10 Kesalahan Membuat CV yang Sering Ditemukan Perekrut

Diperbarui 19 Nov 2021 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    CV adalah komponen terpenting dalam melamar kerja. Namun, ketika membuat CV dan melampirkannya saat melamar kerja, ternyata rekruter sering menemukan berbagai kesalahan di dalamnya, lho.

    Banyak pelamar kerja yang luput untuk memerhatikan detail di dalam CV yang dibuatnya.

    Padahal, setiap detail pada CV penting dan punya perannya masing-masing menurut sudut pandang tiap perusahaan incaranmu.

    Untungnya, Glints juga menyediakan berbagai template CV gratis yang bisa kamu download dan edit, lho! Poles CV kamu dan dapatkan pekerjaan impianmu dengan template CV gratis dari Glints di sini.

    Kemudian untuk membantu kamu yang sedang ingin memperbarui CV dan melamar ke perusahaan impian, Glints akan bahas soal kesalahan yang biasa dilakukan ketika membuat CV.

    Kesalahan dalam Membuat CV

    kesalahan membuat cv

    © Glints

    1. Salah ketik alias typo saat membuat CV

    Menurut Top Universities, kesalahan paling umum jobseeker ketika membuat CV adalah salah ketik alias typo.

    Jika diibaratkan, CV itu adalah wajah kamu yang akan pertama kali dilihat oleh tim rekruter. Barang salah satu huruf pun seharusnya tidak terjadi di tulisan yang sifatnya formal, apalagi CV.

    Bayangkan kalau CV adalah wajah kamu, typo kurang lebih akan sama posisinya dengan garis eyeliner yang menukik terlalu tinggi ke atas saat wawancara. Mengganggu dan sangat berpengaruh sekali tentunya pada kesan pertama rekruter terhadap kamu.

    Untuk menghindari typo atau salah penulisan saat membuat CV, kamu perlu meneliti kembali setelah CV selesai diketik. Beruntung jika kamu bisa menemukan teman yang bersedia untuk membaca hasil ketikan CV kamu dan mau menjadi editor.

    Baca Juga: 30 Cara Membuat CV Dilirik Perekrut

    2. Membuat CV dengan format kreatif

    membuat cv

    © hongkiat.com

    Kesalahan lain ketika membuat CV adalah penulisannya yang “terlalu kreatif”. Oleh karena itu, gunakan format yang sederhana, namun tetap modern.

    Memang, perusahaan di industri kreatif seperti stasiun radio, startup, e-commerce, dan media biasanya tidak terlalu kaku dalam format CV.

    Walau begitu, kamu tetap harus hati-hati. Sebab, CV kreatif rawan sulit dibaca oleh applicant tracking system (ATS). 

    ATS merupakan software yang dipakai rekruter untuk menyaring curriculum vitae kandidat. Kalau CV-mu sulit dibaca teknologi ini, peluangmu lolos seleksi jadi mengecil. Otomatis, pekerjaan impian jadi semakin sulit didapatkan.

    Meski begitu, kamu tak perlu khawatir. Glints punya panduan lengkap pembuatan CV yang ATS-friendly. Ada juga template yang bisa kamu pakai secara cuma-cuma.

    Yuk, simak panduannya agar kamu selangkah lebih dekat dengan karier impian! Klik tombol di bawah ini:

    BACA PANDUANNYA

    3. Menuliskan sesuatu yang tidak valid

    membuat cv

    © commpro.biz

    Misalnya, IPK kamu hanya 3.00 tapi karena syarat minimal pekerjaan yang dituju adalah IPK 3.20. Lantas kamu menuliskan yang tidak sesuai fakta.

    Bisa saja tim rekruter tidak meminta langsung ijazahmu, tapi kesalahan ini sangat fatal kalau kamu terapkan saat membuat CV.

    Jujur dari hal kecil seperti ini akan jadi modal untuk mendapat kepercayaan yang lebih besar.

    Baca Juga: Mencantumkan IPK di CV, Perlu atau Tidak, Ya?

    4. CV bukanlah esai, jangan terlalu panjang

    membuat cv

    © nynomads.com

    Pada awal mencari kerja di acara jobfair, sering terlihat calon pelamar yang membawa CV berlembar-lembar. Bahkan ada yang sampai 4 lembar, belum termasuk surat lamaran kerja atau cover letter.

    Ingat, membuat CV bukan menuliskan esai. CV yang terlalu panjang tidak menjamin kamu diterima oleh perusahaan, malah tim rekruiter akan sulit menemukan hal yang mereka butuhkan dari CV kamu.

    Laszlo Bock, mantan Senior Vice President of People Operations Google menyebutkan seharusnya pengalaman sepanjang 10 tahun sekalipun bisa dirangkum di satu halaman CV.

    Nah, kalau hal ini agak sulit bagi kamu, setidaknya kamu bisa membuat CV dalam 2 halaman saja supaya profil diri kamu efektif untuk dibaca.

    5. Hindari menuliskan hal yang menyangkut privasi

    membuat cv

    © delimiter.com.au

    Sekalipun kamu punya kesan buruk dengan kantor atau perusahaan terdahulu, mencantumkan konten yang sifatnya tertutup untuk kalangan terbatas adalah sama sekali salah.

    Membuat CV bukan bertujuan untuk menimbulkan kontroversi atau membuka rahasia perusahaan ke ranah publik. Maka, kamu harus bijak memilih info yang akan dimasukkan ke CV.

    Alamat blog, nama orang, dan pengalaman kerja yang berkaitan dengan hal rahasia sebaiknya tidak usah kamu tulis, sekalipun kamu berperan penting dalam hal tersebut. Tentu kamu tidak mau namamu disalahgunakan orang lain, bukan?

    6. Terlalu banyak informasi

    contoh cv network engineer

    © Freepik.com

    Kesalahan umum saat membuat CV yang sering ditemukan rekruter adalah informasi yang terlalu banyak dicantumkan.

    Contoh, kamu sejak kuliah sudah aktif dengan freelance dan organisasi eksternal kampus, ditambah lagi penghargaan sebagai vokalis terbaik di festival band fakultas.

    Prestasi itu memang membanggakan dan patut dikenang, tapi tidak semua perlu kamu masukkan dalam CV. Terlalu banyak informasi akan menyamarkan poin utama yang mau kamu tampilkan.

    Jadi, usahakan kamu membuat CV yang sesuai dengan posisi yang akan kamu lamar. Prestasi dan pengalaman kerja yang tidak berhubungan langsung, bisa kamu simpan dulu.

    Biasanya sewaktu sesi wawancara akan ada pertanyaan yang memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan sedikit tentang kepribadianmu di luar hal profesi.

    7. Membuat CV tapi lupa melampirkan cover letter

    mudah lupa

    © Pexels.com

    CV dan cover letter adalah dua surat yang berbeda, dan sering kali perusahaan juga tidak langsung meminta calon pelamar untuk menyertakan cover letter saat mengirimkan lamaran.

    Namun, kalau kamu membuat CV dan menyertakan juga cover letter tentu ada nilai tambah yang membedakan kamu dengan pelamar lainnya.

    Sesuai dengan namanya, cover letter akan menjadi tempat kamu menjelaskan lebih banyak profil diri kamu yang tidak terlalu penting dijelaskan di CV.

    Kamu bisa gunakan cover letter sebagai ajang promosi diri dengan cara yang lebih berkelas tentunya, dengan menggunakan bahasa yang lugas dan tidak banyak basa-basi.

    Baca Juga: 4 Langkah dalam Menulis Cover Letter yang Efektif

    8. Konten CV yang terlalu objektif

    CV tanpa pengalaman

    © Freepik.com

    Beberapa hal dalam membuat CV memang cukup personal, misalnya tentang kecenderungan pilihan kata, penjelasan, dan pernyataan.

    Namun perlu kamu ingat, tujuan membuat CV adalah menarik rekruter untuk memanggilmu mengikuti tes dan tentunya bisa lolos seleksi. Kamu butuh penerimaan secara profesional oleh perusahaan.

    Maka dari itu, ada baiknya kalau CV yang kamu buat juga tidak terlalu objektif, melainkan lebih banyak konten yang sesuai dengan profesi.

    Keinginanmu untuk bekerja di suatu kota misalnya, bisa dijelaskan secara verbal di wawancara tanpa harus dituliskan secara gamblang di CV.

    9. Berikan penjelasan spesifik

    © Freepik.com

    Menuliskan kalimat seperti “memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan Anda” adalah kesalahan yang sering ditemukan recruiter ketika jobseeker membuat CV.

    Sebaris kalimat ini sudah kehilangan gaungnya sejak lama di ranah pembuatan CV. Lebih baik kamu menuliskan kontribusi nyata yang bisa kamu tuliskan sebelum mulai membuat CV.

    Perusahaan akan lebih tertarik pada deskripsi pencapaian dan karakter diri kamu yang spesifik dibanding kalimat positif yang abstrak.

    Sekali lagi, kamu memang harus jujur pada diri sendiri juga saat membuat CV.

    10. Satu CV untuk semua

    © curiousdesign.ie

    Menurut VHR, kesalahan jobseeker ketika membuat CV adalah CV yang tidak sesuai dengan peran yang dilamar.

    Seperti yang sudah sempat Glints bahas di poin sebelumnya, format saat membuat CV yang kamu pilih harus sesuai dengan perusahaan atau jenis pekerjaan yang diincar.

    Poin ini berkaitan dengan persediaan CV di perangkat elektronik kamu. Menggunakan satu CV untuk melamar semua jenis pekerjaan tidak akan efektif.

    Misalnya, kamu punya pengalaman di bidang marketing dan bidang pendidikan. Jika kamu akan melamar ke pekerjaan yang berhubungan dengan perusahaan penjualan/retail, lebih baik kamu membuat satu versi CV yang berbeda.

    Dengan begitu, waktu kamu melamar untuk pekerjaan di bidang pendidikan, kamu tidak akan mengirimkan CV yang isinya lebih menonjolkan kemampuanmu menjadi seorang marketer.

    Baca Juga: Inilah Tips & Trik Cara Membuat CV yang Menarik dan Efektif

    Itulah 10 kesalahan dalam membuat CV yang sering ditemukan para rekruter.

    Sejatinya, memang membutuhkan usaha dan kreativitas lebih untuk menggarap CV yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

    Namun, hal tersebut akan lebih melelahkan kalau kamu mengirimkan ratusan CV yang sama dan hanya 1-2 perusahaan yang meliriknya.

    Maka dari itu, cobalah untuk lebih objektif saat sedang membuat CV. Tempatkan informasi yang valid dan jelaskan semua pengalamanmu secara spesifik.

    Dijamin para rekruter akan tergugah untuk memanggilmu untuk datang interview.

    Bagaimana? Dengan penjelasan di atas, apakah kamu sudah siap untuk mencari kerja? Jika sudah siap, segera ambil kesempatanmu di Glints, yuk!

    Di Glints, ada banyak lowongan pekerjaan yang menunggu untuk kamu lamar, lho.

    Tunggu apa lagi? Yuk, raih pekerjaan impianmu di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait