Exit Strategy: Apa Itu, Jenis-Jenis, dan Manfaatnya

Tayang 03 Mar 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Meskipun kata exit strategy memiliki konotasi negatif, tapi keberadaannya adalah kunci dalam keberlangsungan bisnis perusahaan, lho.

    Mengutip dari The Balance Small Business, membangun strategi ini dapat membantumu dalam merencanakan bagaimana kamu akan meninggalkan bisnis yang telah dibuat.

    Tentunya, kamu tidak mungkin bisa memimpin sebuah bisnis selamanya, bukan?

    Nah, supaya kamu bisa tahu lebih lanjut tentang strategi ini, yuk, simak penjelasan dari Glints berikut ini!

    Apa Itu Exit Strategy

    exit strategy adalah

    © Pexels.com

    Exit strategy adalah rencana strategis untuk menjual kepemilikian bisnis ke perusahaan lain atau investor, menurut Investopedia.

    Strategi ini dapat membantumu dalam melakukan likuidasi bisnis.

    Jika usahamu gagal, strategi ini dapat membantumu untuk meminimalisir kerugian yang dialami.

    Di sisi lain, jika bisnismu sukses, kamu bisa mendapatkan profit yang besar darinya.

    Perlu kamu ketahui bahwa pemilihan jalan keluar ini dapat mempengaruhi keputusanmu dalam pengembangan bisnis.

    Selain itu, pemilihan strategi ini juga tergantung oleh beberapa faktor, seperti.

    • Seberapa banyak kontrol atau keterlibatanmu dalam bisnis apabila kamu berniat untuk tetap bertahan meski telah menjual bisnismu.
    • Apakah kamu ingin perusahaan tetap berjalan dengan cara yang sama persis setelah kamu meninggalkannya atau bersedia melihat perubahan di dalamnya.

    Apapun itu, pemilihan strategi ini sangatlah beragam tergantung tipe dan seberapa besar sebuah bisnis.

    Namun yang pasti, perencanaan yang baik akan selalu mengetahui nilai asli dari sebuah bisnis dan dapat memberikan pondasi untuk tujuan di masa depan serta arahan baru.

    Baca Juga: 6 Perbedaan Tujuan (Goal) dan Target (Objective) untuk Bisnis

    Jenis-Jenis Exit Strategy

    apa itu exit strategy

    © Pexels.com

    Perlu kamu ketahui bahwa strategi ini pun memiliki beragam jenis dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Mengetahui hal ini dapat membantumu dalam menimbang-nimbang opsi dalam memilih strategi yang pas untuk bisnismu.

    Seperti mengutip dari Ansarada, berikut adalah jenis-jenis exit strategy.

    1. M&A

    M&A yang merupakan kepanjangan dari merger & acquisition adalah strategi di mana kamu menjual bisnismu secara keseluruhan pada investor atau perusahaan lain.

    Adapun kelebihan dari strategi ini adalah sebagai berikut.

    • memungkinkanmu mengontrol negosiasi harga dan membuat persyaratan sendiri
    • bisa meningkatkan harga lebih tinggi jika mendapatkan banyak penawaran dari kompetitor atau perusahaan lainnya

    Sedangkan, kelemahan strategi ini antara lain.

    • proses yang lama dan memakan banyak uang serta waktu
    • tidak jarang usahamu menjual bisnis menemui kegagalan

    2. Menjual saham ke investor

    Menjual saham ke investor adalah salah satu exit strategy lain yang bisa kamu pertimbangkan, baik itu ke orang terdekat atau angel investor.

    Kelebihan dari strategi ini adalah sebagai berikut.

    • Perusahaan bisa berjalan seperti biasanya dengan gangguan minimal dari perubahan kepemilikan.
    • Orang yang membeli saham kurang lebih sudah memiliki ketertarikan terhadap bisnismu, sehingga dapat berkomitmen untuk kesuksesan jangka panjang.

    Namun, kekurangan strategi ini antara lain.

    • kesulitan mencari pembeli saham
    • jika kamu menjual ke orang terdekat, ada kemungkinan kamu akan mengurangi harga sahamnya.

    3. Suksesor dari keluarga

    Jika kamu memilih suksesor dari keluarga, pastikan orang yang menggantikanmu punya kualitas mumpuni untuk menjalankan bisnis.

    Adapun kelebihan dari strategi ini adalah sebagai berikut.

    • orang yang akan menggantikanmu memiliki pengetahuan dan pemahaman baik terhadap bisnis
    • anggota keluarga yang dipilih dapat dipersiapkan untuk transisi kepemimpinan di masa depan
    • memungkinkanmu untuk menjaga hubungan dekat dengan bisnis meski telah meninggalkannya

    Di sisi lain, kelemahan dari strategi ini yaitu.

    • belum tentu ada anggota keluarga yang memiliki ketertarikan maupun kapabilitas untuk memimpin bisnis
    • menghilangkan batasan profesional dan personal, sehingga rawan terjadi konflik dalam keluarga

    4. Acquihires

    Strategi ini adalah di mana perusahaan lain membeli bisnismu dengan tujuan untuk mendapatkan talenta di dalamnya.

    Tipe akuisisi seperti ini sangat menguntungkan bagi karyawan dengan skill yang baik karena akan terus dipekerjakan pemilik baru.

    Kelebihan dari acquihires antara lain.

    • karyawanmu memiliki masa depan yang terjamin meski bisnis telah dijual
    • kamu memiliki kekuatan lebih ketika menegosiasikan penjualan bisnismu

    Kelemahan dari exit strategy ini adalah.

    • kesulitan dalam mencari perusahaan yang tertarik untuk melakukan acquihires
    • memakan banyak waktu serta uang ketika prosesnya

    5. Management and employee buyouts (MBO)

    Bentuk exit strategy ini membuat setiap karyawan bisa ditransisikan ke peran yang lebih senior untuk mengisi bagian kepemimpinan.

    Sehingga, bagian manajemen perusahaannya diisi oleh orang-orang yang familier dengan bisnismu dan memiliki kemampuan untuk menjalankannya.

    Kelebihan dari strategi ini antara lain.

    • bisa mempercayakan bisnis karena dijalankan oleh orang yang telah berpengalaman bekerja di perusahaanmu
    • proses handover lebih cepat dan mudah dibandingkan menjualnya ke pihak ketiga

    Sedangkan, kelemahannya yaitu.

    • belum tentu ada manajer atau karyawan yang tertarik atau siap memegang kendali perusahaan
    • perubahan manajemen yang besar-besaran dapat mengakibatkan dampak negatif

    6. Initial Public Offering (IPO)

    IPO atau initial public offering adalah exit strategy di mana kamu membuat bisnismu go public dan menjual sahamnya ke shareholder.

    Kelebihan dari strategi ini adalah potensi untuk mendapatkan banyak keuntungan.

    Namun di sisi lain, kamu pun akan kehilangan “kendali” sepenuhnya terhadap bisnismu.

    Selain itu, perusahaanmu pun akan mendapatkan pengawasan yang ketat dari pemegang saham, badan hukum, dan publik.

    7. Likuidasi

    Strategi ini adalah salah satu exit strategy yang umum diambil apabila bisnis gagal. Artinya, kamu menutup bisnis dan menjual seluruh asetmu.

    Tidak hanya itu, uang yang kamu dapatkan harus digunakan untuk membayar utang dan shareholder apabila ada.

    Kelebihan dari strategi likuidasi adalah sebagai berikut.

    • jika kamu berniat untuk menutup perusahaan selamanya, likuidasi memungkinkan bisnismu untuk benar-benar “hilang”
    • metode ini lebih cepat dan simpel untuk dilaksanakan dibandingkan strategi lainnya

    Sedangkan, kelemahannya antara lain.

    • belum tentu mendapatkan nilai likuidasi yang tinggi
    • memutus hubungan antara kamu dengan karyawan, konsumen, dan partner

    8. Bangkrut

    Bisa dibilang ini adalah exit strategy yang harus kamu hindari sebisa mungkin.

    Hal ini akan menyebabkan seluruh asetmu disita dan mempengaruhi kreditmu.

    Tidak hanya itu, kamu pun akan lebih sulit mengajukan kredit untuk kepentingan bisnis di masa depan.

    Namun di sisi lain, hal ini dapat membantumu dalam melunasi utang-utang yang dimiliki.

    Baca Juga: Memahami Balanced Scorecard: Arti, Sejarah, Perspektif, dan Manfaatnya

    Manfaat Exit Strategy

    strategi keluar

    © Pexels.com

    Melansir dari USCC, manfaat yang bisa didapatkan dari exit strategy adalah sebagai berikut.

    • membantumu membuat keputusan bisnis yang terarah
    • memastikan bisnismu tetap berjalan sesuai nilai yang dipegang
    • membuat bisnismu lebih menarik bagi pembeli
    • menjamin transisi yang lancar
    • mencegah terjadinya exit strategy yang tidak diinginkan seperti bangkrut
    Baca Juga: Process Management: Definisi, Manfaat, Hal yang Dikerjakan, Tujuannya

    Nah, itu adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui seputar exit strategy.

    Selain strategi ini, kamu bisa mengetahui lebih banyak seputar business development dengan membaca beragam artikel di Glints Blog.

    Dalam kategori business development, terdapat artikel-artikel menarik yang bisa kamu pilih dan baca untuk menambah wawasanmu.

    Menarik bukan? Yuk, tambah wawasanmu dengan klik di sini sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 6

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait