Work Life Balance, Saat Urusan Kehidupan dan Pekerjaan Terpenuhi

Diperbarui 21 2020 - dibaca 9 mnt
Arkan Perdana editor

Isi Artikel

    Mencapai kondisi work-life balance adalah cita-cita bagi kebanyakan pekerja.

    Meningkatnya kebutuhan serta ketatnya persaingan kerja terkadang memaksa seseorang untuk bekerja cukup keras demi mendapatkan hasil yang maksimal.

    Tak jarang, hal tersebut justru berakibat pada semakin mudahnya terserang penyakit, kurangnya waktu untuk keluarga, bahkan uang yang dihasilkan habis begitu saja demi meredam stres yang dirasakan.

    Tak banyak memang pilihan terutama yang bekerja di ibu kota untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat mendukung adanya kondisi tersebut.

    Padahal, mencapai work-life balance adalah penting demi hidup yang lebih berkualitas.

    Sebenarnya, apa work-life balance itu sendiri? Lalu mengapa ini menjadi penting?

    Pada artikel kali ini, Glints akan berikan penjelasannya untukmu.

    Baca Juga: 5 Cara Menjaga Work-Life Balance saat WFH

    Pengertian Work-Life Balance

    work life balance adalah

    © nextgovcom

    Work-life balance adalah suatu keadaan di mana seseorang dapat mengatur dan membagi antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga dan tanggung jawab lainnya.

    Kondisi tersebut membantu agar tidak terjadi konflik antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan.

    Sederhananya, ini adalah suatu kondisi di mana seorang pekerja bisa mengatur waktu dan energi yang seimbang antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, rekreasi, dan kehidupan berkeluarga.

    Dengan memiliki work-life balance, seseorang dapat menjadi lebih produktif.

    Hal ini karena kondisi yang dirasakan orang tersebut cukup mendukung dan meningkatkan kepuasannya dalam melakukan pekerjaan.

    Selain itu, ia juga menjadi lebih kreatif karena memiliki waktu, energi, atau modal lebih untuk melakukan hal yang ia senangi.

    Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki work-life balance yang baik, kinerjanya cenderung merosot dan bisa merusak bidang kehidupan lainnya.

    Umumnya, hal ini disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan zaman sekarang.

    Pentingnya Work-Life Balance

    panduan membuat website

    © Freepik.com

    Dengan tercapainya work-life balance, kamu dapat lebih produktif dan mengeksplorasi hobi atau kemampuan di luar pekerjaan.

    Ini akan membuat kamu lebih bahagia dalam menjalani pekerjaan.

    Menurut Forbes, bagi generasi milenial work-life balance berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi gaya hidup melalui pekerjaan yang dilakukan.

    Bagi generasi milenial, pemenuhan gaya hidup mempengaruhi tingkat kebahagiaan mereka.

    Itulah sebabnya milenial akan mencari karier yang dapat memenuhi gaya hidupnya.

    Di luar itu, mencapai work-life balance sendiri memiliki manfaat lain.

    Menyadur dari Thehappinestindex, terdapat beberapa manfaat yang bisa didapatkan.

    1. Terhindar dari berbagai penyakit

    Tentu ini berkaitan dengan meningkatnya kebahagiaan kala mencapai kondisi work-life balance.

    Kebahagiaan akan membuat seseorang lebih berpikir positif dan optimis, sehingga meningkatkan imun tubuh yang dapat melindungi berbagai penyakit.

    Bahkan, tercapainya keseimbangan ini juga dapat menghindarkan seseorang dari penyakit mental.

    Pasalnya, seseorang dapat lebih berdedikasi dan tidak merasa tertekan kala melakukan pekerjaan, serta dapat terpenuhi kebutuhan pribadinya.

    2. Meningkatkan performa

    Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang dapat lebih mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

    Bahkan, dengan hal tersebut dapat muncul inovasi-inovasi baru yang bisa membantu kinerjanya dan kinerja perusahaan.

    3. Lebih fokus dalam bekerja

    Sejalan dengan poin sebelumnya, dengan memiliki energi lebih untuk bekerja seseorang dapat menjadi lebih fokus.

    Ia tak perlu khawatir atau memikirkan berlebihan mengenai kondisi keluarganya.

    4. Mengurangi jenuh dan stres

    Selanjutnya, mencapai work-life balance akan mengurangi perasaan jenuh dan stres terhadap pekerjaan.

    Seseorang akan dapat lebih leluasa mengerjakan pekerjaannya karena memiliki energi positif yang cukup akibat terpenuhinya kebutuhan pribadi, dan keluarga.

    Baca Juga: Ingin Bahagia di Kantor? Kebiasaan Positif Ini Dapat Membantu

    Faktor yang Mempengaruhi

    perbedaan customer service dan customer experience

    © Freepik.com

    Bersumber dari The Handbook of Work and Health Psychology karya Marc J. Schabracq, Jacques A.M. Winnubst, dan Cary L. Cooper, faktor yang mempengaruhi work-life balance seseorang adalah sebagai berikut:

    1. Karakteristik kepribadian

    Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan kerja dan di luar kerja.

    Individu yang sedari kecil sudah memiliki kehidupan yang baik, cenderung memiliki work-life balance dengan mudah.

    2. Karakteristik keluarga

    Hal ini menjadi salah satu aspek penting yang dapat menentukan ada tidaknya konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

    Misalnya, konflik peran dan ambiguitas peran dalam keluarga dapat mempengaruhi work-life balance.

    3. Karakteristik pekerjaan

    Karakteristik ini meliputi pola kerja, beban kerja dan jumlah waktu yang digunakan untuk bekerja dapat memicu adanya konflik. Hal ini berlaku baik untuk konflik dalam pekerjaaan maupun konflik dalam kehidupan pribadi.

    4. Sikap

    Maksud dari hal ini adalah bagaimana setiap individu melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial.

    Sikap dari masing-masing individu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi work-life balance.

    Indikator Pencapaiannya

    industri kreatif adalah

    © Freepik.com

    1. Terpenuhinya urusan pekerjaan, keluarga, dan pribadi

    Salah satu indikator bahwa kamu telah mencapainya adalah dapat memenuhi berbagai urusan baik pekerjaan, keluarga, atau pribadi tanpa harus mengorbankan berlebih salah satunya.

    Terpenuhi ini maksudnya kamu memiliki waktu, tenaga, serta uang yang cukup untuk ketiga hal tersebut.

    2. Memiliki tidur yang cukup

    Dengan memiliki waktu yang seimbang terhadap berbagai urusan, tentu akan berpengaruh terhadap pola tidurmu.

    Kamu tak perlu memikirkan berlebih mengenai suatu urusan yang mengganggu waktu tidurmu.

    3. Memiliki aktivitas lain

    Mencapai work-life balance artinya kamu masih memiliki waktu, tenaga, dan finansial untuk menjalankan aktivitas lain seperti bergabung ke komunitas, jalan-jalan, dan sebagainya.

    Kamu bahkan bisa menjalankan hobimu tanpa terganggu urusan lain.

    4. Memiliki hubungan personal dengan orang lain

    Jika seseorang belum mencapai work-life balance, ia akan sulit untuk menjalin hubungan personal dengan orang lain.

    Hal ini karena ia merasa masih ada hal lain yang lebih prioritas untuk dipenuhi.

    Baca Juga: Kalau Mau Bahagia Lakukan Hal Ini Setelah Pulang Kerja

    Itulah penjelasan singkat dari Glints mengenai work-life balance dan mengapa ini penting.

    Nah, kamu bisa mendapatkan informasi dan tips lain tentang work-life balance lho dari Glints.

    Cara mendapatkannya mudah, cukup berlangganan newsletter blog dan info-info itu akan dikirim langsung ke emailmu. Daftar sekarang, yuk!


      work life balance

      Artikel Terkait

      Work Life Balance, Saat Urusan Kehidupan dan Pekerjaan Terpenuhi

      Diperbarui 21 2020 - dibaca 9 mnt
      Arkan Perdana editor

      Isi Artikel

        Mencapai kondisi work-life balance adalah cita-cita bagi kebanyakan pekerja.

        Meningkatnya kebutuhan serta ketatnya persaingan kerja terkadang memaksa seseorang untuk bekerja cukup keras demi mendapatkan hasil yang maksimal.

        Tak jarang, hal tersebut justru berakibat pada semakin mudahnya terserang penyakit, kurangnya waktu untuk keluarga, bahkan uang yang dihasilkan habis begitu saja demi meredam stres yang dirasakan.

        Tak banyak memang pilihan terutama yang bekerja di ibu kota untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat mendukung adanya kondisi tersebut.

        Padahal, mencapai work-life balance adalah penting demi hidup yang lebih berkualitas.

        Sebenarnya, apa work-life balance itu sendiri? Lalu mengapa ini menjadi penting?

        Pada artikel kali ini, Glints akan berikan penjelasannya untukmu.

        Baca Juga: 5 Cara Menjaga Work-Life Balance saat WFH

        Pengertian Work-Life Balance

        work life balance adalah

        © nextgovcom

        Work-life balance adalah suatu keadaan di mana seseorang dapat mengatur dan membagi antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan keluarga dan tanggung jawab lainnya.

        Kondisi tersebut membantu agar tidak terjadi konflik antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan.

        Sederhananya, ini adalah suatu kondisi di mana seorang pekerja bisa mengatur waktu dan energi yang seimbang antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, rekreasi, dan kehidupan berkeluarga.

        Dengan memiliki work-life balance, seseorang dapat menjadi lebih produktif.

        Hal ini karena kondisi yang dirasakan orang tersebut cukup mendukung dan meningkatkan kepuasannya dalam melakukan pekerjaan.

        Selain itu, ia juga menjadi lebih kreatif karena memiliki waktu, energi, atau modal lebih untuk melakukan hal yang ia senangi.

        Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki work-life balance yang baik, kinerjanya cenderung merosot dan bisa merusak bidang kehidupan lainnya.

        Umumnya, hal ini disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan zaman sekarang.

        Pentingnya Work-Life Balance

        panduan membuat website

        © Freepik.com

        Dengan tercapainya work-life balance, kamu dapat lebih produktif dan mengeksplorasi hobi atau kemampuan di luar pekerjaan.

        Ini akan membuat kamu lebih bahagia dalam menjalani pekerjaan.

        Menurut Forbes, bagi generasi milenial work-life balance berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi gaya hidup melalui pekerjaan yang dilakukan.

        Bagi generasi milenial, pemenuhan gaya hidup mempengaruhi tingkat kebahagiaan mereka.

        Itulah sebabnya milenial akan mencari karier yang dapat memenuhi gaya hidupnya.

        Di luar itu, mencapai work-life balance sendiri memiliki manfaat lain.

        Menyadur dari Thehappinestindex, terdapat beberapa manfaat yang bisa didapatkan.

        1. Terhindar dari berbagai penyakit

        Tentu ini berkaitan dengan meningkatnya kebahagiaan kala mencapai kondisi work-life balance.

        Kebahagiaan akan membuat seseorang lebih berpikir positif dan optimis, sehingga meningkatkan imun tubuh yang dapat melindungi berbagai penyakit.

        Bahkan, tercapainya keseimbangan ini juga dapat menghindarkan seseorang dari penyakit mental.

        Pasalnya, seseorang dapat lebih berdedikasi dan tidak merasa tertekan kala melakukan pekerjaan, serta dapat terpenuhi kebutuhan pribadinya.

        2. Meningkatkan performa

        Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang dapat lebih mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

        Bahkan, dengan hal tersebut dapat muncul inovasi-inovasi baru yang bisa membantu kinerjanya dan kinerja perusahaan.

        3. Lebih fokus dalam bekerja

        Sejalan dengan poin sebelumnya, dengan memiliki energi lebih untuk bekerja seseorang dapat menjadi lebih fokus.

        Ia tak perlu khawatir atau memikirkan berlebihan mengenai kondisi keluarganya.

        4. Mengurangi jenuh dan stres

        Selanjutnya, mencapai work-life balance akan mengurangi perasaan jenuh dan stres terhadap pekerjaan.

        Seseorang akan dapat lebih leluasa mengerjakan pekerjaannya karena memiliki energi positif yang cukup akibat terpenuhinya kebutuhan pribadi, dan keluarga.

        Baca Juga: Ingin Bahagia di Kantor? Kebiasaan Positif Ini Dapat Membantu

        Faktor yang Mempengaruhi

        perbedaan customer service dan customer experience

        © Freepik.com

        Bersumber dari The Handbook of Work and Health Psychology karya Marc J. Schabracq, Jacques A.M. Winnubst, dan Cary L. Cooper, faktor yang mempengaruhi work-life balance seseorang adalah sebagai berikut:

        1. Karakteristik kepribadian

        Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan kerja dan di luar kerja.

        Individu yang sedari kecil sudah memiliki kehidupan yang baik, cenderung memiliki work-life balance dengan mudah.

        2. Karakteristik keluarga

        Hal ini menjadi salah satu aspek penting yang dapat menentukan ada tidaknya konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

        Misalnya, konflik peran dan ambiguitas peran dalam keluarga dapat mempengaruhi work-life balance.

        3. Karakteristik pekerjaan

        Karakteristik ini meliputi pola kerja, beban kerja dan jumlah waktu yang digunakan untuk bekerja dapat memicu adanya konflik. Hal ini berlaku baik untuk konflik dalam pekerjaaan maupun konflik dalam kehidupan pribadi.

        4. Sikap

        Maksud dari hal ini adalah bagaimana setiap individu melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial.

        Sikap dari masing-masing individu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi work-life balance.

        Indikator Pencapaiannya

        industri kreatif adalah

        © Freepik.com

        1. Terpenuhinya urusan pekerjaan, keluarga, dan pribadi

        Salah satu indikator bahwa kamu telah mencapainya adalah dapat memenuhi berbagai urusan baik pekerjaan, keluarga, atau pribadi tanpa harus mengorbankan berlebih salah satunya.

        Terpenuhi ini maksudnya kamu memiliki waktu, tenaga, serta uang yang cukup untuk ketiga hal tersebut.

        2. Memiliki tidur yang cukup

        Dengan memiliki waktu yang seimbang terhadap berbagai urusan, tentu akan berpengaruh terhadap pola tidurmu.

        Kamu tak perlu memikirkan berlebih mengenai suatu urusan yang mengganggu waktu tidurmu.

        3. Memiliki aktivitas lain

        Mencapai work-life balance artinya kamu masih memiliki waktu, tenaga, dan finansial untuk menjalankan aktivitas lain seperti bergabung ke komunitas, jalan-jalan, dan sebagainya.

        Kamu bahkan bisa menjalankan hobimu tanpa terganggu urusan lain.

        4. Memiliki hubungan personal dengan orang lain

        Jika seseorang belum mencapai work-life balance, ia akan sulit untuk menjalin hubungan personal dengan orang lain.

        Hal ini karena ia merasa masih ada hal lain yang lebih prioritas untuk dipenuhi.

        Baca Juga: Kalau Mau Bahagia Lakukan Hal Ini Setelah Pulang Kerja

        Itulah penjelasan singkat dari Glints mengenai work-life balance dan mengapa ini penting.

        Nah, kamu bisa mendapatkan informasi dan tips lain tentang work-life balance lho dari Glints.

        Cara mendapatkannya mudah, cukup berlangganan newsletter blog dan info-info itu akan dikirim langsung ke emailmu. Daftar sekarang, yuk!


          work life balance

          Artikel Terkait

          Scroll Up