5 Tips Menulis Cover Letter Business Analyst

Tayang 20 Mei 2023 - Dibaca 5 mnt

Isi Artikel

    Ada banyak cara agar kamu bisa unggul dari kandidat lain saat melamar kerja. Salah satunya adalah membuat cover letter yang apik. Kali ini, Glints akan membahas cara menyusun cover letter business analyst.

    Cover letter adalah dokumen yang penting karena di sana lah kamu menjelaskan mengapa rekruter harus memilihmu di antara banyak kandidat lain.

    Bahkan, menurut Indeed, cover letter juga bisa menjadi alat untuk menarik minat rekruter untuk lanjut membaca CV dan portofoliomu.

    Oleh karena itu, menyusun sebuah cover letter adalah hal yang tidak boleh disepelekan. Jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini, ya.

    Yuk, simak tips menulis cover letter business analyst yang apik berikut ini!

    Baca Juga: 5Terkena Layoff? Begini Cara Menulis Layoff di CV & Cover Letter

    Tips Menulis Cover Letter Business Analyst

    1. Lakukan riset 

    Sebelum kamu menyusun cover letter, coba baca kembali job posting pekerjaan yang ingin kamu lamar dan cari tahu tentang perusahaan yang membuatnya.

    Tujuannya adalah untuk mengetahui lebih dalam bagaimana budaya kerja dan visi serta misi perusahaan ataupun hal-hal lain yang membautmu tertarik bekerja di sana.

    Biasanya, informasi ini bisa kamu dapatkan lewat website perusahaan maupun akun media sosial perusahaan di LinkedIn, Instagram, dan lainnya.

    Nah, menurut Enhancv, informasi bisa kamu sertakan dalam cover letter dan bisa digunakan untuk menunjukkan antusiasmu bekerja di perusahaan tersebut.

    Rekruter tentunya akan lebih tertarik kepada kandidat yang memiliki antusias tinggi pada perusahaan.

    2. Gunakan format yang benar

    Saat melamar kerja, cover letter bisa kamu kirimkan dalam sebuah file. Namun, biasanya lebih banyak yang langsung menulisnya dalam bentuk email dan hal ini juga lebih disarankan.

    Nah, dalam penulisan, keduanya memiliki format yang sama. Biasanya, informasi yang perlu dicantum dalam dokumen ini adalah:

    • Informasi kontak seperti nama lengkap, nomor telepon, dan alamat email.
    • Informasi penerima cover letter.
    • Paragaf pembuka yang berisi perkenalan diri dan penjelasan bagaimana kamu menemukan lowongan pekerjaan.
    • Paragraf isi yang menjelaskan skill dan pengalaman kerjamu.
    • Paragraf penutup sebagai kesimpulan dan ucapan terima kasih karena sudah membaca cover letter.

    Dengan mengikuti format ini, rekruter akan dapat membaca cover letter-mu dengan jelas dan mulus.

    Baca Juga: 10 Kesalahan dalam Mencari Kerja yang Bisa Berakibat Fatal

    3. Tonjolkan pencapaian terbaikmu

    Dari struktur cover letter yang dijelaskan sebelumnya, bagian yang penting untuk kamu maksimalkan adalah paragraf kedua.

    Secara umum, kamu bisa mengisi paragraf ini dengan pengalaman kerja sebelumnya dan skill yang kamu kuasai. Walaupun begitu, kamu bisa juga menonjolkan pencapaianmu yang terbaik.

    Dengan memasukkan pencapaian, kamu menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang bekerja keras dan profesional.

    Nah, agar mudah dilihat dan dibaca, kamu bisa gunakan bullet points untuk menjabarkan pencapaian tersebut.

    Kamu bisa tuliskan sebanyak 3 sampai 4 poin pencapaian. Namun, jika hanya 1 atau 2 saja, mungkin kamu bisa pertimbangkan untuk memasukkannya dalam bentuk kalimat di paragraf kedua.

    4. Tulis dengan singkat

    The Muse menjelaskan bahwa informasi seperti pengalaman, skill, dan pencapaian tidak perlu ditulis terlalu panjang dalam cover letter. Jadi, kamu cukup menjelaskan pencapain secara singkat, tapi tetap jelas.

    Selain itu, kamu juga harus perhatikan juga banyak halaman dari cover letter-mu.

    Jika kamu menulis informasi yang penting saja dan secara singkat, cover letter seharusnya tidak akan melebihi satu halaman.

    Namun, jika lebih dari satu halaman, coba periksa kembali informasi yang sudah kamu tulis. Kemudian, pertimbangkan informasi apa yang bisa kamu hapus.

    5. Baca ulang cover letter

    Selain mencari informasi yang tidak dibutuhkan, membaca ulang cover letter juga akan membantumu mencari kesalahan-kesalahan kecil pada penulisan.

    Kesalahan yang paling sering terjadi adalah seperti typo atau menulis kalimat yang terlalu bertele-tele sehingga kurang efektif.

    Kamu harus memperbaiki kesalahan-kesalahan ini sebelum mengirimnya kepada rekruter. Dengan begitu, kamu tidak akan dianggap job seeker yang ceroboh dan kurang profesional.

    Nah, selain mengecek cover letter-mu sendiri, kamu juga bisa minta teman atau keluarga untuk membaca cover letter-mu juga.

    Siapa tahu mereka bisa melihat hal-hal kecil yang tidak kamu perhatikan sebelumnya, sehingga cover letter-mu bisa menjadi lebih baik lagi.

    Baca Juga: 5 Cara Menulis Career Break di Cover Letter Beserta Template-nya

    Sekian ulasan Glints mengenai cover letter business analyst.

    Intinya, harus diingat bahwa cover letter adalah dokumen yang penting karena bisa membuatmu lebih unggu dari kandidat.

    Oleh karena itu, cobalah tips-tips di atas untuk memaksimalkan cover letter-mu.

    Nah, kalau kamu mau lihat contoh cover letter bahasa Indonesia, kamu bisa menemukannya di Glints.

    Kamu bisa menemukan panduan berdasarkan strukturnya, sehingga memudahkanmu dalam menyusun cover letter.

    Yuk, cek di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait