Serba-serbi Kerja di Taiwan: Syarat, Cara Melamar, Prospek, Gaji, dan Risiko

Diperbarui 28 Apr 2025 - Dibaca 18 mnt
Ditulis oleh : M. Ichsan Medina

Apabila kamu ingin kerja di Taiwan, pastikan dirimu sudah memahami beragam syarat yang berlaku di sana.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Memenuhi persyaratan yang berlaku memastikan kamu bisa bekerja di Taiwan dengan aman dan nyaman.

Pelajari berbagai syarat umum untuk bisa kerja di Taiwan di artikel Glints berikut ini!

Baca Juga: Cara Melamar Kerja di PT Sampoerna dan Persyaratan Umum

Persyaratan Umum Kerja di Taiwan

Secara umum, persyaratan untuk menjadi pekerja migran di luar negeri sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2013.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa syarat untuk kerja di luar negeri bagi pekerja migran, termasuk yang ingin bekerja di Taiwan, adalah sebagai berikut.

  • berusia minimal 18 tahun
  • memiliki kompetensi yang sesuai dengan lowongan kerja yang akan dijalani
  • sehat jasmani dan rohani
  • terdaftar dan memiliki nomor kepesertaan jaminan sosial
  • memiliki surat keterangan status pernikahan
  • melampirkan fotokopi buku nikah bagi yang sudah menikah
  • memiliki dokumen lengkap yang dipersyaratkan

Selain itu, dilansir dari laman Taipei Economic and Trade Office, untuk kalangan profesional yang ingin pindah bekerja ke Taiwan, ada beberapa syarat khusus yang perlu dipenuhi, yaitu:

  • Minimal lulusan S1 dari 500 universitas terbaik yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Taiwan 
  • Memiliki kontrak kerja dan sponsor selama tinggal
  • Memiliki Gold Card Taiwan bagi yang tidak memiliki kontrak kerja ataupun sponsor

Meski begitu, setiap lowongan kerja di Taiwan, baik itu sektor informal atau formal bisa jadi memiliki persyaratan yang beda-beda.

Untuk tahu detailnya, kamu bisa melihat ketentuan yang tertulis di lowongan kerjanya, baik itu dari website Pekerja Migran Indonesia di SISKOP2PMI atau lewat agensi kamu, ya.

Prospek Kerja di Taiwan

Prospek kerja di Taiwan cukup banyak, mulai dari sektor informal sampai formal.

Menurut Kamar Dagang & Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan saat ini sudah masuk ke masa aging population. Artinya, usia masyarakat produktifnya bisa dikatakan sangat sedikit.

Itu sebabnya, peluang kerja di Taiwan bagi warga negara lain, termasuk Indonesia, terbuka cukup lebar. 

Beberapa sektor industri yang bisa kamu pertimbangkan jika hendak bekerja di Taiwan, yaitu:

  • teknologi
  • elektronik
  • komunikasi
  • manufaktur
  • jasa
  • kelautan 
  • konstruksi
  • kargo
  • retail
  • travel 
  • restoran
  • Logistik

Berikut ini adalah beberapa prospek kerja yang tersedia di Taiwan:

1. Operator pabrik

Industri manufaktur di Taiwan berkembang dengan sangat pesat. Itu sebabnya, kebutuhan akan karyawan di pabrik pun jadi cukup besar.

Salah satu pekerjaan yang bisa kamu pilih ketika ingin kerja di Taiwan adalah operator pabrik.

Untuk menjadi operator atau pekerja pabrik di Taiwan, usia minimum yang dibutuhkan adalah 20 tahun.

2. Petugas bandara

Petugas bandara adalah orang yang membantu penumpang pesawat selama mereka berada di bandara, baik itu saat keberangkatan ataupun kedatangan.

Sederhananya, jika pramugari atau pramugara bekerja melayani penumpang selama penerbangan, staf bandara akan melayani penumpang selama mereka masih berada di darat.

Seorang petugas bandara bisa bekerja untuk sebuah maskapai ataupun berasal dari perusahaan penyedia jasa,

Di Taiwan sendiri, cukup banyak lowongan kerja untuk menjadi petugas bandara. Jadi, ini merupakan salah satu kesempatan buat kamu kerja di Taiwan.

Baca Juga :  Psikotes Kerja: Arti, Manfaat, dan Hal-Hal yang Harus Kamu Siapkan

3. IT officer

Industri teknologi yang berkembang pesat di Taiwan secara otomatis juga membuat kebutuhan mereka akan staff IT meningkat.

Kalau kamu lulusan teknik informatika dan bercita-cita bekerja di luar negeri, Taiwan bisa jadi salah satu negara tujuanmu.

Pekerjaan di sektor IT ini juga tidak terbatas pada jenjang entry level saja. Mulai dari lowongan level officer hingga manajer bahkan direktur bisa kamu temukan di Taiwan.

4. Teknisi

Masih berhubungan dengan berkembangnya sektor industri di Taiwan, teknisi juga jadi salah satu prospek kerja yang bisa kamu dalami.

Di Taiwan, teknisi mesin dan elektronik bisa jadi yang cukup tinggi permintaannya karena banyaknya pabrik yang dibangun di sana.

5. Translator

Kalau kamu menguasai kemampuan bahasa asing, khususnya Mandarin, peluang untuk kerja di Taiwan cenderung lebih besar. Salah satu yang bisa kamu coba adalah menjadi translator atau interpreter.

Taiwan sendiri menyerap cukup banyak pekerja asing. Sementara, tidak semua dari mereka memiliki kemampuan berbahasa yang mumpuni.

Kerja sama luar negeri yang dilakukan Taiwan juga membuat mereka membutuhkan jasa penerjemahan dokumen.

6. Nelayan

Kamu tidak salah baca, orang Indonesia punya kesempatan kerja sebagai nelayan di kapal milik Taiwan.

Taiwan memang memiliki kebutuhan akan anak buah kapal yang sangat besar. Sebab, menurut Kompas, Taiwan merupakan pemilik lebih dari sepertiga kapal penangkap tuna yang beroperasi di seluruh dunia.

7. Caregiver

Dari sektor informal, caregiver adalah salah satu prospek kerja yang terbuka cukup luas di Taiwan. Bahkan, Menteri Tenaga Kerja Taiwan menyebutkan sekitar 80% caregiver di Taiwan adalah pekerja migran dari Indonesia.

Ini tidak lepas dari karakter populasi mereka yang memang didominasi oleh lansia.

Seorang lulusan SMA/SMK dapat menjadi caregiver di Taiwan. Selain syarat-syarat umum, pemerintah Taiwan menetapkan usia minimal 23 tahun untuk menjadi caregiver.

8. Guru

Salah satu pekerjaan yang juga tersedia buat kamu, terutama kalau kamu punya kemampuan bahasa asing, terutama Mandarin dan Inggris adalah dengan menjadi guru.

Berhubung guru ini termasuk salah satu kategori pekerja profesional, ada syarat khusus mengenai lulusan universitasnya seperti yang sudah kita singgung tadi.

Cara Melamar Kerja di Taiwan

Untuk bisa bekerja di Taiwan, sebenarnya ada beberapa jalur yang bisa kamu ikuti, mulai dari kuliah di sana sampai melamar sejak berada di Indonesia.

Berikut ini beberapa cara dan tips yang bisa kamu ikuti:

1. Lewat program pemerintah

Supaya bisa kerja di Taiwan lewat jalur pemerintah, kamu haus terdaftar dulu sebagai pekerja migran Indonesia.

Untuk bekerja di Taiwan, pemerintah lewat badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memiliki program bernama Special Placement Program to Taiwan (SP2T).

Program ini bekerja sama dengan pemerintah Taiwan untuk menyediakan berbagai lowongan kerja dan penempatan langsung. 

Kamu perlu membuat akun dulu di SISKOP2PMI dan memasukkan lamarannya dari sana. Selain melamar, informasi diterima atau tidak juga bisa diakses dari situs itu.

2. Lewat agensi penyalur tenaga kerja

Selain lewat jalur pemerintah, kamu bisa melamar untuk kerja di Taiwan lewat agensi penyalur tenaga kerja.

Baca Juga :  7 Cara Cepat Membuat CV ATS dari HP dan Laptop, Lolos Seleksi!

Untuk mendapatkan informasi lowongan tepercaya, pastikan kamu memilih agensi yang sudah terdaftar di BP2MI.

3. Lewat job portal

Kamu juga bisa mendaftar secara mandiri melalui job portal semacam Glints atau Indeed.

Cari kerja lewat job portal biasanya membuat kamu lebih fleksibel dan leluasa. Meski persyaratan administratif yang diminta perusahaan Taiwan cenderung sama.

4. Kuliah dari Taiwan

Berkuliah di Taiwan memiliki keuntungan untuk kamu yang memang bermaksud melanjutkan karier di sana. Sebab, peluangnya jadi lebih mudah.

Bahkan, pemerintah Indonesia dan Taiwan bekerja sama mengadakan job fair khusus untuk mahasiswa Indonesia yang mau bekerja di Taiwan.

5. Menguasai bahasa asing

Taiwan adalah negara yang berbicara bahasa Mandarin. Artinya, kamu wajib menguasai bahasa asing, terutama mandarin.

Untuk dapat kerja di Taiwan, kamu tidak diwajibkan bisa berbahasa Mandarin, tergantung dari pekerjaan yang kamu lamar.

Beberapa pekerjaan bahkan menerima kandidat yang hanya bisa berbahasa Inggris.

Meski demikian, karena dalam keseharian warganya tidak terbiasa menggunakan bahasa Inggris, menguasai bahasa Mandarin akan sangat memudahkan.

6. Mengajukan visa

Ada banyak jenis visa kerja yang dapat dipilih saat berniat melamar pekerjaan ke Taiwan. Kamu bisa melihat lengkapnya di halaman Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia Taiwan.

Jenis visa yang dibutuhkan mungkin saja berbeda tergantung dari jenis pekerjaan yang kamu ambil.

Salah satu visa kerja yang umum disebut dengan Gold Card. Gold Card ini adalah visa yang memiliki 4 izin sekaligus, seperti:

  • Izin tinggal selama lebih dari 180 hari
  • Izin kerja
  • Kartu identitas sebagai tenaga kerja legal
  • Izin keluar-masuk Taiwan selama 3 tahun

Gaji kerja di Taiwan

Mata uang yang digunakan di Taiwan adalah Taiwan Dollar (NT). Gaji kamu juga akan dibayar dalam Taiwan Dolar.

Per 2024 lalu, pemerintah Taiwan telah menetapkan upah minimum untuk kerja di Taiwan untuk sektor formal adalah sebesar NT$28.590 atau setara dengan sekitar Rp14.750.000.

Namun, tentu saja angkanya berbeda-beda tergantung perusahaan dan jabatan.

Sementara, untuk sektor pekerjaan informal, upah minimum yang diberikan adalah NT$ 20.000 atau sekitar Rp10.000.000. 

Biaya hidup di Taiwan sendiri sebenarnya cukup tinggi. Melansir Antara, pada 2024, rata-rata per bulannya bisa Rp12-22 juta rupiah per orang.

Meski demikian, itu semua sangat tergantung pada gaya hidup dan daerah tempat tinggal.

Ditambah lagi, beberapa jenis pekerjaan tentu, seperti caregiver misalnya, membuat kamu punya gaji bersih karena tidak perlu mengeluarkan biaya makan dan tempat tinggal.

Dokumen Persyaratan Kerja di Taiwan

Berikut adalah beberapa dokumen persyaratan yang harus disiapkan jika kamu ingin kerja di luar negeri terutama Taiwan menyadur SISKOP2MI.

  • scan E-KTP (ekstensi.jpg)
  • scan kartu keluarga (KK) harus menggunakan format baru yang menggunakan QR code (ekstensi.jpg)
  • scan asli surat izin dari orang tua/wali/suami/istri yang ditandatangani diatas materai Rp10.000 diketik manual atau komputer wajib diketahui lurah atau kepala desa (ekstensi.pdf) (form lampiran I)
  • scan asli surat keterangan sehat dari rumah Sakit/puskemas pemerintah yang berlaku dan surat keterangan tidak buta warna (ekstensi.pdf)
  • scan asli surat keterangan status perkawinan (bagi yang telah menikah melampirkan scan buku nikah) dalam (ekstensi.pdf)
  • scan asli surat pernyataan kesanggupan (ekstensi.pdf)
  • scan ijazah pendidikan terakhir (ekstensi.pdf)
  • scan sertifikat keahlian (ekstensi.pdf) (jika ada)
  • pasfoto berwarna terbaru dengan latar belakang putih, menghadap ke depan dan tampak jelas dengan ukuran 3×4 cm (ekstensi.jpg, file berukuran maksimal 2 mb)
  • scan Visa/ARC bagi yang pernah bekerja di Taiwan (ekstensi.pdf) (jika ada)
  • scan akta kelahiran harus menggunakan format baru yang menggunakan QR code (ekstensi.jpg)
  • paspor yang masih berlaku lebih dari 6 bulan (ekstensi.jpg) (jika ada)
Baca Juga :  Screening Karyawan: Ketahui Arti, Tahap, hingga Tips Lolos Prosesnya

Risiko Kerja di Taiwan

Bekerja di Taiwan tidak selamanya tanpa risiko. Bahkan mungkin, kamu sempat mendengar bebeapa isu dari sosial media.

Walau secara gaji yang diterima tampak lebih jauh dari upah minimum Indonesia, tentu saja ada risiko kerja di Taiwan yang perlu kamu tahu untuk jadi bahan pertimbangan.

1. Tidak ada libur Idulfitri

Risiko yang tampaknya paling “ringan” dari kerja di Taiwan adalah tidak ada waktu libur saat Idulfitri. Ini tentu jadi kabar buruk buat kamu yang merayakan.

Beda dengan Indonesia yang warganya mayoritas muslim, Taiwan tidak. Akibatnya, mereka tidak familier dengan libur Idulfitri seperti di Indonesia.

Kalau di Indonesia, ini adalah momen kita refresh dari pekerjaan, ini tidak bisa dilakukan kalau kamu kerja di Taiwan. Artinya, kamu tetap harus bekerja seperti biasa. 

2. Kenaikan gaji yang sulit

Salah satu risiko kerja di Taiwan adalah tidak ada kenaikan gaji, terutama kalau kamu bekerja di sektor informal, seperti asisten rumah tangga atau caregiver.

Beberapa tenaga kerja bisa saja mendapatkan gaji yang sama selama 6 tahun.

Ini juga telah disorot oleh pemerintah Indonesia saat mengadakan diskusi dengan pemerintah Taiwan.

3. Biaya untuk pekerjaan baru

Risiko kerja di Taiwan yang satu ini mungkin lebih umum terjadi pada pekerja yang ada di bawah naungan agensi. Kamu dapat diminta untuk membayar “biaya pekerjaan baru”. 

Jadi, tenaga kerja akan membayar sejumlah biaya untuk pekerjaan baru yang mereka dapatkan.

4. Gaji yang tidak utuh

Kamu mungkin banyak mendengar berita soal kerja di Taiwan sebagai ABK. Isu yang sering berulang adalah gaji yang tidak utuh dan perlakuan yang tidak manusiawi, seperti terpaksa makan makanan kedaluwarda.

5. Perlindungan tenaga kerja yang belum optimal

Bekerja di luar negeri, termasuk Taiwan, membuat kita lebih punya risiko mengalami konflik dengan pemberi kerja yang menyebabkan kita terlibat kasus.

Mekanisme penanganan perkara buruh migran oleh pemerintah Indonesia di Taiwan sendiri saat ini belum seoptimal di Singapura atau Hongkong, sehingga selesainya lebih lama.

Sebenarnya, bekerja di mana pun selalu ada risiko, baik itu di Taiwan atau bahkan negeri sendiri.

Namun, berhubung di negeri orang, kita pasti akan merasa lebih inferior. Tapi, kamu tak perlu cemas berlebihan.

Kamu bisa mengatasi kekhawatiran itu dengan memilih agensi yang tepat dan mempelajari segala informasi yang kamu butuhkan sebelum mantap melamar kerja di Taiwan. 

Pastikan kamu memenuhi syarat yang sudah ditentukan tersebut untuk bisa bekerja dengan aman di Taiwan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain paparan di atas, kamu bisa mendapatkan lebih banyak informasi sejenis dengan baca kumpulan artikel kategori Pencarian Kerja yang ada di Glints TapLoker Blog.

Kamu bisa mendapatkan informasi seputar tips membuat CV dan portofolio, bagaimana melamar kerja dengan baik, hingga tips menghadapi atau menjawab pertanyaan interview kerja.

Menarik bukan? Klik tombol di bawah untuk baca dan akses ragam artikelnya secara gratis!

BACA DI SINI


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon