Gigi sensitif dapat muncul secara tiba-tiba akibat berbagai faktor.
Dikutip dari Web MD, inilah penjelasan mendalam tentang penyebab sensitivitas gigi:
1. Menyikat gigi terlalu keras
Menyikat gigi terlalu keras dapat mengakibatkan pengikisan enamel dan membuka lapisan dentin.
Hal ini dapat memicu resesi gusi.
2. Resesi gusi
Resesi gusi, baik karena faktor genetik maupun penyakit periodontal, merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan jaringan gusi yang mengekspos akar gigi dan meningkatkan sensitivitas.
3. Penyakit gusi
Kebersihan gigi yang buruk dapat menyebabkan penyakit gusi.
Ini terjadi ketika plak atau lapisan lengket yang mengandung bakteri, menumpuk pada gigi.
Dikutip dari Healthline, gingivitis adalah tahap awal penyakit gusi.
Gejalanya meliputi gusi yang terasa nyeri dan bengkak yang mungkin mudah berdarah. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis.
Periodontitis terjadi ketika plak menyebar di bawah garis gusi.
Hal ini memicu respons peradangan yang kuat pada jaringan yang mendukung gigi dan tulang. Pada kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan gigi tanggal jika gusi terpisah dari gigi.
4. Gigi retak
Gigi yang retak atau patah dapat menjadi pintu masuk bakteri, menyebabkan peradangan dan meningkatkan sensitivitas pada gigi.
5. Menggeretakkan gigi
Dikutip dari Healthline, kebiasaan menggeretakkan gigi, khususnya pada malam hari ketika tidur, dapat mengikis enamel dan mengekspos dentin, memperburuk gigi sensitif.
6. Produk pemutih gigi
Produk pemutih dan pasta gigi dengan larutan pemutih berbasis peroksida dapat menyebabkan gigi sensitif.
Jika menginginkan tampilan gigi lebih putih, konsultasikanlah dengan dokter gigi terlebih dulu agar lebih aman.
7. Usia
Sensitivitas pada gigi umumnya mencapai puncaknya antara usia 25 hingga 30 tahun.
8. Penggunaan obat kumur
Beberapa obat kumur mengandung asam yang dapat memperburuk sensitivitas.
Hal ini dikarenakan beberapa produk mengandung asam yang dapat memperburuk kondisi gigi yang sudah sensitif.
Maka, batasi berkumur sekali atau dua kali sehari.
9. Konsumsi makanan asam
Konsumsi berlebihan makanan asam seperti tomat, jeruk, dan jus buah dapat mengikis enamel gigi, memperbesar risiko gigi sensitif.
10. Penambalan gigi
Penambalan atau pembersihan pada gigi busuk dapat menimbulkan sensitivitas sementara dan biasanya mereda dalam empat hingga enam minggu.
Cara Mengatasi Gigi Sensitif
Menangani gigi sensitif memerlukan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.
Jika kamu mengalami ketidaknyamanan yang berkelanjutan, segera atur janji temu dengan dokter gigi untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah tersebut.
Dokter gigi akan membantu menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi gigi.
Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi gigi sensitif:
1. Pilih pasta gigi khusus gigi sensitif
Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif secara teratur.
Berbagai merek tersedia, sehingga kamu dapat mencoba beberapa produk untuk menemukan yang paling efektif digunakan.
Oleskan tipis-tipis pada akar gigi sebelum tidur untuk hasil optimal.
2. Jaga kebersihan mulut
Terapkan teknik menyikat gigi dan menggunakan benang gigi dengan benar untuk membersihkan gigi dan mulut secara menyeluruh.
3. Gunakan sikat gigi berbulu lembut
Pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut untuk mengurangi abrasi pada gigi dan menghindari iritasi pada gusi.
4. Perhatikan pola makan
Kurangi konsumsi makanan asam yang dapat merusak enamel gigi dan memicu gigi sensitif.
Pola makan yang lebih sehat dapat membantu meminimalkan risiko rasa ngilu.
5. Gunakan produk gigi berfluorida
Penggunaan obat kumur berfluorida setiap hari dapat membantu mengurangi sensitivitas.
Konsultasikan dengan dokter gigi mengenai produk yang sesuai untuk digunakan di rumah.
6. Hindari menggertakkan gigi
Jika kamu memiliki kebiasaan menggertakkan gigi, mungkin menggunakan pelindung mulut, terutama saat tidur, dapat membantu.
Kapan Harus Mengunjungi Dokter?
Jika cara-cara di atas tidak efektif, segera temui dokter gigi untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Terlebih, ketika kamu mengalami gejala gigi berlubang atau potensi kerusakan akar gigi, agar dapat memperoleh perawatan dengan cepat dan mencegah komplikasi.
Gejala-gejala yang dimaksud meliputi:
- ngilu pada gigi yang terjadi tanpa penyebab jelas
- sensitivitas yang fokus pada satu gigi
- kesulitan menggigit atau mengunyah
Sekian informasi mengenai gigi sensitif dari Glints. Semoga bisa membantumu, ya!
Jika rasa ngilu yang kamu alami semakin tidak nyaman dan mengganggu aktivitas kerja, sebaiknya segera kunjungi dokter gigi terdekat.
Nah, masih ada banyak lagi informasi yang seputar kesehatan di tempat kerja yang bisa kamu dapatkan di Glints Blog, lho.
Informasinya sudah disusun sedemikian rupa sehingga kamu akan mudah mengerti saat membacanya.
Yuk, temukan semua informasinya secara gratis dengan klik di sini!