10 Contoh Laporan Keuangan + Manfaat dan Cara Membuatnya
Ditulis oleh : Intan Aprilia
Contoh laporan keuangan dapat digunakan untuk referensi dalam membuat dokumen keuangan perusahaan.
Laporan keuangan membantu memahami kondisi keuangan secara transparan dan akurat. Dalam laporan keuangan, kita dapat menemukan informasi tentang pendapatan, biaya, laba, dan arus kas.
Di artikel ini Glints akan membahas contoh laporan keuangan, jenis, format, dan cara membuatnya.
Isi Artikel
Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah dokumen yang disusun oleh perusahaan untuk mencatat kondisi keuangan bisnis.
Investopedia menjelaskan laporan keuangan berisi data keuangan penting yang dapat dianalisis oleh berbagai pihak, termasuk anggota dewan, investor, pemegang saham, kreditur, karyawan, pelanggan, hingga analis.
Laporan ini harus mampu menyajikan informasi yang kompleks dengan cara yang jelas dan mudah dipahami oleh semua kalangan, mulai dari CEO hingga konsumen biasa.
Manfaat Laporan Keuangan
Berikut berbagai manfaat laporan keuangan bagi perusahaan.
1. Mengawasi Pemasukan dan Pengeluaran
Melacak pemasukan dan pengeluaran adalah proses penting yang didukung oleh laporan keuangan.
Pemantauan dokumen keuangan diperlukan untuk pengelolaan utang, pengalokasian anggaran yang tepat, serta memberikan informasi mengenai pengeluaran.
Contoh laporan keuangan yang akurat juga penting untuk mengukur metrik, termasuk rasio utang terhadap aset.
Metrik tersebut akan digunakan investor untuk menilai sejauh mana perusahaan dapat mengurangi utang dan menghasilkan pendapatan.
Semua ini membantu perusahaan menjaga kestabilan keuangan dan mempertahankan daya saing di pasar.
2. Memastikan Kepatuhan Regulasi
Dengan pelaporan keuangan yang tepat, proses perpajakan, penilaian, dan audit dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Proses ini juga semakin memperkuat bukti kepatuhan keuangan perusahaan. Kepatuhan yang terjaga dapat meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan.
3. Transparansi Data
Pemangku kepentingan utama, CEO, dan investor sangat bergantung pada data keuangan untuk membuat keputusan, merencanakan anggaran, dan memantau kinerja.
Dengan informasi yang transparan, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan investor dan kreditor, yang berpotensi membuka peluang pendanaan lebih lanjut.
Selain itu, transparansi membantu mencegah masalah keuangan yang bisa merugikan perusahaan. Ini juga memperkuat reputasi perusahaan di mata publik dan pemerintah.
4. Membantu Pengambilan Keputusan Bisnis
Laporan keuangan sangat penting untuk melakukan analisis yang mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Dokumen seperti laporan laba rugi dan neraca memberikan informasi yang dapat digunakan untuk melacak riwayat kinerja, mengidentifikasi pengeluaran, dan membuat perkiraan pengeluaran.
Analisis keuangan berbasis data membantu perusahaan membuat keputusan untuk strategi di masa depan.
Pihak yang Membutuhkan Laporan Keuangan
Pelaporan keuangan merupakan proses penting di hampir semua industri. Bisnis bergantung pada analisis dokumen keuangan untuk membuat keputusan dan memperoleh dukungan finansial.
Lembaga keuangan juga bergantung pada dokumentasi keuangan untuk memantau kepatuhan, mengeluarkan kredit, serta menilai keuntungan dan kinerja. Ini berbagai pihak yang membutuhkan laporan keuangan:
1. Investor, Pemegang Saham, dan Kreditor
Investor, pemegang saham, dan kreditor adalah pihak utama yang membutuhkan laporan keuangan.
Investor dan pemegang saham menggunakan laporan ini untuk menilai seberapa efektif perusahaan menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasionalnya.
Sementara itu, kreditor memanfaatkan data laporan keuangan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam melunasi utang dan mengelola dana kredit untuk pengembangan bisnis.
2. Jajaran Manajemen
Manajemen eksekutif, termasuk direktur dan tim manajerial, menggunakan sistem pelaporan keuangan untuk memantau kinerja perusahaan dan memperbarui dokumentasi keuangan.
Laporan ini juga menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan strategis, mulai dari penetapan target perusahaan hingga perencanaan KPI di tingkat divisi.
Dengan contoh laporan keuangan yang akurat, manajemen dapat merancang strategi bisnis yang lebih efektif.
3. Instansi Pemerintah
Lembaga-lembaga pemerintah juga memanfaatkan laporan keuangan untuk keperluan pengawasan dan regulasi.
Badan seperti Direktorat Jenderal Pajak atau otoritas pasar modal memeriksa laporan ini untuk memastikan perusahaan mematuhi peraturan perpajakan dan standar pelaporan keuangan.
Data yang dikumpulkan membantu pemerintah dalam mengelola penerimaan pajak dan mengawasi transparansi keuangan di pasar.
4. Konsumen
Konsumen juga mendapatkan manfaat dari keterbukaan laporan keuangan perusahaan. Transparansi mengenai pendapatan, kegiatan investasi, hingga kontribusi sosial perusahaan akan membuat konsumen lebih memahami nilai-nilai dan kinerja perusahaan.
Informasi ini sering kali meningkatkan kepercayaan pelanggan, mendorong loyalitas, dan peningkatan penjualan.
5. Serikat Pekerja dan Karyawan
Serikat pekerja yang mewakili karyawan menggunakan laporan keuangan untuk memantau kesejahteraan anggotanya, termasuk memastikan bahwa upah dan kondisi kerja yang diberikan perusahaan sudah adil.
Selain itu, karyawan juga dapat melihat laporan keuangan untuk mengetahui stabilitas keuangan perusahaan dan peluang keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Sehingga, laporan keuangan berperan penting dalam membangun kepercayaan antara perusahaan dan tenaga kerjanya.
Format Laporan Keuangan
Ada empat format laporan keuangan yang memberikan informasi detail tentang kinerja keuangan perusahaan:
1. Laporan Neraca Keuangan
Laporan neraca (balance sheet) mencatat total aset, informasi, dan kondisi keuangan perusahaan terkini.
Neraca memberikan penilaian atas likuiditas aktiva lancar (current asset) dan cakupan utang bisnis.
Umumnya, neraca menguraikan aset likuid, aset lancar, kewajiban lancar (current liabilities), serta nilai ekuitas pemegang saham dan pemilik.
2. Laporan Arus Kas
Arus kas (cash flow statement) digunakan untuk menunjukkan dari mana uang perusahaan berasal dan bagaimana manajemen membelanjakannya.
Contoh laporan keuangan arus kas yang akurat penting untuk memahami efisiensi operasional bisnis saat ini, aktivitas pengeluaran, dan perolehan pendapatan.
Dilansir dari Indeed, arus kas dapat memberi investor informasi tentang apakah bisnis memberikan risiko investasi yang lebih tinggi.
Isi laporan arus kas meliputi aktivitas operasional, aktivitas investasi utama, aktivitas investasi sekunder, dan aktivitas keuangan.
3. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi (income statement) memberikan gambaran tentang pendapatan, pengeluaran, laba bersih, dan laba per saham perusahaan selama periode tertentu, biasanya setiap satu kuartal atau satu tahun.
Laporan laba rugi harus menjawab pertanyaan apakah perusahaan menghasilkan uang. Dokumen ini membantu pemangku kepentingan menilai kesehatan keuangan dan keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan. Laporan laba rugi akan dibandingkan di beberapa periode.
Elemen penting dalam laporan laba rugi antara lain total pendapatan, pendapatan operasional, pendapatan bersih, laba kotor, dan harga pokok penjualan (HPP).
4. Laporan Ekuitas Pemegang Saham
Laporan ekuitas pemegang saham (statement of shareholder equity) menunjukkan bagaimana ekuitas perusahaan berubah selama periode pelaporan.
Laporan ini melengkapi neraca dan membantu menilai apakah saham perusahaan menguntungkan.
Laporan ekuitas pemegang saham juga mengungkapkan berapa banyak uang yang tersisa bagi pemegang saham setelah perusahaan membayar semua kewajiban dan mencatat semua aset. Angka positif menandakan stabilitas, sementara hasil negatif dapat mengindikasikan masalah keuangan yang mengancam, bahkan mungkin kebangkrutan.
Contoh Laporan Keuangan
Berikut berbagai contoh laporan keuangan berdasarkan kebutuhan yang bisa kamu jadikan referensi.
1. Laporan Laba Rugi Single-step
2. Laporan Laba Rugi Multi-step
3. Contoh Laporan Neraca Keuangan
4. Contoh Laporan Arus Kas
5. Laporan Ekuitas Pemegang Saham
6. Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi Restoran
7. Contoh Laporan Keuangan Arus Kas Sederhana
8. Contoh Laporan Keuangan Ekuitas Pemegang Saham
9. Contoh Laporan Neraca Keuangan Perusahaan Jasa
10. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Kontraktor
Cara Membuat Laporan Keuangan
Setelah memahami berbagai contoh laporan keuangan, kamu juga perlu tahu tahapan dalam membuat laporan keuangan. Berikut langkah-langkahnya.
1. Tentukan Durasi Laporan
Langkah pertama dalam membuat laporan keuangan adalah menentukan periode waktu dan informasi apa saja yang diperlukan.
Ini penting karena laporan keuangan disusun berdasarkan data untuk periode akuntansi tertentu.
Kamu bisa membuat laporan setiap tiga bulan (triwulanan), enam bulan (semesteran), atau setahun sekali (tahunan), tergantung pada kebutuhan perusahaan.
Misalnya, kamu dapat memilih untuk mencatat jumlah uang yang masuk dan keluar setiap tiga bulan, menghitung laba bersih selama enam bulan, atau merangkum total utang yang dimiliki perusahaan.
Penentuan periode ini akan menjadi dasar untuk proses pencatatan data keuangan berikutnya.
2. Tentukan Format Laporan Keuangan
Setelah durasi ditentukan, pilih format contoh laporan keuangan yang sesuai dengan informasi yang ingin disajikan mengenai kondisi keuangan perusahaan.
Misalnya, neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan perubahan ekuitas. Pemilihan format ini akan membantu kamu menyusun data dengan struktur yang tepat dan mudah dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
3. Kumpulkan Data dan Dokumen
Setelah menentukan laporan yang akan dibuat, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan seluruh dokumen dan data keuangan yang relevan.
Periksa semua transaksi dari buku besar, bukti penerimaan, serta dokumen dari berbagai departemen, lalu catat atau lakukan penyesuaian bila perlu.
Kadang, laporan keuangan sebelumnya diperlukan untuk menghitung saldo awal dan akhir yang akurat. Pastikan seluruh catatan diverifikasi ulang untuk menghindari kesalahan pencatatan.
Dikutip dari Stripe, beberapa komponen yang perlu disiapkan berdasarkan laporannya adalah:
a. Neraca
- daftar aset (kas, piutang usaha)
- kewajiban (utang usaha, pinjaman)
- ekuitas (modal saham, laba ditahan) pada satu waktu tertentu
Pastikan persamaan akuntansi tetap seimbang, serta klasifikasikan aset dan kewajiban menjadi jangka pendek dan jangka panjang.
b. Laporan Arus Kas
- analisis arus kas dari aktivitas operasi (kas dari pelanggan, pembayaran ke vendor)
- investasi (pembelian atau penjualan aset tetap)
- pendanaan (penerbitan atau pelunasan utang, penerbitan atau pembelian kembali saham)
Pastikan saldo akhir kas sesuai dengan yang tercantum di neraca.
c. Laporan Laba Rugi
- pendapatan (penjualan, pendapatan jasa)
- beban (harga pokok penjualan, gaji, sewa, utilitas
Gunakan metode akuntansi akrual agar pendapatan dan beban dicatat di periode yang sama, meskipun belum ada transaksi kas yang terjadi.
Sajikan hasilnya secara jelas, mulai dari laba kotor, laba operasional, hingga laba bersih.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
- perubahan dalam ekuitas akibat laba bersih
- setoran pemilik
- penarikan pemilik
- penghasilan lain (keuntungan/kerugian belum direalisasi atas investasi)
Sajikan saldo awal dan akhir dari masing-masing akun ekuitas, lengkap dengan penjelasan atas setiap perubahan yang terjadi.
4. Cek Keakuratan Data
Pada tahap ini, fokus utamanya adalah memastikan semua data sudah akurat. Tinjau kembali setiap catatan dan lakukan rekonsiliasi, cocokkan data laporan keuangan dengan rekening koran bank atau dokumen eksternal lainnya.
Dengan memastikan data akurat, perusahaan dapat menjaga kepercayaan dari pihak internal maupun eksternal.
Langkah ini juga membantu memperkecil risiko kesalahan yang bisa berdampak besar di kemudian hari.
5. Finalisasi Laporan Keuangan
Setelah semua data diperiksa dengan cermat, kini saatnya untuk menyelesaikan laporan keuangan.
Bergantung pada jenis dan ukuran bisnis, tahap ini mungkin juga melibatkan audit atau tinjauan oleh akuntan eksternal untuk memastikan laporan sudah sesuai dengan standar akuntansi dan regulasi yang berlaku.
Finalisasi ini penting agar laporan keuangan dapat digunakan secara resmi untuk keperluan internal perusahaan maupun kebutuhan eksternal seperti pelaporan kepada pemegang saham, investor, atau lembaga pemerintah.
Tools untuk Membuat Laporan Keuangan
Untuk memudahkanmu dalam menyusun laporan keuangan, ada beberapa tools yang dapat kamu gunakan.
- Microsoft Excel
- Microsoft Express Accounts
- Google Sheet
- Kledo
- Workiva
- Accurate Online
- Insight Software
- FreshBooks
- QuickBooks
Template Laporan Keuangan
Jika kamu sedang mencari template laporan yang mudah digunakan dan profesional, kamu bisa download template laporan keuangan gratis dari Glints.
Contoh template laporan keuangan ini telah dirancang untuk membantu membuat laporan keuangan yang akurat.
Kesimpulan
Contoh laporan keuangan sangat penting untuk memahami bagaimana perusahaan mencatat, mengelola, dan melaporkan kondisi keuangannya.
Melalui dokumen seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas, perusahaan dapat menyajikan informasi keuangan secara jelas dan terstruktur.
Setiap jenis laporan memiliki fungsi khusus yang membantu berbagai pihak dalam menilai kinerja keuangan, mengidentifikasi potensi risiko, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.
Dengan mengikuti format dan prosedur penyusunan laporan yang benar, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tapi juga membangun kepercayaan dan transparansi dengan semua pemangku kepentingan.
Sumber:
