Efek: Pengertian, Jenis, dan Bentuk-bentuknya

Diperbarui 07 Jul 2023 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Dalam dunia investasi, efek adalah salah satu istilah yang cukup sering ditemui. Bagi kamu yang belum memahami apa itu efek, artikel berikut ini akan menyediakan pembahasan lengkapnya untukmu.

    Mengapa hal ini penting untuk dipelajari? Istilah-istilah investasi sering kali membingungkan, terutama bagi pemula.

    Beberapa di antaranya adalah istilah efek, sekuritas, saham, dan lain-lain.

    Agar kamu tidak menyalahgunakan istilah ini, langsung saja simak rangkuman di bawah ini sampai habis!

    Pengertian Efek

    Dilansir dari Investopedia, efek adalah instrumen keuangan yang menunjukkan kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan dalam bentuk saham atau obligasi.

    Dalam bahasa Inggris, efek biasanya dikenal dengan sebutan security.

    Apakah kamu pernah mendengar istilah sekuritas? Nah, sekuritas adalah sebutan lain untuk efek.

    Sekuritas ini dapat diperjual belikan yang bertujuan untuk menambah modal perusahaan. Sebagai timbal baliknya, pembeli atau investor akan mendapatkan keuntungan dari kepemilikan sekuritas.

    Akan tetapi, tidak semua perusahaan dapat melakukan hal ini. Mereka harus menaati hukum dan memenuhi syarat yang berlaku sebelum menjual saham atau obligasi ke masyarakat umum.

    Aturan tersebut berfungsi sebagai pelindung investor dari penipuan.

    Perbedaan Efek dan Saham

    Dari definisi di atas, sebenarnya sudah dapat disimpulkan bahwa saham dan efek atau sekuritas adalah dua istilah yang memiliki makna berbeda.

    Namun, kamu mungkin selama ini menggunakan kedua istilah tersebut untuk mengarah pada satu hal yang sama.

    Padahal, saham hanyalah salah satu jenis atau contoh dari efek.

    Contoh sekuritas lainnya adalah obligasi, real estate, dan derivatif.

    Baca Juga: Ingin Investasi? Pelajari 13 Istilah Berikut Beserta Pengertiannya!

    Jenis-Jenis Efek

    Nah, untuk memahami lebih jauh tentang jenis-jenis efek, berikut penjelasan lengkap yang dikutip dari Investopedia.

    1. Modal

    Jenis efek yang pertama adalah equity securities atau sekuritas yang berbentuk ekuitas (modal) perusahaan.

    Equity securities menunjukkan kepemilikanmu terhadap saham modal, baik saham biasa maupun preferen.

    Pemegang sekuritas jenis ini berhak atas return atau keuntungan dari dividen maupun capital gain.

    Selain itu, pemegang saham juga mendapatkan kelebihan lain, yaitu hak voting apabila memenuhi persyaratan. Misalnya telah memiliki jumlah minimal saham sesuai ketentuan.

    2. Utang

    Sekuritas utang umumnya meliputi obligasi pemerintah dan korporasi, sertifikat deposito, dan sekuritas yang diagunkan (seperti CDO dan CMO).

    Sebagai pemilik, umumnya kamu akan memperoleh hak untuk pembayaran bunga secara reguler, bersama dengan hak lainnya yang ditetapkan.

    Namun, berbeda dengan sekuritas ekuitas, sekuritas utang tidak akan memberi hak voting pada pemegangnya.

    Efek ini biasanya diterbitkan untuk jangka waktu tertentu, serta dapat memiliki jaminan maupun tidak. Dalam bahasa Inggris, biasanya disebut dengan secured dan unsecured bonds.

    3. Hybrid

    Sesuai dengan namanya, sekuritas hybrid adalah jenis sekuritas yang menggabungkan beberapa karakteristik dari sekuritas utang dan modal.

    Contoh sekuritas campuran antara lain:

    • Waran ekuitas, yaitu opsi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli saham dalam jangka waktu tertentu dan dengan harga tertentu.
    • Obligasi konversi, yaitu obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa di perusahaan penerbit.
    • Saham preferen, yaitu saham perusahaan yang pembayaran bunga, dividen, atau pengembalian modal lainnya akan diprioritaskan daripada pemegang saham biasa.

    4. Derivatif

    Jenis efek selanjutnya adalah derivatif.

    Menurut Corporate Finance Institute, derivatif adalah kontrak keuangan antara dua pihak untuk membeli aset yang harganya ditentukan oleh nilai aset dasar lain, seperti saham, obligasi, atau komoditas.

    Aset dasar tersebut biasanya disebut sebagai underlying assets.

    Tipe derivatif yang paling sering diperjual belikan adalah call options (nilai bertambah ketika aset dasar mengalami apresiasi) dan put option (nilai bertambah ketika aset dasar mengalami depresiasi).

    5. Aset lainnya

    Selain contoh-contoh yang sudah disebutkan, bentuk aset lain seperti emas, apartemen, hingga gedung perkantoran juga bisa termasuk ke dalam jenis efek.

    Saat sebuah aset dapat menghasilkan uang bagi para investor, maka aset tersebut bisa masuk ke dalam jenis sekuritas.

    Namun, transaksi jual belinya tidak difasilitasi oleh bursa efek.

    Baca Juga: 16 Jenis Obligasi Berdasarkan Penerbit, Kupon, Jaminan, dan Jatuh Tempo

    Bentuk-Bentuk Efek

    Setelah memahami apa itu efek dan jenis-jenisnya, kamu juga perlu mengetahui seperti apa bentuk-bentuk efek.

    Beberapa bentuk efek tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

    1. Certificated securities

    Sesuai namanya, certificated securities atau adalah sekuritas yang memiliki bentuk fisik, seperti kertas atau sertifikat.

    Namun, perkembangan teknologi dan kebijakan modern kini mulai menghilangkan kebutuhan akan sertifikat fisik.

    Dalam hal ini, biasanya penerbit merilis sekuritas yang memiliki sertifikat global dan sekuritas tanpa wakrat yang dikelola oleh sistem elektronik.

    Yang perlu dipahami adalah bentuk sekuritas tidak mempengaruhi hak yang dimiliki oleh investor.

    2. Letter securities

    Letter securities bukanlah sekuritas yang berbentuk surat.

    Menurut Investopedia, jenis sekuritas yang satu ini dijual langsung oleh penerbit kepada investor dan tidak ditujukan untuk dijual kembali.

    Apabila investor ingin menyerahkannya kepada investor lain, mereka harus menjalani beberapa prosedur hukum.

    3. Registered securities

    Bentuk efek selanjutnya adalah registered securities yang merupakan kebalikan dari bearer securities.

    Melansir Investopedia, registered securities adalah sekuritas yang kepemilikannya terdaftar pada perusahaan penerbit.

    Ini merupakan bentuk yang paling umum. Registered securities dapat menyediakan informasi investor bagi perusahaan penerbit untuk keperluan pembagian dividen nantinya.

    Di sisi lain, bearer securities adalah sekuritas yang kepemilikannya tidak terdaftar dalam pembukuan perusahaan penerbit.

    Jadi, efek tersebut dapat berpindah tangan dari satu investor ke investor lain.

    Demikian penjelasan Glints mengenai apa itu efek. Sebagai investor pemula, memahami istilah efek adalah langkah awal yang memang diperlukan sebelum jauh memilih instrumen investasi.

    Baca Juga: Ikuti 6 Pertimbangan Memilih Perusahaan Sekuritas Ini agar Investasi Bisa Sukses

    Apakah kamu siap belajar lebih banyak tentang investasi?

    Yuk, baca lebih banyak artikel di Glints Blog! Kamu dapat temukan beragam pembahasan penting dan menarik terkait investasi.

    Mulai dari perbedaan investasi aktif dan pasif, hingga tips mempertimbangkan investasi atau bayar utang terlebih dahulu.

    Tertarik? Kunjungi link ini sekarang juga untuk temukan kumpulan artikelnya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.3 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait