10 Hal yang Membuat Surat Lamaran Kerja Lolos Screening

Diperbarui 16 Agu 2022 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Ketika melamar kerja, kamu pasti akan melewati tahap screening. Namun, tahukah kamu bahwa lolos atau tidaknya kamu dalam tahap screening ini sudah dilakukan ketika mengirimkan surat lamaran kerja?

    Ya, apabila kamu lolos dalam tahap screening tersebut, perusahaan akan memanggilmu untuk mengikuti rangkaian tes serta wawancara kerja.

    Namun, bagaimana jika surat lamaran kerja kita bahkan tidak lolos screening?

    Sebelum berlanjut ke isi artikel, Glints ingin tahu, dong..

    Kalau memilih jawaban belum pernah sama sekali, tandanya ada beberapa hal yang harus lebih kamu perhatikan dalam menulis surat lamaran kerja. Berikut Glints sajikan 10 hal di antaranya.

    Baca Juga: 20 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Template Gratisnya

    Hal yang Membuat Surat Lamaran Kerja Lolos Screening

    1. Melampirkan CV

    surat lamaran kerja

    © thebalance.com

    Banyak orang yang menggabungkan CV dan surat lamaran kerja. Padahal, CV dan surat lamaran kerja adalah dua dokumen yang berbeda.

    CV adalah dokumen berisi informasi tentang pengalaman, skill, hingga keunggulanmu. Sedangkan, surat lamaran kerja berfungsi sebagai “gerbang” yang memberi kesan pertama pada perusahaan.

    Jika kamu hanya melampirkan surat lamaran kerjamu saja, rekruter tidak akan tahu siapa dirimu. Di sisi lain, jika hanya memberikan CV saja, kamu akan dianggap tidak sopan oleh rekruter.

    Jadi, selalu sertakan keduanya ketika ingin melamar kerja, ya.

    2. Isi surat yang singkat dan fokus

    surat lamaran kerja

    © rd.com

    Hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan jika ingin surat lamaran kerja bisa lolos tahap screening adalah membuatnya singkat namun tetap terfokus.

    Seringkali seorang pelamar kerja ingin menunjukkan semua kemampuan yang dimiliki dan menulskan semuanya ke surat lamaran kerja.

    Faktanya, surat lamaran kerja yang terlalu panjang seringkali membuatnya tidak lolos screening.

    Baik itu direktur, manajer, kepala HRD, atau siapapun yang membacanya berpikir suratmu terlalu berbelit-belit.

    Karena itu, selalu sunting kembali surat lamaran kerjamu agar tetap singkat, fokus, dan hanya berisi beberapa paragraf sebelum mengirimkannya.

    3. Susunan surat lamaran kerja yang rapi

    surat lamaran kerja

    © timeshighereducation.com

    Susunan surat lamaran kerja yang rapi juga bisa membuatmu bisa lolos tahap screening dari perusahaan.

    Adapun susunan isi surat lamaran kerja menurut The Balance Careers adalah sebagai berikut.

    • Penerima surat: Selalu cantumkan nama penerima surat. Jika tidak tahu, kamu bisa menggantinya dengan posisi yang akan menerima suratmu.
    • Infomasi diri: Tuliskan informasi diri yang lengkap seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, serta email.
    • Bagian pembuka: Beritahu perusahaan dari mana kamu mendapat informasi lowongan kerja serta bagaimana pengalaman dan skill-mu cocok dengan kebutuhan perusahaan.
    • Inti surat: Tuliskan alasanmu tertarik pada lowongan tersebut dan mengapa kamu adalah kandidat yang pas untuk posisi tersebut.
    • Penutup: Beritahu keinginanmu untuk kesempatan lebih lanjut agar bisa berdiskusi atau wawancara mengenai lowongan kerja tersebut.

    Setelah bagian penutup surat, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan salam hormat ke penerima surat.

    4. Penulisan dan tata bahasa yang baik

    pertanyaan interview

    © blog.edx.org

    Surat lamaran kerja yang bisa lolos tahap screening harus memiliki penulisan dan tata bahasa yang baik.

    Karena itu, selalu sunting kembali lamaran kerjamu sebelum mengirimkannya ke perusahaan.

    Perhatikan apakah di suratmu terdapat kesalahan-kesalahan kecil seperti kekurangan kata dan huruf.

    Pastikan juga bahwa di dalam surat lamaran kerjamu terdapat sambutan yang benar bagi penerima surat seperti “Bapak”, “Ibu”, “Mr.”, atau “Ms.”.

    Kamu juga bisa mengecek nama lengkap serta kontakmu untuk memastikan perusahaan bisa menghubungimu bila mereka tertarik.

    5. Tidak menuliskan keluhan tentang pekerjaan sebelumnya

    pertanyaan interview

    © netdoctor.co.uk

    Dalam menulis surat lamaran kerja, kamu hanya perlu fokus dalam memenuhi persyaratan yang diberikan oleh perusahaan.

    Jangan menuliskan hal-hal yang tidak relevan dengan lowongan kerja tersebut, seperti keluhanmu tentang perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya.

    Mungkin kamu menganggap keluhan tersebut akan membuat perusahaan yang kamu lamar tersanjung.

    Namun sebaliknya, mereka akan menganggap komentar tersebut sebagai indikasi attitude-mu yang buruk kepada perusahaan.

    Baca Juga: 10 Kesalahan Membuat CV yang Sering Ditemukan Perekrut

    6. Tidak berbohong

    surat lamaran kerja

    © vkool.com

    Ketika melamar kerja, tentu kamu ingin terlihat baik di mata perusahaan supaya bisa diterima.

    Namun, hal ini bukan berarti kamu malah berbohong dalam surat lamaran kerja, terlebih dengan tujuan untuk lolos tahap screening.

    Bila kompetensimu tidak bisa memenuhi lowongan kerja tersebut, jangan berpura-pura dan menambahkan informasi yang menipu agar diterima oleh perusahaan.

    Fakta-fakta yang kamu cantumkan dalam surat lamaran kerja tersebut dapat diperiksa oleh perusahaan.

    Jika ketahuan berbohong, kamu akan masuk ke dalam blacklist mereka, yang membuatmu tidak bisa melamar di perusahaan yang sama untuk selamanya.

    7. Tidak mencantumkan ekspektasi gaji

    surat lamaran kerja

    © atriumstaff.com

    Dalam surat lamaran kerja, kamu tidak perlu mencantumkan ekspektasi gajimu, kecuali diminta oleh perusahaan dalam persyaratannya.

    Fokuslah dalam menunjukkan ketertarikanmu pada pekerjaan di perusahaan tersebut.

    Jangan sampai perusahaan menganggap uang atau gaji adalah motivasi utamamu.

    Satu lagi yang harus kamu ingat selama proses rekrutmen, jangan pernah singgung tentang gaji sampai perusahaan membuka pembahasan terlebih dahulu.

    8. Tidak menuliskan rencana jangka panjang

    pertanyaan interview

    © ignitesocialmedia.com

    Maksudnya, jika kamu menganggap lowongan kerja tersebut sebagai batu loncatan saja dalam rencana jangka panjangmu, jangan tuliskan hal tersebut di surat lamaran kerja.

    Hal ini membuat surat lamaran kerjamu tidak lolos tahap screening. Mengapa begitu?

    Karena, hampir semua perusahaan mencari orang-orang yang termotivasi untuk bekerja di tempatnya dalam waktu lama.

    Mencantumkan rencana jangka panjangmu hanya akan membuat perusahaan jadi ragu dengan pendirianmu.

    9. Mencantumkan skill yang dibutuhkan

    tangan sedang mengetik surat lamaran kerja di laptop

    © Pexels.com

    Dalam sebuah lowongan pekerjaan, biasanya hiring manager mencantumkan skills yang harus dimiliki oleh seorang kandidat.

    Nah menurut Indeed, supaya surat lamaran kerjamu bisa lolos tahap screening, tuliskan skills yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

    Kamu juga bisa menceritakan kemampuan lain yang tidak dicantumkan perusahaan namun bisa membantumu ketika melakukan pekerjaan.

    Namun, seperti yang telah dijelaskan di poin nomor 6, jangan sampai kamu berbohong demi terlihat bagus di mata perusahaan, ya.

    10. Pastikan suratmu selaras dengan gaya perusahaan

    seorang wanita dengan buku catatan sedang mengetik surat lamaran kerja

    © Pexels.com

    Melansir dari Time, supaya surat lamaran kerja yang kamu tulis lolos tahap screening, pastikan penulisannya selaras dengan gaya perusahaan.

    Hal ini karena surat lamaran kerja bisa memberitahu hiring manager apakah seorang kandidat akan cocok dengan budaya perusahaannya atau tidak.

    Nah, supaya kamu bisa tahu gaya perusahaan, coba perhatikan isi website, konten media sosial, hingga gaya bahasa copy yang digunakan.

    Meski begitu, tetap buat surat lamaran kerjamu memiliki kesan yang profesional, ya.

    Baca Juga: 16 Kesalahan Penulisan Surat Lamaran Kerja yang Harus Dihindari

    Itulah 10 hal yang akan membuat surat lamaranmu lolos tahap screening. Intinya, surat lamaran kerja merupakan sebuah berkas yang dapat memberikan kesan pertama kepada perusahaan.

    Maka dari itu, saat sedang membuatnya, perhatikan hal-hal di atas agar impresi pertama perusahaan terhadapmu baik.

    Jika kamu masih bingung mengenai cara merancang surat lamaran atau seputar melamar kerja, jangan khawatir. Kamu bisa membaca ragam artikel kategori Melamar Kerja di Glints Blog.

    Tertarik? Yuk, klik di sini sekarang untuk tahu lebih banyak!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait