Tips Membuat CV dan Portofolio Product Designer yang Menarik

Diperbarui 27 Des 2022 - Dibaca 17 mnt
Ditulis oleh : Fedora Devena

Untuk menarik perhatian rekruter sekarang bukan lagi hanya skill dan niat yang kuat. Namun, kamu butuh CV dan portofolio yang menarik, termasuk jika tertarik dengan posisi product designer.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Menurut saya, product designer merupakan salah satu profesi yang berhubungan dengan desain dan memiliki prospek paling menarik. 

Hal itu disebabkan profesi ini memiliki career path yang luas dan banyak cabang yang bisa dieksplor. 

Lewat artikel ini saya akan menjelaskan seperti apa peran seorang product designer hingga tips membuat CV dan portofolio yang menarik. 

Jika penasaran, teman-teman bisa terus menyimak penjelasan yang sudah saya siapkan di bawah ini, ya. 

Memahami Peran Product Designer di Perusahaan

Sebelum ke pembahasan soal tips membuat CV dan portofolio product designer, tentunya kamu harus tahu terlebih dahulu tentang peran profesi ini.

Product designer sebenarnya kombinasi dari UI dan UX dan bersifat lebih menyeluruh. Jadi, tugas day to day lebih banyak berkolaborasi dengan berbagai macam stakeholders

Mulai dari product manager, engineer, dan bahkan sampai CEO untuk mencari tahu seperti apa intentions mereka pada produk baru yang akan dirilis. 

Setelah menyamakan dulu mindset-nya, product designer bertanggung jawab mengubah intentions tersebut menjadi produk yang bisa digunakan oleh user

Selain itu, peran selanjutnya dari product designer adalah untuk memimpin design process untuk membuat produk digital. 

Design process ini mencakup riset user bersama UX researcher untuk mencari tahu apa yang dirasakan user saat menggunakan produknya.

Setelah mengetahui apa saja kesulitan yang dihadapi oleh user, masalah tersebut akan dianalisis. Jadi, bisa dibuat seperti apa UI dan UX yang sesuai dengan kebutuhan user

Tidak berhenti di situ, product designer juga ikut untuk melakukan tes prototype untuk mencari tahu apakah produk tersebut bisa dimengerti oleh user atau tidak. 

Dalam proses yang disebut interaksi ini, product designer juga harus memvalidasi desain yang dibuat dengan melakukan user test

Satu hal yang perlu kamu pahami, bahwa hal yang membedakan product designer dengan bidang desain lainnya adalah kita selalu menggunakan data. 

Data tersebut harus menjadi basis pemikiran dan output apa pun yang kita buat. 

Baca Juga :  Panduan Work from Anywhere: Mengenal WFA, Tren, dan Tips Suksesnya

Jadi apa pun yang dibuat tapi jika datanya tidak mendukung, maka hal itu tidak akan valid. 

Baca Juga: Daftar 7 Pekerjaan dalam Dunia Desain Produk, Mana yang Tepat Untukmu?

Yang Perlu Dipersiapkan untuk Jadi Product Designer

Setelah memahami peran seorang product designer, kamu juga harus tahu apa saja soft dan hard skill yang dibutuhkannya.

Dari segi background pendidikan, menurut saya profesi ini tidak hanya selalu dari seseorang berlatar belakang desain saja. 

Namun, biasanya kebanyakan profesi ini berasal dari jurusan IT, desain seperti graphic design atau DKV, hingga HCI (Human Computer Interaction).

Basic dari ketiga bidang tersebut cukup mirip karena nanti day to day job dari product design juga melibatkan semua hal tersebut. 

Akan tetapi, bukan berarti pendidikan yang tidak linear dengan product designer tidak bisa mencoba profesi ini. 

Jadi, menurut saya latar belakang pendidikan tidak membatasi karena yang penting punya passion untuk mencoba berkarier di profesi ini.

Selain itu, ada 3 hal lain yang perlu dipersiapkan jika kamu memang ingin fokus berkarier sebagai product designer

1. Basic skill

Pertama adalah memiliki basic skill mulai dari soft atau hard skill yang dibutuhkan untuk profesi ini. 

Baik itu soft skill atau hard skill kedua hal itu sama-sama pentingnya karena saling melengkapi. 

Beberapa soft skill yang dibutuhkan, antara lain:

Critical thinking

Soft skill yang satu ini sangat diperlukan oleh seorang product designer. Pasalnya, salah satu tugas dari profesi ini adalah menganalisis apa permasalahan yang dialami oleh user

Jadi, tanpa skill yang satu ini tentu saja akan kesulitan dalam proses mengidentifikasi apa yang diinginkan oleh user. 

Problem solving

Problem solving adalah soft skill yang tidak kalah pentingnya untuk dimiliki seorang product designer

Soft skill yang satu ini tidak hanya sekadar kemampuan untuk menyelesaikan masalah saja. 

Namun juga sebuah mindset yang memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih positif saat mencari jalan keluar dari suatu permasalahan. 

Empati

Setiap pekerjaan membutuhkan empati, tapi bagi seorang product designer soft skill ini sangatlah penting. 

Dengan menggunakan skill empati tentu akan memudahkan saat melakukan riset kepada user

Pasalnya, skill ini dapat membantu kita melihat sudut pandang dari user saat menggunakan produk. 

