Revenue Stream: Arti, Fungsi, Jenis, dan Contoh-contohnya

Tayang 24 Apr 2022 - Dibaca 14 mnt

Isi Artikel

    Revenue stream alias aliran pendapatan adalah informasi yang penting saat kamu ingin merancang strategi bisnis.

    Kira-kira, apa arti dari istilah tersebut? Glints akan membahasnya secara tuntas dalam artikel ini.

    Yuk, simak selengkapnya!

    Apa Itu Revenue Stream?

    Apa Itu aliran pendapatan

    © Freepik.com

    Kita mulai pembahasan dari definisi. Mengutip Corporate Finance Institute, revenue stream adalah sumber pemasukan perusahaan.

    Aliran pendapatan itu bisa bermacam-macam, seperti:

    • penjualan barang
    • penjualan jasa
    • penyewaan aset oleh pihak eksternal
    • hasil keuntungan investasi
    • dan lain-lain

    Fungsi Revenue Stream

    Fungsi Revenue Stream

    © Pexels.com

    Beberapa fungsi dari revenue stream adalah:

    1. Memperkirakan keuntungan dan sales perusahaan

    Saat aliran pendapatan naik, seharusnya, angka keuntungan dan sales naik. Itulah mengapa, mengutip Feedough, revenue stream bisa menjadi sarana memperkirakan keuntungan dan sales.

    Walau begitu, revenue stream yang tinggi tak berarti keuntungan dan sales yang tinggi pula. Ingat, ada faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan:

    • aliran pendapatan selain sales (misalnya, keuntungan investasi atau penyewaan aset)
    • biaya operasional (misalnya, ada biaya besar untuk pemasaran atau sewa gedung kantor)
    • dan lain-lain

    2. Menilai sumber revenue yang ada

    Misalnya, sebuah perusahaan punya beberapa aliran pendapatan, yakni:

    • penjualan barang X
    • penjualan jasa Y
    • layanan langganan Z

    Aliran pendapatan manakah yang paling besar? Sementara itu, aliran pendapatan mana yang masih bisa ditingkatkan?

    Itu adalah kegunaan revenue stream selanjutnya. Kamu bisa membandingkan tiap-tiap sumber pemasukan perusahaan.

    Baca Juga: 6 Perbedaan Tujuan (Goal) dan Target (Objective) untuk Bisnis

    3. Merancang strategi perusahaan

    Sudah bisa menilai dan membanding-bandingkan sumber revenue? Sekarang, saatnya merancang strategi bisnis yang berkaitan dengan itu.

    Kira-kira, bagaimana cara memperbaiki layanan yang kurang maksimal? Jangan-jangan, layanan tersebut sebaiknya ditutup saja.

    Begitu juga dengan layanan yang sudah maksimal. Bagaimana cara meningkatkannya lagi, atau jangan-jangan, layanan tersebut bisa membantu layanan lainnya?

    Jenis Revenue Stream

    Jenis aliran pendapatan

    © Freepik.com

    Sekarang, kita bahas jenis-jenis aliran pendapatan di perusahaan.

    1. Jual-beli tradisional

    Tipe revenue stream yang pertama adalah jual-beli tradisional. Jenis aliran pendapatan yang satu ini sejatinya cukup sederhana.

    Saat kamu menjual barang atau jasa, tentu ada uang yang masuk. Uang itulah yang menjadi revenue stream.

    2. Langganan

    Selain jual-beli biasa, pemasukan juga bisa datang dari langganan. Mengutip Hustle to Startup, contoh perusahaan dengan jenis aliran pendapatan ini adalah:

    • Netflix
    • Spotify
    • gym

    Perusahaan koran atau media juga kerap punya revenue stream yang satu ini.

    3. Penggunaan layanan

    Tipe revenue stream selanjutnya adalah penggunaan layanan, seperti operator seluluer prabayar.

    Saat ingin menelepon, mengirim SMS, atau mengakses internet, kamu harus punya pulsa. Nah, pemasukan operator seluler datang dari pembelian pulsa itu.

    Baca Juga: 12 Ide Green Business untuk Bisnis yang Lebih Ramah Lingkungan

    4. Broker

    Misalnya, kamu membeli barang A di e-commerce. Kamu membelinya dari penjual B.

    Nah, e-commerce itu mendapat aliran pendapatan dari biaya admin penjualan. Misalnya, penjualan barang A diberi tarif sebesar 10%.

    Itulah maksud dari jenis revenue stream yang satu ini. E-commerce menjadi pihak ketiga yang mempertemukan penjual dan pembeli, sehingga bisa mendapat komisi.

    5. Penjualan aset

    Tipe revenue stream selanjutnya adalah penjualan aset. 

    Misalnya, perusahaan punya 50 unit komputer yang tak terpakai. Akhirnya, pimpinan perusahaan tersebut memutuskan untuk menjual semuanya.

    Tentu ada uang yang masuk ke perusahaan. Itulah maksud dari revenue stream berupa penjualan aset.

    6. Penyewaan aset

    Seperti yang sudah Glints singgung, aset perusahaan juga bisa disewakan. Contoh dari jenis aliran pendapatan ini adalah:

    • penyewaan kantor
    • penyewaan gedung
    • dan lain-lain

    7. Iklan

    Terakhir, ada iklan. Mengutip Finmark, inti dari revenue stream yang satu ini adalah biaya pemasangan iklan.

    Misalnya, kamu adalah pemilik media sosial X. Karena pengguna media sosial itu sudah banyak, kamu pun membuat program iklan.

    Saat yang ingin memasang iklan, brand pun harus membayar sejumlah uang kepadamu. Itulah salah satu bentuk aliran pendapatan yang satu ini.

    Contoh Revenue Stream

    contoh aliran pendapatan

    © Tsunagulocal.com

    Berikut beberapa contoh dari revenue stream:

    1. Revenue stream dari transaksi

    Contoh revenue stream yang pertama adalah transaksi. Tiap kali jual-beli terjadi, akan ada aliran pendapatan yang satu ini.

    2. Revenue stream dari layanan

    Selanjutnya, ada revenue stream yang datang dari layanan. Salah satu contohnya sudah Glints jelaskan, yakni pembelian pulsa operator.

    Saat memiliki pulsa sebanyak Rp20 ribu, kamu bisa menelepon orang lain selama 2 jam. Kalau ingin melakukan telepon lebih lama, kamu tentu harus membeli tambahan pulsa.

    Nah, perusahaan operator seluler mendapat revenue dari penjualan pulsa itu.

    3. Revenue stream dari proyek

    Kamu seorang freelancer? Tiap kali ada proyek dengan klien, pemasukanmu adalah salah satu contoh revenue stream yang satu ini.

    Seperti dituliskan Corporate Finance Institute, pendapatanmu datang dari proyek, baik dari klien lama maupun klien baru.

    Baca Juga: 12 Metrik Penting untuk Mengukur Performa Bisnis Perusahan

    4. Recurring revenue

    Terakhir, ada recurring revenue. Contoh revenue stream yang satu ini adalah biaya langganan atau pemasukan dari sewa.

    Saat berlangganan layanan streaming, kamu tentu harus membayar terus-menerus selama periode tertentu. Itu juga berlaku untuk penyewaan gedung.

    Selain kedua contoh di atas, recurring revenue juga bisa datang dari iklan. Misalnya, saat menyewa sebuah baliho, brand A harus terus membayar biaya sewanya.

    Revenue Stream vs Revenue Model vs Business Model

    Revenue Stream vs Revenue Model vs Business Model

    © Freepik.com

    Revenue stream vs revenue model

    Sekilas, revenue stream mirip dengan revenue model. Akan tetapi, sejatinya, keduanya berbeda.

    Seperti dituliskan Founder Institute, revenue stream adalah sumber pemasukan perusahaan. Sumber pemasukan itu bisa hanya satu, namun bisa juga banyak.

    Sementara itu, revenue model adalah strategi pengaturan revenue stream hingga sumber daya yang dibutuhkan untuk revenue stream tertentu.

    Jadi, revenue stream merupakan bagian dari revenue model.

    Ingin pelajari soal revenue model secara lebih mendalam? Glints punya artikel yang membahasnya secara tuntas. Klik tombol di bawah untuk membacanya:

    KLIK DI SINI

    Revenue stream vs business model

    Seperti yang sudah Glints jelaskan, revenue stream adalah berbagai macam sumber pemasukan perusahaan.

    Sementara itu, business model adalah struktur pemasukan perusahaan, termasuk revenue stream dan revenue model.

    Jadi, dapat disimpulkan, business model adalah payung besar yang menaungi revenue model dan revenue stream.

    Supaya lebih jelas, kamu bisa membaca artikel Glints soal business model. Klik tombol di bawah dan simak sekarang juga:

    BACA DI SINI

    Demikian penjelasan Glints soal aliran pendapatan. Jadi, sudahkah revenue stream bisnismu maksimal?

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait