×

Hindari 8 Kesalahan Penulisan Surat Lamaran Kerja Ini

October 30, 2017 | No Comments

surat lamaran kerja

Rasanya, semua tips cara membuat surat lamaran kerja sudah dilakukan. Kamu juga merasa termasuk yang paling memenuhi syarat. Namun, mengapa hingga kini panggilan kerja belum datang juga? Mengapa kamu masih menganggur, sementara semua temanmu sudah mendapatkan pekerjaan impian mereka? Apa yang salah hingga kamu harus melakukan proses yang sama lagi dan lagi? Ribuan surat lamaran kerja sudah terkirim, namun tanpa hasil yang berarti.

surat lamaran kerja

© espresso.digital

Hmm, bagaimana kalau kamu cek lagi surat lamaran kerja yang sudah kamu buat? Mungkin, selama ini ada hal-hal yang kamu lewatkan. Meskipun kalimat pembuka sudah meyakinkan dan promosi diri sudah lengkap, jangan-jangan ada kesalahan yang luput dari perhatian kamu selama menulis surat lamaran kerja. Meskipun kesannya sepele, bisa jadi ini yang bikin pekerjaan impian tidak juga mendatangi kamu.

Baca juga: 4 Langkah dalam Menulis Cover Letter yang Efektif

Yang sering terlupakan saat menulis surat lamaran kerja

surat lamaran kerja

© thestudyabroadportal.com

Pertama kali menulis surat lamaran kerja, pastinya kamu akan mengikuti contoh yang sudah ada. Misalnya, surat lamaran kerja lama milik kakak, teman, atau bahkan contoh-contoh yang ada di internet. Tidak salah, sih. Namun, kebanyakan contoh yang ada hanya terfokus pada tata cara menulis surat lamaran kerja yang benar. Mulai dari letak tanggal, kalimat pembuka, hingga keseluruhan isi surat.

Nah, kalau begitu, bagaimana cara memastikan agar surat lamaran kerja kamu tidak lagi melakukan kesalahan yang sama? Daripada terus menganggur, lebih baik mulailah hindari 8 kesalahan penulisan surat lamaran kerja yang sering dilakukan ini. Apa saja? Yuk, kita lihat satu-satu.

Terkesan ragu-ragu dengan kemampuan diri

surat lamaran kerja

© goldfinchpublishing.com

Selama ini, mungkin kamu merasa takut dianggap sombong atau pamer. Untuk cari aman, kamu sering menggunakan kalimat seperti ini dalam surat lamaran kerja yang kamu buat: “Saya rasa, saya orang yang cocok untuk pekerjaan ini.”

Padahal, awal kalimat tersebut justru menyiratkan bahwa kamu tidak begitu yakin dengan kemampuanmu sendiri. Agar tidak memberi kesan yang keliru, coba ganti awal kalimat tersebut dengan contoh lain, seperti: “Saya percaya bahwa kemampuan berkomunikasi saya dapat menjadikan saya seorang project manager yang kompeten.”

Baca juga: Kepercayaan diri kamu kurang? Atasi dengan 3 hal ini!

Kurang jelas mendeskripsikan kemampuan diri

surat lamaran kerja

© ntgsite.com

“Baik” atau “bagus” merupakan kata sifat andalan yang sering digunakan dalam surat lamaran kerja. Contoh: kamu ingin menggambarkan dirimu sebagai seorang ‘penulis yang baik’. Sayangnya, gambaran ini cenderung masih terlalu umum dan tidak jelas. Baik dari segi apa?

Kamu bisa mengganti kata sifat “bagusatau “baik” dengan beberapa pilihan lain, seperti ahli, berbakat, berpengalaman, sukses, atau mampu. Bahkan, menunjukkan bukti nyata, seperti contoh karya, juga dapat mendukung deskripsi keahlianmu. Namun, bila misalnya kamu baru punya pengalaman dua tahun, berhati-hatilah dalam memilih kata yang tepat dalam surat lamaran kerja kamu. Daripada terlalu percaya diri menggunakan kata “ahli”, lebih baik gunakan kata “berpengalaman”.

Terdengar seperti mengemis

surat lamaran kerja

© careerbuilder.com

Banyak alasan seseorang membutuhkan pekerjaan. Mungkin saat ini kamu merasa bertanggung jawab ikut menafkahi keluargamu. Mungkin teman-temanmu akan sangat senang bila kamu berhasil mendapatkan pekerjaan impianmu. Selain mendapatkan gaji, kamu bisa menghindari sebutan “pengangguran” tersemat pada dirimu.

Namun, pihak HRD perusahaan yang bersangkutan hanya fokus pada mencari orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Makanya, jangan harap mereka akan mudah tersentuh dengan “kisah sedih perjuangan” kamu yang tertera pada surat lamaran kerja kamu. Nah, daripada terkesan putus asa, lebih baik pilih cara yang lebih cerdas untuk menjelaskan alasanmu melamar pekerjaan tersebut. Misalnya, membandingkan kuliah empat tahun di jurusan akuntansi dengan kemampuanmu untuk bekerja sebagai seorang akuntan.

Menulis “Seperti yang tertera pada CV saya…”

surat lamaran kerja

© digitalgov.gov

Sekilas, tampaknya tidak ada yang salah dengan kalimat ini. Toh, kalimat ini masih terdengar sopan. Sayangnya, secara langsung meminta pihak HRD untuk membaca semua yang tertera pada surat lamaran kerja kamu merupakan usaha yang justru malah membuang-buang waktu. Mengapa demikian?

Pihak HRD bisa langsung membaca semuanya sendiri, tanpa perlu petunjuk tersebut. Daripada menulis “Seperti yang tertera pada CV ini, saya sudah pernah bekerja sebagai seorang penerjemah bahasa asing selama tiga tahun”, lebih baik ganti dengan “Saya telah bekerja sebagai seorang penerjemah bahasa asing selama tiga tahun di perusahaan A.” Lebih jelas dan tidak terkesan bertele-tele. Ingat, bukan surat lamaran kerja dari kamu saja yang harus mereka baca.

Terlalu pede, hingga terkesan sombong

surat lamaran kerja

© istockphoto.com

Minder salah, terlalu percaya diri hingga terkesan sombong juga salah. Menyebut diri sendiri sebagai “kandidat terbaik” dalam surat lamaran kerja kamu malah membuat pihak HRD menjadi malas merekrut kamu. Dari mana kamu tahu bahwa kamu memang sebagus itu? ‘Kan mereka yang tetap menjadi pengambil keputusan.

Jangan juga menggunakan kata “ideal” atau “sempurna” pada surat lamaran kerja kamu. Kamu bisa mencoba beberapa kata sifat lain yang tidak terdengar “terlalu pede”, seperti: sangat baik, kompeten, atau memenuhi syarat. Jangan lupa, sediakan juga bukti pendukung deskripsi kemampuanmu pada surat lamaran kerja kamu. Misalnya, bisa menulis artikel berbahasa Inggris bila kamu sedang mengincar posisi jurnalis untuk media berbahasa Inggris. Jadi, surat lamaran kerja yang sudah kamu buat dengan susah payah tidak akan sekadar “numpang lewat” namun berakhir di mesin penghancur kertas.

Salah eja dan tata bahasa

surat lamaran kerja

© letsintern.com

Ini salah satu alasan yang tidak bisa kamu sepelekan dalam menulis surat lamaran kerja. Sebelum mengirim surat lamaran kerja, cek kembali keseluruhan surat. Pastikan tidak ada kesalahan pada tata bahasa dan ejaan. Satu kata saja yang salah eja atau tata bahasa yang berantakan bisa menjauhkanmu dari pekerjaan impianmu.

Hal ini juga sangat penting bila kamu melamar dengan menggunakan bahasa asing, misalnya: bahasa Inggris. Bila merasa kemampuan Bahasa Inggris kamu masih kurang, mintalah bantuan teman atau kakak yang lebih jago untuk mengecek ulang surat lamaran kerja kamu. Jangan langsung mengirimkannya dulu.

Baca juga: 9 Hal Yang Harus Kamu Perhatikan dalam Lamaran Kerja Bahasa Inggris

Surat lamaran kerja yang sama untuk semua jenis pekerjaan

surat lamaran kerja

© globalreporting.org

Ada alasan mengapa surat lamaran kerja untuk setiap posisi harus dibedakan. Misalnya, kebetulan kamu punya minat dan bakat menulis. Kamu ingin melamar ke dua tempat berbeda, yaitu surat kabar dan perusahaan periklanan. Meskipun keduanya sama-sama membutuhkan keahlian menulis, pastinya tetap ada bedanya, dong? Kebutuhan dua perusahaan tersebut pasti juga tidak sama.

Meskipun kata pembukanya mirip, sebaiknya jangan langsung copy paste tanpa mengecek ulang. Tidak hanya berisiko salah menyebut nama instansi, kamu akan terlihat sebagai sosok yang malas. Jangankan pekerjaan yang berbeda, pekerjaan yang sama namun dua perusahaan yang berbeda saja juga membutuhkan surat lamaran kerja yang berbeda.

Menambahkan informasi yang tidak relevan dengan posisi incaran

surat lamaran kerja

© collegeprepresults.com

Sebenarnya, surat lamaran kerja yang efektif justru juga jangan yang terlalu panjang. Justru dengan menuliskan informasi yang penting, mengikuti syarat dan ketentuan yang ada, serta singkat dan jelas sudah cukup. Kamu bisa memulai dari yang paling sederhana, seperti tidak mencantumkan semua riwayat pendidikanmu. Pihak HRD tidak perlu tahu TK tempatmu mulai belajar.

Misalnya, kamu ingin melamar sebagai instruktur bahasa di sebuah institut bahasa asing. Kamu tidak perlu mencantumkan hobi surfing-mu atau pengalamanmu menjadi atlet renang nasional. Cukup cantumkan saja hobi dan pengalaman yang dapat menunjangmu dalam pekerjaan tersebut.

 

Membuat surat lamaran kerja yang meyakinkan memang cukup menantang. Agar CV kamu meyakinkan dan dapat menjadi cerminan dirimu yang benar, jangan lupa untuk lebih teliti. Periksa kembali setelah selesai sebelum langsung mengirimkannya kepada pihak HRD perusahaan incaran. Tidak perlu malu meminta bantuan teman atau saudara untuk mengeceknya kembali. Nah, semoga setelah membaca artikel ini, kamu dapat menghindari 8 kesalahan penulisan surat lamaran kerja yang sering dilakukan ini. Kalau masih ragu, ada Glints yang memberikan kamu informasi hingga tips-tips yang dapat kamu gunakan untuk mengembangkan kariermu. Tidak perlu takut melakukan kesalahan lagi deh, dalam menulis surat lamaran kerja. Selamat berburu pekerjaan!

Sebagai platform yang membantu para profesional mengembangkan kariernya, Glints tidak hanya memberikan tips tetapi juga lowongan kerja mulai dari magang, full-timepart-time, hingga project-based. Jangan lupa sign up agar tidak ada informasi yang terlewatkan!

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up