10 Tipe Klien yang Sering Dihadapi Para Freelancer

Diperbarui 22 Apr 2022 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Dunia pekerja lepasan atau freelancer tidak jauh-jauh dari hubungan dengan klien.

    Dalam membangun kerja sama, antara freelancer dan klien sering terjadi situasi yang tidak terduga, ada yang unik namun berkesan, tapi tidak jarang bikin salah satu pihak sakit kepala.

    Biasanya tuntutan dari klien jadi salah satu sumber kepusingan para freelancer, meskipun ada juga yang sebaliknya, freelancer membuat klien tidak nyaman saat bekerja sama.

    Bagi kamu yang ingin punya pekerjaan sampingan sebagai freelancer, ada baiknya mempelajari tipe klien di bidang pekerjaanmu.

    Dengan begitu, kamu bisa lebih lihai mengatasi kendala pekerjaan atau tuntutan dari klien yang tidak relevan dengan tanggung jawab kamu. Yuk, ikuti bahasan tentang 10 tipe klien berikut!

    Baca Juga: 10 Website untukmu yang Sedang Mencari Pekerjaan Freelance

    1. Klien tidak tepat waktu

    tipe klien tidak tepat waktu

    Pernah bekerja dengan klien yang sudah menentukan jadwal kerja atau bertemu namun tidak menepatinya?

    Kadang ada saja anggapan bahwa freelancer itu tidak sibuk-sibuk amat, tidak masalah jika klien terlambat datang 10-15 menit.

    Faktanya, tipe klien seperti ini ada dan sering membuat jadwal para freelancer jadi terganggu.

    Seharusnya bisa selesai meeting 1,5 jam lalu terhambat 30 menit karena klien yang masih dalam perjalanan.

    Meskipun freelancer tidak punya kantor yang mengatur jam kerja, tapi sebagai klien ada baiknya untuk tetap mengikuti jadwal yang sudah disepakati.

    Lebih sulit lagi kalau klien menyampaikan sesuatu melewati waktu yang sudah ditentukan tapi minta hasil yang lebih cepat. Kamu butuh ekstra sabar dan siaga kalau punya klien yang tipenya demikian.

    2. Kurang up to date

    tipe klien kurang up to date

    Klien yang sudah orang tua atau jauh lebih profesional dibanding kamu belum tentu lebih mengerti tentang pendekatan yang tepat untuk bisnisnya.

    Akan tetapi klien seperti ini biasanya kurang up to date dengan perkembangan zaman, sehingga tidak terlalu tahu cara menarik konsumen baru yang kebanyakan masih muda.

    Tipe klien ini bahkan kadang susah untuk kamu cari akun media sosialnya, meskipun ulasan tentang profilnya bertebaran di search engine.

    Menghadapi klien tipe ini, kamu harus memilih bahasa sederhana dan mudah dipahami supaya kamu dan klien bisa ada di satu frekuensi pemahaman dalam kerja sama.

    3. “Saya tidak suka dengan warna dan font ini.”

    tipe klien banyak mau

    Font dan warna jadi alasan kamu lembur? Bisa jadi karena tipe klien kamu yang punya tendensi untuk mendapatkan hasil sesuai dengan personal taste sampai ke hal-hal detil.

    Sementara kamu yang freelancer harus sigap menyelesaikan target pekerjaan agar bisa lanjut ke proyek berikutnya.

    Kamu tidak perlu menanyakan selera klien, lebih tepat jika kamu caritahu hal yang mau dicapai dari proyek tersebut.

    Jika bisa, berikan alternatif dulu sebelum langsung menolak permintaan spesial tadi.

    Tapi jika klien ngotot dan malah menghambat pekerjaan kamu yang lain, ikuti mau klien tersebut tapi usahakan tidak perlu lagi berurusan dengan tipe klien sejenis.

    4. Terlalu perhitungan alias pelit

    tipe klien perhitungan

    Padahal bukan akuntan atau kantor konsultan akuntan, tapi klien kamu perhitungannya terlalu ketat dan cenderung pelit.

    Tipe klien ini selalu memperhatikan setiap pekerjaan dan perhitungannya.

    Sedikit saran yang kami berikan untuk hasil yang lebih baik belum tentu diterima karena pikiran klien akan langsung mengkalkulasi dulu bujet dan segala extra cost yang akan dibutuhkan.

    Meskipun hasil akhirnya lebih maksimal, tapi pengiritan akan tetap jadi prioritasnya. Untuk berhadapan dengan tipe klien ini, buat perjanjian tentang scope kerja dan batasnya.

    Jika ada request di luar perjanjian dan klien tidak bersedia bayar, kamu berhak untuk menolak permintaan tambahan tersebut.

    5. “I don’t know what I want..”

    tipe klien tanpa brief

    “..Tapi yang pasti saya nggak mau begini.” Tipe klien seperti ini akan menambah sakit di kepala bahkan hati kamu.

    Bapak atau Ibu tidak bisa mengungkapkan konsep atau hasil yang ingin didapat tapi klien ini tahu apa yang tidak ingin dilihat pada proyek yang kamu garap.

    Saran saya, jika masih belum deal, klien seperti ini lebih baik kamu hindari karena akan sulit bekerja jika tidak tahu target yang mau dicapai.

    6. Serba terburu-buru

    tipe klien terburu-buru

    Pernyataan “kita nggak mematok deadline, kok” pasti sudah akrab di telinga freelancer. Ada klien yang memang konsisten dengan sistem tanpa deadline itu, tapi ada juga yang mendadak minta hasil jadi h-1.

    Jika kejadian terburu-buru dan mendadak ini hanya sekali saja, mungkin kamu masih bisa mengatasi. Tapi jika klien kamu memang tipe yang suka rusuh tanpa jadwal yang jelas, pastikan jangan ada lebih dari 1 klien demikian.

    Dari pihak freelancer, kamu perlu jelaskan time table dan menyelesaikan proyekmu tepat waktu supaya klien bisa melihat konsistensi kamu dalam bekerja.

    Selain itu, supaya klien juga paham ada klien lainnya yang juga harus kamu urus.

    7. Si pemimpi

    tipe klien si pemimpi

    Satu dari sekian banyak jenis klien yang cukup merepotkan adalah yang tipe pemimpi. Di awal perjanjian kerja sama semua sudah clear dan tersampaikan kebutuhan yang diminta klien.

    Setelah kamu selesai mengerjakan dan membawa hasilnya, tiba-tiba klien berubah pikiran.

    “Ini sudah bagus sih, tapi kita butuh yang berbeda dari yang sudah kompetitor buat. Pasti kamu ngerti kan maksudnya.”

    Kesulitan ini akan berujung pada tambahan waktu yang kami butuhkan untuk mengerjakan sesuai permintaan klien.

    Untuk mencegah kerugian, kamu bisa membuat poin aturan tentang charge yang akan dikenakan pada perubahan dengan segala terms & condition.

    8. Klien menunggu keputusan perusahaan

    tipe klien yang bikin menunggu

    Bekerja sebagai freelancer tidak menutup kemungkinan kamu bisa kerja sama dengan perusahaan besar.

    Tantangannya dengan klien korporat adalah butuh proses panjang dan kadang makan waktu lama untuk mendapat kepastian karena semuanya harus dengan keputusan pimpinan di atas dan atasan pimpinan (jika ada).

    Usahakan kamu memegang satu contact person yang bisa dihubungi dan cukup punya posisi untuk menentukan tahapan yang memang butuh konfirmasi pihak klien.

    9. Suka membantu dan proaktif

    tipe klien suka membantu dan produktif

    Senang rasanya kalau bertemu dengan tipe klien yang helpful dan tidak asal bentak.

    Di tengah situasi yang sama-sama dikejar target, tipe klien yang suka membantu akan datang dengan menawarkan solusi.

    Supaya tetap nyaman dengan klien yang hands on ini, kamu bisa memberi “tugas” yang ringan seperti survey atas proyek yang sedang digarap.

    Kamu bisa berkonsentrasi dengan bagianmu dan klien juga disibukkan dengan tugasnya.

    10. Klien serbatahu

    tipe klien serba tahu

    Sudah lebih dulu mendalami profesi tertentu pasti berdampak pada pengetahuan klien kamu yang lebih banyak.

    Namun, ada saja klien yang serba tahu dan terlalu banyak memberi masukan sampai ide dan kreatifitas yang biasa kamu tuangkan saat mengerjakan proyek tidak lagi terlihat.

    Tapi kalau jadinya kamu didikte saja dengan segala pengetahuan klien, kamu bisa mengajukan agar kerja sama diselesaikan baik- baik saja.

    Attitude klien yang profesional pasti tahu batas intervensi dengan partner kerjanya, sehingga kedua pihak merasa dihargai kinerjanya.

    Baca Juga: 15 Trik untuk Mendapatkan Proyek Kerja Freelance

    Dari 10 tipe klien di atas, mana yang paling sering kamu temui? Tapi jangan lupa, freelancer hidup dari hasil kerja sama yang baik dan kepercayaan klien.

    Jadi, jangan lelah untuk upgrade kemampuan kamu dan selalu tenang menghadapi berbagai jenis klien dan keunikannya, ya! Dan jangan lupa untuk sign up ke Glints untuk mendapatkan pekerjaan freelance-mu

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Artikel Terkait