Editor: Tugas, Tanggung Jawab, Skill, Gaji, dan Jenjang Karier

Diperbarui 05 Des 2023 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Pernahkah kamu dulu membaca tulisan dari temanmu, lalu kamu berpikir, “wah, saya sepertinya bisa membuat tulisan teman saya ini jadi lebih bagus”? Jika begitu, menjadi seorang editor mungkin adalah karier yang cocok untukmu.

    Pekerjaan sebagai editor dewasa ini jamak kita temui di Indonesia. Mereka berada di berbagai tempat, seperti koran, majalah, media online, media cetak, dan penerbitan buku. Terkadang mereka juga ada di sebuah agensi.

    Jadi, sebenarnya apa sih, editor itu? Secara sederhana, menurut Career Explorer, editor adalah seorang pembaca yang kritis.

    Ia punya kewajiban untuk membuat tulisan jadi lebih bagus. Ia juga harus bisa mengubah cerita jadi lebih mengalir.

    Mereka juga bertanggung jawab dalam memeriksa kelengkapan tulisan. Hal ini meliputi tanda baca maupun pilihan kata dalam tulisan.

    Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tulisan yang terbit sudah sesuai dengan keinginan perusahaan.

    Lalu, apa tugas sehari-hari seorang editor, serta kualifikasi apa saja yang harus dipenuhi seseorang untuk menjadi editor? Di dalam tulisan ini, Glints akan menjelaskannya untukmu.

    Baca Juga: Ingin Menjadi Ghost Writer? Pahami Dulu Pekerjaannya

    Apa Itu Editor?

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, editor adalah pembaca pertama dari sebuah tulisan. Namun, mereka tidak hanya membaca.

    Mereka juga harus memastikan bahwa tulisan itu harus tepat, baik itu secara selera perusahaan maupun secara tata bahasa.

    Sekarang ini, banyak jenis editor yang tersebar di Indonesia, baik itu yang bertugas untuk menyunting buku atau media massa.

    Menurut Career Explorer, tugas setiap editor pun jadi bervariasi, tergantung dari di mana tempatnya bekerja.

    1. Editor buku

    Posisi ini akan banyak bersinggungan dengan emosi penulis cerita, kecenderungan calon pembaca, serta bagaimana semestinya cerita disajikan. Hal ini berlaku baik untuk novel maupun cerita pendek.

    Selain itu, tugas lain editor buku adalah memberikan saran kepada penulis, bagaimana semestinya ia mengembangkan cerita. Tentu saja, mereka juga harus mengecek ritme dari cerita, agar tidak menyebar terlalu luas.

    2. Editor media massa

    Mereka yang bekerja di bidang jurnalistik ini, biasanya akan berfokus kepada tata bahasa, tanda baca, fakta dalam tulisan, serta bagaimana pemilihan kata dalam tulisan.

    Selain itu, editor media massa, dalam hal ini, majalah, koran, atau media online, akan menyesuaikan hasil perubahan tulisannya dengan kebijakan redaksi. Ya, ada sebuah kebijakan yang mesti dipatuhi.

    Baca Juga: Kenalan Yuk dengan Penulis Artikel di Era Digital

    Tanggung Jawab Seorang Editor

    Secara umum, Media Bistro menggambarkan jika editor–di manapun mereka bekerja–memiliki tugas yang sama. Mereka menelurkan ide, mengkurasi konten, dan tentu saja harus bisa membuat sebuah tulisan jadi lebih bagus.

    Namun, sebenarnya ada banyak tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang editor. Prospects menyebut setidaknya ada beberapa tanggung jawab yang harus dijalankan oleh seorang editor. 

    1. Mengawasi konten

    Editor harus mengawasi sebuah tulisan. Mereka juga harus bisa menghadirkan ide-ide baik yang kelak akan dieksekusi oleh para penulis.

    Tidak hanya itu, mereka juga harus bisa menulis ulang sebuah tulisan, serta tak segan untuk mengembalikan tulisan yang kurang enak.

    Bagi mereka yang bekerja di agensi, ada keharusan untuk menjadi penjaga bagi para tulisan yang dikirimkan para freelancer dan penulis dari rumah.

    Mereka juga harus bisa mengatur kinerja para penulis yang berada di bawah arahannya.

    2. Membuat gaya penulisan

    Setiap perusahaan yang bisnisnya berkaitan dengan penulisan memiliki gaya masing-masing. Nah, gaya penulisan dibuat oleh suatu tim yang diisi oleh editor yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

    Berbicara soal gaya, hampir semua editor menerapkan gaya tulisan ejaan yang disempurnakan atau EYD.

    Namun, apabila mediumnya berbeda, seperti majalah atau tabloid, mereka mungkin akan mengubahnya ke gaya yang sedikit kasual.

    3. Mengatur rapat konten

    Editor bertanggung jawab untuk memimpin rapat kreatif untuk konten. Rapat ini membahas rencana konten yang akan dibuat dan diikuti oleh tim lain yang berhubungan, seperti tim tata letak, grafis, foto, dan desain.

    Karena bertanggung jawab di sini, mereka mereka harus memiliki kemampuan artistik. Mereka harus memahami bahwa apa yang dikerjakan bukan hanya soal kualitas tulisan, tetapi juga apa yang ditampilkan ke pembaca.

    Kualifikasi Seorang Editor

    Pada dasarnya seorang editor harus memiliki kemampuan menulis dan mengedit yang baik. Akan lebih baik, jika seorang editor adalah orang yang suka membaca. 

    Sebab, ia akan berhubungan dengan tulisan yang banyak setiap harinya.

    Berikut ini adalah beberapa kualifikasi yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang editor mengutip dari Career Guide dan Indeed.

    • pendidikan di bidang ilmu komunikasi atau sastra
    • pengetahuan tentang industri editorial yang ditekuni, misal industri kesehatan atau olahraga
    • pemahaman yang baik tentang tata bahasa dan pedoman bahasa 
    • ketelitian
    • pelatihan yang relevan dengan dunia kepenulisan
    • kemampuan mengoperasikan software yang berhubungan dengan editing, seperti Microsoft Office

    Meski begitu, kualifikasi terkait bidang pendidikan bukanlah hal yang mutlak. Sebab, kenyataannya di Indonesia sendiri, untuk dapat bekerja sebagai seorang editor kamu bisa berasal dari latar belakang pendidikan apa pun.

    Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Komunikasi Interpersonal yang Profesional

    Skill yang Dibutuhkan Seorang Editor

    Untuk dapat menjadi seorang editor dan sukses pada profesi ini, ada beberapa kemampuan yang wajib kamu miliki, yaitu:

    1. Interpersonal skill

    Menjadi editor di industri mana pun, kamu harus memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik. Sebab, sering kali editor harus berhubungan dengan penulis ataupun orang-orang lain yang terlibat dalam proses penerbitan sebuah tulisan.

    Terlebih, sebagai editor buku misalnya, kamu harus berhubungan dengan penulis bahkan mengajaknya untuk bergabung di penerbit tempat kamu bekerja,

    2. Scheduling

    Kebanyakan editor akan berkolaborasi dengan beberapa penulis secara bersamaan. Bisa jadi, tulisan yang diciptakan penulis ini juga memiliki jadwal yang berbeda-beda.

    Seorang editor harus memiliki kemampuan untuk menjadwalkan beberapa proyek, untuk memastikan semuanya terdistribusi dengan baik dan merata.

    3. Bekerja dalam tim

    dua karyawan wanita dan satu karyawan laki-laki sedang berdiskusi

    © Freepik.com

    Sangat jarang editor bekerja sebagai individual contributor. Artinya, seorang editor biasanya adalah bagian dari sebuah tim produksi.

    Misalnya, sebagai editor buku kamu akan bekerja sama dengan layouter hingga orang percetakan. Menjadi editor media massa akan membuat kamu bekerja sama dengan reporter ataupun pemimpin redaksi.

    Kalau kamu ingin bekerja menjadi seorang editor, pastikan kamu dapat bekerja sama baik dalam tim, termasuk mampu mendelegasikan tugas dan menyelesaikannya dalam waktu yang telah ditentukan.

    Hal ini juga membantu bagian lain di tim produksi dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

    4. Kepemimpinan

    Seorang editor juga harus memiliki leadership skill. Sebab, sering kali editor bertanggung jawab terhadap satu tim penulis ataupun tim editor lainnya.

    Kemampuan ini juga membantu dalam menjaga produktivitas dan minat tim. 

    5. Ketelitian

    Bisa dibilang, ketelitian adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh editor. Tidak boleh tidak.

    Sebab, sebagai penyunting, tugas utamanya adalah tentu saja mengedit naskah agar seminim mungkin kesalahan dalam pengetikan. Seorang editor harus memperhatikan alur cerita dengan saksama, kesesuaian fakta yang ditulis, serta berbagai hal lain yang membuat sebuah cerita atau tulisan masuk akal.

    6. Berpikir kritis

    Seorang editor juga harus mampu berpikir kritis terhadap tulisan yang tengah dia sunting. Sebab, dengan begitu, seorang editor jadi mampu memoles tulisan jadi lebih jelas, menarik, dan memuaskan bagi pembaca.

    7. Berpikir kreatif

    Selain berpikir kritis, seorang editor juga harus bisa berpikir kreatif. Tujuannya agar ia bisa menyajikan tulisan yang menarik hati pembaca dan menyampaikan informasi dengan meyakinkan.

    Contoh paling sederhana adalah terkait diksi atau pilihan kata yang digunakan editor. Mengulang kata yang sama terus-menerus dalam satu tulisan tentu akan membuatnya terasa membosankan.

    Selain itu, berpikir kreatif juga membantu editor menjahit tulisan dengan lebih baik, untuk menyampaikan makna tulisan ke pembaca dengan cara yang berbeda.

    8. Riset

    Seorang editor yang baik harus memastikan bahwa tulisan yang ia edit bukanlah sebuah kebohongan. Bahkan, untuk karya fiksi sekalipun, tetap ada fakta dan logika yang diperhatikan.

    Untuk itu, seorang editor harus memiliki kemampuan untuk melakukan riset terhadap isi tulisan yang ia sunting. Memastikan bahwa tulisan dibuat dari sumber yang valid adalah salah satu tugas editor.

    Selain itu, kemampuan riset ini juga berguna untuk membantu editor menentukan apakah sebuah tulisan merupakan hasil plagiarisme atau bukan. Terkadang, editor juga bisa menambahkan tulisan dengan sumber lain yang tepercaya yang mungkin tidak ditemukan penulis.

    Itu sebabnya, kemampuan ini penting untuk dimiliki oleh seorang editor.

    9. Kemampuan teknis

    Kemampuan teknis, seperti pemahaman soal tata bahasa, kata baku, cara mengoperasikan software kepenulisan yang berhubungan juga tentu mutlak diperlukan.

    Sebagai editor bahasa Indonesia misalnya, seorang editor harus “akrab” dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mengetahui kata yang tepat atau tidak. 

    Selain itu, editor juga sebaiknya memiliki kemampuan untuk menerapkan gaya bahasa yang berbeda tergantung kebutuhan dari tulisan tersebut.

    10. Content Management System

    Kalau kamu adalah seorang editor di konten digital, ini adalah salah satu kemampuan teknis yang wajib kamu kuasai. 

    Content Management System ini bisa meliputi tools SEO, keyword research, atau tools lain yang berhubungan dengan hal-hal yang dapat meningkatkan potensi situsmu untuk ditemukan orang.

    Selain itu, kamu juga harus terus mengikuti informasi terkini soal CMS. Dengan begitu kamu bisa memaksimalkan segala fitur yang kamu miliki untuk meningkatkan tampilan tulisan.

    Gaji Seorang Editor

    Gaji seorang editor biasanya bervariasi tergantung dari jenjang karier, daerah, dan industri yang kamu tempati. Umumnya, editor di industri digital saat ini memiliki gaji yang lebih besar ketimbang gaji di industri penerbitan atau cetak. Walau demikian, itu bukan selalu jaminan.

    Umumnya, gaji seorang editor rata-rata berkisar antara Rp4-9 juta per bulannya.

    Editor juga bisa bekerja sebagai pekerja lepas dengan bayaran berbeda-beda, tergantung jam terbang dan kesepakatan dengan klien. Bayaran seorang editor lepas biasanya bisa dihitung per halaman, per artikel, ataupun per karakter tulisan.

    Jenjang Karier Editor

    Agar bisa menjadi seorang editor, ada jenjang karier yang mesti dilalui oleh seseorang.

    Bagi yang ingin mendapatkan posisi ini di media massa, setidaknya ia pernah menduduki posisi sebagai reporter atau asisten editor selama beberapa tahun.

    Biasanya, pengalaman sebagai reporter dan asisten editor ini akan jadi pijakan bagi perusahaan media, untuk menilai kelayakan seseorang untuk mendapatkan posisi ini.

    Selain itu, biasanya perusahaan juga mengadakan tes kepenulisan.

    Ketika kamu sudah bisa menjadi editor, dengan pengalaman yang kamu dapat, kelak bisa jadi akan membawamu ke posisi yang lebih tinggi.

    Misalnya, jika itu di perusahaan media, maka kamu bisa menjejaki karier hingga menjadi pemimpin redaksi.

    Sedangkan bagi editor buku, setidaknya mereka harus berpengalaman di bidang penerbitan. Jika tidak, minimal kamu harus berkuliah di bidang bahasa.

    Lazimnya, di dunia perkuliahan sudah diajarkan mengenai proses editing cerita yang baik.

    Untuk editor buku, prospek ke depan yang memungkinkan adalah memiliki penerbitan tersendiri. Pasalnya, kamu setidaknya sudah tahu bagaimana proses sebuah buku diterbitkan.

    Nah, itu dia serba-serbi editor yang harus kamu pahami sebelum terjun ke sana.

    Mau mencoba berkarier di bidang ini? Atau memang sedang mencari peluang mengembangkan dirimu lebih jauh lagi di posisi ini? Segera cek berbagai lowongan media dan komunikasi di Glints! Yuk, daftar sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 15

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait