Mudah Mengiyakan Semua Permintaan? Ini 9 Dampak Buruk Sosok Yes Man

Diperbarui 10 Feb 2023 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Menjadi seseorang yang mudah untuk mengiyakan sebuah permintaan memang dianggap sebagai hal yang ideal. Namun, menjadi yes man memiliki berbagai bahaya untukmu.

    Yes man adalah sosok atau karakter seseorang yang selalu mematuhi, memenuhi, dan mengikuti berbagai permintaan serta perintah dari atasan atau rekan kerja.

    Padahal, permintaan dan perintah tersebut harusnya tidak menjadi tanggung jawabmu.

    Maka, yuk ketahui bahayanya dan cara untuk mengatasinya di bawah ini!

    Bahaya Menjadi Yes Man

    1. Sulit berkembang

    yes man

    © Pexels.com

    Menurut Business, salah satu bahaya menjadi seorang yes man adalah membuatmu sulit berkembang, baik dalam hal karier maupun secara pribadi.

    Seseorang yang berkarakter yes man hanya melakukan apa yang diminta dan diperintahkan kepadanya.

    Memang hal ini terkesan baik di awal kariermu. Namun suatu saat, kamu akan kesulitan untuk bekerja secara mandiri, tanpa diminta atau diperintahkan oleh orang.

    Lebih parah, kamu akan kebingungan dalam melakukan pekerjaanmu sendiri. Selain itu, orang dengan karakter ini pun membutuhkan perhatian lebih ketika bekerja.

    2. Kehilangan waktu

    © Pexels.com

    Menurut Jagran Josh, bahaya lain menjadi seorang yes man di kantor adalah akan kehilangan banyak waktu ketika bekerja.

    Hal ini karena, kamu hanya akan dimanfaatkan oleh rekan kerjamu untuk mengerjakan tugas mereka.

    Karena hal tersebut, kamu jadi tidak bisa menyelesaikan kewajibanmu sendiri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

    Hal ini pada akhirnya akan membuat atasan mempertanyakan kompetensi dan kemampuan manajemen waktumu saat bekerja.

    3. Banyak hal yang tidak bisa ditangani

    © Freepik.com

    Selain kehilangan waktu, bahaya lain menjadi seorang yes man adalah mendapatkan terlalu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.

    Hal ini akhirnya akan membuatmu sulit mengerjakan pekerjaan utamamu.

    Orang-orang pun akhirnya akan memiliki ekspektasi berlebihan dan dengan mudahnya melempar tanggung jawabnya ke kamu.

    Jangan sampai kamu dimanfaatkan, seperti yang Glints sebutkan di atas. Ketahui prioritas yang harus kamu kerjakan sehari-hari.

    Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Decidophobia, Ketakutan Berlebih saat Mengambil Keputusan

    4. Overworked

    yes man

    © Pexels.com

    Jika kamu terlalu sering mengerjakan pekerjaan yang di luar kapasitasmu, baik dari rekan kerja maupun atasan, ada kemungkinan kamu akan mengalami overwork.

    Menurut Entrepreneur, tanda-tanda overwork adalah kamu akan bekerja lebih dari jam kerja normal dan sering lembur yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental.

    5. Work-life balance terganggu

    © Pexels.com

    Bahaya lain dari seorang yes man adalah work-life balance yang terganggu atau bahkan tidak ada kata santai dalam hidupmu.

    Sebagai contoh, atasan tiba-tiba meminta kamu untuk melakukan business trip pada hari yang seharusnya kamu cuti untuk menghadiri acara keluarga.

    Kemudian, kamu pun memenuhi hal tersebut dan batal hadir di acara keluarga. Dengan memenuhi permintaan tersebut, kamu justru merusak keseimbangan hidupmu sendiri.

    Bisa coba lakukan diskusi dan request secara profesional dengan atasanmu. Ingatkan bahwa kamu sudah mengambil cuti dari jauh-jauh hari dan minta atasan untuk memilih orang lain untuk business trip.

    Selain itu, jika terus diforsir untuk terus bekerja sepanjang minggu, tentunya akan berdampak pada hasil pekerjaan dan juga kesehatan mentalmu.

    6. Hasil pekerjaan tidak maksimal

    © Pexels.com

    Menurut CNN Business, ketika menjadi seorang yes man, kamu akan diberikan berbagai macam proyek dan pekerjaan oleh atasan ataupun rekan kerja.

    Mungkin pada awalnya kamu bisa menyelesaikan semua dengan baik. Namun, jika terlalu sering, hasil kerjamu jadi tidak efisien dan produktivitas ikut menurun.

    Untuk menghindari hal ini, cobalah untuk mengurangi intensitas kerja. Bagian pekerjaan ke rekan kerja atau minta sebuah tim yang dapat membantumu menyelesaikannya.

    Baca Juga: 10 Etika Meja Kerja yang Bisa Kamu Aplikasikan agar Dicap Profesional

    7. Memperburuk kondisi mental

    © Pexels.com

    Bahaya yang mengancam seorang yes man adalah akan rentan memiliki kondisi mental yang buruk dibanding pekerja lain.

    Apabila terus bekerja sepanjang hari dan mengerjakan pekerjaan di luar tanggung jawab, tentunya akan ada momen kamu merasa kelelahan, baik secara fisik maupun mental.

    Ketika hal itu terjadi, kamu dapat mengalami burnout dan stres karena pekerjaan.

    8. Harus terus berbohong

    © Pexels.com

    Menurut American Express, seorang yes man pun akan terus berbohong pada rekan kerja maupun atasannya. Hal ini dilakukan agar membuat orang lain merasa senang dengan dirinya.

    Sebagai contoh, orang dengan karakter ini akan menerima pendapat atasannya tanpa memberikan kritik meskipun ada yang kurang tepat atau sesuai.

    Kamu juga hanya akan menyampaikan hal-hal yang baik kepada atasan ketika diminta untuk memberi laporan atau pendapat.

    Pemimpin yang baik dan kompeten tentunya lebih membutuhkan pendapat yang jujur, apakah itu baik maupun buruk.

    Coba untuk lebih terbuka jika kamu mulai merasa lelah dan burnout.

    9. Membenci pekerjaan

    © Pexels.com

    Pada akhirnya, seorang yes man, cepat atau lambat akan membenci pekerjaannya. Overworked dan lelah adalah beberapa faktornya.

    Orang berkarakter ini pun akan mengharapkan promosi dan kenaikan gaji besar karena merasa telah melakukan segala hal yang diperintahkan.

    Namun ketika tidak mendapatkannya, kamu pasti kecewa dan kehilangan motivasi.

    Baca Juga: Mau Bebas Stres di Tempat Kerja? Coba 4 Cara untuk Menjadi Stoic

    Nah, itulah beberapa bahaya apabila kamu menjadi seorang yes man di kantor. Oleh karena itu, jangan takut untuk berkata “tidak”, ya.

    Selalu buat prioritas dan tahu batas kemampuanmu sendiri. Jangan sampai kamu dieksploitasi, ya.

    Yuk, hilangkan rasa ragu dan tidak enak tersebut dengan cari tahu tips-tipsnya.

    Glints sudah siapkan beragam artikel tips di tempat kerja yang bisa kamu baca secara gratis.

    Tunggu apa lagi? Yuk, klik di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 3

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait