×

Menjawab Tantangan Desain Produk dalam Perusahaan Startup

August 7, 2020 | No Comments

Desain produk dan perusahaan startup adalah dua bagian yang sulit dipisahkan. 

Hal itu disebabkan desain produk memegang peranan penting dalam peningkatan bisnis pada suatu perusahaan startup.

Lewat artikel ini saya akan berbagi soal apa saja tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang product designer di sebuah perusahaan startup

Jika teman-teman penasaran, simak penjelasan yang sudah saya siapkan di bawah ini.

Apa Sebenarnya Desain Produk Itu?

desain produk perusahaan startup

© Unsplash.com

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai tantangan desain produk pada perusahaan startup, saya akan menjelaskan definisinya terlebih dahulu. 

Menurut yang saya pahami dan lebih terkait dengan profesi saya, desain produk itu lebih mengacu pada suatu catchphrase yang menggambarkan profesi-profesi keterampilan desain terkait perancangan suatu produk. 

Jadi di dalam desain produk ini ada beberapa spesialisasi khusus. Misalnya UX research, UX strategist, interaction designer, visual designer, UI designer, copywriter, dan masih banyak lagi. 

Namun, ada satu hal yang perlu kamu catat, yaitu produk yang kita bicarakan di sini adalah digital product dan bukanlah produk konvensional.

Jadi, kalau lebih spesifik, istilah dari profesi saya ini adalah digital product designer

Baca Juga: Apa Itu Design Thinking? Pahami Prinsip, Langkah, dan Penerapannya di Sini!

Pentingkah Peran Desain Produk di Perusahaan Startup?

© Unsplash.com

Berdasarkan laporan McKinsey dengan judul “The Business Value of Design” di akhir 2018, diketahui bahwa perusahaan dengan kualitas desain yang bagus akan memiliki profit hingga 200% lebih tinggi dibanding benchmark industri. 

Laporan semacam ini membuat startupstartup baru, khususnya di Indonesia mulai berpikir bahwa desain yang baik bisa dijadikan unique selling value mereka.

Mengapa? Karena persaingan antar produk startup yang cenderung terbuka, mengakibatkan kemudahan user dalam memilih mana sebenarnya produk yang paling membuat mereka merasa nyaman saat digunakan. 

Akan sangat sulit menciptakan growth, kalau produknya tidak disukai user.

Nah, di sinilah peranan produk desain akan dimulai dengan diterapkannya prinsip user centered design di suatu organisasi. Jadi, produknya akan lebih fokus pada kebutuhan user

Hal itu secara langsung akan berpengaruh terhadap produk dan market fitness-nya. Dalam artian seberapa baik produk itu bisa diterima oleh market-nya. 

Namun, untuk bisa apply desain produk di perusahaan startup ada tantangannya tersendiri. 

Beda startup tentunya akan memiliki perbedaan environment, pemahaman, prioritas, dan masih banyak hal lainnya. 

Jadi, harus diperhatikan juga seperti apa kondisi dari startup itu sendiri. Pasalnya, approach untuk penerapan product design itu tidak bisa sembarangan. 

Pemahaman mengenai budaya perusahaan harus ditingkatkan lebih dulu, sehingga nantinya seorang product designer akan tahu harus mulai bekerja dari mana untuk menciptakan impact

Namun, di luar semua tantangan tersebut, saya yakin dan bisa menyimpulkan bahwa product design sangat penting untuk kesuksesan suatu produk. 

Tantangan yang Harus Dihadapi Product Designer di Perusahaan Startup

© Unsplash.com

Berikut ini beberapa tantangan penerapan desain produk di perusahaan startup yang perlu kamu tahu, antara lain:

1. Mendapatkan buy-in dari stakeholder

Ujung dari sebagian besar masalah product designer adalah dalam mendapatkan buy-in dari stakeholder

Tidak peduli seberapa sophisticated atau bagusnya ide untuk desain sebuah produk, tetap tidak akan menjamin bos kita di perusahaan startup akan langsung setuju. 

Pasalnya mereka pasti akan mempertanyakan bagaimana ide kita bisa menghasilkan profit bagi perusahaan. 

Jika dilihat idenya tidak membawa dampak besar bagi bisnis, pasti stakeholder enggan menerima proposal kita dan lebih memilih mengalokasikan dana untuk hal yang lain. 

Oleh karena itu, seorang product designer harus selalu paham bagaimana kondisi perusahaannya dan bagaimana caranya ia mempresentasikan ide yang dimiliki.  

Misalnya, jika si bos sangat business minded, maka tunjukkan bagaimana idemu bisa memberikan pengaruh pada profit perusahaan. 

Dalam menghadapi tantangan ini, hal bisa dilakukan seorang product designer adalah  mencari mentor yang sudah berpengalaman di bidang itu. 

Atau jika tidak mungkin, banyak membaca dan bergabung dengan komunitas profesi juga sangat membantu. Cari tahu bagaimana cara orang lain saat menghadapi permasalahan itu. 

Adapun dari pengalaman berkarier saya, hal mendasar yang sangat membantu untuk mengatasi tantangan ini adalah kemampuan sosial.

Karena bagaimanapun bos kita adalah manusia jadi kita bisa dekati dari sisi emosionalnya.

Saat sudah mendapatkan kepercayaan dari bos pasti kita akan lebih didengar sehingga ide jadi lebih mudah diterima.

2. Berinovasi untuk produk baru

Kamu harus paham bahwa modal dalam membuat suatu produk unggulan itu sebenarnya tersebar di banyak cluster seperti stakeholder atau peers

Kewajiban kita sebagai product designer adalah menjadi fasilitator untuk menyatukan semua ide yang ada untuk direfleksikan menjadi suatu actionable product idea.

Maka dari itu, menjalin komunikasi yang baik dengan semua kolega sangat perlu dilakukan.

Dari product idea tersebut akan terlihat seperti apa dampaknya untuk perusahaan. Improvement apa saja yang akan didapatkan, sekaligus proyeksi perbaikan performa produknya juga akan bisa diketahui. 

Maka, seorang product designer akan selalu butuh bantuan dari rekan kerjanya agar bisa terus maju dan mendapatkan ide-ide baru untuk berinovasi.

Selain itu juga, mereka harus bisa melibatkan banyak perspektif sehingga potensi untuk menemukan ide yang mind blowing semakin tinggi.

Selain kolaborasi ide, kita juga wajib melakukan riset mengenai apa yang sudah ada di luar sana untuk mencari tambahan perspektif ide produk. 

Jika terdapat hambatan dalam kolaborasi, cobalah melakukan prosesnya secara bertahap. 

Misalnya saat terpikirkan mengenai suatu ide, coba presentasikan dahulu ke para stakeholders dan rekan kerja, tentunya dengan menyertakan hasil riset agar bisa lebih meyakinkan. 

Baca Juga: Daftar 7 Pekerjaan dalam Dunia Desain Produk, Mana yang Tepat Untukmu?

Prinsip yang Harus Diingat oleh Product Designer

desain prduk perusahaan startup

© Unsplash.com

Dalam membuat desain produk di sebuah perusahaan startup, ada beberapa prinsip yang harus selalu diingat oleh seorang product designer, antara lain:

1. Kedepankan pemahaman tentang user

Prinsip pertama, yaitu selalu mengedepankan pemahaman mengenai user dan mencari tahu apa yang mereka butuhkan. 

Jadi saat perusahaan akan membuat suatu produk atau aplikasi, bisa membantu dalam menyesuaikan kebutuhan dari para user.

2. Banyak kolaborasi

Prinsip kedua adalah dengan banyak berkolaborasi. Jika sebelumnya kamu adalah seorang single warrior, maka untuk menjadi seorang product designer yang berkualitas, mulailah belajar untuk menjadi group facilitator

3. Intensifkan komunikasi

Seringnya berkomunikasi juga menjadi prinsip yang harus selalu diingat oleh setiap product designer

Rencanakan komunikasi berkala dengan stakeholder dan rekan yang terlibat agar mereka tahu apa yang sedang kita kerjakan sudah sejauh mana dan bagaimana mereka bisa terlibat.

Jadi, mereka akan memiliki ketertarikan dan keterikatan pada proses kerja kita. 

Apakah Perusahaan Startup Tempat yang Tepat Bagi Product Designer Berkarier?

© Unsplash.com

Pembahasan yang satu ini cukup menarik dan saya akan menjawab “iya” tapi ada “tapi-nya”.

Bisa saya bilang sebesar 75% lahan kerja product designer memang ada di startup

Hal itu disebabkan kebanyakan startup cukup mudah beradaptasi dengan cara kerja product designer dan memiliki budaya kerja yang sanggup memfasilitasi proses kerja yang dijalankan oleh profesi ini.

Misalnya, keleluasaan dalam melontarkan ide, berkolaborasi, dan melakukan eksperimen. 

Hal ini berbeda dengan cara kerja di perusahaan korporat dengan birokrasi yang cukup rumit sehingga proses persetujuan riset saja bisa memakan waktu yang sangat lama.

Belum lagi kalau ingin meminta kesediaan rekan kerja dari divisi lain untuk terlibat dalam proyek yang sedang dikerjakan. 

Terkait “tapi” nya, ya itu tadi, untuk startup yang masih belum terlalu paham mengenai potensi dari keberadaan product designers di perusahaan mereka.

Maka, perlu ada usaha untuk didengarkan dulu, dan ini seringkali menjadi tantangan bagi mereka yang baru memulai karir di bidang product design ini. 

Namun, bisa disimpulkan bahwa kesempatan berkarier seorang product designer di startup jauh lebih baik.

Baca Juga: Daftar 8 Buku tentang Desain Produk yang Wajib Kamu Baca

Demikianlah penjelasan saya mengenai tantangan product design dalam sebuah perusahaan startup

Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut soal product design, sebaiknya jangan lewatkan kelas online saya di Glints ExpertClass. 

Di sana saya akan mengupas tuntas mengenai peran desain produk untuk perkembangan bisnis. 

Selain itu, saya juga akan berbagi pemahaman tentang berbagai tantangan yang ada di industri desain produk. 

Akan ada tanya jawab di akhir sesi yang bisa kamu manfaatkan untuk bertanya apa saja tentang desain produk kepada saya. Jadi, kamu bisa mengeksplor lebih dalam soal topik yang satu ini. 

Kamu bisa segera mendaftarkan diri di sini untuk mengikuti kelas saya di Glints ExpertClass dengan topik “Values Of Your Product Design” pada 13 Agustus 2020, pukul 19.00.

Jangan sampai kelewatan dan sampai jumpa di kelas, ya!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up