fbpx Asuransi Kesehatan: Apakah Kita Membutuhkannya?
×

Serba-serbi Asuransi Kesehatan, Pentingkah Kita Memilikinya?

March 27, 2020 | No Comments

asuransi kesehatan

Kesehatan memang merupakan salah satu hal yang sangat penting dan prioritas yang harus kita jaga. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan memiliki asuransi.

Saat ini, ada beragam asuransi yang menawarkan banyak benefit serta biaya premi yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan. Selain itu, ada pula jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah.

Memiliki asuransi bukan berarti jaminan kita bisa selalu sehat, lho! Asuransi kesehatan merupakan salah satu cara proteksi diri agar mendapatkan penanganan yang terbaik saat kita jatuh sakit.

Sebenarnya, seberapa pentingkah asuransi ini? Apakah kita wajib untuk memilikinya?

Apa Itu Asuransi Kesehatan?

asuransi kesehatan

© mcmillanins.com

Asuransi kesehatan merupakan sistem penanggungan biaya medis oleh instansi penyedia asuransi.

Dilansir dari HealthCare.gov, asuransi ini adalah sebuah kontrak antara perusahaan asuransi kesehatan untuk membayar sebagian atau seluruh biaya layanan kesehatan dengan ganti pembayaran premi.

Siapa saja yang ditanggung oleh asuransi? Tentunya orang-orang yang sudah menjadi member atau keanggotaan dari asuransi tersebut.

Risiko mengalami sakit itu tentunya bukan hal yang pasti dan juga tidak diharapkan.

Namun, dengan adanya asuransi kesehatan, diharapkan dapat menjadi penyelamat keuangan seseorang dari kerugian besar yang ditimbulkan oleh biaya rumah sakit yang membengkak.

Secara teknis, apabila seseorang yang tertanggung (orang yang memiliki asuransi) suatu saat jatuh sakit, maka pihak asuransi yang akan memberikan biaya perawatan kesehatan ke rumah sakit, klinik, atau apotek.

Contohnya biaya konsultasi dokter, biaya obat-obatan, biaya rawat inap, sampai biaya tindakan operasi.

Tentunya orang yang punya asuransi perlu membayarkan premi atau cicilan secara rutin untuk mendapatkan asuransi kesehatan ini.

Penanggungan biaya oleh asuransi akan dilakukan berdasarkan kontrak atau perjanjian yang berlaku antar kedua belah pihak.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Masih Commuting Kerja

Siapa yang Membutuhkan Asuransi Kesehatan?

asuransi kesehatan

© Pexels

Sejatinya, semua orang membutuhkan asuransi ini untuk melindungi dirinya. Selain itu, asuransi ini juga penting untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.

Dalam segi perorangan atau penggunaan pribadi, asuransi tak hanya meringankan biaya perawatan atau pengobatan saja. Hal itu juga menjamin untuk mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan maksimal.

Selain itu, para pekerja yang bekerja di perusahaan juga memerlukan asuransi kesehatan sebagai jaminan dari perusahaan itu sendiri.

Setiap pekerja berhak dilindungi kesehatannya dan mendapatkan layanan kesehatan yang baik.

Maka dari itu, banyak perusahaan yang memberikan benefit berupa asuransi seperti asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, bahkan asuransi jiwa.

Jenis-Jenis Asuransi Kesehatan

© Pexels

Secara umum, asuransi kesehatan dibagi menjadi enam jenis berdasarkan peninjauan yang berbeda-beda, di antaranya adalah:

1. Jenis perawatan

Berdasarkan dari jenis perawatannya, asuransi kesehatan terbagi menjadi 2, yaitu: asuransi rawat inap dan asuransi rawat jalan.

Asuransi rawat inap ini akan menanggung semua biaya tertanggung mulai dari biaya rumah sakit, biaya obat, layanan laboratorium, layanan dokter, layanan darurat hingga biaya persalinan.

Bagaimana dengan asuransi rawat jalan? Asuransi rawat jalan hanya akan menanggung biaya perawatan tertanggung yang bersifat mencegah seperti konsultasi dokter dan lain sebagainya.

2. Pihak tertanggung

Pihak tertanggung meliputi individu dan juga kelompok. Untuk individu, penanggungan biaya pengobatan ditujukan hanya untuk satu orang atau dengan kata lain pemegang polis asuransi itu sendiri.

Hanya pemegang polis yang dapat meminta klaim seluruh biaya kepada pihak asuransi. Sedangkan untuk asuransi kelompok, penangguhan dana oleh perusahaan asuransi berlaku untuk sebuah kelompok.

Hal tersebut seperti keluarga, perusahaan, atau organisasi dengan syarat yang sudah ditentukan.

3. Jumlah dana yang ditanggung

Asuransi ini merujuk pada pada jumlah dana yang ditanggung oleh jasa penyedia asuransi. Ada asuransi yang menanggung semua biaya pengobatan dan ada juga yang hanya sebagian bahkan tertentu saja.

Biasanya syarat dan ketentuan ini akan tercatat secara tertulis secara rinci di peraturan penyedia asuransi apa saja bisa ditanggung maupun tidak.

4. Keikutsertaan anggota

Asuransi ini mengacu pada kesediaan para anggotanya, wajib dan sukarela. Untuk asuransi yang bersifat wajib biasanya berasal dari perusahaan yang mewajibkan para pekerjanya memiliki asuransi.

Asuransi bersifat wajib juga biasanya dibayarkan oleh perusahaan atau bahkan ada yang memotong sebagian gaji para pekerja tiap bulannya untuk membayar biaya premi.

Untuk sukarela, biasanya seseorang bersedia menjadi anggota dari sebuah asuransi tanpa adanya paksaaan dan murni dari dirinya sendiri.

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Perlu Mempertimbangkan Kerja di Perusahaan Asuransi

5. Pembayaran ganti rugi

Berdasarkan sistem pembayaran ganti rugi, ada dua jenis asuransi kesehatan yang masuk dalam kriteria ini yaitu cashless dan reimbursement.

Dalam pembayaran cashless, para tertanggung hanya menunjukkan kartu anggota dari perusahan asuransi yang dimilikinya.

Para pemegang polis tak perlu pusing dengan proses pembayarannya karena akan diurus langsung oleh penyedia layanan asuransi.

Sistem reimbursement biasanya digunakan jika rumah sakit atau klinik tidak memiliki kerjasama dengan layanan penyedia asuransi.

Hal itu membuat para pemegang polis harus membayar terlebih dahulu dan mengirimkan klaim ke perusahaan asuransi.

Nantinya, asuransi akan memproses pembayaran dan mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan pemegang polis sesuai ketentuan yang sudah dibuatnya.

6. Pengelola dana

Berdasarkan pengelola dananya, asuransi ini dibagi menjadi dua jenis: asuransi pemerintah dan asuransi swasta.

Asuransi kesehatan pemerintah merupakan asuransi yang sudah kita ketahui yaitu BPJS kesehatan yang sudah digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

BPJS ini bertujuan untuk meringankan biaya pengobatan bagi para masyarakat Indonesia dengan biaya premi yang terjangkau namun tetap dengan pelayanan yang maksimal.

Sementara itu, asuransi swasta biasanya memiliki biaya premi bulanan yang lebih mahal. Namun rumah sakit atau fasilitas rujukannya lebih banyak dan luas dibandingkan dengan asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah.

Bagaimana Cara Asuransi Kesehatan Bekerja?

© Pexels

Dilansir dari The Balance, biaya kesehatan merupakan faktor nomor 1 yang menyebabkan kebangkrutan.

Maka dari itu, kemunculan asuransi kesehatan dapat dikatakan sebuah investasi bahkan penolong keuangan dalam memproteksi diri sendiri dalam bidang kesehatan.

Secara sederhana, asuransi bekerja untuk menanggung biaya-biaya yang mahal seperti pengobatan, rumah sakit, konsultasi, dan lainnya.

Asuransi kesehatan biasanya memiliki tier dalam pembayaran premi per bulannya. Semakin mahal preminya, semakin banyak pula fasilitas yang ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Asuransi swasta menawarkan banyak sekali benefit dan juga coverage yang ditanggungnya. Jadi, sebelum memilih asuransi, lihat juga apa saja keuntungan dan juga yang ditanggungnya.

Jangan sampai kamu tergoda hanya dengan biaya premi yang murah, namun coverage yang dimilikinya sedikit dan malah akan membuatmu tetap membayar layanan kesehatan dengan harga yang lebih mahal.

Baca Juga: BPJS Kesehatan: Fungsi dan Manfaatnya Bagi Karyawan

Jadi, apakah kamu sudah memiliki asuransi kesehatan? Idealnya, kamu punya banyak cara untuk melindungi diri dari berbagai masalah kesehatan.

Selain informasi seperti di atas, kamu bisa menemukan banyak lowongan pekerjaan di Glints. Segera sign up dan temukan kesempatan karier terbaik untukmu.

YOU MAY ALSO LIKE

Temukan pekerjaan yang cocok untukmu!

Lihat Lowongan
X myStickymenu
Scroll Up