16 Kesalahan Surat Lamaran Kerja yang Harus Dihindari

Diperbarui 25 Jul 2022 - Dibaca 15 mnt

Isi Artikel

    Umumnya, proses pelamaran kerja dapat berlangsung dengan cukup mudah. Namun, bukan berarti para kandidat tidak lagi membuat kesalahan saat menulis surat lamaran kerja.

    Kebanyakan surat lamaran pencari kerja gagal menggaet perhatian rekruter. Maksudnya, mereka tidak berhasil meninggalkan kesan yang baik di mata perusahaan.

    Padahal, fungsi utama surat lamaran kerja adalah sebagai sarana pelamar untuk merenggut hati rekruter perusahaan.

    Nah, kira-kira, apa saja kesalahan yang perlu dihindari job seeker agar surat lamaran kerja mereka bisa mendapatkan minat rekruter? Berikut Glints rangkum 16 contohnya untukmu. Yuk, disimak!

    Baca Juga: 7 Strategi Jitu Menulisa Cover Letter untuk Raih Pekerjaan Impian

    1. Melupakan beberapa aspek penting

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Glints

    Ketika pertama kali menulis surat lamaran kerja, pastinya kamu akan mengikuti contoh yang sudah ada, kan?

    Sebenarnya, hal tersebut tidaklah salah. Namun, kebanyakan contoh surat lamaran hanya terfokus pada tata cara penulisannya yang benar.

    Hasilnya, kandidat melakukan kesalahan yang cukup sepele, yakni melupakan berbagai aspek penting yang sebenarnya harus dicantumkan dalam surat lamaran kerja mereka.

    Menurut Indeed, biasanya mereka lupa menuliskan tanggal pembuatan surat, informasi pribadi, hingga penjelasan pengalaman kerja.

    Nah, semua hal di atas sifatnya penting untuk diketahui rekruter agar mereka bisa menilai kepribadian dan kualitas kerjamu. Maka dari itu, jangan sampai lupa, ya!

    2. Cara menerangkan kemampuan

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Glints

    Merasa takut dianggap sombong atau pamer kemampuan merupakan sebuah hal yang sangat wajar.

    Meskipun demikian, jangan sampai cara kamu menerangkan kemampuan diri di surat lamaran kerja terlihat ragu-ragu.

    Mengapa demikian? Pasalnya, penjelasan kemampuan harus dibentuk se kuat mungkin agar rekruter bisa melihatmu sebagai seorang profesional yang mumpuni dan percaya diri.

    Di sisi lain, kesalahan yang ditemukan dalam surat lamaran kerja adalah penjelasan kemampuan diri yang ditulis secara berlebihan.

    Hal ini akan membuatmu terlihat sombong atau bahkan seperti mengarang di mata rekruter.

    Ingat, sesungguhnya kemampuanmu akan dinilai saat nanti interview atau tes kemampuan, bukan berdasarkan penjelasan surat lamaran kerja, sesuai yang disampaikan Top Resume.

    3. Penulisan yang kurang rapi

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Glints

    Ketika membuat surat lamaran kerja, penulisan yang kurang rapi akan memberikanmu kesan yang buruk, baik itu saat melamar pekerjaan jurnalisme, akuntansi, atau pekerjaan lainnya.

    Mungkin kesalahan ini terlihat sepele. Akan tetapi, menurut Top Universities, penulisan yang kurang rapi seperti typo hanya akan membuatmu terkesan sebagai seseorang yang ceroboh dan tidak teliti.

    Maka dari itu, setelah selesai menulis surat lamaran kerja, jangan lupa untuk periksa hasil drafnya untuk menemukan kesalahan penulisan.

    Agar lebih yakin, kamu juga bisa meminta bantuan orang terdekat untuk memeriksa hasil surat lamaranmu.

    4. Terlihat seakan mengemis

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Glints

    Banyak alasan seseorang membutuhkan pekerjaan. Mungkin, saat ini kamu merasa bertanggung jawab untuk ikut menafkahi keluargamu.

    Namun, penting bagimu untuk tidak terlihat mengemis dalam surat lamaran kerja. Pasalnya, penulisan yang seakan terlalu mengemis takkan membantumu untuk mendapatkan posisi yang diincar.

    Justru, yang akan timbul dibenak rekruter adalah bahwa kamu tidak serius dengan posisi yang diinginkan, sesuai kata The Muse.

    Oleh karena itu, hindari kesalahan membuat surat lamaran kerja yang sifatnya terlalu mengemis.

    Yang seharusnya kamu lakukan adalah untuk menunjukkan kepada rekruter bahwa kamu semangat dan tertarik dengan posisi di perusahaan mereka.

    Bagaimana caranya untuk melakukan hal tersebut? Berikut Glints rangkum untukmu:

    • Jangan ragu untuk cantumkan portofolio dalam surat lamaran.
    • Sampaikan ucapan terima kasih secara tertulis pada rekruter atas waktu mereka.
    • Alih-alih menerangkan bahwa kamu membutuhkan pekerjaan, jelaskan pada rekruter bahwa kamulah kandidat yang cocok untuk posisi tersebut.

    5. Menulis Seperti yang tertera pada CV saya…

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Glints

    Sekilas, tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut. Toh, sebenarnya penyataan tersebut masih terdengar sopan.

    Meski begitu, meminta pihak rekruter untuk membaca hal yang tertera pada CV merupakan kesalahan yang fatal saat membuat surat lamaran kerja.

    Mengapa demikian? Pasalnya, rekruter tidak akan memiliki waktu untuk membaca semua CV pelamar kerja.

    Dengan meminta mereka untuk membaca CV-mu, mereka justru akan mendapatkan kesan bahwa kamu adalah seseorang yang sombong dan cukup malas.

    Maka dari itu, hindari penulisan kalimat “seperti yang tertera dalam CV saya…“. Yang sebaiknya kamu lakukan adalah untuk menerangkannya kembali dalam surat lamaran secara ringkas.

    6. Surat lamaran kerja yang sama untuk semua jenis pekerjaan

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Freepik.com

    Sejatinya, saat kamu hendak melamar pekerjaan yang berbeda, surat lamaran kerja yang dikirim sebaiknya sudah disesuaikan. Artinya, kamu harus punya satu lamaran kerja untuk satu lowongan kerja.

    Mengapa hal ini penting? Sebab, mengutip laman Career One, surat lamaran seharusnya menampilkan kemampuanmu yang sesuai dengan lowongan kerja.

    Sebagai contoh, penjelasan dalam surat lamaran content writer dan copywriter seharusnya berbeda.

    Dalam surat lamaran content writer, kamu bisa jelaskan kemampuan riset dan SEO-mu yang andal.

    Sementara, dalam surat lamaran copywriter, kamu bisa terangkan kemampuan penulisan kreatif kamu yang di atas rata-rata.

    Hal ini tak hanya memberikanmu keunggulan dari pelamar lainnya. Penjelasan kemampuan yang lebih spesifik juga akan menempatkan surat lamaran kerjamu di folder prioritas rekruter.

    7. Menambahkan informasi yang tidak relevan dengan posisi incaran

    kesalahan surat lamaran kerja

    © Glints

    Kesalahan lainnya yang sering ditemukan dalam surat lamaran kerja adalah penjelasan yang terlalu panjang dan tidak efektif.

    Hal ini umumnya terjadi karena memberikan terlalu banyak informasi yang tidak relevan dengan posisi incaran mereka.

    Menjelaskan pengalaman yang tidak sesuai dengan kebutuhan posisi tidak akan membuatmu lebih unggul. Justru rekruter tidak akan membaca penjelasan yang berlebihan tersebut.

    Oleh karena itu, sisipkanlah informasi dan pengalaman kerja yang dirasa sesuai dengan keperluan posisi yang kamu incar.

    Sebagai contoh, bila mendaftarkan diri untuk lowongan content writer, kamu tidak perlu menyuguhkan pengalaman kerjamu di bidang customer service.

    Yang bisa kamu tambahkan justru pengalaman kerja atau hasil tulisanmu yang cocok untuk penulisan di bidang marketing.

    8. Tidak mempertimbangkan gaya penulisan dalam surat

    © Glints

    Kesalahan berikutnya yang kerap ditemukan dalam surat lamaran kerja seorang job seeker adalah tidak memikirkan gaya penulisan.

    Tergantung pada jenis pekerjaan dan industri yang dituju, gaya penulisan bisa menjadi aspek penentu dalam surat lamaran kerja.

    Sebagi contoh, jika kamu menulis surat lamaran untuk perusahaan korporat terkemuka, gaya penulisan yang formal akan sangat penting.

    Namun, apabila perusahaan yang diinginkan memiliki image kreatif dan modern, akan lebih baik bagimu untuk mengambil pendekatan yang lebih informal.

    Hal ini diperlukan sebagai cara untuk menunjukkan bahwa kamu cocok dengan budaya organisasi di era modern yang lebih fleksibel dan terbuka.

    Sederhananya, ketika melamar pekerjaan, nada penulisan dalam surat harus selalu kamu pertimbangkan.

    Baca Juga: Kepercayaan diri kamu kurang? Atasai dengan 3 hal ini!

    9. Format surat yang terlalu panjang

    © Glints

    Menulis dalam format yang terlalu panjang juga menjadi kesalahan umum dalam surat lamaran kerja seorang kandidat.

    Padahal, menggunakan format yang lebih singkat akan memudahkan rekruter untuk membaca surat lamaran secara menyeluruh.

    Meskipun kamu ingin membuat surat lamaran yang unik untuk terlihat kreatif, hindari format yang terlalu artistik atau bertele-tele.

    Sebaiknya, kamu memecah blok teks besar menjadi paragraf pendek dan ringkas untuk memudahkan rekruter saat membaca sekilas suratmu.

    Membatasi penggunaan grafis dan warna juga akan membantu memastikan rekruter untuk tetap fokus pada poin terpenting dalam surat.

    10. Terlalu banyak menulis alasan

    © Glints

    Terlalu banyak menulis alasan melamar merupakan salah satu kesalahan terbesar dalam surat lamaran kerja.

    Sejatinya, tujuan utama rekruter adalah untuk melihat kemampuan dan pengalaman kerjamu. Mereka membutuhkan kedua hal tersebut untuk melihat kecocokanmu dengan posisi yang lowong.

    Apabila terlalu banyak menulis alasan lamaran, mereka akan kesulitan untuk menemukan kesesuaianmu dengan peran yang diinginkan.

    Penjelasan alasan yang terlalu panjang juga biasanya tidak akan dibaca rekruter. Pasalnya, mereka harus mengulas ratusan surat lamaran kerja setiap harinya.

    Maka dari itu, sertakan alasan lamaran yang singkat dan jelas. Ingat, yang perlu kamu lakukan adalah untuk menyorot skill dan pengalaman kerja.

    11. Tidak melakukan riset terhadap perusahaan

    © Freepik.com

    Kesalahan selanjutnya yang biasa dilakukan kandidat saat menulis surat lamaran kerja adalah tidak melakukan riset perusahaan.

    Hal ini bisa menimbulkan banyak kekeliruan dalam surat, seperti intonasi penulisan yang tidak sesuai dengan budaya perusahaan, hingga mencantumkan hal-hal yang kurang relevan dengan kebutuhan organisasi.

    Nah, meneliti perusahaan yang dituju akan membantumu dalam menghindari hal-hal yang tak diinginkan tersebut.

    Kamu nantinya bisa mengidentifikasi hal-hal yang penting bagi mereka dan dapat membantu menentukan jenis informasi yang harus disertakan.

    Riset yang baik juga seringkali menjadi faktor terpenting dalam menulis surat lamaran.

    Pasalnya, nanti kamu akan melihat cara terbaik untuk menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat terbaik untuk perusahaan mereka.

    12. Mencantumkan pengalaman yang kurang relevan

    © Glints

    Kesalahan umum lainnya yang sering ditemukan dalam surat lamaran kerja adalah pengalaman yang kurang relevan.

    Meskipun ingin menunjukkan pada rekruter bahwa kamu adalah pekerja berpengalaman, jangan cantumkan work experience yang kurang relevan dengan posisi tertuju.

    Justru, yang perlu kamu lakukan adalah menjelaskan bahwa pengalaman yang kamu miliki membuatmu menjadi kandidat terbaik untuk posisi tersebut.

    Selain itu, diskusikan hal-hal yang telah kamu dapatkan dari pengalaman kerja dan bagaimana hal tersebut relevan dengan posisi yang dilamar.

    13. Tidak mencantumkan prestasi dan pencapaian

    © Glints

    Menurut Indeed, kesalahan banyak kandidat adalah tidak mencantumkan prestasi dan pencapaian mereka dalam surat lamaran kerja.

    Surat lamaran sejatinya harus menjelaskan pencapaian profesional atau bagaimana kamu telah melampaui harapan supervisor dalam pengalaman-pengalaman kerjamu sebelumnya.

    Hal ini diperlukan sebagai cara untuk menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang mampu bekerja melewati ekspektasi atasan di kantor baru nantinya.

    Maka dari itu, sediakan sedikit ruang untuk menekankan kemampuan dan prestasimu di dunia kerja. Jelaskan secara ringkas dan padat.

    14. Menuliskan ekspektasi gaji

    © Glints

    Menuliskan ekspektasi gaji merupakan kesalahan besar yang sering ditemukan dalam surat lamaran kerja seorang pelamar kerja.

    Berbicara tentang harapan gaji di surat lamaran dapat membuatmu seakan terlihat rakus dan hanya menjadikan uang sebagai tujuan bekerja.

    Justru, sebagai saran, gunakan surat lamaran untuk menjelaskan nilai yang dapat kamu bawa ke perusahaan dan yang diinginkan tersebut.

    Jika instruksi rekruter memang adalah untuk memasukkan ekspektasi gaji, gunakan rentang angka yang sesuai dengan posisi tersebut.

    15. Terlalu banyak lampiran

    © Glints

    Melansir Top Universities, kesalahan selanjutnya yang kerap ditemukan pada surat lamaran kerja adalah mencantumkan terlalu banyak lampiran.

    Melampirkan terlalu banyak dokumen dan bukti prestasi sejatinya hanyalah buang-buang waktu. Sebab, rekruter tidak akan memiliki waktu untuk memeriksa semuanya.

    Terutama mencantumkan hal yang sejatinya kurang relevan dengan posisi kerja atau dokumen yang tak diajukan oleh rekruter.

    Nah, daripada memberikan terlalu banyak lampiran, hal yang sebaiknya kamu lakukan adalah menekankan kemampuan dan pretasimu secara singkat dalam surat.

    Bila ingin memberikan lampiran, cantumkanlah dokumen pendukun yang relevan sewajarnya.

    16. Gagal menyertakan CTA dalam penutup

    © Glints

    Kesalahan terakhir yang biasa dilakukan pencari kerja saat membuat surat lamaran kerja adalah gagal menyertakan CTA dalam penutup.

    Tujuan surat lamaran adalah untuk menjual nilai dan kemampuanmu pada calon atasan dan rekruter. Namun, semua hal tersebut akan sia-sia apabila mereka tidak memanggilmu untuk lanjut ke tahap berikutnya.

    Sebagai solusi, penutup surat harus selalu disertakan dengan CTA yang bisa mendorong rekruter untuk melanjutkan proses lamaranmu.

    Sebagai contoh, kamu bisa cantumkan pernyataan seperti “saya berharap dapat bertemu dengan bapak/ibu di tempat untuk sesi wawancara.”

    Hal ini memberi tahu rekruter bahwa kamu selalu siap dan menginginkan mereka untuk menghubungimu dan melanjutkan proses lamaran.

    Baca Juga: 9 Hal Yang Harus Kamu Perhatikan dalam Lamaran Kerja Bahasa Inggris

    Itu dia 16 kesalahan fatal yang perlu kamu hindari saat hendak merancang surat lamaran kerja

    Sejatinya, membuat surat lamaran yang meyakinkan memanglah sebuah pekerjaan yang menantang.

    Agar konten di dalamnya bisa menggambarkan kepribadian dengan baik, perlu usaha dan ketelitian lebih dari penulisnya.

    Nah, selain informasi di atas, kamu bisa menemukan ragam tips lain mengenai penyusunan surat lamaran kerja di Glints Blog.

    Cukup kunjungi kategori Melamar Kerja, kamu langsung bisa dapatkan berbagai info tepercaya seputar pembuatan surat lamaran dan dokumen kerja lainnya.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, langsung baca berbagai artikelnya sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait