Foto Lamaran Kerja: Kriteria, yang Harus Dihindari, Tips, dan Contohnya
Ditulis oleh : Chrissila Jessica
Saat mempersiapkan lamaran kerja, kita sering kali diminta mempersiapkan pas foto sebagai salah satu persyaratan.
Meski lazim, terkadang masih saja ada yang bingung bagaimana mempersiapkan potret saat melamar kerja.
Maka itu, supaya tidak lagi bingung dan percaya diri saat memasukkan foto di CV kamu, yuk simak informasi lengkap yang sudah Glints rangkum berikut ini!
Isi Artikel
Pentingnya Foto dalam Lamaran Kerja
Bisa dibilang, foto adalah salah satu hal wajib yang dicantumkan di CV ketika kamu mengirim lamaran kerja.
Tujuannya adalah supaya pihak rekruter dapat mengenali dan membedakanmu dari pelamar lainnya.
Tak hanya itu, foto di CV ini juga jadi salah satu cara untuk meninggalkan impresi pertama yang baik pada perusahaan.
Selain itu, beberapa manfaat meletakkan foto dalam CV lamaran kerja, antara lain:
1. Membangun personal branding
Sesuai hasil riset Skill Roads, bahwa foto dapat membangun sebuah kepercayaan dan kredibilitas bagi pelamar. Itu sebabnya, pas foto lamaran kerja bisa membantu membangun personal branding.
Menggunakan foto yang sama, baik itu di LinkedIn, CV, portofolio, dan resume juga dapat menunjukkan citra profesional yang konsisten dari job seeker.
2. Orang lebih tertarik pada gambar
Pada dasarnya, orang lebih tertarik untuk melihat gambar atau foto ketimbang tulisan yang panjang.
Apalagi sejak media sosial muncul. Konten-konten berbasis visual jauh lebih cepat menangkap perhatian viewers. Begitu juga foto lamaran pekerjaanmu.
Foto yang menarik dan rapi akan membuat kamu berpotensi lebih besar menarik perhatian rekruter dan membuat dirimu sendiri tampak profesional.
3. Lebih diutamakan rekruter
Lamaran pekerjaan yang mencantumkan foto akan lebih diutamakan oleh para rekruter. Bahkan, bukan cuma rekruter dalam negeri, lho!
Rekruter dan HRD di negara Eropa seperti di Jerman dan Prancis sangat tertarik dengan pelamar yang menempatkan foto mereka di dalam CV.
Setelah tahu pentingnya foto dalam sebuah lamaran kerja, jangan lupa untuk melampirkannya, ya.
Jika foto lamaran kerjamu sudah siap, waktunya untuk cari berbagai lowongan pekerjaan di Glints.
Kamu bisa cari dan lamar ke berbagai lowongan pekerjaan secara gratis dengan klik tombol di bawah!
Kriteria Foto Lamaran Kerja
Pada dasarnya, tak ada aturan tertentu mengenai foto yang perlu dicantumkan dalam lamaran kerja.
Namun, bukan berarti kamu bisa menggunakan sembarang foto. Ingat, kan, kalau foto bisa menentukan kesan pertama kamu di mata HRD?
Menurut Novo Resume, foto dalam lamaran dapat membantu rekruter untuk menilai pribadi kandidat, khususnya lewat gestur tubuh dan mimik wajah.
Nah, berikut ini adalah kriteria potret yang patut ditempatkan dalam berkas lamaran kerja:
1. Foto medium close up
- Pasanglah foto dari pinggang atau dada ke atas.
- Hindari menggunakan foto full body atau terlalu close up pada CV.
2. Pakaian formal dan make up sewajarnya
- Gunakan pakaian formal: pria mengenakan jas, wanita menggunakan blazer.
- Menggunakan kemeja yang tidak terlalu mencolok (tidak harus putih).
- Tidak menggunakan perhiasan terlalu banyak.
- Make-up natural dan tidak mewarnai rambut dengan warna mencolok
Untuk pas foto lamaran yang formal di dalam CV, usahakan agar telingamu terlihat, ya. Mau mengucir rambut atau mengikatnya, sah-sah saja.
3. Pose yang tidak berlebihan
- Usahakan untuk tersenyum pada pas foto lamaran
- Jangan menggunakan pose yang tidak umum atau berlebihan
- Pastikan hanya diri kamu yang terlihat di foto
Jika foto CV yang kamu berikan terdapat barang atau item lain, atau bahkan orang lain, ini bisa mendistraksi HR dan mengurangi kesan profesional.
4. Gunakan foto yang sama dengan foto profil
Pastikan kamu menyamakan semua foto profil di CV, LinkedIn atau profil pencarian kerja lainnya.
Dengan ini, HRD akan lebih mudah mengenalimu saat mencari tahu lebih lanjut di internet.
Apalagi jika kamu sebelumnya sudah berinteraksi dengan user atau rekruter di LinkedIn atau job portal lainnya.
5. Gunakan foto terbaru
Memang kalau harus foto ulang rasanya malas, ya. Apalagi kalau ada foto yang kelihatannya masih bagus.
Mau foto sendiri, kadang butuh effort besar, apalagi kalau kita tidak punya skill untuk editing sederhana, seperti mengganti background foto.
Tapi, sebaiknya kamu selalu menggunakan foto terbaru untuk lamaran kerja. Ini dapat membantu HRD mengenalimu dengan lebih mudah.
Selain itu, foto terbaru juga akan menciptakan ekspektasi yang mendekati mengenai dirimu.
6. Pencahayaan foto harus baik
Pastikan pencahayaan di dalam foto lamaran kerjamu baik.
Pengambil foto di studio dengan fotografer profesional sebenarnya adalah cara paling ideal agar hasilnya bagus.
Tapi, kalau kamu memutuskan foto sendiri di rumah dengan bantuan keluarga atau teman, Indeed menyarankan pastikan kamu pilih lokasi foto yang cahayanya cukup, misalnya di dekat jendela yang kena sinar matahari langsung.
Hal tersebut bisa membantu kamu mendapatkan foto yang jelas dan tidak berbayang.
Hal yang Harus Dihindari dalam Foto Lamaran Kerja
1. Jangan gunakan selfie
Sebagus-bagusnya foto smartphone kamu, hindari menggunakan foto selfie saat mengirim lamaran kerja.
Dilansir dari The Balance Careers, hal ini akan membuat rekruter untuk menilaimu sebagai seseorang yang tidak mau berusaha secara lebih. Dalam kata lain, kamu akan dinilai malas oleh pihak HRD.
2. Jangan perbesar foto
Bagaimana ukuran foto yang baik dalam sebuah CV? Pastikan ukurannya kecil seperti ukuran thumbnail.
Hindari untuk memperbesar foto dalam CV karena akan menghapus ruang yang seharusnya untuk konten penting dalam CV.
3. Hindari mengedit foto secara berlebihan
Jangan mengedit foto yang kamu cantumkan dalam lamaran kerja apalagi ditambahkan filter.
Hal ini disebutkan oleh Samantha Jones, office manager di Smart Works, sebagaimana dikutip oleh Cosmopolitan.
Hal ini sangat tidak terlihat profesional dan persentase lamaran dibuang akan semakin besar. Mengedit foto diperbolehkan hanya sebatas correction saja.
4. Blur atau pecah
Hindari menggunakan foto yang beresolusi rendah sehingga menyebabkan foto terlihat pecah atau blur, apalagi jika kamu mencetaknya dalam bentuk pas foto.
Pastikan resolusi dan ukuran foto yang kamu gunakan sudah cukup baik agar tampilannya terlihat jelas.
Warna Background Foto Lamaran Kerja
Untuk warna background foto lamaran kerja, sebenarnya juga tidak ada aturan yang baku. Sebab, beda perusahaan, bisa jadi beda juga untuk aturannya.
Namun, yang paling umum dipakai di Indonesia untuk CV adalah mengikuti warna background foto KTP dengan ketentuan:
- Latar belakang foto lamaran kerja berwarna biru untuk kandidat yang lahir di tahun angka genap.
- Warna latar foto lamaran kerja warna merah digunakan untuk pelamar yang kelahirannya adalah pada tahun ganjil.
Beberapa perusahaan, khususnya instansi pemerintah terkadang juga menentukan warna latar belakang pas foto di CV tanpa memperhatikan tahun lahir.