Baca Juga :  8 Tips Menulis CV Teller Bank yang Menarik Perhatian HRD

Beberapa hard skill yang dibutuhkan, antara lain:

  • Pemahaman software untuk membuat desain seperti Sketch dan Figma.
  • Software untuk ideation atau brainstorming dengan researcher seperti Miro.
  • Memahami software untuk prototyping atau product test seperti InVision atau Marvel.
  • Teori-teori dan basic skill dalam mendesain misalnya: design thinking, wireframing, user journey mapping, dan lain lain. 

Baik soft skill dan hard skill di atas sangat penting untuk ditulis di CV product designer karena bisa menjadi nilai jual kandidat kepada recruiter

2. Pengalaman

Kemudian, hal kedua yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang product designer adalah experience atau pengalaman. 

Meskipun belum pernah memiliki pengalaman di sebuah perusahaan, tapi paling tidak sudah tahu apa saja tugas dari product designer

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah experience di bidang product design misalnya dengan belajar study case dari internet. 

Kemudian, hal lain yang bisa dilakukan misalnya mencoba redesign suatu aplikasi. 

Jadi, kita analisis aplikasi tersebut dan mencoba melakukan redesign untuk dibuat lebih baik lagi. 

Hal tersebut untuk mempersiapkan diri agar tidak kaget dan sudah terbayang dengan flow kerja dari seorang product designer

3. Portofolio

Hal terpenting terakhir yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang product designer adalah portofolio. 

Bahkan, menurut saya portofolio bisa dibilang jauh lebih penting dari CV saat apply product designer

Pasalnya portofolio bisa menunjukkan seperti apa experience kita dan menjadi bukti dari kemampuan yang dimiliki. 

Baca Juga: Meski Mirip, Ini Letak Perbedaan antara UX Designer dan Product Designer

Tips Membuat CV dan Portofolio Product Designer

Setelah memahami apa saja peran dan hal yang perlu dipersiapkan untuk menjadi product designer, apakah kamu semakin tertarik untuk mendalami profesi ini?

Jadi, sebelum mulai apply profesi ini di perusahaan, sebaiknya ketahui dahulu bagaimana tips membuat CV dan portofolio product designer

CV Product Designer

Menurut saya, CV product designer yang ideal adalah CV yang informatif.

Selain itu, beberapa hal lain yang perlu disiapkan di dalam CV adalah:

Background pendidikan

Salah satu hal terpenting yang harus dimasukkan ke dalam CV adalah background pendidikan. 

Menjadi product designer memang bisa dari latar belakang apa pun. Namun, jangan sampai lupa untuk menuliskan hal tersebut di CV.

Baca Juga :  Portofolio Fresh Graduate: Tips Buat, Contoh, dan Template

Pengalaman kerja

Pengalaman kerja juga harus dicantumkan di CV product designer

Pasalnya, dari sini recruiter akan tahu apakah kandidat sebelumnya memang sudah memiliki pengalaman di bidang produk desain atau belum. 

Skill yang dimiliki

Selain dua hal di atas, skill yang dimiliki juga wajib untuk dicantumkan di CV. 

Tidak hanya hard skill saja, tapi beberapa soft skill yang dikuasai juga sebaiknya ditulis. Pasalnya, kedua jenis skill ini bisa menjadi nilai jual dari kandidat. 

Portofolio product designer

Selain CV, hal yang paling penting untuk dipersiapkan saat apply profesi product designer adalah portofolio. 

Bahkan dari pengalaman saya jika ada kandidat yang melamar menjadi product designer tapi tidak mencantumkan portofolio, maka saya akan skip email-nya.

Pasalnya, portofolio adalah sarana pembuktian bagi kandidat untuk menunjukkan kemampuannya.  

Berikut ini yang perlu dipersiapkan dalam membuat portofolio product designer

Tidak hanya menunjukkan hasil desain saja

Portofolio untuk product designer tidak hanya perlu menunjukkan hasil desain yang pernah dibuat sebelumnya saja. 

Namun, cantumkan juga seperti apa study case dari desain yang sudah dibuat. 

Misalnya dimulai dari riset hingga proses tes produk untuk menunjukkan cara berpikir kita dalam merancang suatu produk yang sesuai kebutuhan user

Lebih baik bersifat tekstual 

Hal yang perlu diperhatikan juga dalam membuat portofolio product designer adalah bagaimana cara menjelaskan alasan dari hal yang kita buat.  

Itulah mengapa lebih baik jika portofolionya dibuat secara tekstual agar bisa lebih mudah untuk menceritakan proses kerjanya. 

Jadi bisa dijelaskan apa alasan membuat sebuah fitur, lalu detail dari proses kerjanya. 

Portofolio yang detail akan menunjukkan jika kandidat tersebut cukup kritis sehingga akan lebih besar kesempatan untuk diajak interview

Baca Juga: Menjawab Tantangan Desain Produk dalam Perusahaan Startup

Demikianlah penjelasan singkat mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan jika ingin fokus menjadi seorang product designer

Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan template saat menyusun CV. Tak usah bingung, ada template CV ATS-friendly dari Glints yang siap membantumu mendapatkan pekerjaan product designer idaman.

Dengan menggunakan template CV-ATS-friendly ini, kamu punya peluang lebih besar dipanggil wawancara. Selain itu, ada juga bisa menemukan cara menyusunnya juga, lho!

Yuk, lihat panduan lengkap dan template gratisnya di sini!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon