, kok.

    Jika kamu sudah andal menjadi junior account executive, kamu bisa naik ke posisi senior account executive. Setelah menguasai segala trik di tingkat ini, karier menjadi account executive manager pun menunggumu!

    Itu dia seluk beluk mengenai account executive. Untuk terus mengembangkan skill dan memperluas peluang kariermu di bidang ini, sign up di Glints, yuk! Kamu bisa mendapatkan informasi terbaru seputar lowongan kerja dan tips-tips dari ahlinya, lho. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat akunmu, ya.


      account account executive business development sales

      Artikel Terkait

      Apa Itu Account Executive dan Apa Saja Tanggung Jawabnya?

      Diperbarui 02 2020 - dibaca 7 mnt
      Chrissila Jessica author

      Isi Artikel

        Kamu suka bertemu dengan orang lain? Atau menjalin dan menjaga relasi dengan klien? Mungkin account executive adalah pilihan karier yang tepat untukmu.

        Sebelum memutuskan untuk terjun langsung ke dunia account executive alias AE, pelajari dulu seluk-beluk karier ini, yuk.

        Apa Itu Account Executive?

        public relation

        © Unsplash.com

        Menurut Hubspot, account executive adalah orang yang bertanggung jawab untuk menangani klien yang telah didapatkan perusahaan. Seorang sales representative akan menjual produk atau jasanya ke klien.

        Lalu ia akan mengoper akun klien tersebut ke tim AE. Nah, tugas AE adalah mengelola, menumbuhkan, serta memperbarui akun-akun klien tersebut.

        Maka, dapat disimpulkan bahwa AE memegang peranan penting dalam dunia marketing. Bayangkan saja jika tidak ada tim account executive.

        Klien jadi tidak punya “jembatan” yang menghubungkan mereka dengan perusahaanmu. Akibatnya, keinginan dan kebutuhan mereka mungkin tak tersampaikan dengan baik. Perusahaanmu pun akan kesulitan mewujudkan apa yang diharapkan oleh klien.

        Tentunya hal ini bisa membuat klien kecewa dan beralih ke perusahaan lain.

        Baca Juga: Siap Menapaki Karier Business Development Executive? Kenali Dulu Serba-serbinya

        Apa Saja yang Dilakukan Seorang Account Executive?

        Account Executive

        © Launch Digital Marketing

        Dari penjelasan di atas, seorang account executive dapat dimaknai sebagai sebuah titik temu bagi perusahaan dan juga klien. Nah, sebenarnya apa saja yang perlu mereka lakukan?

        1. Menjaga Relasi dengan Klien

        Seorang AE secara tak langsung menjadi “wajah” dari sebuah perusahaan. Maka itu, tugas utama seorang AE adalah menjaga relasi klien dengan perusahaan agar tetap berjalan lancar.

        Seorang AE harus memiliki banyak ide atau solusi yang baik agar klien tetap betah bekerja sama dengan perusahaan. Salah satu cara agar klien mau mempertahankan kerja samanya adalah dengan rajin menanyakan feedback pada agar tim AE.

        Dengan begitu, AE dapat belajar dan memberikan win-win solution kepada klien.

        2. Mencari Klien Baru

        Selain menjaga klien yang sudah ada, seorang AE juga harus berusaha untuk mencari klien baru. Di sinilah skill marketing dan berjualan harus kamu kombinasikan.

        Menjadi AE tidak hanya diam di kantor. Kamu akan sering ditugaskan keluar atau mengunjungi perusahaan lain untuk mengajukan penawaran dan proposal.

        Jika kamu senang berkelana keluar kantor dan bertemu orang baru, mungkin pekerjaan account executive sangat cocok untukmu.

        3. Memetakan dan Menyingkirkan Ancaman 

        Menjadi seorang AE tandanya kamu siap untuk menjadi orang di garis depan dalam tim. Kamu harus melindungi tim dari serangan kompetitor dan juga berpikir kritis agar bisa mengeliminasi ancaman-ancaman yang kompetitif.

        Apa, sih, maksudnya ancaman kompetitif? Tim AE banyak sekali tersebar di perusahaan lain dan banyak juga perusahaan yang mengincar klien yang sudah kamu handle untuk pindah ke perusahaan mereka.

        Ini yang bisa dikatakan sebagai ancaman. Karenanya, kamu harus rajin menganalisis kompetitor. Salah satunya dengan menganalisis service dan tawaran apa yang diberikan perusahaan lain.

        Kamu juga bisa mengusulkan inovasi-inovasi atau masukkan kepada tim internal agar perusahaanmu bisa memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki oleh tim AE perusahaan lain.

        Baca Juga: Apa Itu Marketing Executive dan Bagaimana Prospek Kariernya?

        Skill yang Dibutuhkan Seorang Account Executive

         Account Executive

        © nerdwallet.com

        Dengan tugas yang sudah dijabarkan di atas, kamu perlu mengantongi beberapa keterampilan dan kemampuan.

        Nah, sebenarnya apa saja skill yang harus dimiliki untuk menjadi seorang AE yang andal? Begini rangkumannya.

        1. Keterampilan Menulis yang Baik

        Menurut Arzu Yonak, pemilik dan Creative Director Addicted Youth Public Relations, seorang AE harus memiliki keterampilan menulis yang sangat baik dan tidak bisa ditawar lagi.

        Menurutnya, seorang AE harus bisa mengomunikasikan pesan dari klien untuk dikerjakan bersama tim. Terlebih lagi jika kamu bekerja menjadi seorang AE di bidang periklanan atau agensi yang banyak menangani campaign klien.

        AE di kantor agensi PR pun harus memiliki skill menulis yang baik untuk bekerja sama dengan tim PR dan media. Ya, biasanya kamu harus menyusun press release untuk rekan media.

        Dengan keterampilan menulis, kamu bisa memastikan bahwa maksudmu tersampaikan dengan baik. Kamu pun bisa jadi jembatan yang kokoh antara semua pihak.

        2. Customer Service

        Keahlian dalam bidang customer service sudah jelas harus dimiliki oleh para AE. Dengan tugasnya me-maintain klien dan memastikan semua kebutuhan dan keinginannya terpenuhi, seorang AE harus punya kesabaran khusus.

        Namun, tak selamanya customer service itu harus iya-iya saja, lho! Belum tentu apa yang diinginkan klien itu adalah solusi terbaik bagi klien sendiri dan perusahaanmu. Maka, kamu juga harus menjadi orang yang solutif saat klien berkeluh-kesah.

        Dengan memadukan kemampuan customer service serta berpikir kritis, kamu akan memiliki win-win solution yang menguntungkan perusahaan dan klien. Walaupun relasi dengan klien harus dijaga, kamu juga harus tetap memperhatikan keuntungan perusahaan, ya.

        3. Kemampuan Sales

        Mencari klien baru juga perlu dilakukan oleh para account executive demi keuntungan sebuah perusahaan. Nah, jiwa dan kemampuan sales kamu harus dikerahkan secara maksimal.

        Promosi dan caramu meyakinkan calon klien untuk bekerja sama akan terus diuji setiap hari. Sales tidak hanya menjual produk saja, tapi jasa juga bisa kamu tawarkan sebagai produk di perusahaanmu.

        4. Bersosialisasi

        Bertemu orang baru? Pergi ke kantor lain? Bertemu dengan atasan dari tim lain? Meeting dengan orang baru?

        Itu semua akan kamu hadapi jika kamu menjadi seorang AE. Seorang AE akan sering keluar kantor untuk meeting, mencari klien atau presentasi.

        Nah, kemampuan bersosialisasi inilah yang perlu kamu maksimalkan agar bisa berbaur dengan klien dan calon klien.

        Baca Juga: 8 Karakteristik yang Perlu Dimiliki Seorang Account Executive

        Jenjang Karier Account Executive

        © Picjumbo.com

        Jika kamu baru akan mencoba di dunia AE ini, kamu akan ditempatkan menjadi seorang junior account executive. Kamu akan belajar secara bertahap soal peran ini. Mulai dari ilmu marketing, sales, bisnis, menyusun laporan, hingga belajar bagaimana komunikasi yang baik.

        Jangan takut untuk belajar dan meminta masukkan dan kritik dari seniormu. Sesuatu yang terbiasa dilakukan lama kelamaan menjadi bisa, kok.

        Jika kamu sudah andal menjadi junior account executive, kamu bisa naik ke posisi senior account executive. Setelah menguasai segala trik di tingkat ini, karier menjadi account executive manager pun menunggumu!

        Itu dia seluk beluk mengenai account executive. Untuk terus mengembangkan skill dan memperluas peluang kariermu di bidang ini, sign up di Glints, yuk! Kamu bisa mendapatkan informasi terbaru seputar lowongan kerja dan tips-tips dari ahlinya, lho. Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat akunmu, ya.


          account account executive business development sales

          Artikel Terkait

          Scroll Up