Jadi, pastikan kamu memperhatikan persyaratan, ya. Jika tidak disebutkan terkait aturan warna background pas foto untuk CV ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, seperti:
- Gunakan warna background foto yang netral atau putih.
- Jika menggunakan latar belakang berwarna putih, gunakan baju atau kemeja yang warnanya kontras.
Nah, kalau kamu melamar di industri atau posisi yang berhubungan dengan kreatif, kamu bisa sedikit bereksperimen.
Sebab, ini juga bisa jadi salah satu cara kamu “berbicara” kepada rekruter tentang seberapa baik kamu dalam skill yang dimiliki.
Untuk lamaran kerja di industri kreatif, kamu bisa menggunakan warna latar belakang foto yang lebih hidup dengan warna yang sesuai dengan bajumu di CV.
Kamu juga bisa menggunakan backdrop atau hasil karya yang pernah kamu kerjakan.
Ukuran Foto Lamaran Kerja yang Benar
Untuk ukuran pas foto lamaran kerja, kamu perlu menyesuaikan kembali dengan kondisi dan aturan yang diberikan rekruter.
Namun, dalam praktiknya, kandidat bisa mempersiapkan beberapa ukuran foto untuk berkas lamaran seperti di bawah ini.
- ukuran 2×3 (seperti foto identitas standar)
- ukuran 3×4 (seperti foto ijazah standar)
- ukuran 4×6 (foto SKCK), pilihan terbaik jika ada syarat mengumpulkan foto fisik
- ukuran 3R (foto full body), sekarang sudah cukup jarang diminta, tapi mungkin masih dibutuhkan
Biasanya, ukuran foto untuk CV ini juga tergantung pada bentuk dan aturan surat lamaran kerja atau CV yang hendak dikirim.
Yang paling sering, perusahaan akan meminta foto ukuran 3×4 atau 4×6. Meski beberapa ada juga yang meminta foto 2×3.
Maka itu, kamu sebaiknya menyediakan beberapa pilihan ukuran foto, masing-masingnya berjumlah 2-3 lembar.
Jika CV berbentuk soft file, pastikan kamu tetap memiliki salinan dari foto tersebut guna dicantumkan pada resume atau CV berbentuk hard file, berjaga-jaga siapa tahu diminta.
Tips Foto Lamaran Kerja yang Profesional
Seperti yang sudah Glints paparkan sebelumnya, foto dalam lamaran kerja merupakan cara rekruter untuk mempelajari kepribadianmu.
Maka dari itu, kamu harus bisa menyediakan potret yang dapat memberikan kesan bahwa kamu adalah seorang profesional.
Nah, supaya bisa meninggalkan impresi yang baik, berikut adalah beberapa tips untuk potret lamaran kerja yang bisa kamu ikuti, dikutip dari Robert Half.
1. Gunakan pakaian yang tepat
Kenakan pakaian yang rapi, formal, dan sopan.
Beberapa kategori pakaian yang dianggap formal adalah:
- blouse
- kaos berkerah atau kaos polo
- kemeja
- blazer
2. Pose yang tidak berlebihan
Berposelah secukupnya, jangan lupa berikan senyuman.
Posisikan bahu dan tubuh secara tegak agar lebih terlihat profesional.
Supaya tidak kelihatan berlebihan, foto pada latar belakang yang netral, seperti tembok polos.
Gunakan teknik foto close up, setidaknya sampai pinggang, kecuali jika perusahaan memintamu melampirkan foto full body.
3. Kenakan aksesori secukupnya
Jika kamu terbiasa mengenakan aksesori, seperti anting, kalung, atau jam tangan, tentu hal ini diperbolehkan.
Akan tetapi, usahakan untuk memilih aksesori yang sederhana saja, seperti yang ukurannya kecil hingga sedang.
Jangan sampai, rekruter jadi salah fokus melihat aksesori yang kamu pakai.
4. Cara meletakkan foto di CV
Umumnya, foto diletakkan pada bagian kiri atas CV.
Sebaiknya jangan memasang foto dengan ukuran yang terlalu besar hingga mendistraksi fokus rekruter, maupun terlalu kecil hingga menyulitkan rekruter untuk melihatnya dengan jelas.
Pas Foto di Berbagai Lamaran Kerja
Perlu diketahui ketentuan pas foto yang diminta di berbagai lowongan dapat berbeda antara satu dengan yang lain.
Misalkan, ketentuan pas foto yang diminta dalam sebuah lamaran pekerjaan di perusahaan swasta dengan pabrik ataupun CPNS bisa saja berbeda.
Oleh karena itu, penting bagimu untuk mempelajari ketentuan yang diminta.
1. Ukuran
Biasanya, setiap lowongan pekerjaan mengharuskanmu melampirkan pas foto dengan ukuran 3×4 cm.
Namun, tak jarang juga beberapa lowongan mengharuskanmu melampirkan pas foto ukuran 4×6 cm.
2. Latar belakang warna
Tak hanya itu, biasanya lowongan pekerjaan juga mengharuskan pas fotomu memiliki latar belakang berwarna.
Biasanya, perusahaan memberi tahu ketentuan latar belakang warna sehingga pastikan kamu memperhatikan seperti apa latar belakang foto lamaran kerja yang diminta.
3. Pakaian
Pakaian untuk pas foto di dokumen lamaran kerja seperti CV juga biasanya ditentukan oleh pihak yang membuka lowongan pekerjaan.
Pakaian formal, yaitu kemeja putih dengan jas atau blazer, jadi pilihan aman untuk doto lamaran kerja. Kecuali, perusahaan meminta warna lain, ya!
Contoh Foto Lamaran Kerja
Setelah membaca kriteria dan tipsnya, kamu juga perlu mengetahui contoh foto lamaran kerja yang baik dan yang kurang ideal.
Kedua contoh foto ini bisa kamu jadikan pedoman saat hendak mengambil potret untuk dimasukkan dalam lamaran.
Berikut adalah kedua contoh foto lamaran kerjanya.
1. Contoh foto lamaran yang profesional
Pas foto lamaran kerja background merah, putih, atau biru biasanya terlihat sangat kaku dan formal.
Jika perusahaan tidak mewajibkan pas foto formal, kamu boleh mencoba melampirkan foto yang lebih kasual, seperti contoh di bawah ini.
Namun ingat, tetap perlu terapkan tips-tips yang disebutkan sebelumnya mengenai pose, make up, dan pakaian.
2. Contoh foto lamaran yang kurang ideal
Dari segi pakaian, make up, dan aksesori, tidak ada yang salah dengan foto di atas.
Akan tetapi, tentu pose yang dipilih kurang cocok digunakan untuk melamar kerja. Jadi, silakan pilih pose yang sederhana dan tetap terlihat profesional, ya.
3. Contoh foto lamaran kerja industri kreatif
Contoh foto lamaran di atas adalah salah satu yang bisa kamu gunakan ketika melamar di industri kreatif.
Meskipun memungkinkan untuk lebih informal dan kasual, pastikan wajahmu tetap menghadap ke kamera agar rekruter bisa mengenali wajahmu, ya.
4. Contoh foto lamaran kerja full body
Meskipun sudah jarang diminta, beberapa posisi pekerjaan mungkin masih meminta kamu mengirimkan foto full body dalam CV.
Untuk foto full body, sebaiknya tetap gunakan pose yang formal dan tidak berlebihan, ya.
Itu dia penjelasan singkat Glints mengenai kriteria, aturan, tips, serta contoh pas foto lamaran kerja yang harus kamu terapkan mulai dari sekarang.
Intinya, potret dalam berkas lamaran merupakan cara rekruter untuk menilai kepribadian dan karaktermu.
Maka dari itu, walaupun tidak tertulis secara jelas, berusahalah untuk tetap profesional dan berikan foto yang menunjukkan impresi baik, ya.
Kalau pas foto lamaran kerja milikmu sudah siap, waktunya untuk lamar berbagai lowongan kerja yang ada di Glints.
Ada banyak lowongan pekerjaan di berbagai bidang industri yang bisa kamu lamar secara mudah dan gratis, lho. Yuk, klik tombol di bawah ini sekarang untuk lamar lowongan pekerjaannya!
