9 Jenis Revenue Model Bisnis, Bukan Sekadar Jual-Beli Biasa

Tayang 06 Nov 2021 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Di masa kini, pemasukan bisnis tak melulu didapat dari transaksi jual-beli. Ada berbagai jenis atau tipe revenue model yang bisa dipakai.

    Kira-kira, apa saja, ya? Selain itu, adakah contoh perusahaan yang menggunakannya?

    Glints telah membuat daftarnya dalam artikel ini. Dengan begitu, kamu bisa memilih model yang tepat untukmu.

    Langsung saja, simak selengkapnya.

    1. Markup

    jenis revenue model markup

    © Unsplash.com

    Pertama-tama ada markup. Tipe revenue model yang satu ini cukup sederhana dan sering kita jumpai.

    Ciri khasnya adalah penjualan barang yang tidak diproduksi oleh dirimu sendiri. Supaya lebih jelas, Glints akan memberikan contoh.

    Misalnya, kamu membeli makanan kemasan. Setelah itu, kamu menjualnya kembali dengan harga yang lebih mahal (markup pricing). Itulah yang dimaksud dengan markup revenue model.

    Perusahaan yang biasanya menggunakan markup revenue model yakni:

    • supermarket
    • pedagang pasar yang tidak memproduksi jualannya sendiri
    • dan lain-lain

    2. Direct sales

    jenis revenue model - direct sales

    © Freepik.com

    Selanjutnya, ada direct sales. Jenis revenue model ini berciri penjualan barang atau jasa yang kamu produksi sendiri.

    Mengutip Founders Institute, ada dua jenis direct sales, yakni:

    • Inside sales, penawaran produk lewat email atau telepon hingga pelanggan membeli produkmu.
    • Outside sales, transaksi penjualan secara tatap muka.

    Contoh bisnis dengan revenue model direct sales adalah:

    • penjual jasa konsultasi
    • penjahit
    • dan lain-lain

    Untuk mempelajari direct sales lebih lanjut, kamu bisa klik link di bawah ini:

    Baca Juga: Curi Perhatian Konsumen dalam Sekejap, Gunakan Metode Direct Selling

    3. Indirect sales atau channel sales

    jenis pemasukan perusahaan - indirect sales

    © Freepik.com

    Ingin memproduksi barang atau jasa tanpa menjalankan teknis penjualannya? Indirect sales adalah tipe revenue model yang pas untukmu.

    Kamu bisa memproduksi produk dan meminta pihak lain menjadi distributor, bahkan langsung menjualnya. Nantinya, pihak lain itu akan mendapat komisi atas penjualan yang sudah terjadi.

    Seperti dituliskan Chron, contoh bisnis indirect sales adalah:

    • perusahaan yang menawarkan program dropship/reseller
    • perusahaan yang punya program affiliate
    • dan lain-lain

    Penasaran dengan revenue model yang satu ini? Yuk, pelajari lebih lanjut dalam artikel berikut:

    Baca Juga: Lakukan Penjualan Antirepot dengan Model Channel Sales

    4. Subscription

    jenis revenue subscription

    © Unsplash.com

    Subscription adalah jenis revenue model selanjutnya. Pemasukan perusahaan datang dari sistem langganan yang harus diikuti oleh konsumen.

    Mengutip ProfitWell, subscription banyak dipakai oleh bisnis software-as-a-service (SaaS). Selain itu, revenue model ini sering diterapkan di perusahaan:

    • media berita
    • streaming film, musik, atau konten lainnya
    • dan lain-lain

    Glints punya penjelasan lengkap soal model subscription. Kamu bisa membacanya secara gratis dengan klik link ini:

    Baca Juga: Subscription Business Model, Model Bisnis Terbaik untuk Tingkatkan Kesetiaan Pelanggan

    5. Freemium

    jenis revenue freemium

    © Blog.hubspot.com

    Selanjutnya, ada freemium. Revenue model yang satu ini sangat mirip dengan subscription. Akan tetapi, tetap ada perbedaan di antara keduanya.

    Dalam model freemium, para konsumen masih bisa menggunakan layananmu tanpa harus membayar. Akan tetapi, layanan tersebut sangatlah terbatas.

    Kalau ingin punya lebih banyak akses, mereka harus membayar sejumlah biaya.

    Sama seperti subscription, freemium banyak dipakai oleh perusahaan media dan streaming konten.

    Tertarik mempelajari revenue model ini lebih lanjut? Klik link di bawah ini sekarang juga:

    Baca Juga: Kenali Freemium, Model Bisnis Kekinian yang Bisa Tingkatkan Retensi Pelanggan

    6. Lisensi

    tipe revenue model licensing

    © Softonic.com

    Si A sedang menginstal sebuah software di komputernya. Di tengah proses instalasi itu, A diminta memasukkan serial number khusus. Nah, serial number itu harus dibeli.

    Inilah yang menjadi ciri khas lisensi. Pelanggan harus menebus izin penggunaan produk yang kamu jual.

    Dulunya, jenis revenue model ini sangat populer di kalangan perusahaan software. Akan tetapi, perlahan-lahan, perusahaan itu beralih ke revenue model subscription.

    Berdasarkan survei McKinsey, banyak orang yang menyukai fleksibilitas yang ada dalam sistem langganan. Perusahaan pun menyesuaikan revenue model mereka.

    7. Commission

    tipe pemasukan perusahaan commission

    © Tekno.tempo.co

    Ada juga revenue model commission.

    Mengutip Feedough, perusahaan bermodel revenue ini adalah pihak ketiga yang menjembatani jual-beli di antara dua pihak. Nah, pihak ketiga itu mendapatkan komisi karena telah menawarkan jasa penghubung transaksi.

    Supaya lebih jelas, Glints akan memberikan contoh.

    Misalnya, si B adalah penjahit selimut. B ingin menjual selimut-selimutnya, namun tak ingin membuka toko offline.

    Akhirnya, si B menjual selimutnya di ecommerce. Tiap kali B berhasil menjual selimut, e-commerce tersebut memotong 5% pemasukannya.

    Dalam kasus tersebut, e-commerce punya revenue model commission. Mereka menjadi pihak ketiga yang mempertemukan si B dengan pembelinya.

    Selain e-commerce, contoh pelaku revenue model commission adalah:

    • anggota program affiliate
    • broker
    • perantara jual-beli
    • dan lain-lain

    8. Donasi

    tipe revenue model donasi

    © Garciamedia.com

    Selanjutnya, ada donasi. Biasanya, jenis revenue model ini dipakai oleh organisasi nonprofit, media independen, serta content creator.

    9. Iklan

    tipe pemasukan perusahaan - advertising

    © Shopify.com

    Facebook dan Instagram adalah perusahaan media sosial. Selama memenuhi syarat, siapa pun boleh menggunakan media sosial itu secara gratis.

    Lalu, dari manakah mereka mendapat pemasukan alias revenue? Iklan adalah jawabannya.

    Selain media sosial, revenue model iklan biasanya dipakai oleh perusahaan media hingga streaming konten.

    Demikian tipe-tipe revenue model yang bisa kamu pilih. Bagaimana, tertarik menggunakan salah satunya?

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 1 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait