QR Code: Apa Itu, Bagian, Jenis-Jenis, dan Cara Membuatnya

Diperbarui 20 Jan 2023 - Dibaca 12 mnt

Isi Artikel

    QR code adalah teknologi praktis yang semakin banyak digunakan di era serba digital ini dan telah menjadi penting.

    Pasti kamu pun pernah menemukannya di berbagai tempat.

    Akan tetapi, apakah kamu benar-benar tahu apa itu QR code?

    Yuk, baca ulasan lengkap Glints tentang apa itu QR code meliputi definisi, jenis-jenis, serta bagaimana cara membuatnya dalam artikel ini!

    qr code adalah

    © Glints

    Baca Juga: Rekomendasi 6 Aplikasi Scanner di Handphone yang Harus Kamu Miliki

    Apa Itu Quick Response Code?

    qr code adalah

    © Internationalfinance.com

    QR code adalah singkatan dari quick response code.

    Arti dari kode dalam QR code ini adalah barcode dua dimensi yang bisa memberikan beragam jenis informasi secara langsung.

    Untuk membukanya, dibutuhkan scan atau pemindaian dengan smartphone.

    QR code biasanya mampu menyimpan 2089 digit atau 4289 karakter, termasuk tanda baca dan karakter spesial.

    Hal ini membuat QR code memiliki manfaat untuk menampilkan teks pada pengguna, membuka URL, menyimpan kontak ke buku telepon, dan masih banyak lagi. 

    Manfaat lain dari QR code adalah mampu menyimpan lebih banyak data dibanding barcode. Sehingga, membuatnya lebih praktis untuk digunakan.

    QR code terdiri dari titik-titik hitam dan spasi putih yang disusun dalam bentuk kotak, dan setiap elemennya memiliki makna tersendiri.

    Hal tersebut membuatnya mampu di-scan oleh smartphone dan menampilkan data atau informasi yang dimuatnya.

    Bagian-Bagian QR Code

    apa itu qr code

    © Freepik.com

    Menurut QR Code Generator, ada tujuh bagian utama QR code yang memiliki arti dan peran pentingnya masing-masing, yaitu:

    1. Positioning detection markers

    qr code adalah

    © QR-code-generator.com

    Positioning detection makers adalah bagian dalam QR code yang berbentuk kotak dan jumlahnya ada tiga.

    Posisinya selalu ada di pojok QR code.

    Fungsinya adalah memastikan scanner mampu melakukan pembacaan kode secara cepat dan mengetahui orientasi atau posisi kode tersebut.

    2. Alignment marking

    © QR-code-generator.com

    Penanda ini ukurannya lebih kecil dibanding position detention markers.

    Sama-sama berbentuk kotak, alignment marking berfungsi untuk menjaga permukaan QR code meskipun di-print di permukaan yang melengkung.

    Biasanya, semakin banyak suatu data disimpan dalam QR code, ukurannya semakin besar.

    Selain itu, jumlahnya pun bisa jadi lebih banyak.

    3. Timing pattern

    © QR-code-generator.com

    Timing pattern pada QR code adalah bagian yang tampak seperti kotak-kotak kecil yang berjejer.

    Pola ini berfungsi untuk konfigurasi data grid.

    Dengan timing pattern, scanner QR code mampu mengetahui seberapa besar matriks data yang dimuat.

    4. Version information

    © QR-code-generator.com

    Version information adalah bagian yang memberi informasi versi QR code.

    Saat ini, ada 40 tipe QR code yang berbeda.

    Jadi, dengan tanda ini, scanner bisa mengetahui versi QR code mana yang dipindai.

    Biasanya, versi 1 sampai 7 adalah yang paling umum digunakan.

    5. Format information

    © QR-code-generator.com

    Bagian ini pada QR code adalah bagian yang menjelaskan toleransi error dan pola data mask.

    Dengan format information, scanner akan lebih mudah melakukan pemindaian QR code untuk menampilkan data yang dimuatnya pada pengguna.

    6. Data and error correction keys

    © QR-code-generator.com

    Area pada QR code ini penting untuk ada pada struktur kode karena merupakan tempat di mana semua data disimpan.

    Tidak hanya itu, area atau bagian ini juga meliputi error correction block yang menjaga data tetap dapat dipindai meski kode rusak sebanyak 30%.

    7. Quiet zone

    © QR-code-generator.com

    Apa itu quiet zone? Bagian ini adalah bagian kosong yang berada di area terluar QR code.

    Dianalogikan seperti white space pada desain, quiet zone adalah elemen penting dalam QR code.

    Hal ini karena quite space dalam QR code memiliki kegunaan untuk menegaskan struktur dan membuatnya lebih mudah dipindai.

    Quiet zone harus ada untuk memisahkan QR code dari lingkungan sekitarnya agar scanner dapat mengenalinya tanpa kesulitan.

    Meskipun kosong, area ini adalah bagian vital dari sebuah QR code.

    Baca Juga: Uang Elektronik Serta Kelebihan dan Kekurangannya bagi Millennials

    Jenis-Jenis Quick Response Code

    qr code adalah

    © Cheersonline.com

    1. QR code statis

    QR code statis adalah kode yang tidak bisa diedit lagi ketika sudah dibuat. 

    Informasi yang ada tidak akan bisa diganti.

    Oleh karena itu, jenis QR code ini tepat untuk penggunaan pribadi dan QR Code API, yaitu aplikasi untuk membuat kode dalam jumlah banyak, seperti untuk ID karyawan, dokumentasi produk teknis, dan lain-lain.

    Namun, karena tidak bisa diganti ketika sudah dibuat, QR code jenis ini kurang tepat untuk bisnis atau kampanye marketing.

    Contoh penggunaan QR code statis diantaranya adalah untuk:

    • Wi-Fi: Dengan QR code, akses Wi-Fi bisa jadi lebih mudah tanpa harus memasukkan password. Cukup dengan scan, orang akan langsung terhubung dengan Wi-Fi yang tersedia.
    • Bitcoin: QR code bisa membuat alamat Bitcoin atau mata uang kripto lainnya. Hal ini dapat mempermudah transaksi menjadi lebih cepat.
    • Plain text: Tentunya, informasi sederhana berupa teks saja pun dapat ditampilkan QR code. Sebuah kode mampu memuat banyak karakter yang bisa ditampilkan cukup dengan pemindaian menggunakan aplikasi.
    • vCard: Kini, tidak perlu lagi repot-repot menuliskan alamat email, nomor telepon, alamat situs web, dan informasi lainnya di kartu nama. Rangkum semuanya dalam sebuah vCard dan simpan dengan QR code sehingga tampilan desain kartu nama bisa lebih ringkas dan menarik.
    • Email: Memuat email dalam QR code dapat dimanfaatkan bisnis online untuk menampilkan informasi kontak secara ringkas pada para pelanggan.

    2. QR code dinamis

    Berbeda dengan QR code statis, QR code dinamis adalah jenis kode yang bisa diperbarui, diedit, dan diubah sebanyak apapun yang dibutuhkan.

    Nah, oleh karena itu, tipe QR code ini cocok untuk bisnis dan marketing.

    Tidak seperti QR code statis yang ukurannya semakin besar dan kompleks jika data yang diinput semakin banyak, QR code dinamis bisa tetap kecil.

    Hal ini karena data tidak disimpan secara langsung dalam QR code, melainkan diarahkan pada sebuah URL yang ditetapkan pada kode tersebut.

    Oleh karena itu, QR code dinamis cocok untuk disertakan dalam desain berbagai hal, seperti kemasan, flyer, brosur, dan lain-lain.

    Contoh penggunaan QR code dinamis di antaranya adalah untuk:

    • Pembayaran: Salah satu kegunaan QR code dinamis yang paling populer adalah untuk pembayaran secara digital. Kamu hanya perlu memindai kodenya dan saldo digital akan dikurangi sesuai dengan harga pembelian.
    • PDF: Marketing dengan majalah dan brosur digital serta eBook semakin populer. Jika menggunakan QR code, pelanggan akan lebih mudah untuk mengakses hal-hal tersebut.
    • Media sosial: Informasi seluruh media sosial yang kamu miliki bisa dibagikan dengan satu QR code tanpa repot.
    • Kupon: Kupon adalah salah satu strategi marketing yang cukup efektif untuk meningkatkan penjualan. Nah, kamu bisa membagikan kupon dengan memanfaatkan QR code. Orang-orang hanya perlu memindainya dengan aplikasi dan kupon segera didapatkan. Ini juga meniadakan biaya percetakan kupon.
    • Situs web bisnis: QR code dapat disertakan di halaman web atau landing page bisnismu untuk menampilkan informasi-informasi penting mengenai bisnis, seperti alamat, jam operasional, dan masih banyak lagi.

    Cara Membuat QR Code

    qr code adalah

    © Linkedin.com

    Sebelum membuat QR code, hal yang penting untuk dipikirkan adalah tujuan pembuatannya.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada dua tipe QR code yang sesuai untuk tujuan yang berbeda-beda.

    Jika sudah tahu untuk apa QR code-mu dibuat, ada tiga cara yang bisa dicoba untuk membuatnya menurut Scanova.

    Ketiga cara itu yaitu dengan aplikasi QR code generator, QR code API, atau bulk generation services jika ingin membuatnya dalam jumlah yang sangat banyak.

    Baca Juga: Berkenalan dengan E-Wallet yang Memudahkanmu dalam Bertransaksi

    Nah, demikianlah informasi yang bisa Glints sampaikan untukmu mengenai apa itu QR code dan serba-serbinya.

    Kegunaannya yang sangat beragam bisa mempermudah banyak hal dalam hidupmu.

    Jadi, manfaatkanlah teknologi ini dengan baik.

    Temukan banyak artikel informatif lainnya dengan berbagai topik dengan berlangganan newsletter blog Glints, yuk.

    Dengan begitu, kamu akan langsung mendapatkan artikel di inbox emailmu sehingga selalu update dengan perkembangan teknologi dan informasi baru.

    Jangan lupa sign up terlebih dahulu, ya.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 23

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait