7 Jenis Asuransi yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Memilih
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Saat ini, ada banyak jenis asuransi yang ditawarkan perusahaan. Dengan begitu, tak heran bila saat ini kamu masih bingung jenis-jenis asuransi tersebut.
Hal ini terutama jika harus memutuskan mau ambil asuransi yang mana.
Nah, Glints akan memberi penjelasan inti tentang beberapa jenis asuransi yang kemungkinan besar sangat diperlukan di hidupmu.
Langsung saja simak rangkuman di bawah ini untuk baca informasi selengkapnya.
1. Asuransi jiwa
Jenis asuransi yang pertama adalah asuransi jiwa.
Dilansir dari OJK, jenis yang satu ini sebenarnya terbagi lagi menjadi dua tipe, yaitu asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup.
Sesuai namanya, asuransi jiwa berjangka dapat dicairkan apabila pemilik asuransi meninggal dunia pada jangka waktu berlakunya asuransi yang telah ditentukan.
Asuransi jiwa berjangka ini periode waktunya dapat berbeda-beda. Mulai dari 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun ke depan, atau sampai kamu menginjak usia tertentu.
Sementara itu, asuransi jiwa seumur hidup dapat memberi proteksi maksimal 100 tahun.
Apa pun jenisnya, asuransi jiwa sangat membantumu menjalani masa tua kelak. Meski tidak sempat dicairkan sebelum meninggal, asuransi jiwa biasanya dapat diserahkan langsung kepada keluargamu.
2. Asuransi kecelakaan
Asuransi kecelakaan memiliki fungsi yang berbeda dari asuransi kendaraan maupun kesehatan.
Hal tersebut karena asuransi ini tidak hanya dapat melindungimu dari kecelakaan lalu lintas, tetapi juga musibah lainnya.
Mulai dari keracunan menghirup gas beracun, kecelakaan yang disebabkan karena terjangkit virus, hingga komplikasi akibat kecelakaan.
Namun, asuransi kecelakaan tidak sama dengan asuransi kesehatan karena hanya menyediakan perlindungan bagi nasabah jika mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor eksternal diri.
Jadi, apabila kamu mengalami kecelakaan yang disebabkan karena penyakit yang selama ini diderita, kemungkinan besar asuransi kecelakaan tidak bisa digunakan.
3. Asuransi kendaraan bermotor
Jenis asuransi selanjutnya adalah asuransi kendaraan bermotor atau yang biasa dikenal sebagai auto insurance.
Pengendara yang tidak memiliki asuransi kendaraan biasanya harus mengeluarkan banyak uang ketika mengalami kecelakaan.
Dilansir dari Forbes, asuransi kendaraan juga tidak hanya bisa menutup biaya kerusakan kendaraanmu, tetapi juga kendaraan orang lain yang terlibat, apalagi jika kecelakaan terjadi karena kelalaianmu.
Tak hanya kecelakaan, beberapa risiko lain yang juga dapat ditanggung asuransi kendaraan adalah:
- benturan
- pencurian
- kebakaran
- tergelincir
4. Asuransi kesehatan
Dilansir dari Investopedia, asuransi kesehatan dapat menanggung biaya fasilitas kesehatan nasabah untuk keperluan penyakit, kehamilan, cedera, dan perawatan pencegahan.
Jadi, jika kamu mengira bahwa asuransi kesehatan hanya dibutuhkan oleh orang yang sering sakit, maka hal tersebut salah besar.
Risiko jatuh sakit adalah hal yang tidak bisa diprediksi.
Asuransi kesehatan dapat meringankan biaya rumah sakit yang mungkin akan membengkak. Termasuk biaya operasi yang biasanya tidak murah.
Fasilitas yang akan didapatkan nasabah akan berbeda-beda, tapi umumnya asuransi kesehatan dapat menanggung berbagai jenis biaya.
Mulai dari konsultasi dokter, rawat inap, obat-obatan, hingga tindakan operasi.
5. Asuransi kredit
Jenis asuransi yang mungkin belum banyak diketahui adalah asuransi kredit.
Menurut OJK, asuransi ini memberi perlindungan kepada nasabah selaku debitur atau peminjam uang apabila tidak bisa melanjutkan kewajibannya untuk melakukan pelunasan kepada bank atau kreditur.
Masing-masing program asuransi menawarkan kebijakan yang berbeda. Ada yang bisa membayar sisa pinjaman plus tunggakan dan bunga, ada juga yang hanya bisa membayar sisa pinjaman saja.
Beberapa risiko yang dapat ditanggung adalah:
- meninggal dunia karena sakit
- meninggal dunia karena kecelakaan
- cacat tetap karena kecelakaan
Ada juga tipe lain yang disebut dengan asuransi kredit PHK. Jadi, nasabah dapat terlindungi jika mengalami PHK sehingga tidak bisa melunasi utangnya.
6. Asuransi properti
Sama halnya dengan kecelakaan dan jatuh sakit, kerusakan pada properti juga merupakan musibah yang tidak bisa diprediksi.
Penyebabnya juga bisa bermacam-macam, seperti:
- bencana alam
- kebakaran
- ledakan
- kerusuhan
- kejahatan.
Di sisi lain, beberapa penyebab kerusakan yang umumnya tidak bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi adalah:
- nuklir
- perang
- kerusakan mesin karena pemakaian sendiri
- sifat benda atau barang itu sendiri
Properti yang dapat dilindungi tidak hanya rumah, tetapi juga kos-kosan, apartemen, kantor, sekolah, dan jenis gedung lainnya.
7. Asuransi investasi
Nah, produk keuangan yang satu ini merupakan jenis asuransi yang mulai digemari. Asuransi investasi juga kerap dikenal dengan sebutan unit link.
Bagaimana tidak, produk ini menawarkan dua manfaat sekaligus, yaitu investasi dan asuransi. Namun, fitur utama yang ditawarkan tetaplah proteksi jiwa kepada nasabahnya.
Bagaimana cara kerja asuransi investasi?
Singkatnya, kamu akan otomatis menambah investasi seiring dengan premi asuransi yang dibayar secara rutin.
Meski terdengar sederhana dan mudah, kamu tetap harus berhati-hati. Sama dengan investasi pada umumnya, unit link juga tidak terlepas dari risiko seperti penurunan nilai investasi.
Demikian pembahasan Glints mengenai jenis-jenis asuransi. Semoga kamu sekarang sudah bisa mengidentifikasi mana asuransi yang dibutuhkan, ya.
Masih mau belajar lebih banyak soal asuransi? Tenang, Glints Blog punya kumpulan artikel lain yang bisa bantu kamu.
Ada banyak topik yang tak kalah menarik. Mulai dari cara memilih asuransi jiwa, hingga pertimbangan mulai asuransi atau investasi terlebih dahulu.
Tertarik? Klik link ini sekarang juga untuk temukan artikel-artikelnya. Gratis!
