CV Operator Produksi: Isi, Tips Membuat, dan Contohnya

Tayang 19 Jun 2024 - Dibaca 5 mnt

Isi Artikel

    Bagi kamu yang bingung harus mulai dari mana saat membuat CV operator produksi, penjelasan lengkap di artikel ini bisa membantumu.

    Mulai dari apa saja informasi yang harus dicantumkan, hingga tips supaya CV kamu lebih terlihat unggul dibandingkan pelamar lainnya.

    Yuk, perhatikan penjelasan yang sudah Glints siapkan dengan seksama di bawah ini!

    Isi CV Operator Produksi

    Berikut adalah struktur CV operator produksi yang perlu diperhatikan.

    1. Data diri

    Nama lengkapmu harus menjadi teks terbesar pada halaman CV dan berada di atas dokumen.

    Kamu tidak perlu mencantumkan alamat yang terlalu rinci seperti nama jalan atau nomor rumah, karena mencantumkan kota atau provinsi saja sudah cukup.

    Alamat email kamu juga harus profesional, hindari alamat email yang kurang formal seperti [email protected].

    Jika kamu masih bekerja di suatu perusahaan dan punya email kantor, sebaiknya jangan dicantumkan.

    Terakhir, kamu juga bisa menulis akun media sosial seperti LinkedIn, terutama jika akunmu profilnya sudah lengkap dan bisa menampilkan keahlianmu yang relevan.

    2. Tentang saya

    Bagian ini sangat penting dalam menciptakan kesan pertama bagi HRD yang menyeleksi CV-mu.

    Jadi, hindari jargon-jargon yang sudah terlalu sering dipakai seperti “rajin”, “jujur”, atau “pekerja keras”.

    Sebaiknya tuliskan informasi yang bisa menonjolkan kekuatanmu atau membedakanmu dengan kandidat lain.

    Misalnya riwayat pendidikan, pengalaman kerja, skill yang dimiliki, aplikasi atau tools yang dikuasai, sertifkasi, dan lain sebagainya.

    3. Pengalaman

    Salah satu bagian terpenting dari CV operator produksi maupun pekerjaan lainnya adalah bagian pengalaman.

    Perekrut dan manajer perekrutan berharap pengalamanmu tercantum dari yang terbaru sampai terlama supaya mereka lebih mudah menilai pengalaman yang paling relevan.

    Jangan hanya mencantumkan tugas pekerjaanmu sehari-hari, tetapi juga bahas pencapaian mengesankan dari posisimu sebelumnya.

    Misalnya, pencapaian mengenai feedback atau evaluasi kerja yang memuaskan dari atasanmu, atau pencapaian dalam angka berkaitan dengan target yang berhasil dicapai.

    4. Riwayat pendidikan

    Bagian pendidikan di CV kamu harus mencakup:

    • nama sekolahmu
    • bulan dan tahun kamu lulus
    • jurusan

    Kalau kamu merupakan fresh graduate atau lulusan baru, tidak apa untuk menempatkan bagian pendidikan di atas bagian pengalaman.

    Jangan lupa untuk cantumkan pendidikan dalam urutan kronologis terbalik, yaitu riwayat pendidikan terbaru ditulis lebih dulu.

    5. Skill

    Dilansir dari Zippia, bagian keterampilan sebainya menyertakan kata kunci paling penting dari deskripsi pekerjaan di lowongan yang kamu lamar.

    Kata kunci tersebut biasanya berupa skill yang dicari oleh HRD. Kalau kamu punya skill yang dicari tersebut, pastikan untuk mencantumkannya dalam CV operator produksi.

    Selain itu, jangan hanya menyebutkan hard skill tetapi juga soft skill.

    Umumnya, berikut adalah skill yang dicari dari kandidat operator produksi:

    • keselamatan kerja
    • mengoperasikan mesin atau alat tertentu
    • prosedur quality assurance produksi
    • pembuatan laporan produksi
    • data entry

    6. Sertifikasi

    Ini bukan merupakan bagian yang wajib ada, tetapi akan sangat menguntungkan apabila kamu bisa mencantumkan sertifikasi yang dimiliki.

    Sertifikasi adalah bukti kuat untuk menunjukkan skill yang kamu miliki.

    Namun, ingat, sebaiknya kamu hanya cantumkan sertifikasi yang memang relevan dengan pekerjaan operator produksi.

    Misalnya, sertifikasi di bidang K3 atau pengoperasian alat dan mesin tertentu.

    Baca Juga: 7 Profesi bagi Sarjana Teknik yang Ingin Kerja di Bidang Baru

    Tips Membuat CV Operator Produksi

    Setelah mengetahui isi CV operator produksi, berikut adalah tips penting yang perlu kamu perhatikan.

    1. Baca lowongan kerja

    Kalau kamu bingung apa yang harus ditulis dalam CV, coba baca lowongan kerjanya dengan cermat.

    Garis bawahi kualifikasi yang dicari oleh HRD, lalu ingat-ingat kembali apakah kamu punya pengalaman dan keahlian yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut.

    Apabila belum pernah bekerja sebelumnya, kamu bisa cantumkan pengalaman saat sekolah, selama memang masih relevan.

    2. Tuliskan pencapaian kerja

    Daripada hanya menyebutkan tugas sehari-hari, HRD kemungkinan akan lebih terkesan jika tahu pencapaianmu di pengalaman kerja sebelumnya.

    Misalnya, daripada hanya menulis “mengawasi tim pekerja staf produksi”, coba beri rincian yang bisa menggambarkan betapa pentingnya peranmu saat itu, seperti menyebutkan jumlah anggota atau tim.

    Jadi, kamu bisa mengubahnya ke kalimat, “mengelola tim yang terdiri dari 6 pekerja staf produksi selama proyek 9 bulan.”

    Yang terpenting, pastikan pengalaman yang kamu sertakan relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

    3. Cantumkan keahlian secara lebih rinci

    Tips CV operator produksi yang terakhir adalah jelaskan keahlianmu secara lebih spesifik dan sesuai dengan apa yang dicari perusahaan.

    HRD mungkin sedang mencari operator produksi yang berpengalaman atau menguasai mesin-mesin atau peralatan tertentu.

    Nah, kamu bisa sebutkan jenis mesin, alat, kendaraan, atau rincian lainnya di dalam CV-mu tersebut.

    Baca Juga: Sebelum Masuk Tahap Produksi, Kenalan Dulu dengan Technical Drawing!

    Contoh CV Operator Produksi

    Berikut adalah contoh CV operator produksi yang bisa kamu jadikan referensi.

    Contoh CV operator produksi

    © Glints

    Demikian penjelasan mengenai isi CV operator produksi hingga contohnya.

    Sudah siap bekerja sebagai operator produksi? Ayo cek lowongan kerja terbaru yang ada di Glints!

    Kamu bisa cari berbagai lowongan operator produksi dan industri yang berbeda-beda di seluruh Indonesia.

    Cek lowongan terbarunya di sini sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait