Content Writer: Definisi, Tanggung Jawab, Skill, dan Jenjang Kariernya

Diperbarui 21 Des 2022 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Dewasa ini, apabila kamu gemar menulis, content writer adalah salah satu opsi karier terbaik yang bisa dijadikan pilihan utama.

    Ya, profesi yang memiliki peran dalam konten dan artikel yang sering kamu baca di media ini tengah berkembang dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

    Mengapa demikian? Sebab, saat ini dunia tengah memasuki era digital, di mana mencari informasi dapat dikatakan sebagai makanan sehari-hari manusia.

    Hasilnya, menurut Webdew, content writer sangat diminati karena bisnis sekarang memahami pentingnya konten yang berkualitas.

    Mereka memerlukan praktisi yang bisa membuat konten perusahaan mampu bersaing dengan para kompetitor.

    Nah, bagi kamu yang tertarik, kali ini Glints akan paparkan serba-serbi profesi tersebut, dimulai dari definisi hingga jenjang kariernya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    Apa Itu Content Writer?

    Sebelum mengulas deskripsi pekerjaan dan serba-serbi lainnya, pertama-tama kita perlu membahas definisi pekerjaan ini terlebih dahulu.

    Melansir laman Copify, content writer adalah seorang penulis profesional yang memproduksi konten-konten menarik di media online.

    Konten yang mereka ciptakan bisa berbentuk artikel blog, post di sosial media, atau apa pun yang ditulis dalam platform online.

    Selain menulis, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan agar desain, gambar, serta tulisan yang dibuatnya selaras dan berkaitan dengan visi perusahaan.

    Mereka pun harus memutar otak setiap harinya mengenai cara menulis konten yang diminati oleh para pembaca.

    Tak hanya itu, content writer juga harus memikirkan topik yang perlu ditulis untuk menyesuaikan kebutuhan target audiens.

    Dengan kata lain, dalam kadar tertentu, mereka juga bertanggung jawab atas jumlah kehadiran traffic di website atau blog resmi perusahaan.

    Nah, kira-kira, cocokkah kamu untuk menjadi seorang content writer? Yuk, ketahui jawabannya dengan mengikuti kuis di bawah ini!

    Jenis-Jenis Content Writer

    Seperti yang sudah Glints paparkan, terdapat berbagai jenis konten di platform online, mulai dari artikel blog hingga post di media sosial.

    Maka dari itu, content writer pun juga dibagi-bagi sesuai dengan keahlian mereka untuk menciptakan konten-konten tersebut.

    Nah, dilansir dari Upwork, berikut adalah beberapa jenis content writer yang lazim dijumpai di perusahaan.

    1. SEO

    Jenis content writer pertama yang perlu kamu ketahui adalah yang berfokus dengan search engine optimization atau SEO.

    Mereka yang bergerak dalam bidang ini bertugas untuk menulis konten sesuai dengan keyword atau kata kunci yang sudah diatur dalam SEO.

    Tak hanya itu, mereka juga perlu menciptakan konten yang ramah dengan elemen-elemen SEO lainnya.

    Mengapa sebuah konten atau artikel diatur dalam SEO? Sebab, hal ini berguna agar artikel dapat muncul di halaman pertama mesin pencarian sehingga link akan lebih banyak dibuka oleh audiens.

    Dengan hal tersebut, website akan lebih banyak mendapatkan pengunjung dan traffic rate akan naik dengan pesat.

    Maka dari itu, SEO writer akan memastikan kembali apakah tulisannya sudah memenuhi standar SEO. Selain itu, ia juga akan memastikan apakah topik tulisan sudah memenuhi target audiens.

    Baca Juga: Apa Itu SEO dan Cara Kerjanya untuk Perusahaan

    2. Jurnalistik

    Tak sekedar menulis naskah berita, writer dalam bidang jurnalistik juga bisa menulis tulisan lain yang lebih santai, lho!

    Tulisan tersebut bisa berbentuk artikel entertainment atau feature yang bertujuan untuk menghibur para pembaca setia di platform mereka.

    Nah, layaknya reporter, biasanya writer dalam bidang jurnalistik bekerja di portal berita, media, atau website online.

    Tidak hanya itu, mereka juga terbiasa untuk menuliskan berita untuk media placement atau customer stories.

    3. Generalist

    Jenis content writer berikutnya yang perlu kamu ketahui adalah generalist writer.

    Biasanya, generalist writer ini dipilih untuk membuat konten sebanyak-banyaknya tanpa tema yang ditentukan.

    Umumnya, mereka juga akan menulis atau membuat konten yang hanya bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan sebuah brand.

    Walaupun bekerja untuk menulis tanpa tema atau gaya khusus, writer tetap harus bertanggung jawab atas isi konten yang mereka tulis.

    4. Technical

    Technical writer berkemampuan tinggi dalam mengintepretasikan informasi yang sangat kompleks ke dalam tulisan yang lebih mudah dimengerti oleh orang awam. Technical writer biasanya menulis untuk manual guide produk.

    5. Media sosial

    Pernahkah kamu melihat akun brand di Instagram yang berisi konten-konten seru dan interaktif? Nah, konten-konten tersebut ditulis oleh para social media content writer.

    Konten-konten yang dibuat tentunya harus menarik, up-to-date, dan interaktif guna menaikkan engagement di media sosial milik brand yang mereka kelola.

    Selain itu, saat menjadi writer khusus media sosial, kamu dituntut untuk kreatif dan selalu mengikuti tren terbaru di kalangan target audiens.

    Perbedan Content Writer dan Copywriter

    content writer adalah

    © Freepik.com

    Selain content writer, kamu pasti juga sering mendengar istilah copywriter. Nah, apakah kedua pekerjaan sejatinya ini serupa? Nyatanya tidak demikian.

    Melansir laman Forbes, perbedaan kedua profesi ini terletak pada tujuan penulisan mereka.

    Umumnya, seorang content writer bertujuan untuk memberikan informasi yang engaging atau mengajak kepada para pembaca.

    Sementara itu, copywriter lebih ke arah komersil seperti menaikkan penjualan, sign up, download, atau membeli suatu produk.

    Tidak hanya menulis dalam bentuk artikel, copywriter juga menulis untuk aset perusahaan seperti ads, campaign, sales landing pages, atau email blast.

    Baca Juga: Ingin Menjadi Ghost Writer? Pahami Dulu Pekerjaannya

    Tanggung Jawab Content Writer

    Secara umum, ada beberapa tanggung jawab dan tugas seorang content writer. Berikut penjelasannya

    1. Membuat, mengelola, dan mendistribusikan konten

    Selain menulis, tugas content writer adalah untuk mengelola dan mengatur jadwal tayang sebuah konten atau artikel.

    Jika writer menulis di situs web, mereka juga bertanggung jawab untuk menerbitkan, mengatur tanggal, dan juga memastikan apakah kualitas konten sudah masuk ke dalam standar SEO.

    Sementara itu, apabila writer bekerja di bidang media sosial, mereka sudah memiliki jadwal untuk posting, boost post, dan juga memastikan gambar dan tulisan selaras.

    2. Melakukan riset

    Riset merupakan hal yang penting ketika kamu menjadi seorang penulis. Jangan sampai konten yang ditulis merupakan hasil dari plagiat atau didasarkan dari  informasi yang tidak akurat.

    Jika menulis berita, jangan lupa untuk mencari sudut pandang lainnya agar berita tak berat sebelah.

    Secara spesifik, riset juga penting untuk mengetahui tren terbaru, lho! Tren terbaru ini dapat digunakan sebagai sumber untuk menulis, apalagi untuk social media content writer. 

    3. Mengenal SEO

    Sering kali, content writer akan menulis untuk web berdasarkan kata kunci untuk SEO.

    Maka dari itu, sebelum terjun langsung ke dunia penulisan, penulis wajib untuk mengetahui dasar-dasar teknik penulisan SEO.

    4. Memiliki kemampuan editorial

    Biasanya beberapa perusahaan atau media menyediakan editor untuk menyunting tulisan sebelum tayang. Namun, writer yang bekerja di start up atau agency biasanya bekerja secara mandiri.

    Maka dari itu, kemampuan editorial sangat dibutuhkan untuk mengedit kembali konten sebelum tayang.

    Biasanya, junior writer akan memberikan konten kepada seniornya untuk dilakukan pengecekan sebelum disetujui.

    Dalam beberapa kasus, senior writer memang merangkap tugas sebagai editor. Sebelum kamu naik ke level senior, kemampuan untuk melakukan pemeriksaan kualitas tulisan harus terus dilatih.

    5. Membuat panduan gaya penulisan

    Setiap perusahaan idealnya memiliki brand voice dan brand personality-nya sendiri yang dituangkan dalam konten-konten yang mereka buat.

    Sebagai content writer, terkadang kamu perlu membuat sendiri style guidelines atau panduan yang nantinya akan terus digunakan oleh tim konten.

    Hal ini lumrah terjadi di perusahaan yang masih baru berdiri dan baru membangun audiens media sosialnya.

    6. Mengukur hasil performa konten

    Setiap content writer pasti memiliki key performance indicator atau KPI yang harus dicapainya.

    Salah satu contoh KPI yang biasanya dimiliki adalah berkaitan dengan traffic blog perusahaan atau engagement rate media sosial.

    Mereka bertugas untuk memonitor KPI atau hasil konten yang mereka buat agar bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memproduksi konten yang lebih baik lagi ke depannya.

    7. Berkolaborasi dengan beberapa pihak

    Konten yang dibuat tidak hanya memerlukan skill penulis seorang diri, tetapi juga sering kali membutuhkan kolaborasi dengan tim, departemen, atau narasumber lain.

    Misalnya saja dalam pembuatan konten in depth mengenai proses rekrutmen.

    Kamu mungkin harus bekerja sama dengan departemen HR di perusahaanmu agar bisa menghasilkan informasi padat yang akurat dari para praktisinya langsung.

    Skill dan Kualifikasi Content Writer

    Sebenarnya, karier ini sering kali tidak membutuhkan latar belakang khusus. Meski demikian, menurut Study, profesi ini mungkin membutuhkan latar belakang minimal sarjana.

    Jika kamu ingin menjadi content writer, apa saja skill dan kualifikasi yang harus kamu miliki? Berikut pemaparannya.

    1. Keahlian menulis

    Dengan pekerjaan utama menulis, tentunya kamu harus bisa menguasai kemampuan dalam penulisan. Mulai dari struktur sampai juga teknik penulisan, harus dikuasai dengan baik.

    Selain itu, kamu juga harus memiliki kemampuan storytelling agar tulisan yang kamu buat bisa mengalir dan mudah saat dibaca oleh audiens.

    2. Melek teknologi

    Content writer merupakan pekerjaan yang berbasis online, terutama jika kamu masuk ke dunia sosial media.

    Kamu harus melek teknologi, setidaknya tentang teknologi apa saja yang bisa digunakan dan bisa dimaksimalkan untuk keperluan konten.

    Secara khusus, untuk menjadi writer, kamu harus mencari sumber dari segala media online bahkan media sosial.

    3. Peka terhadap tren

    Konten atau artikel pastinya harus up-to-date dan sesuai dengan perkembangan tren. Oleh karena itu, sebagai writer kamu harus peka terhadap tren terbaru yang sedang terjadi.

    Hal ini bertujuan agar brand yang kamu kelola bisa menjadi sumber informasi audiens dan menaikkan engagement dalam aset. Jangan malas untuk cari tahu dan selalu ikut dengan tren terkini.

    4. Kolaborasi

    Sesuai dengan tugas content writer yang telah disebutkan di atas, skill kolaborasi juga menjadi hal penting yang harus kamu miliki.

    Di dalamnya juga termasuk interview skill yang mungkin saja sewaktu-waktu perlu kamu lakukan ketika membuat suatu jenis konten media sosial.

    5. Keywords research

    Memiliki keahlian dalam keywords resarch adalah poin plus yang cukup berharga di mata rekruter.

    Penulis konten perlu memahami prinsip riset keywords serta menguasai beberapa tools untuk memudahkan pekerjaannya.

    Selain itu, skill yang satu ini juga tentunya penting karena berkaitan dengan goal bisnis yang dimiliki oleh perusahaan.

    6. Teknik penulisan SEO

    Skill yang satu ini sudah pasti tidak boleh terlewatkan.

    Pada setiap lowongan content writer, kamu pasti sering menemui kualifikasi yang satu ini.

    Setiap perusahaan pasti mencari penulis yang bisa membantu agar konten mereka bisa menempati peringkat tinggi di Google dan menghasilkan banyak traffic.

    7. Editing skill

    Keahlian terakhir yang juga tak boleh dilewatkan adalah kemampuan menyunting tulisan.

    Selain teknik penulisan SEO, kamu juga perlu menguasai panduan dan aturan dasar menulis yang baik ketika menyunting sebuah tulisan, salah satunya adalah panduan EYD.

    Bagi perusahaan yang memiliki brand voice semiformal atau bahkan informal mungkin tak mengharuskanmu untuk mengikuti panduan KBBI. Namun, hal ini tetaplah perlu dipersiapkan untuk kebutuhanmu di lain waktu.

    Jenjang Karier Content Writer

    Secara khusus, belum ada acuan yang pasti untuk perkembangan karier dari pekerjaan content writer.

    Biasanya, kamu bisa memulainya dari junior content writer, content writer, senior content writer, content strategist, hingga menjadi content director.

    Namun, tahapan ini tidak bisa disamaratakan di setiap perusahaan. Pasalnya, setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing.

    Baca Juga: Hobi Menulis? Yuk, Pahami Perbedaan Antara UX Writer dan Copywriter

    Itu dia pembahasan lengkap Glints seputar definisi, tanggung jawab, kualifikasi, serta jenjang karier profesi content writer.

    Intinya, content writer adalah para penulis yang bertanggung jawab atas perancangan dan penerbitan konten di berbagai platform online.

    Tak hanya itu, profesi ini juga sedang dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Maka dari itu, bagi kamu yang gemar tertarik, pekerjaan ini cocok untuk dijadikan pilihan utama.

    Nah, selain penjelasan di atas, kamu bisa pelajari lebih dalam mengenai dunia konten melalui artikel-artikel yang ada di Glints Blog.

    Di sana, tersedia banyak pembahasan menarik seputar istilah-istilah dalam dunia content writing hingga tren terbaru terkait pembuatan konten yang segar dan inovatif.

    Menarik bukan?  Yuk, cari kumpulan artikel terbarunya di sini sekarang juga!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 21

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait