Stoicism: Apa Itu, Contoh, Cara Menerapkan di Dunia Kerja

Diperbarui 24 Des 2024 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Stoicism adalah filosofi kuno yang mengajarkan bagaimana cara tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi tantangan hidup.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Di dunia kerja, penerapan stoicism bisa membantu kita mengatasi stres, beradaptasi dengan perubahan, dan tetap fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Sederhananya, arti kata stoic menurut kamus Merriam Webster adalah menerima apa yang terjadi tanpa mengeluh.

Filosofi ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu terpengaruh oleh faktor eksternal, melainkan fokus pada kontrol diri dan reaksi kita terhadap situasi.

Dengan memahami dan mengaplikasikan stoicism, kamu bisa meraih keseimbangan emosional dan meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

Nah, di artikel ini, Glints akan memberitahu kamu bagaimana menjadi seorang yang stoic di tempat kerja dan manfaatnya untuk kamu.

Apa Itu Stoicism?

Dikutip dari Cambridge Dictionary, stoicism berarti tabah.

Dilansir dari Forbes, stoicism adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan, seperti pikiran dan tindakan kita, serta menerima dengan ikhlas apa yang di luar kendali kita.

Filosofi ini menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kebahagiaan dengan tidak terpengaruh oleh hal-hal eksternal seperti status sosial atau pendapat orang lain.

Pada dasarnya, stoicism mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari cara kita berpikir dan merespon situasi, bukan dari faktor-faktor luar.

Meskipun kita tidak dapat mengontrol segala peristiwa, kita tetap memiliki kendali atas reaksi dan sikap kita terhadapnya.

Dengan menerapkan filosofi ini, kita dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih tenang, mengurangi stres, dan mencapai ketenangan batin.

Baca Juga: Jangan Sampai Ganggu Mental, Kelola Stresmu dengan Trik-Trik Ini

Contoh Stoicism

Salah satu contoh stoicism adalah kemampuan untuk mengubah cara pandang terhadap situasi negatif. Persepsi kita sangat memengaruhi pengalaman yang kita rasakan.

Sebagai contoh, menghadapi proyek yang menuntut bukanlah beban, tetapi peluang untuk mengembangkan keterampilan.

Dengan cara ini, kamu bisa tetap tenang, membuat keputusan secara objektif, dan meningkatkan motivasi serta kinerja.

Contoh lain stoikisme adalah melihat kegagalan atau hambatan sebagai peluang untuk bertumbuh.

Di tempat kerja, menghadapi kegagalan bukanlah akhir, melainkan momen berharga untuk belajar dan berkembang secara profesional maupun pribadi.

Pola pikir ini membantu meningkatkan ketahanan diri dan mendorong perbaikan yang berkesinambungan.

Stoikisme membantu kita fokus pada solusi dan hal-hal yang bisa kita kendalikan, seperti sikap dan reaksi kita, dibanding terus memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali.

Cara Menerapkan Stoicism di Tempat Kerja

1. Jangan mempersulit diri

Menurut Daily Stoic, cara menerapkan fisolofi stoicism adalah tidak mempersulit diri dengan bertingkah dari emosi atau rasa tidak suka.

Sebagai contoh, kamu menolak ketika diminta tolong untuk membantu orang yang tidak kamu sukai tanpa mendengarkan dengan jelas permintaannya terlebih dahulu.

Akhirnya, dia pun melakukan hal yang sama padamu dan malah merusak kerja sama antar tim, lalu menimbulkan konflik di tempat kerja.

Padahal, kamu bisa mendengarkan dia terlebih dahulu dan kemudian menerima atau menolaknya dengan kepala dingin untuk mencegah  konflik.

2. Terima keadaan sebagaimana adanya

Perlu kamu ketahui, bahwa kamu tidak bisa mengontrol semua hal di dunia ini. Yang bisa kamu kontrol hanyalah reaksi dan pikiranmu terhadap apa  yang menimpamu.

Karena itu, hal-hal buruk atau kegagalan yang merupakan sesuatu yang pasti dalam hidup ini, tidak perlu kamu takuti keberadaannya.

Menerima kenyataan sebagaimana adanya dan bangkit dari keadaan tersebut adalah salah satu cara untuk menjadi stoic di tempat kerja.

Baca Juga :  Rekening Koran: Apa Itu, Fungsi, dan Cara Mendapatkannya

Sebagai contoh, kamu pernah dimarahi bosmu karena melakukan kesalahan dalam pekerjaanmu, bukan?

Alih-alih menjadi kesal karena tidak terima dimarahi, kamu bisa menerima kemarahan tersebut dan merefleksikannya pada pekerjaanmu.

Dengan hal ini, tidak hanya mencegah diri dibutakan emosi, tapi juga menjaga pikiranmu tetap damai dan mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik lagi.

3. Buat jurnal setiap hari sebelum tidur

Cara lainnya menerapkan fisolofi stoicism adalah dengan membuat jurnal di penghujung hari, atau setelah selesai kerja.

Dalam jurnal tersebut, tuliskan berbagai hal yang terjadi pada harimu dan mengevaluasi setiap hal yang bisa kamu perbaiki.

Selain itu, kamu pun bisa menuliskan rencana dan hal-hal yang akan dilakukan keesokan harinya. Lalu setiap pagi, cobalah untuk membaca rencananya lagi.

Dengan melakukan ini, kamu tidak hanya bisa melihat perkembangan diri, tapi juga jadi mengenal diri sendiri lebih baik.

Kamu akan terbantu dalam mengelola pola pikirmu, sehingga membantumu untuk menjadi lebih produktif ketika bekerja.

4. Visualisasikan kegagalan

Meskipun terdengar ekstrem, tapi cara ini, menurut Attorney at Work, adalah salah satu hal yang penting untuk menjadi seorang stoic. Baik dalam hidup atau di tempat kerja.

Sebelum pergi bekerja, kamu bisa melakukan meditasi kegagalan, di mana kamu akan membayangkan hal-hal terburuk yang mungkin akan menimpamu hari itu.

Dalam dunia bisnis, menurut Harvard Business Review, hal ini umum disebut sebagai pre-mortem atau hipotesis kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.

Di dalam pre-mortem, kamu tidak menanyakan kesalahan apa yang mungkin terjadi, namun mempertanyakan apa saja yang salah dalam suatu hal.

Namun, bukan berarti kamu menjadi overthink dan tidak semangat untuk pergi bekerja setelah melakukan meditasi ini.

Baca Juga :  3 Cara Mudah Tukar Poin Telkomsel dan Jenis Hadiahnya

Justru, kamu menjadi mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai macam kemungkinan atau situasi buruk yang tidak bisa kamu kendalikan di tempat kerja.

Sehingga, kamu tidak akan terlalu stres apabila hal buruk tersebut menimpa dirimu.

Baca Juga: 4 Tips Anger Management agar Kamu Tak Dikuasai Emosi saat Bekerja

Manfaat Menerapkan Stoicism di Tempat Kerja

Menurut In The Black, berikut adalah manfaat yang bisa kamu dapat dengan menerapkan stoicism di tempat kerja.

  • terbentuknya ketangguhan dalam diri
  • tidak mudah merasa stres
  • membangun positive mindset
  • membuatmu menjadi lebih bijaksana
  • membantumu fokus pada tujuan ketika bekerja
  • selalu siap menghadapi tekanan dan masalah
  • tidak ragu untuk memperbaiki diri
Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Stres Kerja dan Mulai Mencintai Rutinitasmu

Itulah beberapa cara menjadi seorang yang stoic di tempat kerja dan manfaat yang bisa kamu dapatkan.

Tentu setelah mengetahui hal ini, kamu bisa mengontrol pikiran dan emosimu lebih baik lagi.

Nah, selain menjadi orang yang stoic. Kamu juga bisa mengikuti tips menghindari stres di tempat kerja yang sudah Glints bahas di sini.

Tetap tangguh dalam menghadapi kegiatan sehari-harimu, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon