Business Analyst: Pengertian, Tugas, Skill yang Dibutuhkan, dan Gaji

Diperbarui 15 Feb 2024 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Dalam perusahaan, business analyst adalah orang yang menghubungkan segi bisnis dan teknologi. Mereka akan banyak melakukan analisis data, untuk kepentingan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis.

    Beberapa perusahaan lain, memasukkan peran ini ke posisi product manager.

    Menurut The Balance Career, posisi business analyst menuntut pelakunya untuk menjadi penengah antara kebutuhan bisnis dan pengembangan teknologi.

    Posisi ini biasanya masuk ke dalam tim product, tetapi ada juga yang menaruh peran ini di tim sales karena berhubungan dengan penjualan.

    Di artikel ini, Glints akan menjelaskan apa itu business analyst, tanggung jawab dan deskripsi pekerjaannya.

    Tak hanya itu, akan dibahas pula skill yang dibutuhkan di posisi ini, serta kualifikasi dan latar belakang yang harus dimiliki. Yuk disimak!

    Apa Itu Business Analyst?

    business analyst

    © Pexels.com

    Business analyst adalah seseorang yang bertugas menganalisis data dengan tujuan membantu perusahaan agar bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih efektif.

    Menurut Investopedia, tugas utama seorang business analyst adalah menganalisis proses bisnis yang sedang berjalan, menemukan usulan perbaikan, dan menerapkannya agar dapat mencapai tujuan bisnis dengan lebih baik.

    Seorang business analyst bekerja bersama dengan para pemimpin di tim bisnis dan teknologi. Hal ini agar tujuan tim bisnis dapat diselaraskan dengan teknologi yang dimiliki agar bisa menghasilkan output yang sesuai.

    Meski terlihat mudah, mereka dituntut untuk berpikir secara seimbang. Baik dari segi bisnis maupun teknologi harus dimasukkan ke dalam pertimbangan.

    Tanggung Jawab dan Deskripsi Pekerjaan

    business analyst

    © Pexels.com

    Job description seorang business analyst di perusahaan bisa jadi ebda-beda, tergantung pendekatan yang digunakan.

    Ada perusahaan yang menaruhnya secara khusus untuk sebuah produk. Di luar itu, ada pula perusahaan yang secara umum melibatkannya di pengambilan keputusan perusahaan.

    Pada umumnya, posisi ini bertanggung jawab untuk menciptakan model-model baru dalam mengembangkan teknologi atau bisnis.

    Pengembangan ini bisa berbeda-beda. Bisa berupa penciptaan produk baru dan bisa juga perbaikan dari produk yang sudah ada.

    Di luar itu, berikut beberapa tanggung jawab dan job description pekerjaan business analyst yang dirangkum dari CIO.

    1. Membuat analisis bisnis

    Tanggung jawab utama di posisi ini adalah membuat analisis bisnis dari apa yang sudah dikerjakan oleh perusahaan.

    Analisis ini menyangkut nilai dari sebuah produk yang sudah diluncurkan. Analisis tentang apakah pengembangan produk memberikan manfaat finansial bagi perusahaan juga bisa termasuk di dalamnya.

    Bagi perusahaan yang sudah memiliki produk, business analyst akan melakukan analisis mendalam terkait produk.

    Hal ini mulai dari apakah produk tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan, atau justru pengembangannya malah merugikan.

    2. Membuat anggaran dan ekspektasi

    Di sini, business analyst akan bekerja terkait anggaran. Mereka akan menilai apakah pengembangan suatu produk membutuhkan pegawai atau perangkat lunak baru.

    Di luar itu, mereka juga akan menilai apakah anggaran produk baru masuk akal atau tidak.

    Jika anggaran sudah siap, maka mereka akan membuat ekspektasi dari apa yang sudah dianggarkan.

    Misalnya, jika sebuah produk diluncurkan dengan biaya yang besar, berarti perusahaan harusnya mendapatkan untung yang besar juga.

    Baca Juga: 6 Alasan Kamu Perlu Mempertimbangkan Karier Business Development

    3. Monitoring

    Beberapa produk yang sudah dihasilkan oleh perusahaan, dalam perjalanannya, kadang tidak sesuai dengan ekspektasi.

    Beberapa perusahaan mencoba memperbaikinya dengan menambah biaya untuk marketing dan melakukan perbaikan fitur. 

    Nah, business analyst-lah yang akan menentukan apakah perbaikan-perbaikan tersebut layak dilakukan di tengah jalan.

    Lewat monitoring dan pengawasan, mereka bertanggung jawab atas semua keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. 

    4. Mengevaluasi rencana dan program

    Salah satu job description business analyst adalah melakukan identifikasi masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan produk di sebuah perusahaan.

    Apabila terdapat kekurangan, mereka punya peran untuk menyalurkan ide ke tim pengembangan produk demi perbaikan.

    Penerapan evaluasi dan reevaluasi atas rencana dan program yang sudah dibuat perlu dilakukan terus-menerus oleh orang di posisi ini.

    Hal ini pun membuat mereka secara tidak langsung harus terus melakukan kerja sama dengan tim pengembangan produk.

    Baca Juga: Pentingnya Data Driven dan Cara Menerapkannya

    Skill untuk Posisi Business Analyst

    business analyst

    © Pexels.com

    Setiap perusahaan punya persyaratan yang berbeda-beda untuk posisi ini. Ada yang mensyaratkan calon business analyst memiliki memiliki pengalaman dan ada pula yang tidak.

    Meski demikian, dari sebagian besar syarat, ada skill yang harus dimiliki oleh orang yang akan duduk di posisi ini. Berikut skill yang disyaratkan untuk menjadi business analyst.

    1. Pengembangan produk

    Untuk menjadi business analyst, dibutuhkan kemampuan dasar dalam pengembangan produk.

    Beberapa syarat yang masuk dalam pengembangan produk adalah product requirements, product analysis, dan engineering requirements

    Pengetahuan dalam tiga aspek tersebut harus mendalam. Pasalnya, selain saling berkaitan dalam pengembangan produk, tiga hal tersebut adalah ilmu dasar untuk duduk di posisi tersebut. 

    2. Berpikir analitis dan mampu menyelesaikan setiap masalah

    Orang yang bekerja di posisi ini pasti akan menghadapi banyak masalah. Untuk mengatasi itu, diperlukan kemampuan memproses beragam informasi, mengevaluasi, dan menemukan solusi hingga mendalam.

    Selain itu, mereka juga dituntut untuk tidak mudah menyerah dan memiliki pola pikir untuk dapat menyelesaikan masalah.

    Hal ini dikarenakan setiap masalah yang akan dihadapi tidak mudah dan pasti akan benar-benar kompleks.

    3. Kemampuan hitung-hitungan beserta perangkat lunaknya

    Mayoritas masalah yang akan dihadapi oleh business analyst adalah angka. Entah itu mengukur prospek keuntungan sebuah produk atau marjin antara pengembangan dan pemasukan dari produk yang dimaksud.

    Kemampuan hitung-hitungan saja tidak akan cukup. Mereka juga dituntut untuk memahami perangkat lunak yang akan rutin digunakan, seperti spreadsheet, program database, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan keuangan.

    Gaji Business Analyst

    Rata-rata, gaji seorang business analyst per bulan adalah Rp8.500.000 di daerah Jakarta.

    Menurut Glassdoor, rentang gajinya ada di antara Rp6.500.000-12.000.000 untuk posisi entry level atau pengalaman kurang dari lima tahun..

    Kalau kamu menempati posisi senior dan sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun, kamu bisa saja menerima gaji antara Rp20.000.000-40.000.000.

    Artinya, angka itu bukanlah angka pasti. Selain pengalaman kerja dan posisi, tinggi rendahnya gaji business analyst juga tergantung dari jenis industri, perusahaan, dan lokasi kerja.

    Baca Juga: Mengenal Apa Itu Big Data dan Perusahaan yang Menggunakannya

    Kualifikasi dan Latar Belakang

    business analyst

    © Pexels.com

    Beberapa perusahaan tidak mensyaratkan jurusan pendidikan tertentu untuk posisi ini. Pasalnya, posisi ini terbilang baru dan hanya sedikit orang yang benar-benar memiliki kemampuan seimbang di bidang teknologi dan bisnis.

    Adapun beberapa jurusan yang biasanya dipilih untuk menduduki posisi ini berasal dari keuangan, ekonomi, dan manajemen.

    Sementara, dari program teknik yang dapat mendaftar posisi ini berasal dari jurusan sistem informasi dan teknik industri.

    Di luar pendidikan formal, beberapa lembaga non-profit internasional memiliki kuliah singkat untuk posisi ini.

    Salah satu yang terkenal adalah The International Institute of Business Analysis (IIBA). Institusi ini membuka dua kelas, yakni sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesional.

    Selain itu, ada juga boot camp untuk business analyst yang cukup sering digelar di Amerika Serikat. Biasanya, program ini memakan waktu empat hari hingga sebulan penuh.

    Biayanya bervariasi, mulai 100 sampai 2.500 dolar AS atau sekitar 1,4 juta hingga 35 juta rupiah (kurs 14 ribu rupiah/dolar AS).

    Nah, itu dia serba-serbi posisi business analyst. Ingin coba berkarier di bidang ini atau memang sedang mencari pekerjaan di posisi ini? Yuk, cek berbagai lowongan kerja business analyst atau engineering di Glints!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.9 / 5. Jumlah vote: 7

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait