Lakukan 3 Hal Ini saat Tidak Lanjut Full-Time setelah Probation

Diperbarui 03 Okt 2022 - Dibaca 5 mnt

Isi Artikel

    Selama tiga bulan probation, apa yang sudah kamu dapat? Sudahkah itu cukup untuk menyakinkanmu lanjut atau tidak sebagai full-time setelah probation?

    Jika ternyata kamu tidak menginginkan untuk lanjut, apakah bisa? Tentu bisa.

    Nah, berikut Glints sudah rangkum, langkah-langkah yang bisa kamu ambil.

    Baca Juga: 15 Profesi di Industri Kreatif Ini Sangat Menarik untuk Digeluti, lho!

    Masa Probation Kerja

    Ada beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang masa probation kerja, sebelum memutuskan untuk lanjut atau tidak. 

    Masa probation diperuntukkan kepada calon karyawan tetap. Selain itu, ada batas waktu dilakukannya masa percobaan, yakni selama 3 bulan.

    Hal ini diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

    Nah, yang terkadang luput dari masa probation adalah penilaian terhadap kinerja juga kecocokan, dari perusahaan dan juga si pekerja itu sendiri. 

    Biasanya, setelah masa probation berlangsung akan ada penilaian dari perusahaan untuk karyawan yang mengikutinya.

    Keuntungan masa probation ini bukan hanya dari sisi perusahaan tapi juga dari karyawan.

    Baca Juga: 15 Profesi di Industri Kreatif Ini Sangat Menarik untuk Digeluti, lho!

    Langkah jika Tidak Lanjut Full-Time setelah Probation 

    1. Tinjau perjanjian kerja masa probation

    Sebelum memutuskan untuk tidak lanjut full-time setelah probation, pastikan kamu telah membaca perjanjian kerja masa percobaan yang sudah diberlaku sebelumnya.

    Biasanya dalam perjanjian kerja tersebut akan memuat hak dan kewajiban yang harus dilakukan dua pihak, dalam hal ini pekerja dan perusahaan.

    Jika tidak ada ketentuan yang menahan kamu untuk resign setelah masa probation, maka kamu bisa memproses langkah selanjutnya. 

    2. Memberikan notifikasi ke perusahaan

    Saat kamu sudah yakin untuk tidak melanjutkan sebagai full-time setelah masa probation, kamu harus memberikan notifikasi kepada perusahaan.

    Biasanya hal ini akan disampaikan melalui manajer ke HR atau secara langsung.

    Hal yang perlu kamu lakukan adalah selalu menyampaikan segala hal secara jujur, termasuk apa yang membuat kamu tidak lanjut full-time setelah probation selesai.

    Ingat, dikutip dari BreathHR, probation bukan hanya masa bagi perusahaan untuk menilai pekerjanya, tapi juga pekerja menilai apakah perusahaan cocok untuknya.

    Kamu bisa mengevaluasi proses kolaborasi, beban kerja, cara komunikasi, hingga budaya perusahaan, agar tahu apakah benar-benar tepat untukmu.

    Baca Juga: 15 Profesi di Industri Kreatif Ini Sangat Menarik untuk Digeluti, lho!

    3. Memberikan surat pengunduran diri

    Setelah berdiskusi dengan HR, kamu akan diberikan arahan selanjutnya. Menyesuaikan dengan ketentuan dari masing-masing perusahaan. 

    Dilansir dari Orbit Careers, walaupun telah menyelesaikan masa probation, kamu harus tetap memberi notifikasi sesuai perjanjian kerja yang berlaku.

    Pastikan surat pengunduran dirimu diterima oleh manajer hingga HR atau petinggi perusahaan lainnya (jika dirasa perlu).

    Nah, supaya surat resign-mu tetap profesional, Glints sudah menyiapkan contoh surat pengunduran diri di masa probationlho.

    Yuk, dapatkan contoh plus panduan menulisnya dengan tap tombol di bawah ini!

    BACA ARTIKEL

    Nah, itu dia beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memutuskan untuk tidak lanjut full-time setelah probation. 

    Apakah kemudian kamu rugi? Tentu tidak.

    Saat probation, kamu juga dilatih untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan dan dunia kerja.

    Selama itu juga kamu akan membangun skill baru dan mengembangkan skill yang sudah kamu punya.

    Saat kamu merasa tidak cocok dengan budaya perusahaan dan tidak bisa sejalan dengan beban kerja dan lingkungannya, kamu boleh mempertimbangkan kembali posisi full-time yang ditawarkan.

    Mau tahu lebih banyak tentang probation? Kamu bisa baca ragam artikel yang sudah Glints siapkan, lho.

    Tambah wawasan dari aturan THR pekerja di masa probation hingga tips lolos probation dengan klik di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait