Ingin Menjadi Ghost Writer? Pahami Dulu Pekerjaannya

Diperbarui 11 Feb 2022 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Dewasa ini, ada beberapa orang yang memiliki kemampuan menulis mumpuni, tetapi memilih untuk tidak mengambil kredit dari tulisan itu. Profesi semacam ini umumnya dikenal sebagai ghost writer.

    Beberapa penulis mungkin mencari pengakuan, kredit, publikasi, atau popularitas saat menerbitkan tulisannya ke publik. Hal semacam itu tidak berlaku bagi seorang ghost writer.

    Lalu, sebenarnya, apa sih pekerjaan dari seorang ghost writer?

    Apa Itu Ghost Writer (GW)?

    ghost writer

    © searchenginejournal.com

    Pernah membaca buku-buku memoar? Nah, buku semacam itu umumnya ditulis oleh seorang ghost writer. Namun, memoirs bisa dikatakan sebagian kecil saja karena pekerjaan dari seorang GW sangat luas.

    Nah, sebenarnya apa itu ghost writer? GW merupakan seseorang yang dipekerjakan oleh seseorang atau perusahaan dan bertugas untuk menulis untuk mereka.

    Nama dari penulis tidak akan dicantumkan dalam tulisan, melainkan hanya diakui oleh individu atau perusahaan yang mempekerjakan mereka.

    Individu atau perusahaan juga akan memiliki copyright dari hasil tulisan tersebut, sehingga mereka bebas untuk mengubah, memperbanyak, mempublikasi, bahkan menjualnya untuk kepentingan komersil.

    1. Alasan ghost writer dibutuhkan

    Banyak sekali alasan mengapa sebuah perusahaan atau individu memperkerjakan GW. Terlepas dari itu, ada alasan umum yang biasa digunakan, di antaranya adalah:

    • Sebuah perusahaan yang sedang berkembang sehingga mereka tak sempat atau tidak bisa menulis materi sendiri.
    • Ada beberapa individu seperti selebriti atau tokoh penting yang memiliki banyak ide di kepala, namun tidak tahu caranya menuangkan dalam bentuk tulisan.

    Baca Juga: Apa Itu Copywriter dan Deskripsi Pekerjaannya

    2. Tugas seorang ghost writer

    Apakah GW hanya menuangkan tulisannya untuk sebuah buku? Tentunya, tidak. Banyak sekali jenis tulisan yang dapat dikerjakan oleh mereka.

    Artikel, buku atau blog bisa menjadi pilihan tergantung kemauan dari klien. Selain menulis, apa saja yang menjadi tugas seorang GW?

    • bertanggung jawab untuk mencari klien yang potensial
    • membuat draf kasar, mengedit, dan mengembangkannya sesuai dengan kemauan klien
    • membuat draf kasar di blog lalu membuat transkripnya
    • menyatukan semua tulisan dan membuatnya menjadi tulisan pendek di blog
    • membuat poin-poin dari topik yang diberikan oleh klien, lalu menuliskannya lewat sudut pandang klien
    • menuangkan tulisan berdasarkan judul saja
    • memikirkan ide tulisan, menyampaikan ke klien, dan baru menuliskannya
    • melakukan riset dari subjek yang diberikan
    • Cover klien yang tidak memiliki informasi dari subjek yang ingin mereka tulis.

    Jeremy Blachman yang merupakan GW untuk Financial Times mengatakan bahwa, posisi ini dalam tertentu adalah penulis, periset, dan penerbit di saat bersamaan.

    Keuntungan Menjadi Ghost Writer

    ghost writer

    © Pexels

    Dengan tidak diberikan kredit dan juga copyright diambil, apakah ada keuntungan menjadi GW?

    1. Bayaran yang menggiurkan

    Salah satu alasan besar menjadi GW adalah fee alias bayaran. Biasanya seorang GW akan dibayar dengan fee yang lumayan dibandingkan dengan pekerjaan penulis lainnya.

    Walaupun kamu tidak bisa menuliskan credits di dalam hasil penulisan, kamu masih bisa untuk melampirkan draf sebagai portofolio jika ingin melamar pekerjaan, membangun reputasi, dan tentunya menarik klien-klien baru.

    Untuk bisa menentukan bayaran, tentunya kamu perlu banyak latihan menulis. Sampai saat ini, tidak ada ketentuan atau standar dalam menentukan bayaran ghost writing.

    Biasanya, para GW akan menaikkan bayaran sebesar 15 persen hingga 20 persen dari harga pasaran menulis freelance pada umumnya.

    Tidak hanya uang, relasi dengan klien pun juga merupakan salah satu keuntungan menjadi GW.

    Biasanya, jika hubungan sudah terjalin dan klien merasa cocok dengan tulisanmu, mereka tak segan-segan menggunakan jasamu lagi.

    2. Kesempatan kerja sama dengan tokoh besar

    Bekerja menjadi GW, sudah berarti kamu akan membangun hubungan yang baik dengan para klien. Hal ini bermanfaat juga untuk gaya penulisan agar cocok dengan kepribadian sang klien.

    Tidak sedikit perusahaan besar bahkan tokoh ternama yang membutuhkan seorang GW.

    Nah, kesempatan ini yang dapat membangun kariermu sebagai GW agar lebih besar dan juga jasamu dikenal banyak orang.

    Walaupun tulisanmu diakui oleh orang lain, banyak juga klien yang mendukung dengan memberi tahukan spesialisasimu kepada temannya yang lain.

    Baca Juga: 10 Tipe Klien yang Sering Dihadapi Para Freelancer

    Skill Menjadi Ghost Writer

    © Unsplash

    Dilansir dari Media Bistro ada beberapa skill untuk menjadi seorang ghost writer. Di antaranya adalah fleksibel, cepat, dan tentunya dapat menulis tulisan yang menarik.

    Tidak hanya itu, kemampuan untuk berkolaborasi juga sangat dibutuhkan oleh GW.

    Mengapa? Hal ini dikarenakan GW tidak bekerja sendirian selayaknya penulis biasa. Mereka akan bekerja sama dengan para klien yang memiliki karakter berbeda-beda.

    Seorang GW juga harus bisa beradaptasi. Adaptasi ini termasuk untuk menghadapi lingkungan dan klien yang berbeda serta beradaptasi untuk menulis dalam berbagai gaya.

    Bagaimana Cara Menjadi Ghost Writer?

    ghost writing

    © The Sweet Setup

    Tertarik untuk menjadi ghost writer tetapi masih bingung cara memulainya? Mungkin hal-hal di bawah ini bisa kamu cermati terlebih dahulu.

    • Melatih membuat konten yang bagus dan berkualitas, bisa dilatih dengan:
      • menguasai content frameworks
      • belajar untuk menulis headline yang menarik
      • mengetahui cara untuk mendukung poinmu dengan contoh
    • Belajar untuk memahami cara kerja SEO.
    • Mulai menyusun portofolio dari contoh-contoh konten yang sudah kamu kerjakan.
    • Secara aktif, carilah klien. Klien bisa didapatkan misalnya dengan cara:
      • memerika website portal pekerjaan
      • promosi sebanyak mungkin dengan memposting jasamu di web freelance, sosial media, atau blog yang kamu punya

    Baca Juga: Cara Membuat Blog Portofolio yang Menarik

    Mungkin awalnya memang terasa lama, tetapi jika kamu giat dalam menjalaninya pasti akan ada klien yang menghampirimu. Perlu diingat bahwa, “Do a great job, make your clients happy, and referrals will happen.”

    Dengan skill, keuntungan, dan deskripsi pekerjaan seorang ghost writer, apakah kamu sudah siap untuk mendalami pekerjaan ini? Apakah di Indonesia ada perusahaan yang membutuhkan seorang GW?

    Mungkin sudah saatnya kamu sign up ke Glints untuk mendapatkan info terbaru mengenai lowongan pekerjaan di seluruh Indonesia.

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 16

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait