Jurusan Anestesi: Definisi, Jenjang, dan Prospek Kariernya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Jurusan di bidang anestesi membuka peluang karier yang sangat menjanjikan di dunia kesehatan.
Kamu bisa menemukan jurusan ini, baik pada jenjang diploma maupun profesi spesialis.
Untuk mendalami lebih jauh tentang jurusan bidang anestesi di Indonesia, artikel berikut akan membahas informasi penting yang perlu diketahui olehmu yang berminat di jurusan ini.
Yuk, simak selengkapnya lewat artikel Glints di bawah!
Isi Artikel
Apa Itu Jurusan Anestesi?
Jurusan anestesi adalah jurusan yang mempelajari ilmu anestesiologi, yaitu manajemen nyeri dan kontrol kesadaran pasien selama prosedur bedah dan tindakan medis lainnya.
Seseorang yang bekerja di bidang ini bertanggung jawab untuk memberikan anestesi, baik dalam bentuk bius total (anestesi umum) maupun bius lokal (anestesi regional).
Mereka juga harus mengawasi kondisi vital pasien selama operasi berlangsung.
Di Indonesia, selain dokter spesialis anestesi, ada juga tenaga medis profesional yang memiliki peran sebagai teknisi anestesi.
Teknisi anestesi membantu dokter spesialis dalam menyiapkan peralatan, obat-obatan, dan melakukan pemantauan dasar terhadap kondisi pasien.
Jenjang Pendidikan Jurusan Anestesi di Indonesia
Terdapat beberapa jenjang pendidikan yang dapat ditempuh bagi yang berminat dalam jurusan anestesi di Indonesia.
Di antaranya yaitu program diploma (D3 dan D4), sarjana (S1), hingga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk menjadi dokter spesialis anestesi. Berikut penjelasannya.
1. Program diploma (D3 dan D4) teknologi anestesi
Program D3 teknologi anestesi merupakan jenjang pendidikan yang bertujuan untuk mencetak tenaga ahli teknisi anestesi yang terampil dan mampu bekerja di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
Di program ini, mahasiswa akan mempelajari dasar-dasar fisiologi dan farmakologi anestesi, persiapan alat dan obat-obatan anestesi, serta cara memantau tanda-tanda vital pasien selama prosedur anestesi.
Mata kuliah yang diajarkan meliputi teknik pemberian anestesi, pemantauan pasien, manajemen risiko anestesi, dan penanganan komplikasi anestesi.
Selain itu, ada juga program D4 teknologi anestesi yang merupakan kelanjutan dari program D3.
Program D4 biasanya lebih mendalam dan mencakup aspek manajemen di ruang operasi serta kemampuan untuk memimpin tim teknisi dalam situasi bedah.
Beberapa perguruan tinggi yang menawarkan program D3 atau D4 teknologi anestesi di Indonesia antara lain:
2. Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi (PPDS)
Bagi yang ingin menjadi dokter spesialis anestesi, jalur pendidikan ini diawali dengan menyelesaikan pendidikan dokter umum (S1 Kedokteran).
Setelah lulus, kamu perlu melanjutkan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di bidang anestesiologi dan terapi intensif.
Program PPDS biasanya berlangsung selama 4-5 tahun, tergantung pada universitas dan kemampuan akademis mahasiswa.
Selama menempuh PPDS anestesiologi, mahasiswa akan belajar lebih mendalam tentang jenis anestesi, teknik pemberian anestesi, manajemen nyeri akut dan kronis, serta perawatan intensif pasien kritis.
Mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman klinis di berbagai rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan universitas.
Beberapa universitas yang menawarkan PPDS anestesi di Indonesia meliputi:
- Universitas Indonesia (UI)
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Airlangga (UNAIR)
- Universitas Padjadjaran (UNPAD)
Mata Kuliah yang Dipelajari di Jurusan Anestesi
Di program teknologi anestesi dan PPDS anestesiologi, mahasiswa akan mempelajari berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan fungsi anestesi dan manajemen pasien.
Beberapa mata kuliah yang umumnya diajarkan di jurusan anestesi antara lain:
- anatomi dan fisiologi
- farmakologi anestesi
- teknik anestesi umum dan regional
- pemantauan pasien
- manajemen nyeri
- perawatan pasien kritis
Prospek Karier di Bidang Anestesi
Lulusan jurusan anestesi memiliki prospek karier yang cukup luas di dunia kesehatan.
Mereka dapat bekerja di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit umum, rumah sakit khusus bedah, klinik, dan pusat perawatan intensif.
Berikut beberapa posisi yang dapat diambil oleh lulusan jurusan anestesi.
1. Teknisi anestesi
Teknisi anestesi bertugas membantu dokter spesialis anestesi dalam mempersiapkan dan mengawasi peralatan serta obat-obatan anestesi selama prosedur bedah.
Mereka juga bertanggung jawab dalam memantau kondisi pasien selama operasi.
2. Dokter spesialis anestesi
Setelah menyelesaikan program PPDS, lulusan dapat berpraktik sebagai dokter spesialis anestesi di rumah sakit.
Tugas mereka meliputi memberikan anestesi kepada pasien, memantau kondisi pasien, dan memastikan keselamatan pasien selama operasi atau prosedur medis lainnya.
3. Perawat anestesi
Perawat anestesi juga biasanya disebut sebagai Certified Registered Nurse Anesthetist (CRNA).
Meskipun belum umum di Indonesia, di beberapa negara, perawat anestesi memainkan peran penting dalam memberikan anestesi di bawah pengawasan dokter spesialis.
Demikian rangkuman Glints tentang serba-serbi jurusan anestesi hingga prospek kariernya.
Kamu masih bisa mempelajari lebih banyak jurusan di perkuliahan lewat artikel-artikel gratis di Glints Blog.
Tak hanya itu, terdapat juga topik lain yang berkaitan dengan istilah-istilah akademis, tugas kuliah, jenis ujian kuliah, dan lain sebagainya.
Kamu bisa temukan banyak tips dan panduan untuk membantumu menjalani dunia perkuliahan dengan lebih mudah.
Yuk, link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!
